1,721,004 research outputs found
Prosedur Pemberian Kredit Kepemilikan Rumah Bagi Pegawai Negeri Sipil Pada Pt. Bank Jatim (Persero) Tbk, Cabang Jember
Berdasarkan hasil Praktek Kerja Nyata (PKN) yang helah dilaksanakan pada
tanggal 1 maret 2018 sampai dengan 30 maret 2018 dapat ditarik kesimpulan
bahwa pelaksanaan prosedur administasi pemberian kredit kepemilikan rumah
bagi PNS adalah sebagai berikut :
1. Prosedur pemberian kredit kepemilikan rumah bagi PNS adalah sebagai
berikut.
I. Prosedur permohonan kredit :
a. Calon nasabah datang ke kantor untuk mengajukan permohonan kredit
dengan membawa surat permohonan kredit yang telah disetujui oleh
instansi dan membawa persyaratan-persyaratan lain yang telah
ditentukan oleh PT. Bank Pembangunan Daerah Jatim Cabang Jember.
b. Apabila semua persyaratan sudah dipenuhi dan dianggap lengkap oleh
bagian kredit, selanjutnya surat permohonan kredit dan persyaratan
lainnya tersebut diserahkan ke bagian umum untuk di angendakan dan
kemudian diteruskan kepada pimpinan/ wakil pimpinan cabang untuk
mendapatkan persetujuan kredit, setelah mendapat rekomendasi dari
pimpinan cabang diteruskan kepada penyelia kredit untuk dicek kembal
kelengkapannya.
c. Selanjutnya surat permohonan kredit dan persyaratan lainnya tersebut
dikembalikan ke bagian kredit untuk dibuatkan pembahasan kredit.
II. Prosedur Pembahasan Kredit.
a. Apabila pembahasan kredit serta kesimpulan telah dibuat, sebelum
ditunjukan kepada pemohon kredit terlebih dahulu diajukan kepada
pimpinan/ wakil pimpinan cabang, serta kepala penyelian kredit untuk
kembali mendapat persetujuan, dan setelah disetujui kemudian
karyawan bagian kredit menghubungi permohonan kredit untuk datang
ke Bank Pembangunan Daerah Jatim Cabang Jember guna melakukan
realisasi kredit.
b. Sclanjutnya karyawan bagian kredit segera menyiapkan administrasinya
berupa Surat Pemberitahuan Permohonan Kredit (SPPK), advis Kredit,
Perjanjian Kredit, Surat Kuasa, Surat Aksep, Tanda Terima, Kuitansi,
dan kartu debitur.
III. Prosedur Realisasi Kredit
a. Setelah kedua belah pihak sama-sama setuju dengan perjanjian dan
semua ketentuannya, selanjutnya pemohonan kredit pergi ke bagian
teller untuk mendapatkan uangnya beserta menerima kuitansi realisasi
kredit.
b. Sctelah uang telah diterima oleh pemohon kredit, maka prosedur
pemberian kredit kepemilikan rumah bagi PNS yang dilakukan di PT.
Bank Pembangunan Daerah Cabang Jember tersebut telah selesai.
2. Adapun pengalaman mengenai prosedur pemberian kredit kepemilikan
rumah bagi PNS yang diperoleh selama Praktek Kerja Nyata (PKN) pada
PT Bank Pembangunan Daerah Jatim Cabang Jember adalah
1. Membantu menyiapkan formulir permohonan kredit
2. Membantu mengarsipkan kelengkapaan persyaratan kredit
kepememilikan rumah bagi PNS beserta formulir permohonan kredit.
3. Membantu mengisi buku registrasi permohonan kredit kepemilikan
rumah bagi PNS. Penisian buku registrasi permohonan kredit
kepemilikan rumah bagi PNS ini dilakukan setiap hari.
4. Membantu mencocokkan berkas KPR
5. Membantu mengecek kelengkapan persyaratan kredit kepemilikan
rumah
6. Memperoleh banyak pengalaman dalam menghadapi calon nasabah
yang ingin mengajukan kredit kepemilikan rumah bagi PNS pada PT.
