68 research outputs found
PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI ROBOT PENARI
Perkembangan robot saat ini sangat pesat dalam industri namun dalam dunia pendidikan, robot banyak diadakan perlombaan (kompetisi) robot dari tingkat regional, nasional bahkan dunia. Robot penari dalam suatu perlombaan tingkat regional, nasional bahkan dunia banyak sekali menggunakan kit robot dengan ini merupakan suatu masalah sehingga pada makalah ini kami membahas “Perancangan dan Implementasi Robot Penari”. Pada makalah ini akan dibahas mengenai robot humanoid yang dapat di program sebagai robot yang dapat mengikuti pergerakan dari suatu irama musik tradisional Prinsip kerja dari robot ini adalah robot menggerak 18 motor servo untuk bernavigasi (berjalan) dam lengan robot yang dapat mengikuti pergerakan dari suatu irama musik. Hasil dari penelitian ini menjadi suatu robot yang dapat bekerja menerima informasi musik yang selanjutnya di ubah menjadi suatu pergerakan taria
SOSIALISASI DAN PELATIHAN SMART PARKING SISTEM BOOKING IOT BERBASIS ANDROID DI SMKN 2 PALEMBANG
The increasing use of vehicles in big cities, including at SMK Negeri 2 Palembang, results in significant challenges in parking management, such as congestion and inconvenience due to conventional systems. Therefore, efficient parking management is required. One solution to overcome these challenges is to utilize Internet of Things (IoT) technology. A smart parking system based on IoT and Android is a crucial solution in overcoming parking management problems in urban areas. Through socialization conducted at SMK Negeri 2 Palembang, this activity aims to provide students and teachers with an understanding and skills regarding IoT technology in effective parking management. The socialization included basic theoretical presentations on IoT and Android technology, as well as practical demonstrations of how the smart parking system works. The participants were trained to understand the components of the system, such as IR sensors, Arduino Mega 2560, and mobile applications, and were involved in hands-on system testing practices. The results of the socialization showed that the participants understood how the system worked and could perform simple practices of sending sensor data using an IoT server.Meningkatnya penggunaan kendaraan di kota-kota besar, termasuk di SMK Negeri 2 Palembang, mengakibatkan tantangan signifikan dalam pengelolaan parkir, seperti kemacetan dan ketidaknyamanan akibat sistem konvensional. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan parkir yang efisien. Salah satu solusi untuk mengatasi tantangan tersebut adalah dengan memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT). Sistem parkir pintar berbasis IoT dan Android menjadi solusi krusial dalam mengatasi masalah pengelolaan parkir di perkotaan. Melalui sosialisasi yang dilakukan di SMK Negeri 2 Palembang, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan keterampilan kepada para siswa dan guru mengenai teknologi IoT dalam manajemen parkir yang efektif. Sosialisasi ini mencakup presentasi teori dasar tentang teknologi IoT dan Android, serta demonstrasi praktis mengenai cara kerja sistem parkir pintar. Para peserta dilatih untuk memahami komponen-komponen sistem, seperti sensor IR, Arduino Mega 2560, dan aplikasi mobile, serta dilibatkan dalam praktik pengujian sistem secara langsung. Hasil dari sosialisasi tersebut menunjukkan bahwa para peserta memahami cara kerja sistem dan dapat melakukan praktik sederhana pengiriman data sensor menggunakan server IoT
Komparasi dan Optimasi Model Propagasi Pada Sistem Komunikasi Seluler Di Kota Palembang
Various propagation models can be used to predict path loss. Each propagation model is classified according to its environment categories. These environment categories are purely subjective, therefore to get accurate predictions, proper environment category selection is needed. In this paper, four propagation models are compared with RSL measurements at five sites in Palembang City. The models being compared are Okumura Hata, ECC-33, Ericsson, and SUI. Based on comparison using RMSE parameters, large urban is the appropriate environment category for Palembang City in the Okumura Hata model. For ECC-33, the appropriate environment category is medium urban. In the Ericsson model, the appropriate category is suburban, and terrain type A for SUI model. From the comparison of four models based on RMSE and standard deviations, it is known that for measurement results of five sites in Palembang City, the ECC-33 model has high accuracy with RMSE of 3,28 dB and standard deviation of 2,74 dB. After optimization, the Okumura Hata model provides an RMSE of 1,75 dB and a standard deviation of 0,76 dB. It is recommended to use the Medium Urban ECC-33 model or the optimized Large Urban Okumura Hata model to predict path loss in Palembang City.
