5 research outputs found
ANALISA PENGOLAHAN AIR LIMBAH PABRIK KELAPA SAWIT PT. HUTABAYU MARSADAKECAMATAN HUTABAYU RAJA KABUPATEN SIMALUNGUN
Instalasi Pengolahan Air Limbah yang kurang efektif akan mengakibatkan pendangkalan atau endapan (TSS) lumpur yang terjadi pada dasar kolam limbah sehingga menyebabkan berkurangnya daya tampung atau efektifitas kolam limbah dan LCPKS tidak terurai semua karena pendangkalan tersebut akan menempati volume kolam limbah sekian persen. Berkurangnya keefektifan kolam limbah tersebut dilihat dari sering meluapnya kolam limbah.Pendangkalan tersebut disebabkan karena hasil Total Suspended Solid yang terkandung di limbah cair tersebut. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah Mengetahui penyebab tingginya hasil limbah cair PMKS, Mengetahui berapa hasil Total Suspended Solid yang terdapat pada LCPKS, Mengetahui berapa ketinggian pendangkalan yang terjadi pada kolam limbah PMKS berdasarkan hasil Total Suspended Solid, Mengetahui bagaimana dampak yang timbul akibat pendangkalan yang terjadi pada kolam limbah tersebut. Penelitian dilakukan pada bulan Juli sampai dengan Okteber 2020, metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif analisis. Dimana data yang diperoleh dilapangan dikelompokkan sesuai dengan kebutuhan dan dilakukan perhitungan kemudian dideskripsikan dan dianalisis. Berdasarkan hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa penyebab tingginya hasil LCPKS yaitu pemakaian air pada High Speed Separator sebesar 3 ton/jam,Ketinggian pendangkalan yang terjadi pada kolam limbah Pks berdasarkan hasil Total Suspended Solidyaitu sebesar 5m,Volume kolam yang dibutuhkan agar dapat menampung %LCPKS sebanyak 76.28%, jam olah 19.23 jam, kapasitas pabrik 60 ton/jam. Dan hasil pengolahan kualitas air limbah yang dilakukan di laboratorium PT.Radar akurasi laboratorium sesuai dengan Permen .LH No 05 Tahun 2014 memenuhi syarat untuk dibuang ke sunga
PERHITUNGAN DAYA DUKUNG RENCANA PONDASI BORE PILE PADA PERENCANAAN PEMBANGUNAN KANTOR BALAI/POS PELAYANAN PENEGAKAN HUKUM DI JL SISINGAMANGARAJA MEDAN BERDASARKAN SONDIR, SPT DAN BORING
Pondasi adalah struktur bagian bawah dari konstruksi bangunan yang berhubungan langsung dengan tanah dan merupakan suatu pekerjaan yang sangat penting dalam pekerjaan teknik sipil, karena pondasi inilah yang akan memikul dan menahan suatu beban yang bekerja di atasnya. Dalam perencanaan pondasi perlu diperhitungkan besar beban yang diterima dan daya dukung tanah setempat. Setiap pondasi harus mampu mendukung beban sampai batas keamanan yang telah ditentukan. Daya dukung pondasi bore pile, dimana kapasitas daya dukung pondasi dihitung berdasarkan data Sondir, Standart Penetration Test (SPT) dan Boring dengan menggunakan Metode Mayerhoff. Lokasi penelitian merupakan Perencanaan Pembangunan Balai/Pos Pelayanan Penegakan Hukum. Hasil perhitungan daya dukung ultimate pondasi terdapat perbedaan nilai disetiap data, terlihat dari data Sondir nilai daya dukung ultimate pada titik 1 (S-1) sebesar 304,657 Ton, pada titik 1 (S-2) sebesar 287,088 Ton, pada titik 1 (S-3) sebesar 337,409 Ton, pada titik 1 (S-4) sebesar 305,816 Ton. Berdasarkan data SPT nilai daya dukung ultimate nya sebesar 237,093 Ton. Sedangkan untuk data Boring nilai daya dukung ultimate nya sebesar 49,1892 Ton
PERENCANAAN STRUKTUR PERKERASAN LENTUR MENGGUNAKAN METODE AASHTO 1993 DAN METODE BINA MARGA 2017 DI JALAN H.T. RIZAL NURDIN STA 0+000 S/D STA 1+000 KAB. SERDANG BEDAGAI
Kelancaran arus jalan merupakan salah satu aspek penting dalam mendukung kemajuan suatu wilayah. Jalan H.T. Rizal Nurdin, yang terletak di Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara, adalah salah satu ruas jalan untuk mengakses ke tempat wisata pantai cermin dan lahan perkebunan sawit PTPN IV. Namun, seiring berjalannya waktu, kondisi fisik Jalan H.T. Rizal Nurdin mengalami kerusakan pada struktur jalan karena peningkatan beban berlebih pada infrastruktur perkerasan jalan. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan ulang yang baik agar tidak terjadi kembali kerusakan struktur perkerasan jalan yang diakibatkan oleh beban berlebih. