2 research outputs found
Karakter Visual Maui Pada Film Berjudul Moana 2016
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memahami makna semiotika yang terkandung dalam karakter Maui pada film Moana (2016). Karakter Maui yang digambarkan sebagai demigod (setengah dewa) dalam mitologi Polinesia memiliki peran penting dalam menggerakkan narasi dan menyampaikan pesan budaya dalam film tersebut. Latar belakang penelitian ini berfokus pada pentingnya memahami representasi budaya dan simbolisme dalam media populer, khususnya dalam konteks film animasi yang sering kali menjadi medium untuk menyampaikan nilai-nilai budaya kepada audiens global. Penelitian ini menggunakan metode semiotika Roland Barthes yang berfokus pada dua tingkatan makna, yaitu denotasi dan konotasi, serta mitos yang terbentuk dalam representasi visual dan narasi karakter Maui. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui analisis mendalam terhadap film Moana serta wawancara dengan ahli budaya dan pengamat film yang memiliki pengetahuan terkait mitologi Polinesia dan representasi budaya dalam media. Teori yang digunakan dalam penelitian ini meliputi teori semiotika Roland Barthes serta konsep representasi budaya untuk menganalisis bagaimana simbol dan tanda dalam karakter Maui membentuk pemaknaan tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter Maui tidak hanya merepresentasikan mitologi Polinesia, tetapi juga mengandung simbol-simbol modern yang berkaitan dengan identitas, keberanian, dan pencarian jati diri. Selain itu, penelitian ini menemukan adanya dialog antara tradisi budaya lokal dengan narasi global yang dikemas melalui estetika modern oleh Disney. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami bagaimana budaya lokal dapat direpresentasikan dalam media populer serta dampaknya terhadap persepsi audiens global terhadap mitologi dan budaya Polinesia
Analysis of Axial Behavior in Cold-Formed Steel-Plywood Composite Walls
The use of bricks as a wall material has significant drawbacks, including high weight and brittleness, making them vulnerable to damage, particularly under lateral loads like earthquakes. This study focuses on evaluating the axial performance of Cold-Formed Steel (CFS)-Plywood composite walls as an alternative to traditional brick walls. The study investigates the effects of bracing on axial compressive strength through laboratory testing of two composite wall specimens: one with bracing and one without. The results show that bracing significantly improves axial load capacity, with the braced specimen sustaining a maximum load of 69.666 kN, while the unbraced specimen withstood 64.413 kN. These findings highlight the potential of CFS-Plywood composite walls to serve as a lightweight, structurally sound alternative to brick walls, especially in multistory buildings subjected to axial loading