Bank Pembangunan Daerah Jatim Cabang Jember dengan berbagai
karakter dan sifat yang berbeda-beda
Pengaruh Sistem Keuangan Desa, Kompetensi SDM, dan Sistem Pengendalian Internal terhadap Kualitas Laporan Keuangan Desa (Studi Empiris pada Desa di Wilayah Kabupaten Situbondo)
Setiap lembaga publik dituntut untuk dapat memberikan informasi serta
laporan pertanggung jawaban (akuntabilitas) yang jelas dan transparan atas hasil
kinerja yang dilakukan terhadap para stakeholder. Tidak terkecuali pemerintah
desa. Desa diberi otoritasi yang luas dalam mengelola tata pemerintahnya sendiri
termasuk melaksanakan pertanggung-jawaban atas kegiatan-kegiatan yang telah
dilakukan dengan menyusun laporan keuangan secara wajar, transparan dan
akuntabel. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 71 Tahun 2010 laporan
keuangan dapat dikatakan berkualitas jika informasi yang disajikan mencangkup
informasi yang relevan, andal, dapat diperbandingkan dan dapat dipahami.
Kualitas laporan keuangan desa dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor
yakni sistem keuangan desa, kompetensi sumber daya manusia dan sistem
pengendalian internal. Sistem keuangan desa merupakan aplikasi yang dibuat
untuk meningkatkan kualitas tata kelola keuangan desa sehingga membantu
aparatur desa dalam menyusun laporan keuangan secara efektif dan efisien.
Sumber daya manusia yang berkompetensi tinggi juga sangat diperlukan agar
mampu memberikan kontribusi secara optimal dalam upaya pencapaian tujuan
organisasi. Kualitas laporan keuangan desa juga dipengaruhi oleh sistem
pengendalian internal. Adanya sistem pengendalian internal yang baik diharapkan
mampu mencegah atau mendeteksi terjadinya kesalahan dalam proses akuntansi
sehingga dapat meyakinkan masyarakat tentang keakuratan, keandalan, dan
ketepatwaktuan laporan keuangan pemerintah desa.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh sistem
keuangan desa, kompetensi sumber daya manusia dan sistem pengendalian
internal terhadap kualitas laporan keuangan desa. Populasi dalam penelitian ini
sebanyak 132 desa dengan tekhnik pengambilan sampel menggunakan Stratified
Random Sampling sebanyak 34 desa. Tekhnik pengumpulan data dengan
kuesioner yang disebar kepada responden yang memenuhi kriteria peneliti
sebanyak 68 responden serta analisis data yang digunakan adalah regresi linear
berganda.
Hasil analisis menunjukkan bahwa sistem keuangan desa, kompetensi
sumber daya manusia dan sistem pengendalian internal memiliki pengaruh positif
dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan desa sebesar 69,2% dan sisanya
sebanyak 30,8% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian
ini
Pengelolaan Tanah Bengkok Berdasarkan PP 47 Tahun 2015 pada Desa Watesnegoro Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisa kebijakan
Pemerintah Desa Watesnegoro dalam mengelola aset tanah bengkok serta
kesesuaian kebijakan pemerintah desa Watesnegoro dalam mengelola aset tanah
bengkok berdasarkan PP nomor 47 tahun 2015 sehingga pengelolaan tanah
bengkok dapat dijadikan sebagai sumber pendapatan asli desa dan tambahan
tunjangan gaj i kepala desa. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif
dengan data primer dan data sekunder sebagai sumber data. Data primer didapat
melalui wawancara informan-informan yang berkaitan dengan penelitian yaitu
kepala desa, bendahara desa, sekretaris desa serta 6 (enam) kepala dusun
sedangkan data sekunder didapat langsung dari dokumen Kantor Pemerintahan
Desa Watesnegoro. Uji keabsahan data diperoleh dengan uji kredibilitas melalui
triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendapatan Asli Desa
pada Desa Watesnegoro hanya berupa tanah bengkok dan lain-lain pendapatan
asli desa, adapun pemerintah desa watesnegoro telah menganggarkan biaya untuk
pembangunan PADes baru di sektor wisata berupa pujasera dan memperbaiki
sumber gadung. Tanah bengkok digarap dengan disewakan (dikerjakan) oleh
pihak lain (masyarakat sekitar). Kebijakan tanah bengkok Desa Watesnegoro telah
sesuai dengan PP 47 tahun 2015 bahwa tanah bengkok telah diklasifikasikan ke