Keywords : Propagation Models, Optimization, Environment Categories, Okumura Hata, ECC-33, Ericsson, SUI.'
Abstrak
Terdapat berbagai macam model propagasi yang dapat digunakan untuk memprediksi path loss. Setiap model propagasi diklasifikasikan berdasarkan kategori lingkungannya. Pembagian kategori lingkungan ini bersifat subjektif, sehingga untuk mendapatkan prediksi yang akurat diperlukan pemilihan kategori lingkungan yang tepat. Penelitian ini membandingkan empat jenis model propagasi dengan hasil pengukuran RSL pada lima site di Kota Palembang. Model yang dibandingkan adalah Okumura Hata, ECC-33, Ericsson dan SUI. Berdasarkan komparasi menggunakan parameter RMSE, Kota Palembang menurut model Okumura Hata termasuk dalam kategori large urban. Sedangkan pada model ECC-33 termasuk kategori medium urban. Pada model Ericsson termasuk kategori suburban, dan pada model SUI termasuk dalam tipe terrain A. Dari perbandingan keempat model berdasarkan RMSE dan standar deviasi, diketahui bahwa pada hasil pengukuran lima site di Kota Palembang, model ECC-33 memiliki akurasi yang tinggi dengan RMSE 3,28 dB dan standar deviasi 2,74 dB. Setelah dioptimasi, model Okumura Hata juga memberikan akurasi prediksi yang tinggi, dengan RMSE 1,75 dB dan standar deviasi 0,76 dB. Sehingga disarankan untuk menggunakan model ECC-33 medium urban atau model Okumura Hata large urban yang telah dioptimasi untuk mempredikasi path loss di Kota Palembang.
Kata Kunci : Model Propagasi, Optimasi, Kategori Lingkungan, Okumura Hata, ECC-33, Ericsson, SU
REVIEW ANTENA MIKROSTRIP UNTUK APLIKASI GSM DAN CDMA
Semakin pesatnya teknologi wireless communication, antena telah menjadi kunci utama sebagai alat pelayanan jaringan nirkabel. Berkembangnya perangkat seluler membuat banyaknya penggunaan spektrum frekuensi untuk komunikasi seluler. Di antaranya GSM (Global System for Mobile Communication) dan CDMA (Code Division Multiple Access) telah banyak diaplikasikan pada perangkat mobile seperti komputer/laptop, modem, dan smartphone. Dua teknik ini telah banyak digunakan karena biaya yang murah, fleksibel, reliabel, kecepatan koneksi data yang tinggi, dan dapat digunakan untuk pengguna mobile. Pada paper ini akan membahas sebuah survey literatur patch antena untuk aplikasi GSM dan CDMA dengan jenis subtrat, teknik pencatuan, slot, dasar mikrostrip antena, design model antena, parameter antena serta keuntungan dan kerugian antena tersebut
Development of Convolutional Neural Network Models to Improve Facial Expression Recognition Accuracy
Advancements in information and computer technology, particularly in machine learning, have significantly alleviated human tasks. One of the current primary focuses is facial expression recognition using deep learning methods such as Convolutional Neural Network (CNN). Complex models like CNNs often encounter issues such as gradient vanishing and overfitting. This study aims to enhance the accuracy of CNN models in facial expression recognition by incorporating additional convolutional layers, dropout layers, and optimizing hyperparameters using Grid Search. The research utilizes the FER2013 public dataset sourced from the Kaggle website, trained and evaluated using CNN models, hyperparameter tuning, and downsampling methods. FER2013 comprises thousands of facial images representing various human expressions, with a specific focus on four facial expression categories (angry, happy, neutral, and sad). Through the addition of convolutional and dropout layers, as well as hyperparameter optimization, the developed model demonstrates a significant improvement in accuracy. Findings reveal that the refined CNN model achieves a highest accuracy of 98.89%, with testing accuracy at 89%, precision 78%, recall 78%, and F1-score 78%. This research contributes by enhancing facial expression recognition accuracy through optimized CNN models and providing a framework beneficial for the social-emotional development of children with special needs and aiding in the detection of mental health conditions. Additionally, it identifies avenues for future research, including exploring advanced data augmentation techniques and integrating multimodal information. Furthermore, this study paves the way for applications across diverse fields like human-computer interaction and mental health diagnostics
