1,721,110 research outputs found

    Daya saing agribisnis kopi robusta/ Soetriono

    No full text
    viii, 272 hal.: ill, tab.; 25 cm

    Rancang Bangun Penguatan Kelembagaan Agribisnis Pisang DI Kabupaten Lumajang

    No full text
    Pengembangan kawasan pertanian merupakan pengembangan wilayah yang berbasis pembangunan pertanian. Peengembangan wilayah secara konsepsional merupakan suatu upaya untuk mendorong terjadinya perkembangan wilayah secara harmonis melalui pendekatan yang bersifat komprehensif yang mencakup aspek fisik, ekonomi, sosial, dan budaya. Kawasan pertanian adalah gabungan dari sentrasentra pertanian yang memenuhi batas minimal skala ekonomi pengusahaan dan efektivitas manajemen pembangunan wilayah secara berkelanjutan serta terkait secara fungsional dalam hal potensi sumberdaya alam, kondisi sosial budaya, faktor produksi, dan keberadaan infrastruktur penunjang (Soetriono et al. 2017 : 9)

    ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL DAN STRATEGI PENGEMBANGAN PETERNAKAN

    No full text
    Sapi adalah hewan yang dimanfaatkan daging, susu, dan kulitnya. Kebutuhan susu sapi oleh penduduk di dunia sebesar 95%. Di Jawa Timur, beberapa peternakan sapi perah menjalin kerja sama dengan koperasi susu sapi perah untuk mengumpulkan susu sapi mereka. Beberapa koperasi susu sapi perah kemudian menjual susu sapi perusahaan susu multinasional, yaitu Nestle. Di Jember, Koperasi Mahesa adalah sebagai objek penelitian yang juga menjalin kerja sama dengan Nestle. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian agroekologi pada peternakan sapi perah dalam Koperasi Mahesa, mengetahui kelayakan finansial pada peternakan sapi perah dalam Koperasi Mahesa, mengetahui sensitivitas terhadap kenaikan harga pakan dan penurunan produksi susu pada peternakan sapi dalam Koperasi Mahesa, dan mengetahui strategi pengembangan yang dapat dirancang Koperasi Mahesa. Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) Peternakan sapi perah dalam Koperasi Mahesa tidak sesuai dengan standard agroekologi; (2) Peternakan sapi perah dalam Koperasi Mahesa secara finansial tidak layak; (3) Peternakan sapi perah dalam Koperasi Mahesa sensitif terhadap penurunan harga pakan sebesar 60% dan peningkatan produksi susu sebesar 15%; (4) Peternakan sapi perah dalam Koperasi Mahesa disarankan meningkatkan kualitas dan kuantitas susu, pengadaan modifikasi lingkungan untuk mengantisipasi cuaca yang tidak menentu, dokter hewan atau mantri hewan memberi pengetahuan kepada peternak cara menangani hewan yang sakit, dan pemanfaatan teknologi pengolahan pakan ternak dari hasil samping kegiatan pertanian

    ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL DAN STRATEGI PENGEMBANGAN

    No full text
    Jamur merupakan kelompok organisme eukariotik yang membentuk dunia jamur atau regnum fungi. Jamur tiram merupakan salah satu jenis jamur yang saat ini sudah banyak dibudidayakan oleh masyarakat. Jamur tiram (Pleurotus ostreatus) adalah jamur pangan yang memiliki berbagai manfaat diantarnya sebagai makanan, menurunkan kolesterol, sebagai anti bakterial dan anti tumor, serta dapat menghasilkan enzim hidrolisis dan enzim oksidasi . Kabupaten jember merupakan salah satu penghasil jamur tiram di Provinsi Jawa Timur. UD. Mitra Jamur merupakan salah satu tempat usaha budidaya jamur tiram di Kabupaten Jember. Tujuan penelitian : (1) mengetahui masih menguntungkan atau tidak usaha budidaya jamur tiram pada UD. Mitra Jamur; (2) mengetahui masih layak untuk diushakan atau tidak usaha budidaya jamur tiram pada UD. Mitra Jamur; (3) mengetahui perubahan harga jika harga bahan baku naik, dan harga output turun pada usaha budidaya jamur tiram pada UD. Mitra Jamur; dan (4) mengetahui strategi pengembangan yang tepat untuk diterapkan pada usaha budidaya jamur tiram pada UD. Mitra Jamur. Daerah penelitian yang dipilih adalah UD. Mitra Jamur di Desa Slawu Kecamatan Patrang Kabupaten Jember dilakukan secara sengaja (purposive method). Metode penelitian yang digunakan metode deskriptif dan metode analitis. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode analisis data yang digunakan adalah: (1) analisis biaya dan pendapatan, (2) analisis kelayakan finansial, (3) analisis sensitivitas, dan (4) Analisis SWOT. Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) Usaha Budidaya Jamur Tiram UD. Mitra Jamur menguntungkan; (2) Usaha Budidaya Jamur Tiram UD. Mitra Jamur untuk 5 tahun ke depan secara finansial layak untuk dilanjutkan; (3) Usaha budidaya jamur tiram UD. Mitra Jamur tidak peka terhadap kenaikan harga bahan baku sebesar 20% dan penurunan harga output sebesar 40%, sehingga usaha budidaya jamur tiram tersebut masih layak untuk diusahakan; dan (4) Usaha budidaya jamur tiram UD. Mitra Jamur berada pasa posisi white area dan kondisi pertumbuhan/ stabilitas. Strategi yang tepat untuk diterapkan adalah menggunakan strategi SO yaitu dengan memperluas daerah pemasaran produk ke daerah lain

