102 research outputs found

    KIPRAH PRAMONO EDHIE WIBOWO DALAM BIDANG MILITER DI INDONESIA TAHUN 1980-2013

    No full text
    Dalam penelitian yang berjudul “Kiprah Pramono Edhie Wibowo dalam Bidang Militer di Indonesia Tahun 1980-2013” ini terdapat beberapa permasalahan yang dikaji di antaranya mengenai latar belakang kehidupan Pramono Edhie Wibowo, kontribusi Pramono Edhie Wibowo terhadap negara Indonesia melalui bidang militer pada tahun 1980-2011, kebijakan yang diterapkan Pramono Edhie Wibowo serta dampak dari kebijakan yang diterapkan ketika menjabat sebagai Panglima Daerah III Siliwangi dan Kepala Staf Angkatan Darat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi yang jelas serta tepat mengenai permasalahan yang dikaji. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian sejarah atau metode historis yang dibagi ke dalam empat tahapan yakni heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Berdasarkan hasil penelitian, Pramono Edhie Wibowo merupakan seorang tokoh militer yang lahir pada 5 Mei 1955 di Magelang, Jawa Tengah. Pramono Edhie Wibowo lahir dan tumbuh dalam keluarga militer. Selama hampir 20 tahun kariernya di bidang militer, Pramono Edhie Wibowo memberikan banyak kontribusi terhadap satuan Kopassus untuk selanjutnya bertugas di luar satuan Kopassus. Pramono Edhie Wibowo pernah menjabat dalam jabatan-jabatan strategis dalam tubuh militer seperti menjadi Komandan Jenderal Kopassus, Panglima Daerah III Siliwangi, Panglima Komando Strategis Angkatan Darat serta puncaknya menjadi Kepala Staf Angkatan Darat. Berdasarkan hasil temuan, ketika menjabat sebagai Panglima Daerah III Siliwangi dan Kepala Staf Angkatan Darat, Pramono Edhie Wibowo menerapkan kebijakan-kebijakan baik itu secara lisan maupun secara tertulis seperti modernisasi alutsista, pengadaan rumah dinas bagi prajurit, peningkatan profesionalisme TNI-AD serta pembinaan organisasi yang tentunya memiliki dampak yang signifikan dalam berbagai bidang khususnya bagi kesatuan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat. The research titled "The Role of Pramono Edhie Wibowo in the Military Field in Indonesia from 1980-2013," several issues are examined, including the background of Pramono Edhie Wibowo's life, his contributions to Indonesia through the military from 1980 to 2011, the policies implemented by Pramono Edhie Wibowo, and the impact of these policies during his tenure as Commander of Region III Siliwangi and Chief of Staff of the Indonesian Army. The aim of this research is to obtain clear and accurate information regarding the issues studied. In this research, the author employs the historical research method, which is divided into four stages: heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. According to the findings, Pramono Edhie Wibowo was a military figure born on May 5, 1955, in Magelang, Central Java. He was born and raised in a military family. Throughout his nearly 20-year career in the military, Pramono Edhie Wibowo made significant contributions to the Kopassus unit before moving on to assignments outside of Kopassus. Pramono Edhie Wibowo held various strategic positions within the military, including Commander General of Kopassus, Commander of Region III Siliwangi, Commander of the Army Strategic Command, and ultimately, Chief of Staff of the Indonesian Army. Based on the research findings, during his tenure as Commander of Region III Siliwangi and Chief of Staff of the Indonesian Army, Pramono Edhie Wibowo implemented both verbal and written policies, such as modernizing military equipment, providing official housing for soldiers, enhancing the professionalism of the Indonesian Army, and organizational development, all of which had a significant impact in various areas, particularly for the Indonesian Army

    An implicature on Ardhito's Pramono album "Craziest Thing Happened In My Backyard"