Prediksi Pengguna Broadband di Indonesia sampai Tahun 2024 Menggunakan Pemodelan Crisp-DM dengan Metode Decision Tree dan Algoritma ID3 Studi Kasus di BPS dan APJII
Indonesia is a country with a population of 270.20 million people recorded at the Central Statistics Agency in September 2020. Based on the International Telecommunication Union (ITU) reported, the United Nations (UN) body, the number of world internet users in 2018 was 3.9 billion, exceeding half the world's population. Today the position of the internet continues to be significant in social, economic, and political life in a globalized world. Every year the internet continues to influence human life. Therefore we need research on forecasting the number of broadband users in the future to find out the number of users will increase or decrease as well as planning for Indonesian broadband. This forecasting research uses, using a comparison, namely the double exponential smoothing method with two different alphas and two betas, then the single exponential smoothing method with two different alphas. The double exponential smoothing method with alpha 0.2 betas 0.4 with the result that the MAD, MSE, MAPE values are smaller than single exponential smoothing with the first part alpha 0.8 and the second part alpha 0.5 and smaller than the double method exponential smoothing with alpha 0.6 betas 0.2. After getting the best value from the double exponential smoothing forecasting method, the prediction process is continued using the decision tree method, namely the ID3 algorithm for decision making every year from 2000 to 2024 to expand bandwidth or by not expanding bandwidth with the result that there are 19 years to expand bandwidth and there are 6 years for the decision not to expand the bandwidth
PERBANDINGAN PENGGUNAAN SISTEM SMART ANTENNA MIMO DAN MISO DENGAN TEKNIK OFDM
Dalam perkembangan teknologi telekomunikasi, telah banyak inovasi yang terus dikembangkan dalam peningkatan kinerja proses pengiriman dan penerimaan data. Adapun penggunaan smart antenna dengan menggunakan banyak antena seperti MISO dan MIMO, kini sedang menjadi perhatian dalam proses transmisi data. Pada proses transmisi juga dapat menggunakan salah satu teknik yaitu OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing) yang dapat membantu menghilangkan efek delay spread dan memberikan keuntungan yang lebih baik pada proses pengiriman sinyal (data), dan membuat fungsi dari sistem smart antenna menjadi lebih menguntungkan. Pada paper ini akan membahas perbandingan dari penggunaan sistem MISO dan MIMO serta pengaruhnya dalam penggabungan teknik OFDM, dimana MIMO merupakan sistem smart antena yang lebih berkembang dari sistem sebelumnya (MISO), karena menggunakan lebih banyak antena pada sisi pengirim dan penerima. Yang pada akhirnya, berdasarkan pengaruh SNR akan menghasilkan kapasitas kanal lebih banyak. Hal ini membuat pengaruh proses pengiriman dan penerimaan data lebih baik serta membantu mengatasi redaman (multipath fading). Teknik ini dapat dijadikan solusi dalam pembaharuan teknologi yang dapat di terapkan pada antena mikrostrip yang memiliki ukuran dan bentuk yang kecil dan banyak digunakan pada perangkat telekomunikasi
6LOWPAN AND IEEE 802.15.4 FOR PERSONAL AREA NETWORKS
This paper presents a practical standardized wireless transmission technique for personal area networks (PAN) and general sensor actor networks. Applications include house automation, for industrial applications and for homes and Ambient Assisted Living (AAL) among others. IEEE 802.15.4 and 6LoWPAN form together a complete protocol stack which is compatible with IPv6 and IPv4. It is desribed how these procedures an be used as the basis of wireless low data rate short distance networks
Desain dan Pengembangan Website untuk Mendeteksi Malware Menggunakan Framework Flask yang Diintegrasikan dengan Machine Learning