dalam PADes serta dapat digunakan sebagai tambahan tunjangan gaji kepala desa
dan perangkat desa. Desa watesnegoro dalam mengelola tanah bengkok
berpedoman pada Peraturan Bupati Mojokerto No 86 tahun 2019 bahwa
keseluruhan hasil tanah bengkok digunakan sebagai tambahan tunjangan gaji
kepala desa dan perangkat desa
Desain Laporan Keuangan Berbasis Microsoft
Undang Undang Nomor 20 Tahun 2008 menjelaskan klasifikasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem informasi akuntansi yang dilakukan oleh UMKM dan membantu perancangan desain laporan keuangan berbasis computer pada Usaha Batik Tulis AL-HUDA di Sidoarjo. Program aplikasi yang digunakan dalam desain laporan keuangan berbasis komputer adalah Microsoft Access 2016. Teknik pengumpulan data penelitian ialah dengan melakukan analisis data primer dari hasil wawancara dan data sekunder dari hasil dokumentasi berkas dan pengamatan. Desain sistem informasi akuntansi meliputi desain tabel, pembuatan relasi antar tabel, desain query, desain form dan desain report. Penelitian ini diharapkan akan mempercepat pengambilan keputusan bisnis oleh pemilik usaha, penyusunan laporan keuangan yang akurat dan cepat karna bantuan aplikasi serta membuat informasi akuntansi menjadi efektif, efisien dan ekonomis. SAK EMKM adalah kepanjangan dari Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro Kecil Menengah Makro yang dirancang khusus sebagai patokan standar akuntansi keuangan pada UMKM. Standar akuntansi ini disusun dan disahkan oleh IAI atau Ikatan Akuntan Indonesia sebagai organisasi profesi yang menaungi seluruh akuntan di Indonesia. Dengan adanya SAK EMKM ini sangat berguna untuk menyusun laporan keuangan pada Batik Tulis AL-Huda Sidoarjo
Pengaruh Dana Pihak Ketiga, Efisiensi Operasional, Likuiditas dan Resiko Pembiayaan terhadap Profitabilitas pada Bank Pembiayaan Rakyat Syariah di Jawa Timur
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dana pihak ketiga, efisiensi operasional, likuiditas dan resiko pembiayaan terhadap profitabilitas pada Bank Pembiayaan Rakyat Syariah di Jawa Timur. Populasi dalam penelitian ini adalah Bank Pembiayaan Rakyat Syariah di Jawa Timur periode 2014-2018. Teknik Pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling didapatkan 22 sampel perusahaan. Teknik analisis data dilakukan dengan analisis regresi linier berganda dengan bantuan aplikasi SPSS 22 for windows. Hasil analisis menunjukan secara parsial menunjukkan bahwa hanya rasio efisiensi operasional (BOPO) dan rasio pembiayaan bermasalah (NPF) berpengaruh terhadap tingkat profitabilitas. Tingkat profitabilitas diukur dengan tingkat pengembalian aset (ROA). Sedangkan dana pihak ketiga dan rasio likuiditas (FDR) tidak berpengaruh terhadap bank pembiayaan rakyat syariah. Secara simultan dana pihak ketiga, efisiensi operasional, likuiditas dan resiko pembiayaan berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas. Hasil ini berimplikasi bahwa bank pembiayaan rakyat syariah sebaiknya meningkatkan efisiensi operasional dan menurunkan tingkat pembiayaan bermasalah
Pengaruh Pengendalian Internal Terhadap Kinerja Pegawai Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Jember
Perusahaan maupun organisasi pasti membutuhkan pengendalian di dalamnya, baik pengendalian internal maupun eksternal. Namun dalam sebuah organisasi lebih diperhatikan adalah pengendalian internal dikarenakan hal tersebut yang menjadi tolak ukur untuk pencapaian dari sebuah tujuan perusahaan maupun organisasi. Pengendalian internal terdapat 5 faktor yang mempengaruhi, yaitu lingkungan pengendalian, penilaian resiko, aktifitas pengendalian, informasi dan komunikasi dan aktifitas pemantauan. Apabila perusahaan dapat menerapkan kelima faktor dari pengendalian internal tersebut dapat dipastikan bahwa perusahaan atau organisasi tersebut dapat mencapai tujuan. Selain kelima faktor tersebut ada juga faktor yang mempunyai pengaruh lebih dalam pencapaian tujuan organisasi. Karyawan merupakan salah satu faktor penting dalam pelaksanaan rencana perusahaan ataupun organisasi, tanpa adanya karyawan perusahaan tidak akan dapat melaksanakan strategi