149 research outputs found
Ridha Arem Video Interview
Dr. Ridha Arem uses his background as a thyroid specialist to discuss the incidence of thryoid cancer in the populations he visited and encountered. He discusses his trip as well as the effects of low-dose radiation, generally, on health. Ridha Arem, MD, is a world-renowned endocrinologist and director of the Texas Thyroid Institute. He has served as a clinical professor of medicine at Baylor College of Medicine for many years and was also chief of endocrinology and metabolism at Ben Taub General Hospital in Houston. Dr. Arem has lectured extensively locally, nationally, and internationally for healthcare professionals and the public. He was the founder and editor in chief of Clinical Thyroidology, an official publication of the American Thyroid Association, and is the author of the groundbreaking bestseller The Thyroid Solution
Ridha Sarwono's Quick Files
The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity
Penerapan Model Pembelajaran Dua Tinggal Dua Tamu (Two Stay Two Stray) Dapat Meningkatkan Hasil Belajar IPA pada Siswa Kelas 5 SDN Kalibeji 01 Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang Semester 2 Tahun Pelajaran 2013/2014
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah Penerapan model Dua Tinggal Dua Tamu (Two Stay Two Stray) dapat meningkatkan hasi belajar IPA pada siswa Kelas 5 SDN Kalibeji 01 kecamatan tuntang kabupaten semarang semester 2 tahun pelajaran 2013/2014. Penelitian ini mengacu dari fakta bahwa siswa kelas 5 SDN Kalibeji 01 Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang hasil belajar mata pelajaran IPA rendah. Penyebab hal ini adalah guru cenderung menggunakan metode atau model mengajar yang konvensional (ceramah). Pengujian hasil belajar siswa menunjukkan bahwa hanya 15 siswa yang memenuhi KKM dan 5 siswa lainya tidak memenuhi KKM. Berdasarkan pada kenyataan ini, penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan mengunakan model Dua Tinggal Dua Tamu (Two Stay Two Stray). Rumusan masalah dalam penelitian tindakan kelas ini adalah “Apakah Penerapan Model Dua Tinggal Dua Tamu (Two Stay Two Stray) Dapat Meningkatkan Hasil Belajar IPA Pada Siswa Kelas 5 SDN Kalibeji 01 Tahun Pelajaran 2013/2014?.”, “Bagaimanakah Penerapan Model Dua Tinggal Dua Tamu (Two Stay Two Stray) Dapat Meningkatkan Hasil Belajar IPA Pada Siswa Kelas 5 SDN Kalibeji 01 Tahun Pelajaran 2013/2014?”. Tujuan penelitian yaitu “Untuk meningkatkan hasil belajar melalui Penerapan Model Dua Tinggal Dua Tamu (Two Stay Two Stray) Dapat Meningkatkan Hasi Belajar IPA Pada Siswa Kelas 5 SDN Kalibeji 01 Tahun Pelajaran 2013/2014”., “Mendeskripsikan Penerapan Model Pembelajaran Dua Tinggal Dua Tamu (Two Stay Two Stray) Dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPA Pada Siswa Kelas 5 SDN Kalibeji 01 Tahun Pelajaran 2013/2014”. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Januari 2014 sampai Mei 2014 di SDN Kalibeji 01 kecamatan tuntang kabupaten semarang pada siswa kelas 5 sebagai subjek penelitian. Pendekatan yang digunakan ialah metode penelitian tindakan kelas (PTK), berlangsung 2 siklus setiap siklusnya melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Metode pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi, metode observasi, dan metode tes. Simpulan hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan melalui model Dua Tinggal Dua Tamu (Two Stay Two Stray) dapat meningkatkan hasil belajar IPA pada siswa kelas 5 SDN Kalibeji 01 kecamatan tuntang kabupaten semarang semester II tahun pelajaran 2013/2014. Saran dari penulis adalah model Dua Tinggal Dua Tamu (Two Stay Two Stray) dapat digunakan sebagai model dalam proses belajar mengajar di kelas, karena dengan menggunakan model Dua Tinggal Dua Tamu (Two Stay Two Stray) dapat meningkatkan hasil belajar IPA pada siswa
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas 4 SD Negeri Jumo 3 Kecamatan Kedungjati Kabupaten Grobogan SemesterI Tahun Pelajaran 2013/2014