One of the most widely used media for information dissemination is the website. A dynamic and informative website will make it easier for users to access information. Web development often requires complex technologies. One method that can simplify the development process is using the Flask framework, which offers flexibility and freedom to developers. A website must also have functionality to be useful; one current issue is the increasing number of malware file cases. Therefore, there is a need for a medium that can analyze a file. However, currently, there are limited services available for this purpose. This research aims to build a website that detects malware files using the Flask framework integrated with machine learning for malware file detection. Through this research, a website with five informative menus has been developed, featuring a dynamic and easily accessible interface with a malware file detection capability reaching 99% accuracy.Media penyebaran informasi yang paling banyak digunakan adalah website. Namun pengembangan website untuk menghasilkan tampilan yang dinamis dan informatif sering kali memerlukan teknologi yang rumit. Salah satu metode yang dapat mempermudah pengerjaan adalah menggunakan framework Flask yang menawarkan fleksibilitas dan kebabasan kepada developer. Suatu website juga harus memiliki fungsionalitas agar dapat bermanfaat, salah satu masalah saat ini adalah peningkatan kasus file malware. Untuk itu diperlukan suatu media yang dapat digunakan untuk dapat menganalisa suatu file. Namun saat ini media yang menyediakan layanan untuk kasus tersebut masih terbatas. Untuk itu pada penelitian ini akan membangun suatu website yang bertujuan untuk mendeteksi file malware menggunakan framework Flask yang diintegrasikan dengan machine learning sebagai pendeteksi file malware. Melalui penelitian ini dihasilkan suatu website dengan lima menu informatif dengan tampilan interface yang dinamis dan mudah diakses dengan kemampuan pendeteksi file malware mencapai akurasi 99%
ANALISA PERFORMANSI QOS LAYANAN VIDEO STREAMING PADA JARINGAN MPLS-DIFFSERV DAN MPLS-INTSERV
The telecommunications industry is constantly evolving and the demanding for a guarantee of applications services with better Quality of Service (QoS) continues to increase. This paper discusses the performance comparison of the QoS Method offered by Internet Engineering Task Force (IETF). The IETF introduces the QoS Differentiated Service (DiffServ) and Integrated Service (IntServ) Methods to ensure QoS. Both methods are integrated with Multi Protocol Label Switching (MPLS) technology to address the problem of traffic density and poor bandwidth allocation on the network. MPLS as a forwarding data technology used as a backbone which can improve QoS by labeling the IP address of the router. The comparison of MPLS-DiffServ and MPLS-IntServ method is done by measuring QoS parameter in the form of delay. The measured application is a Video Streaming with bitrate of 309 Kbps in 2 Mbps and 5 Mbps bandwidth variations. Bandwidth setting is performed to see the reliability of the MPLS-DiffServ and MPLS-IntServ network in conditions without traffic and with traffic load. Simulation results from GNS3 showed that MPLS-IntServ is a service with smaller delay than MPLS-DiffServ on conditions without traffic while on the network with the addition of traffic load, MPLS-DiffServ has a smaller delay than MPLS-IntServ.Industri telekomunikasi terus berkembang secara konstan dan permintaan akan jaminan layanan berbagai aplikasi dengan Quality of Service (QoS) yang baik terus meningkat. Paper ini membahas perbandingan performansi Metode QoS yang ditawarkan Internet Engineering Task Force (IETF). IETF memperkenalkan Metode QoS Differentiated Service (DiffServ) dan Integrated Service (IntServ) untuk menjamin QoS. Kedua metode tersebut diintegrasikan dengan teknologi Multi Protocol Label Switching (MPLS) untuk menghadapi masalah kepadatan traffic dan alokasi bandwidth yang buruk pada jaringan. MPLS sebagai teknologi forwarding data yang digunakan sebagai backbone dapat meningkatkan QoS dengan memberikan label pada IP address router. Analisa perbandingan metode MPLS-DiffServ dan MPLS-IntServ dilakukan dengan mengukur parameter QoS berupa delay. Aplikasi yang diukur adalah layanan Video Streaming dengan bitrate 309 Kbps dalam variasi bandwidth 2 Mbps dan 5 Mbps. Pengaturan bandwidth dilakukan untuk melihat kehandalan jaringan MPLS-DiffServ dan MPLS-IntServ pada kondisi tanpa traffic dan dengan beban traffic. Hasil simulasi dari GNS3 menunjukkan bahwa MPLS-IntServ merupakan layanan dengan delay yang lebih kecil daripada MPLS-DiffServ pada kondisi tanpa traffic sedangkan pada jaringan dengan penambahan beban traffic, MPLS-DiffServ memiliki delay yang lebih kecil daripada MPLS-IntServ
- …
