2 research outputs found
Tinjauan Yuridis terhadap Akta Jual Beli Tanah yang Cacat Hukum dalam Perspektif Hukum Positif Indonesia
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis keabsahan akta jual beli tanah yang cacat hukum dalam perspektif hukum positif Indonesia serta tanggung jawab PPAT dalam menerapkan prinsip kehati-hatian dalam akta jual beli tanah yang cacat hukum di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif, Pendekatan penelitian terdiri atas 3 yaitu Pendekatan Perundang-Undangan (Statute Approach), Pendekatan Konseptual (Conceptual Approach), dan Pendekatan Kasus (Case Approach). Sumber bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Pengumpulan bahan hukum dengan cara studi dokumen. Teknik pengolahan Analisis dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang disajikan dalam bentuk deskriptif. Hasil penelitian menjelaskan Cacat hukum pada akta otentik dapat mengakibatkan pembatalan, batal demi hukum, atau non-existent sesuai Pasal 1869 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Akta jual beli yang otentik wajib memenuhi syarat sah perjanjian berdasarkan Pasal 1320 KUHPerdata, yaitu: (a) kesepakatan, (b) kecakapan hukum, (c) suatu hal tertentu, dan (d) klausa yang halal. Syarat (a) dan (b) bersifat subjektif sehingga pelanggarannya membuat akta dapat dibatalkan, sedangkan syarat (c) dan (d) bersifat objektif sehingga pelanggarannya membuat akta batal demi hukum. Akta jual beli tanah yang cacat hukum, yang ditangani oleh kantor notaris I Kadek Dony Hartawan, S.H., M.Kn., tidak memenuhi syarat formil akta PPAT dan syarat subjektif kesepakatan. Akibatnya, akta ini dapat dibatalkan, kehilangan status sebagai akta otentik, dan hanya berlaku sebagai akta bawah tangan sesuai Prinsip Kehati-Hatian PPAT pada Pasal 22 Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 1998 sebagaimana diubah oleh Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2016. Akta tersebut dibatalkan melalui pengadilan dan tidak dapat digunakan sebagai dasar pendaftaran tanah di Badan Pertanahan Nasional
Penguatan kesadaran diri remaja putri melalui edukasi reflektif islami untuk mengatasi tantangan psikososial
Remaja putri Masjid Al-Mujahidin menghadapi berbagai tantangan psikososial dalam hal kesehatan mental, citra diri, dan motivasi belajar. Kondisi ini menuntut adanya pendekatan edukatif yang partisipatif dan berbasis nilai-nilai Islam untuk memperkuat kesadaran diri bagi kalangan remaja putri. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mengenai kesehatan mental, memperkenalkan praktik perawatan diri yang aman dan memperkuat motivasi belajar berlandaskan nilai-nilai Islam melalui program Edukasi Reflektif Islami dengan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR). Program ini melibatkan 18 remaja putri Masjid Al-Mujahidin melalui tahapan sosialisasi, dan dua kali pendampingan reflektif. Dalam pelaksanaannya, peserta berpartisipasi aktif melalui penyampaian materi kesehatan mental, perawatan citra diri, dan motivasi belajar dalam perspektif Islam yang diselingi dengan game edukatif seperti Body Image Challenge: Positive Mirror, serta penulisan Jurnal Reflektif Islami selama dua minggu. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta lebih dari 30% antara pre-test dan post-test, serta 100% peserta memberikan penilaian baik dan sangat baik terhadap program. Selain itu, 70% jurnal mencerminkan kesadaran diri dan rencana perbaikan diri. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan reflektif dengan metode PAR efektif dalam menumbuhkan kesadaran diri, penerimaan diri, dan semangat belajar remaja putri masjid berbasis nilai-nilai Islam