Matematika merupakan mata pelajaran yang susah untuk dimengerti. Siswa merasa kurang senang, kurang berminat dan siswa tidak aktif selama pembelajaran. Indikasi yang paling mudah ditemukan adalah hasil belajar siswa yang cenderung kurang memuaskan. Bedasarkan pengalaman peneliti sebagi guru kelas 4 SD Negeri Jumo 3, proses kegiatan belajar mengajar terutama mata pelajaran matematika belum menggunakan pembelajaran yang menarik. Minat siswa untuk belajar matematika sangat kurang yang dapat ditunjukan dari persentase siswa yang mempunyai nilai diatas (KKM 65) hanya 33%. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas 4 SD Negeri Jumo 3 Semester 1 tahun Pelajaran 2013/2014.Tujuan penelitian ini dilaksanakan untuk meningkatkan hasil belajar matematika pada siswa kelas 4 SD Negeri Jumo 3 Kecamatan Kedungjati Kabupaten Grobogan Semester I Tahun Pelajaran 2013/2014. Peneltian ini termasuk jenis penelitian Tindakan Kelas. Subjek dalma penelitian ini adalah siswa kelas 4 SD Negeri Jumo 3 Semester I Tahun Pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 21 siswa. Pelaksanaan tindakan dilakukan selama dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahapan perencanaan (planning), implementasi/ tindakan (action), observasi (observation), dan refleksi (reflection). Siklus 1 dilaksanakan pada bulan Agutus 2012. Hasil belajar pada siklus 1 diperoleh dari tes yang dilaksanakan pada akhir pertemuan siklus I dengan ketuntasan klasikal 57% atau 12 siswa yang tuntas, meningkat pada siklus 2 yaitu ketuntasan klasikal belajr siswa mencapai 81% atau 17 siswa tuntas. Dari seluruh pelaksanaan penelitian tindakan kelas dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD pada pelajaran matematika di kelas 4 SD Negeri Jumo 3 Kecamatan Kedungjati Kabupaten Grobogan dapat disimpulkan sebagi berikut: penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada pelajaran matematika di kelas 4 semester 1 SD Negeri Jumo 3 dapat meningkatkan hasil belajar matematika. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya ketuntasan klasikal hasil belajar matematika. Sebelum penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD ketuntasan belajar siswa dalam kelas 33% atau 7 siswa. Setelah menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD ketuntasan belajar siswa meningkat menjadi 57% atau 12 siswa runtas pada siklus 1, pada siklus 2 diperoleh ketuntasan klasikal belajar siswa mencapai 81% atau 17 sisw
Upaya Meningkatkan Kreativitas dan Prestasi Belajar Mata Pelajaran Matematika Melalui Model Pembelajaran Cooperative Script di Kelas V SD Negeri Salatiga 08 Semester II Tahun Ajaran 2011/2012.
Rendahnya pemahaman konsep siswa kelas V SD Negeri Salatiga 08 pada mata pelajaran matematika pokok bahasan operasi hitung pecahan yang diindikasikan dari kreativitas dan prestasi belajar siswa yang masih rendah dalam pemecahan masalah matematika. Oleh karena itu, peneliti terdorong untuk mengadakan penelitian di kelas V SD Negeri Salatiga 08 dengan penggunaan model pembelajaran cooperative script untuk meningkatkan kreativitas dan prestasi belajar matematika serta pemahaman konsep siswa dalam memecahkan masalah matematika. Berdasarkan latar belakang masalah tersebut maka masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah “Apakah dengan menggunakan model cooperative script pada mata pelajaran matematika kelas V SD Negeri Salatiga 08 Semester II Tahun Pelajaran 2011/20102 dapat meningkatkan kreativitas dan prestasi belajar. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri atas dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SD Negeri Salatiga 08 yang berjumlah 40 siswa. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif komparatif dengan membandingkan kondisi awal dengan hasil yang dicapai pada setiap siklus dan analisis deskriptif kualitatif hasil observasi (catatan anekdotal) dengan membandingkan hasil observasi dan refleksi pada siklus I dan siklus II. Penggunaan model pembelajaran cooperative script, pembelajaran matematika pokok bahasan operasi hitung pecahan siswa kelas V SD Negeri Salatiga 08 dalam kegiatan belajar mengajar pada akhir siklus II diketahui telah terjadi peningkatan dilihat dari hasil peningkatan kemampuan guru pada setiap pertemuan yakni siklus I pertemuan I sebesar 10,92 dan pertemuan II sebesar 12,61, sedangkan pada siklus II pertemuan I sebesar 15,15 dan pertemuan II sebesar 16,31. Setelah dilaksanakan pembelajaran dengan model cooperative script pada pembelajaran matematika kelas V SD Negeri Salatiga 08 terjadi peningkatan kreativitas siswa dalam pemecahan masalah dari siklus I ke siklus II, mendasarkan pada hasil analisis observasi aktivitas siswa dengan rata-rata persentase pada siklus I pertemuan I sebesar 11,22 dan pertemuan II sebesar 12,33 sedangkan pada siklus II pertemuan I sebesar 13,33 dan pertemuan II 14,78. Peningkatan hasil belajar siswa yang meningkat mengindikasikan pemahaman konsep siswa kelas V SD Negeri Salatiga 08 juga meningkat. Selain itu, berdasarkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika mengalami peningkatan diperoleh dari tingkat ketuntasan dari