yang sudah direncanakan oleh perusahaan. penilaian karyawan dapat dilihat dari bagaimana kinerja yang sudah dilakukan oleh karyawan tersebut. Kinerja juga dapat dilihat dari faktor kedisiplinan, integritas, komitmen dan juga dapat dilihat dari inisiatif karyawan tersebut. Faktor-faktor dari pengendalian internal tersebut jika dipadukan dengan kinerja karyawan yang baik maka akan mempermudah dan mengoptimalkan kinerja manajemen dalam mencapai tujuan dari perusahaan maupun dari organisasi itu sendiri. Metode yang digunakan yaitu analisis regresi linier berganda. Sampel yang digunakan adalah seluruh pegawai yang ada di dalam Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Jember. Variabel dependen yang digunakan adalah kinerja pegawai. Sedangkan variabel independen yang digunakan yaitu pengendalian internal yang terdiri dari kelima faktor dari pengendalian internal yaitu lingkungan pengendalian, penilaian resiko, aktifitas pengendalian , informasi dan komunikasi dan aktifitas pemantauan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengendalian internal yang terdiri dari kelima faktor yaitu lingkungan pengendalian, penilaian resiko, aktifitas pengendalian , informasi dan komunikasi dan aktifitas pemantauan mempunyai pengaruh yang positif terhadap kinerja pegawai Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Jember
Analisis Rasio Keuangan untuk Menilai Kinerja APBDesa (Studi Kasus Desa Bulak Kecamatan Bendo Kabupaten Magetan)
Penelitian dilakukan untuk menganalisis rasio keuangan guna menilai
kinerja pemerintah desa melalui APBDes tahun 2015, 2016, dan 2017. Rasio
keuangan yang digunakan dalam penelitian ada 5 yaitu rasio kemandirian, rasio
keserasian, rasio pertumbuhan, rasio efisiensi, dan rasio efektivitas. Penelitian ini
merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Objek penelitian yaitu Desa Bulak,
Kabupaten Magetan. Penelitian dilakukan menggunakan data yang berasal dari
APBDes mulai tahun 2015-2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja
pemerintah Desa Bulak dari aspek kemandirian dan aspek keserasian masih sangat
kurang. Tingkat pertumbuhan Desa Bulak cukup baik, dan tingkat efisiensi tahun
2015 dan 2016 tidak efisien, sedangkan tahun 2017 cukup efisien, sedangkan
tingkat efektivitas tahun 2015, 2016, dan 2017 adalah efektif
Analisis Perlakuan Akuntansi Pembiayaan Murabahah Berdasarkan Psak 102 Pada KSPPS BMT NU Sumbersari Jember
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa bagaimana
perlakuan akuntansi pembiayaan Murabahah berdasarkan PSAK 102 pada KSPPS
BMT NU Sumbersari Jember. jenis penelitian ini bersifat kualitatif dengan metode
deskriptif. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh secara
langsung dari pihak pertama dan data sekunder menggunakan metode penggunaan
dokumen seperti jurnal, data statistik atau dokumen tertulis lainnya yang
berhubungan dengan penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan metode
wawancara dan penggunaan dokumen. Uji keabsahan data menggunakan teknik
triangulasi. Analisis data yang dilakukan menggunakan metode Miles dan
Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerepan akuntansi
Murabahah telah sesuai dengan PSAK 102, namun terdapat beberapa
ketidaksesuaian pada pengakuan denda murabahah
Penentuan Biaya, Volume dan Profit dengan Metode Margin Kontribusi Berbasis Aplikasi SQL
Perusahaan UD. Purnama Jati merupakan sebuah perusahaan manufaktur
yang bergerak dibidang kuliner khususnya oleh-oleh khas daerah Kabupaten
Jember. Perusahaan tersebut selalu melakukan proses produksi setiap harinya. Hal
ini guna untuk menambah stok barang yang berada di toko oleh-oleh lainnya.
Dikarenakan proses produksi yang dilakukan setiap hari, perusahaan membutuhkan
suatu alat bantu yang dapat memudahkan pihak manajemen dalam menentukan
keuntungan yang dicapai dan keuntungan tersebut dianalisis berdasarkan hasil
penjualan.
Penelitian ini mengembangkan suatu aplikasi guna dijadikan sebagai alat
bantu untuk mempermudah pihak manajemen dan keuangan. Pengumpulan data
merupakan analisis dengan proses wawancara, observasi dan dokumentasi.