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perencanaan struktur perkerasan lentur berdasarkan beban lalu lintas jalan menggunakan metode AASHTO 1993 dan metode Bina Marga 2017 pada ruas jalan H.T. Rizal Nurdin Sta 0+000 S/D Sta 1+000. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Metode Bina Marga 2017 didapat tebal lapis permukaan aus AC-WC (Asphalt Concrete-Wearing Course) 4 cm, lapis permukaan antara AC-BC (Asphalt Concrete-Binder Course) 6 cm, lapis pondasi AC-Base (Asphalt ConcreteBase) 0 cm, dan Lapisan Pondasi Agregat (LPA) kelas A 40 cm sedangkan metode AASHTO 1993 didapat tebal lapis permukaan Laston MS 744 11 cm, lapis pondasi atas Batu Pecah Kelas B32 cm, dan lapis pondasi bawah Sirtu Kelas B64 cm, dan dapat disimpulkan bahwa Metode Bina Marga 2017 memiliki tebal total perkerasan lebih tipis dibanding dengan Metode AASHTO 1993
ANALISA PENGAKU (STIFFENER) PADA BALOK BAJA IWF AKIBAT TORSIONAL BUCKLING
Tekuk (buckling) adalah masalah yang paling rentan terjadi pada konstruksi baja yang menggunakan profil IWF yang bentuk geometrisnya cukup tipis. Sehingga suatu struktur yang menggunakan profil IWF harus benar-benar diperhitungkan bahaya tekuk, baik tekuk lokal (flens dan web) maupun tekuk torsi lateral (lateral torsional buckling) . Selain faktor keamanan, perencanaan struktur di bidang teknik sipil juga harus ekonomis dalam pelaksanaannya. Pada tulisan ini akan menganalisa dua profil balok IWF terhadap tekuk dengan panjang bentang dan pembebanan yang sama dengan metode LRFD dan berdasarkan SNI 03-1729-2002. Profil yang digunakan yaitu IWF 400×400×13×21 dan IWF 350×350×12×19. Dari hasil analisa kedua profil memenuhi kriteria sebagai balok dengan pengaku (Stiffener). Profil IWF 400.400.13.21 dapat digunakan sebagai balok crane dengan pengaku (=130 ; =11 ) Sedangkan profil IWF 350.350.12.19 dapat digunakan sebagai balok crane dengan pengaku (=120 ; =10 ), dan dapat disimpulkan bahwa profil IWF 350 × 350 × 12 × 19 lebih efisien dan tidak boros
EVALUASI PENJADWALAN PROYEK DENGAN MENGGUNAKAN METODE CPM ( CRITICAL PATH METHODE) PADA PROYEK PEMBANGUNAN MALL SUZUYA JLN.KARYA WISATA MEDAN JOHOR
Karakteristik proyek dipandang dalam tiga dimensi yaitu unik, melibatkan sumber daya dan membutuhkan organisasi, sehingga proses penyelesaiannya harus berpeganggan pada tiga kendali yaitu sesuai spesifikasi yang di tetapkan, time schedule dan sesuai biaya yang direncanakan dan semua diselesaikan secara simultan sehingga proyek kontruksi berbeda dengan yang lain nya pemahaman kontruksi dibagi dalam dua kelompok yaitu tekonologi kontruksi yang merupakan metoda atau teknik yang digunakan untuk mewujudkan bangunan fisik dan manajemen kontruksi yang mengatur bagaimana sumber daya yang terlibat di dalam nya dapat di aplikasikan secara tepat sehingga penetapan tujuan, pereencanaan, pengorganisasian, pengisian staff, pengarahan, pengawasan, pengendalian, dan koordinasi berjalan dengan baik. Maka untuk mengoptimalisasikan jangka waktu proyek untuk pekerjaan yang bisa dipercepat serta bisa mentargetkan penyelesaian proyek pembangunan tersebut diperlukan suatu alternative pemecahan masalah, yaitu dengan dengan mengaplikasikan metode CPM (Critical Path Methode). Dari hasil penelititan ini didapatkan hampir seluruh rangkaian kegiatan proyek merupakan jalur kritis. Sehingga proyek ini adalah proyek crease progress dan tentunya pengaruh terhadap biaya yang akan dikeluarkan, dan akan lebih banyak memerlukan sumber daya yang lebih besar pula namun dapat mempersingkat waktu dari schedule awal. Dan tentunya manajemen proyek telah mempertimbangkan sebelum nya karena yang terpenting proyek kontruksi harus tepat biaya, tepat waktu dan tepat mutu. Beberapa kegiatan yang dapat dipercepat antar lain adalah kegiatan-kegiatan utama yaitu pekerjaan persiapan. Pada kondisi rill perusahaan, waktu yang dibutuhkan dalam menyelesaikan proyek adalah 150 minggu sedangkan dengan menggunakan metode CPM (Critical Path Methode) percepatan diperoleh waktu selama 130 minggu. Sehingga metode CPM (Critical Path Methode) dapat menghasilkan waktu penyelesaian proyek lebih cepat 20 minggu
