1,720,954 research outputs found
Analisis Asesmen Praktik Shalat Mata Pelajaran Fiqih di MTsN 4 Tabalong dalam Implementasi Kurikulum Merdeka
Dalam praktiknya, asesmen praktik shalat peserta didik di madrasah sering
disusun dan digunakan oleh guru sebagai instrumen penilaian kinerja, Namun, pada
kenyataannya masih ditemukan ketidaksesuaian antara asesmen yang dibuat oleh
guru dengan kompetensi dan indikator pembelajaran yang seharusnya diukur.
Ketidaksesuaian tersebut dapat terlihat pada aspek yang dinilai, kriteria penilaian,
maupun keterkaitannya dengan tujuan pembelajaran praktik shalat. Kondisi ini
berpotensi menghasilkan penilaian yang kurang akurat dan belum sepenuhnya
mencerminkan kemampuan sebenarnya dari peserta didik.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketepatan instrumen asesmen
praktik shalat subuh pada aspek bacaan dan gerakan fisik peserta didik MTsN 4
Tabalong dalam implementasi Kurikulum Merdeka.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis
deskriptif
dipadukan dengan analisis konten (content analysis), yaitu
menggambarkan asesmen yang dibuat oleh guru mata pelajaran Fiqih dengan
sebenarnya kemudian dianalisis secara sistematis isi dokumen instrumen asesmen
praktik shalat subuh yang digunakan oleh guru tersebut.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari aspek gerakan fisik, instrumen
asesmen yang digunakan guru Fiqih belum sepenuhnya memenuhi ketepatan isi
karena masih terdapat beberapa rukun shalat yang belum dinilai, seperti berdiri bagi
yang mampu, duduk akhir, dan tertib, serta belum adanya penilaian terpisah pada
setiap rakaat shalat subuh. Selain itu, penggabungan antara aspek gerakan dan
bacaan serta ketiadaan rating scale khusus menyebabkan indikator penilaian
menjadi kurang jelas dan objektif. Dari aspek bacaan, instrumen asesmen dinilai
belum objektif karena indikator penilaian masih tercampur dengan aspek gerakan
dan belum dilengkapi dengan kartu observasi imla yang memuat mufradat bacaan
shalat untuk menilai ketepatan pelafalan makhārijul ḥurūf peserta didik. Dengan
demikian, dapat disimpulkan bahwa ketepatan instrumen asesmen praktik shalat
subuh yang digunakan belum sepenuhnya memenuhi kriteria ketepatan sebuah
asesmen, sehingga perlu dilakukan perbaikan agar penilaian lebih objektif dan
sesuai dengan kompetensi yang diuku
Analisis Asesmen Praktik Shalat Mata Pelajaran Fiqih di MTsN 4 Tabalong dalam Implementasi Kurikulum Merdeka
Dalam praktiknya, asesmen praktik shalat peserta didik di madrasah sering
disusun dan digunakan oleh guru sebagai instrumen penilaian kinerja, Namun, pada
kenyataannya masih ditemukan ketidaksesuaian antara asesmen yang dibuat oleh
guru dengan kompetensi dan indikator pembelajaran yang seharusnya diukur.
Ketidaksesuaian tersebut dapat terlihat pada aspek yang dinilai, kriteria penilaian,
maupun keterkaitannya dengan tujuan pembelajaran praktik shalat. Kondisi ini
berpotensi menghasilkan penilaian yang kurang akurat dan belum sepenuhnya
mencerminkan kemampuan sebenarnya dari peserta didik.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketepatan instrumen asesmen
praktik shalat subuh pada aspek bacaan dan gerakan fisik peserta didik MTsN 4
Tabalong dalam implementasi Kurikulum Merdeka.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis
deskriptif
dipadukan dengan analisis konten (content analysis), yaitu
menggambarkan asesmen yang dibuat oleh guru mata pelajaran Fiqih dengan
sebenarnya kemudian dianalisis secara sistematis isi dokumen instrumen asesmen
praktik shalat subuh yang digunakan oleh guru tersebut.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari aspek gerakan fisik, instrumen
asesmen yang digunakan guru Fiqih belum sepenuhnya memenuhi ketepatan isi
karena masih terdapat beberapa rukun shalat yang belum dinilai, seperti berdiri bagi
yang mampu, duduk akhir, dan tertib, serta belum adanya penilaian terpisah pada
setiap rakaat shalat subuh. Selain itu, penggabungan antara aspek gerakan dan
bacaan serta ketiadaan rating scale khusus menyebabkan indikator penilaian
menjadi kurang jelas dan objektif. Dari aspek bacaan, instrumen asesmen dinilai
belum objektif karena indikator penilaian masih tercampur dengan aspek gerakan
dan belum dilengkapi dengan kartu observasi imla yang memuat mufradat bacaan
shalat untuk menilai ketepatan pelafalan makhārijul ḥurūf peserta didik. Dengan
demikian, dapat disimpulkan bahwa ketepatan instrumen asesmen praktik shalat
subuh yang digunakan belum sepenuhnya memenuhi kriteria ketepatan sebuah
asesmen, sehingga perlu dilakukan perbaikan agar penilaian lebih objektif dan
sesuai dengan kompetensi yang diuku
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
Author-wise bibliometric analysis based on entropy.
Author-wise bibliometric analysis based on entropy.</p
- …