Pembuatan aplikasi dibuat dengan penulisan kode program dengan menggunakan
PHP (Hypertext Preprocessor) dan MySQL. Aplikasi yang dibuat dapat mengelola
biaya-biaya produksi, pengelolaan penjualan, pengelolaan klasifikasi biaya,
perhitungan margin kontribusi dan analisis titik impas, menampilkan jurnal serta
menampilkan buku besar
Penerapan Psak n0.109 Tentang Pengelolaan Zakat, Infak/Sedekah Pada Baznas Banyuwangi
Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) adalah sebuah ibadah yang tidak hanya
berhubungan dengan nilai ketuhanan saja namun berkaitan juga dengan hubungan
kemanusiaan yang bernilai sosial. ZIS mempunyai manfaat yang sangat penting
dan strategis jika dilihat dari sudut pandang ajaran Islam maupun dari aspek
pembangunan kesejahteraan umat. Potensi zakat di Indonesia sangat besar, hal ini
dapat dilihat dari mayoritas penduduknya yang beragama Muslim. Organisasi
pengelola zakat infak/sedekah dibentuk untuk membantu umat Muslim di
Indonesia dalam penerimaan dan penyaluran dana zakat dan infak/sedekah.
Organisasi zakat sudah seharusnya mengelola dana zakat dan infak/sedekah
dengan baik sesuai ketetapan yang sudah disepakati. Pengelola dalam hal ini
adalah amil zakat yang berperan penting dalam terselenggaranya distribusi dana
yang tepat.
Badan Amil Zakat merupakan salah satu entitas nirlaba yang bertujuan untuk
mengelola serta menyalurkan zakat kepada pihak yang membutuhkan.
Pembentukan Badan Amil Zakat telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 23
Tahun 2011 yang menyebutkan pengelolaan zakat adalah suatu kegiatan
perencanaan, pelaksanaan, dan pengordinasian dalam pengumpulan,
pendistribusian, dan pendayagunaan zakat. Pada awalnya BAZ di Indonesia
menggunakan PSAK No.45 tentang Pelaporan Keuangan Organisasi Nirlaba,
namun seiring dengan berjalannya waktu, tuntutan untuk segera memiliki suatu
standar yang baku dalam pelaporan, maka Forum Zakat bersama dengan Ikatan
Akuntan Indonesia (IAI) menyusun akuntansi zakat pada tahun 2007. Pada tahun
2008 IAI telah menyelesaikan PSAK No.109 yang mengatur tentang Akuntansi
Zakat. Diterbitkannya PSAK No.109 oleh IAI bertujuan untuk memenuhi tuntutan
masyarakat dalam menjalankan syariat Islam serta untuk meningkatkan
keseragaman pelaporan keuangan pada BAZ dan LAZ di Indonesia. Sekaligus
untuk terpenuhinya tuntutan akan ketentuan good corporate governance yang
meliputi transparency, responsibility, accountability, fainerss, dan independency.
BAZNAS Banyuwangi merupakan lembaga amil zakat yang dibentuk
berdasarkan Surat Keputusan Bupati Banyuwangi Nomor:
188/468/KEP/429.011/2013 Tentang dibentuknya susunan Keanggotaan Badan
Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Banyuwangi periode 2013-2016.
Dengan dibentuknya BAZNAS Banyuwangi dapat menjadi penghubung antara
muzakki dengan mustahiq, baik pribadi, lembaga, ataupun perusahaan.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami perlakuan
akuntansi zakat dan infak/sedekah pada Badan Amil Zakat Nasional Banyuwangi
dengan PSAK 109. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan
menggunakan metode deskriptif analisis. Objek penelitian ini adalah BAZNAS
Banyuwangi dengan informan penelitian yaitu Staff keuangan, dan Staff
Administrasi BAZNAS Banyuwangi.
Berdasarkan pembahasan penelitian dapat disimpulkan bahwa secara
keseluruhan BAZNAS Banyuwangi telah menerapkan PSAK 109 dalam hal
pengakuan, pengukuran dan penyajian, sedangkan untuk pengungkapan masih
belum dilakukan oleh BAZNAS Banyuwangi. Pada praktiknya BAZNAS
Banyuwangi hanya membuat tiga laporan keuangan yaitu laporan posisi
keuangan, laporan perubahan dana, dan laporan arus kas. Laporan perubahan aset
kelolaan tidak dibuat karena sampai saat ini BAZNAS Banyuwangi tidak pernah
mengelola dana zakat, infak atau sedekah dalam bentuk aset kelolaan.
Keterbatasan penyajian informasi pada laporan keuangan BAZNAS Banyuwangi
terletak pada Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK)
- …