kegiatan pra-siklus jumlah siswa yang tuntas 17 dengan persentase 42,5% dan 23 siswa belum tuntas dengan persentase 57,5%, pada siklus I pertemuan I jumlah siswa: 23 siswa tuntas dengan presentase 57,5% dan 17 siswa belum tuntas dengan presentase 42,5% sedangkan pertemuan II jumlah siswa: 27 siswa tuntas dengan presentase 67,5% dan 13 siswa belum tuntas dengan presentase 32,5%, pada siklus II pertemuan I jumlah siswa: 33 siswa tuntas dengan presentase 82,5% dan 7 siswa belum tuntas dengan presentase 17,5% sedangkan pada pertemuan II jumlah siswa yang tuntas adalah 40 siswa dengan prosentase 100%. Sehingga dinyatakan bahwa penerapan model cooperative script dalam pembelajaran matematika tuntas yakni meningkatkan kreativitas dan prestasi belajar siswa
Peningkatan Hasil Belajar Matematika tentang Pokok Bahasan Melakukan Operasi Hitung Bilangan Bulat dalam pemecahan masalah Melalui Metode Diskusi Berbantukan Benda kongkrit pada Siswa Kelas V Semester I SDN 3 Banjarsari Kecamatan Kradenan Kabupaten Grobogan Tahun ajaran 2013/2014
Latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah siswa belum berhasil belajar secara efektif dengan indikator pokok nilai tes formatif rendah. Di samping itu, siswa juga kurang aktif (kurang berani menjawab dan mengajukan pertanyaan) serta kemampuan berpikir kurang atau salah dalam mengerjakan soal latihan belum lancar dan penyelesaian soal kurang memuaskan hasilnya. Hal ini penggunaan metode dan media pembelajaran yang kurang tepat. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Apakah melalui penerapan metode diskusi berbantukan media benda kongkrit dapat meningkatkan hasil belajar matematika pada. siswa Kelas 5 Sekolah Dasar Negeri III Banjarsari, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan Semester 1 Tahun Pelajaran 2013 / 2014 ?”. Sedangkan tujuan dari penelitian ini untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD Negeri 3 Banjarsari, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan Semester 1 Tahun Pelajaran 2013 / 2014. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan di kelas VSDN 3 Banjarsari, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan. Penelitian ini terdiri dari dua siklus dengan waktu kurang lebih 2 minggu, dengan setiap siklus penelitian melalui 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Penelitian ini menggunakan metode diskusi dengan berbantukan benda kongkrit pada pelajaran Matematika. Proses pembelajaran sebelum tindakan menunjukkan hasil belajar yang rendah yaitu Penggunaan Metode diskusi dengan berbantukan benda kongkrit dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika pokok bahasan Operasi Hitung Bilangan Bulat dalam pemecahan masalah semester I SDN 3 Banjarsari, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan tahun ajaran 2013/201
Upaya Peningkatan Minat Belajar dan Hasil Belajar IPA Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD (Student Teams Achievement Division) pada Siswa Kelas V SDN Tengaran 01 Kabupaten Semarang Semester II Tahun Pelajaran 2013/2014
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Division) dapat meningkatkan minat belajar dan hasil belajar IPA siswa. Jenis Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek yang diteliti adalah siswa kelas V SDN Tengaran 01 Kabupaten Semarang Semester II Tahun Pelajaran 2013/2014 pada mata pelajaran IPA. PTK ini menggunakan dua siklus, setiap siklus tiga kali pertemuan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes, dan non tes. Alat pengumpulan data meliputi tes, observasi, angket dan dokumentasi. Indikator keberhasilan penelitian 80% atau sekitar 31 siswa dari 38 siwa memiliki minat belajar IPA minimal pada kategori baik dan hasil belajar IPA harus mencapai ≥ KKM yaitu 70. Hasil analisis data menunjukkan bahwa ada peningkatan minat belajar dan hasil belajar IPA selama penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Hal ini dapat dilihat berdasarkan persentase