    No full text
    INDONESIA: Musik menjadi kebutuhan sekunder saat ini, meskipun pendengar terkadang tidak mengerti makna dari setiap lirik yang disampaikan penulis. Penelitian ini membahas tentang makna lagu yang terkandung pada album Ardhito Pramono. Penelitian ini menyelidiki “Implicature Pada Album Ardhito Pramono Craziest Thing Happen in My Backyard”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa makna asli dari lagu Ardhito Pramono melalui fungsi dan tipe implikatur. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan data linguistik terkait jenis dan tipe implikatur yang terdapat pada album Ardhito Pramono “Craziest Thing Happen in My Backyard”. Sumber data dari penelitian ini adalah album dari penyanyi jazz Indonesia, Ardhito Pramono. Peneliti menggunakan teori dari Paul Grice (1975) untuk menganalisa data penelitian, dari 8 kalimat implikatur konventional, 10 kalimat implikatur percakapaan, 2 kalimat implikatur umum, 2 kalimat implikatur khusus, dan 1 kalimat implikatur skalar. Selanjutnya, fungsi dari implikatur pada album musik Ardhtio adalah: 5 fungsi aserif, 5 fungsi direktif, dan 6 fungsi ekspresif. Di antara implikatur konvensional dan percakapan, implikatur percakapan lebih dominan. Begitu juga dengan fungsi implikatur yang ditemukan dalam album ini, keduanya sama-sama dominan. Dalam interpretaasi penulis, implikatur dapat memproduksi dan menyimpulkan ujaran dalam lirik lagu Ardhito Pramono pada album “craziest thing happen in my backyard”. ENGLISH: Music is a secondary need today, even though listeners sometimes don't understand the meaning of each lyric conveyed by the author. This research discusses the meaning of the songs contained in Ardhito Pramono's album. This research investigates “Implicature on Ardhito Pramono's Album Craziest Thing Happen in My Backyard”. The aim of this research is to analyze the litteral meaning of Ardhito Pramono's song through the function and type of implicature. This research uses descriptive qualitative to describe linguistic data related to the types and types of implicatures found in Ardhito Pramono's album “Craziest Thing Happen in My Backyard”. The data source of this research is the album of Indonesian jazz singer Ardhito Pramono. The researcher used the theory of Paul Grice (1975) to analyze the research data, from 8 sentences of conventional implicature, 10 sentences of conversational implicature, 2 sentences of general implicature, 2 sentences of special implicature, and 1 sentence of scalar implicature. Furthermore, the functions of the implicatures in Ardhtio's music album are: 5 assertive functions, 5 directive functions, and 6 expressive functions. Among conventional and conversational implicatures, conversational implicatures are more dominant. Likewise, with the function of implicature found in this album, both are equally dominant. In the author's interpretation, implicature can produce and infer utterances in Ardhito Pramono's song lyrics on the album “craziest thing happens in my backyard”. ARABIC: تعد الموسيقى حاجة ثانوية في الوقت الحاضر، على الرغم من أن المستمعين لا يفهمون أحيانًا معنى كل أغنية غنائية ينقلها المؤلف. يناقش هذا البحث معنى الأغاني الواردة في ألبوم أردهيتو برامونو. يبحث هذا البحث في ”الإيحاءات الواردة في ألبوم أردهيتو برامونو ’أكثر الأشياء جنوناً تحدث في فنائي الخلفي‘.الغرض من هذا البحث هو تحليل المعنى الأصلي لأغنية أردهيتو برامونو من خلال وظيفة ونوع التضمينات. ويستخدم هذا البحث الوصف الكيفي الوصفي لوصف البيانات اللغوية المتعلقة بأنواع وأنواع التضمين الموجودة في ألبوم ”أكثر الأشياء جنونًا تحدث في فنائي الخلفي“ لأردهيتو برامونو. مصدر بيانات هذا البحث هو ألبوم مغني الجاز الإندونيسي أردهيتو برامونو. ويستخدم الباحث نظرية بول جريس (1975) لتحليل بيانات البحث، من 8 جمل من التضمين التقليدي، وعشر جمل من التضمين التخاطبي، وجملتين من التضمين العام، وجملتين من التضمين الخاص، وجملة واحدة من التضمين القياسي. علاوة على ذلك، فإن وظائف التضمينات في ألبوم أردشتيو الموسيقي هي 5 وظائف توكيدية، و5 وظائف توجيهية، و6 وظائف تعبيرية. بين التضمين التقليدي والتضمين التخاطبي، فإن التضمين التخاطبي هو الأكثر هيمنة. وبالمثل، بالنسبة لوظائف التضمين الموجودة في هذا الألبوم، فإن كلاهما مهيمن على حد سواء. في تفسير المؤلف، يمكن أن ينتج التضمين التضميني ويختتم الكلام في كلمات أغنية أرديتو برامونو في الألبوم ”أكثر الأشياء جنونًا تحدث في فنائي الخلفي“

    Penerapan Ilmu Matematika dalam Perlindungan Kehidupan Terhadap Risiko

    No full text
    Indonesia terletak di wilayah Asia Tenggara yang tergabung dalam kelompok Negara ASEAN, terdiri atas sekitar 13.000 (tiga belas ribu pulau) dengan populasi penduduk sekitar 250 juta jiwa, dengan berbagai macam budaya dan agama. Keadaan lingkungan ekonomi di dalam negeri diantaranya perbankan dan sektor riil, seperti pasar modal, industri-industri asuransi dan dana pensiun dibawah supervisi dari Kementerian Keuangan, yang terbuka untuk para pelaku internasional

    Matematika Finansial

    No full text

    Pemanfaatan Ilmu Aktuaria Dalam Mewujudkan Jaminan Risiko Banjirdi Dalam Konsep Smart City

    No full text
    Smart City atau Kota Pintar direncanakan dengan menggunakan model referensi untuk menentukan konsep tata letak kota yang cerdas dan berkarakter. Kota Pintar ini pada intinya memiliki enam dimensi yaitu ekonomi yang cerdas, mobilitas cerdas, lingkungan pintar, individu yang cerdas, cerdas dalam hidup dan akhirnya pemerintahan yang cerdas pula. Konsep Kota Pintar dapat digunakan juga untuk mengevaluasi kemampuan perencanaan kota yang inovatif. Setiap wilayah yang merupakan Kota Pintar sudah seharusnya mempunyai infrastruktur yang bisa menjamin dan melayani penduduknya terhadap segala jenis risiko

    Laporan Penelitian Pola Kecenderungan Penempatan Kunci Jawaban Pada Soal Tipe-D Melengkapi Berganda

    No full text
    populasi yang diambil untuk penelitian ini adalah soal-soal ujian matakuliah-matakuliah pada program studi statistika terapan dan matematika FMIPA yang mempunyai tipe D melengkapi berganda. dugaan semula bahwa ada kecendrungan penulis soal meletakkan kunci jawaban soal di tengah-tengan (menurut Dorothy C Adkias) setelah melalui penelitian ini kecendrungan tersebut ternyata bahwa penulis lebih tertarik menempatkan kunci jawaban pada option 1, 2 dan 3 benar atau kunci jawaban
    corecore