    INDIKASI PRODUSEN TAHU MEMILIH KEDELAI LOKAL DAN PRODUSEN

    No full text
    Kedelai mempunyai kegunaan yang luas dalam tatanan kehidupan manusia. Bagian yang terpenting dari tanaman kedelai adalah bijinya. Biji kedelai dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan. Salah satu hasil olahan yang dihasilkan dari komoditas kedelai adalah tahu dan tempe. Sungguh disayangkan, kedelai yang merupakan bahan makanan utama sebagian besar diperoleh dari impor. Hal ini dikarenakan stok kedelai nasional yang masih kurang untuk memenuhi kebutuhan kedelai dalam negeri, sehingga harus mengimpor kedelai dari luar negeri. Kecamatan Gambiran merupakan sentra agoindustri tahu dan tempe. Di Kecamatan ini terdapat 204 industri tempe dan 24 industri tahu. Pengrajin tahu di Kecamatan Gambiran lebih memilih menggunakan kedelai lokal sedangkan pengrajin tempe lebih memilih menggunakan kedelai impor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) faktor-faktor apa saja yang mendasari produsen tahu menggunakan kedelai lokal dan produsen tempe menggunakan kedelai impor dalam memproduksi tahu dan tempe, (2) nilai tambah kedelai pada agroindustri tahu dan tempe, (3) tingkat pendapatan produsen tahu dan tempe, (4) prospek agroindustri tahu dan tempe. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara sengaja. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dan analitik. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggabungkan data primer dan sekunder. Alat analisis yang digunakan adalah metode deskriptif, analisis nilai tambah, analisis pendapatan dan Analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Faktor yang mendasari produsen tahu menggunakan kedelai lokal adalah kandungan pati dan harga kedelai Sedangkan faktor yang mendasari produsen tempe menggunakan kedelai impor adalah kualitas kedelai dan hasil produksi, (2) Nilai tambah agroindustri tahu dan tempe adalah positif, (3) Tingkat pendapatan agroindustri tahu dan tempe adalah tinggi (untung), (4) Prospek pengembangan agroindustri tahu dan tempe berada dibidang White Area

    STRATEGI PEMASARAN SUSU SAPI PERAH RAKYAT DI DESA KEMUNING LOR

    No full text
    Jember Regency, especially Kemuning Lor village is one of the area that is the dairy farms owned. The local community dairy farm is one of the sources of the milk which has high economic value and which plays important role in the life of the people in area. The prospect of dairy milk in the domestic market is good enough because as the time goes by, the consumers of this gradually increasing. However, cow's milk dairy farmers in the village folk Kemuning-Lor has problems become obstacles to date, namely the production has not been able to meet the needs of the market and lack of market information. This study aimed to determine: (1) cost efficiency in operations dairy cow dairy farm in the village folk Kemuning Lor, (2) marketing strategy dairy cow milk Kemuning people in the village of Lor. The methods that are used in this research are descriptive method and analitic. The sample is taken using Total Sampling. The results of the research reveal that (1) the utilization of the production cost of the dairy cow farming is efficient as shown by the R/C ratio of 1,2. This ratio represents the fact that the dairy farmers allocate the farming cost efficiently, (2) the implementation of the ‘product’ marketing principle is done by the strategy of positioning the product, the implementation of the ‘place/distribution’ marketing principle is done by the strategy of classifying the market and perishability, the implementation of the ‘price’ marketing principle is done by the strategy of setting the price on the demand basis in the form namely skimming pricing and, the implementation of the ‘promotion’ marketing principle is done by the strategy of promoting the dairy milk produced by the farmings at Kemuning Lor Village by person, which is most commonly known as personal selling, respectively
    corecore