minat belajat IPA siswa mengalami peningkatan setiap siklusnya, sehingga pada siklus II diketahui 87% siswa berada pada kategori sangat berminat dan 13 % siswa pada kategori berminat. Peningkatan minat belajar siswa juga diiringi dengan ketuntasan hasil belajar siswa mengalami peningkatan yaitu pada kondisi awal jumlah siswa yang mencapai KKM ≥ 70 adalah sebanyak 12 siswa atau 31,5% dari total 38 siswa. Pada siklus I jumlah siswa yang memenuhi KKM ≥ 70 adalah sebanyak 26 siswa atau 68,5% dari total 38 siswa. Kemudian pada siklus II jumlah siswa yang memenuhi KKM ≥ 70 sebanyak 35 siswa atau 92,1% dari total 38 siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat dikatakan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model Kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Division) dapat meningkatkan minat belajar dan hasil belajar IPA siswa kelas V SDN Tengaran 01 Kabupaten Semarang Tahun Pelajaran 2013/2014. Saran yang dapat disampaikan adalah dalam melakukan pembelajaran hendaknya guru menggunakan model pembelajran inovatif salah satunya STAD, sehingga siswa lebih aktif, kreatif dan senang belajar IPA
Penerapan Metode Pembelajaran Explisit Instruction untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Materi Perkalian pada Siswa Kelas 2 SD Negeri Sukoagung Tahun Pelajaran 2011/2012
Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar matematika pada materi perkalian melalui metode pembelajaranExplisit Instruction di kelas 2 SD Negeri Sukoagung Kecamatan Batangan Kabupaten Pati. Variabel yang menjadi sasaran perubahan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah peningkatan hasil belajar matematika pada materi perkalian, sedangkan variabel tindakan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penerapan metode pembelajaran Explisit Instruction.. Bentuk penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan menggunakan model siklus. Tiap siklus terdiri dari 4 tahapan, yaitu : perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Sebagai subjek penelitian adalah siswa kelas 2 SD Negeri Sukoagung Kecamatan Batangan Kabupaten Pati yang berjumlah 10 siswa. Peneliti dalam memilih subjek bukan secara individual, tetapi secara klasikal. Pengumpulan data dilakukan dengan, observasi, tes, dan dokumen. Penelitian ini dilakukan sebanyak 2 siklus yang terbagi dalam 4 kali pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Metode Explisit Instruction dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran matematika.Rata-rata kelas pada pra siklus adalah 61,5.Setelah dilakukan tindakan siklus 1 rata-ratanya menjadi 67.Dengan kata lain, terjadi peningkatan sebesar 5,5.Kemudian dilakukan lagi tindakan siklus 2 dengan perolehan rata-rata kelas 79,5.Peningkatan nilai rata-rata dari siklus 1 ke siklus 2 sebesar 12,5.Ketuntasan hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan dari pra siklus,siklus 1 dan siklus 2.Jumlah keseluruhan siswa kelas 2 adalah 10 orang.Pada pra siklus,sebanyak 6 orang siswa (60%) sudah tuntaskarena nilainya diatas KKM(60) tetapi sisanya sebanyak 4 orang siswa (40%) belum tuntas karena nilainya masih dibawah KKM.Pada siklus 1,sebanyak 7 siswa (70%) sudah tuntas,sedangkan 3 siswa (30%) belum tuntas.Setelah dilaksanakan tindakan pada siklus 2,sebanyak 9 siswa (90%) siswa belajar tuntas.Dengan demikian,pelaksanaan tindakan siklus 2 dinyatakan berhasil. Kesimpulan penelitian ini adalah metode Explisit Instruction dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas 2 dalam pembelajaran matematika tentang perkalian semester 2 Tahun Pelajaran 2011/2012 di SDN Sukoagung,Kecamatan Batangan,Kabupaten Pati.Saran dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa tentang perkalian dapat menggunakan metode Explisit Instruction sebagai strategi pembelajaran
Upaya Peningkatan Hasil Belajar IPA Melalui Pendekatan Make A Match pada Siswa Kelas V SDN Timbang 01semester II Tahun Ajaran 2011 / 2012
Berdasarkan pengamatan hasil belajar IPA siswa kelas V SDN Timbang 01 Kecamatan Banyuputih Kabupaten Batang diketahui bahwa ketuntasan hasil belajar masih rendah. Khususnya untuk materi pesawat sederhana. Dari 17 siswa terdapat 11 (64,71 %) yang belum tuntas hasil belajarnya atau nilai hasil belajar yang dicapai siswa berada di bawah KKM. Sedangkan KKM yang ditetapkan sekolah adalah 70. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu : Apakah ada peningkatan hasil belajar IPA melalui pendekatan make a match pada siswa kelas V SDN Timbang 01 Kecamatan Banyuputih Kabupaten Batang Semester II Tahun 2011/2012. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada peningkatan hasil belajar IPA melalui pendekatan make a match pada siswa kelas V SDN Timbang 01 Kecamatan Banyuputih Kabupaten Batang Semester II Tahun 2011/2012. Berdasarkan tujuan tersebut peneliti menggunakan pendekatan make a match untuk meningkatkan hasil belajar IPA tentang pesawat sederhana bagi siswa kelas V SDN Timbang 01 Semester II 2011/2012. Penelitian dilaksanakan selama 2 bulan yaitu bulan Maret sampai dengan bulan April 2012 dengan mengambil subyek siswa kelas V SD Negeri Timbang 01 Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang yang berjumlah 17 siswa, yang terdiri dari 9 siswa laki-laki dan 8 siswa perempuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan kelas, yang terdiri dari dua siklus. Masing-masing siklus terdiri atas tahapan perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi. Tekhnik pengumpulan data yang diterapkan dalam penelitian adalah observasi dan tes. Sedangkan alat pengumpulan data berupa lembar observasi dan lembar soal evaluasi. Setelah diadakan penelitian menggunakan pendekatan make a match dalam melaksanakan pembelajaran, ketuntasan belajar siswa meningkat secara bertahap. Pada siklus I persentase ketuntasan hasil belajar 70,59 %. Kemudian setelah diadakan pembelajaran pada siklus II ketuntasan hasil belajar siswa meningkat menjadi 100 %. Berdasarkan data peningkatan ketuntasan setiap siklus dapat disimpulkan bahwa dengan pendekatan make a match dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN Timbang 01 Kecamatan Banyuputih Kabupaten Batang Semester II Tahun 2011/2012
Upaya Peningkatan Hasil Belajar Matematika dengan Menerapkan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Padasiswa Kelas IV SDN Keputon 02 Semester I 2013/2014
Latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa pada mata pelajaran Matematika harus dicapai sesuai dengan KKM yang ditetapkan. Namun KKM yang ditetapkan > 70, yang sebenarnya penguasaan kompetensi yang dicapai tidak optimal. Oleh karena itu salah satu upaya untuk mengoptimalkan hasil belajar siswa digunakan pendekatan Kooperatif tipe STAD, agar siswa mampu belajar secara mandiri melalui kerjasama kelompok dapat saling tukar gagasan melibatkan siswa dalam mengambil keputusan. Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah penggunaan model pembelajaran Kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar matematika pada siswa kelas IV di SD Negeri Keputon 02 Kecamatan Blado Kabupaten Batang semester 1 tahun pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) atau classroom action research. Model PTK yang digunakan adalah model spiral dari Stephen Kemmisdan Robin Mc Taggart, dengan menggunakan 2 siklus, masing–masing siklus terdiri dari 3 tahap yakni .tahapan perencanaan tindakan (planning), pelaksanaan tindakan (acting) dan pengamatan (observation), dan refleksi (reflection). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri Keputon 02 Kecamatan Blado Kabupaten Batang dengan jumlah siswa 11. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes dan observasi. Adapun instrument penelitiannya dengan menggunakan butir–butir soal dan lembar observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif komparatif yang meliputi perbandingan rata-rata ,skor minimal, skor maksimal dan persentase antar siklus. Hasil penelitian ini menunjukkan ada peningkatan hasil belajar siswa tentang Operasi hitung campuran dengan menerapkan model pembelajaran Kooperatif tipe STAD. Hal ini Nampak pada peningkatan rata-rata hasil belajar siswa prasiklus 52,72, siklus 1 naik menjadi 66,45 dan pada siklus ke 2 menjadi 75,45. Pada kondisi pra siklus skor minimal siswa 30, siklus pertama menjadi 50 dan pada siklus ke 2 skor minimal 60. Nampak ada peningkatan skor maksimal siswa yakni pada kondisi pra siklus 80, siklus 1 sebesar 80, siklus 2 sebesar 90. Nampak ada peningkatan ketuntasan belajar siswa pada kondisi pra siklus 36,36 %, siklusk e 1 sebesar 54,54 %, siklus ke 2 sebesar 90,90 %. Saran yang dapat diajukan adalah pendekatan kooperatif tipe STAD dapat digunakan sebagai alternative untuk meningkatkan hasil belajar siswa.
- …
