3 research outputs found

    PENETAPAN KADAR ASAM LEMAK BEBAS PADA MINYAK GORENG

    No full text
    &lt;p&gt;&lt;em&gt;The purpose of this research is to know the increase of free fatty acid content on cooking oil which has been used several times for frying and shows that still fulfill SNI quality standard that is &amp;lt;0,3%. Approximately 290 million tons of oil is consumed every year by the Indonesian population, therefore cooking oil is one of the important needs that the people of Indonesia need. The process of repeated frying on cooking oil will lead to the formation of free fatty acids. Cooking oil is taken randomly from different types of brands from vegetable materials. Conducted for frying and then disampling frying to 0, 5, 7, and 9 for the determination of ALB levels using alkalimetri method. The results showed that free fatty acid content of cooking oil A, B, C, D on frying 0-5 still fulfill SNI requirement &amp;lt;0.3%. As for cooking oil brand B, C, D on frying 7 and 9 the result exceeds the requirement of SNI&amp;gt; 0.3%. In oil E fryer 0 still fulfill SNI requirement while 5-7 result exceeds the requirement of SNI that is&amp;gt; 0,3%.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan kadar asam lemak bebas &lt;/em&gt;&lt;em&gt;pada minyak goreng yang telah digunakan beberapa kali untuk penggorengan &lt;/em&gt;&lt;em&gt;dan &lt;/em&gt;&lt;em&gt;untuk&lt;/em&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;em&gt;menunju&lt;/em&gt;&lt;em&gt;k&lt;/em&gt;&lt;em&gt;kan&lt;/em&gt;&lt;em&gt; pemakaian yang masih memenuhi standar mutu SNI yaitu &amp;lt; 0,3%.&lt;/em&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;em&gt;Kurang lebih dari 290 juta ton minyak dikonsumsi tiap tahun oleh penduduk indonesia, oleh sebab itu minyak goreng merupakan salah satu kebutuhan penting yang diperlukan masyarakat Indonesia. Proses penggorengan berulang pada minyak goreng akan menyebabkan terbentuknya asam lemak bebas.&lt;/em&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;em&gt;Minyak &lt;/em&gt;&lt;em&gt;goreng &lt;/em&gt;&lt;em&gt;diambil secara acak &lt;/em&gt;&lt;em&gt;dari berbagai&lt;/em&gt;&lt;em&gt; jenis merk dari bahan&lt;/em&gt;&lt;em&gt;-bahan&lt;/em&gt;&lt;em&gt; nabati&lt;/em&gt;&lt;em&gt;. Dilakukan untuk &lt;/em&gt;&lt;em&gt;penggorengan lalu disampling &lt;/em&gt;&lt;em&gt;penggorengan &lt;/em&gt;&lt;em&gt;ke 0, 5, 7, dan 9 untuk dilakukan penetapan kadar ALB menggunakan metode alkalimetri.&lt;/em&gt;&lt;em&gt; Dari h&lt;/em&gt;&lt;em&gt;asil &lt;/em&gt;&lt;em&gt;penelitian menunjukkan &lt;/em&gt;&lt;em&gt;kadar asam lemak bebas untuk minyak goreng A, B, C, D pada penggorengan 0-5 masih memenuhi syarat SNI &amp;lt;0,3%. Sedangkan untuk minyak goreng merek B, C, D pada penggorengan 7 dan 9 hasilnya melebihi syarat SNI &amp;gt;0,3%. Pada minyak &lt;/em&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;em&gt;E penggorengan 0 masih memenuhi syarat SNI sedangkan 5-7 hasilnya melebihi syarat SNI yaitu &amp;gt;0,3%.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;</jats:p

    PENETAPAN KADAR ASAM LEMAK BEBAS PADA MINYAK GORENG

    Get PDF
    The purpose of this research is to know the increase of free fatty acid content on cooking oil which has been used several times for frying and shows that still fulfill SNI quality standard that is &lt;0,3%. Approximately 290 million tons of oil is consumed every year by the Indonesian population, therefore cooking oil is one of the important needs that the people of Indonesia need. The process of repeated frying on cooking oil will lead to the formation of free fatty acids. Cooking oil is taken randomly from different types of brands from vegetable materials. Conducted for frying and then disampling frying to 0, 5, 7, and 9 for the determination of ALB levels using alkalimetri method. The results showed that free fatty acid content of cooking oil A, B, C, D on frying 0-5 still fulfill SNI requirement &lt;0.3%. As for cooking oil brand B, C, D on frying 7 and 9 the result exceeds the requirement of SNI&gt; 0.3%. In oil E fryer 0 still fulfill SNI requirement while 5-7 result exceeds the requirement of SNI that is&gt; 0,3%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan kadar asam lemak bebas pada minyak goreng yang telah digunakan beberapa kali untuk penggorengan dan untuk menunjukkan pemakaian yang masih memenuhi standar mutu SNI yaitu &lt; 0,3%. Kurang lebih dari 290 juta ton minyak dikonsumsi tiap tahun oleh penduduk indonesia, oleh sebab itu minyak goreng merupakan salah satu kebutuhan penting yang diperlukan masyarakat Indonesia. Proses penggorengan berulang pada minyak goreng akan menyebabkan terbentuknya asam lemak bebas. Minyak goreng diambil secara acak dari berbagai jenis merk dari bahan-bahan nabati. Dilakukan untuk penggorengan lalu disampling penggorengan ke 0, 5, 7, dan 9 untuk dilakukan penetapan kadar ALB menggunakan metode alkalimetri. Dari hasil penelitian menunjukkan kadar asam lemak bebas untuk minyak goreng A, B, C, D pada penggorengan 0-5 masih memenuhi syarat SNI &lt;0,3%. Sedangkan untuk minyak goreng merek B, C, D pada penggorengan 7 dan 9 hasilnya melebihi syarat SNI &gt;0,3%. Pada minyak  E penggorengan 0 masih memenuhi syarat SNI sedangkan 5-7 hasilnya melebihi syarat SNI yaitu &gt;0,3%

    PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP RETURN SAHAM SEBELUM DAN SETELAH AKUISISI PADA PERUSAHAAN YANG TERCATAT DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI)

    No full text
    ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis perbedaan kinerja keuangan sebelum dan setelah akuisisi menggunakan metode Economic Value Added (EVA) dan Market Value Added (MVA) serta pengaruhnya terhadap Return Saham pada perusahaan go public yang tercatat di BEI. Jenis penelitian ini adalah riset komparatif dengan metode kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling berjumlah 7 perusahaan dari populasi 138 perusahaan, dengan teknik pengumpulan data berupa dokumentasi dalam bentuk pengumuman akuisisi, harga saham dan laporan keuangan tahunan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji asumsi klasik, uji perbedaan dengan menggunakan uji statistik paired sample t-test yang menggunakan alat SPSS 21.0 serta regresi linier berganda menggunakan eviews 9.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kinerja keuangan dengan menggunakan metode Economic Value Added (EVA) dan Market Value Added (MVA) sebelum dan setelah akuisisi serta tidak ada pengaruhnya terhadap Return Saham. Kata Kunci : EVA, MVA, Return Saham. DAFTAR PUSTAKAAgung T, Saputra. 2010. Analysis Of Influence Economic Value Added (EVA) And Market Value Added (MVA) Return To Share In Manufacturing Company In Indonesia Stock Exchange (online). Hal 67-68.Astuti, Subekti Puji. 2006. Analisis Pengaruh Faktor-Faktor Fundamental, EVA, Dan MVA Terhadap Return Saham (Studi Pada Perusahaan Manufaktur Di Bursa Efek Jakarta Periode 2001-2003). Tesis. Program Studi Magister Manajemen, Program Pasca Sarjana, Universitas Diponegoro. Semarang. Hal 89-90.Atmaja, Lukas Setia. 1999. Manajemen Keuangan, Edisi Revisi. Penerbit Andi. YogyakartaAliminsyah dan Pandji. 2006. Kamus Istilah Akuntansi. CV Rama Widya. BandungAwat, Napa J. 1999. Manajemen Keuangan Pendekatan Matematis. Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. JakartaBelkaoui, A.R. 2003. Intellectual Capital And Firm Performance of US Multinational Firms: A Study of The Resource-Based and Stakeholder Views. Journal of Intellectual Capital, Vol. 4, No.2.Brigham, Eugene F dan Joel F. Houston. 2001. Manajemen Keuangan. Buku 1 dan 2. Edisi kedelapan. Penerbit ErlanggaDarmawati, dkk. 2005. Hubungan Corporate Governance Dan Kinerja Perusahaan. Jurnal Riset Akuntansi Indonesia. Vol. 8, No. 1.Fahmi, Irham. 2013. Glosarium Ilmu Manajemen dan Akuntansi. Penerbit Alfabeta. BandungFunashor, Hanif, M dan Yuniati, Tri. 2014. Analisis Kinerja Keuangan Sebelum Dan Sesudah Merger Dengan Metode Economic Value Added. Jurnal Ilmu dan Riset Manajemen, Vol. 3, No. 4.Ghozali, Imam. 2011. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 19. Edisi 5. Badan Penerbit Universitas Diponegoro. SemarangHarahap, Sofyan S. 2004. Analisis Kritis atas Laporan Keuangan. Penerbit PT. Raja Grafindo Persada. JakartaHusniawati. 2012. Analisis Pengaruh Economic Value Added, Market Value Added, dan Risiko Sistemik Terhadap Return Saham pada Perusahaan Food and Baverages (online).Ikatan Akuntan Indonesia. 2002. Standar Akuntansi Keuangan. Salemba Empat. JakartaIramani, Rr dan Febrian, Erie. 2005. Financial Value Added: Suatu Paradigma Dalam Pengukuran Kinerja Dan Nilai Tambah Perusahaan. Jurnal Akuntansi Keuangan (online), Vol. 7 No. 1, Mei 2005.Irawan, Handi. 2002. 10 Prinsip Kepuasan Pelanggan. PT. Elex Media Komputindo. Jakarta.Jensen, M.C. dan W.H. Meckling. 1976. Theory of The Firm: Managerial Behavior, Agency Cost And Ownership Structure. Journal of Financial Economics. Vol. 3, No.4.Jogiyanto. 2013. Metode Penelitian Bisnis: Salah Kaprah dan Pengalaman, Edisi Enam. BPFE, YogyakartaJohan, Suwinto. 2011. Implementasi Strategi Bisnis Dan Korporasi Melalui Merger Dan Akuisisi. Jurnal Ultima Management Vol. 3, No. 1/2011.Jones, Charles P. Et al. 2009. Investment: analysis and management (an indonesian Adaption). Tenth edition. Singapore: John Wiley&Son (Asia) Pte.Ltd.Kartini & Hermawan, Gatot. 2008. Economic Value Added dan Market Value Added Terhadap Return Saham. Jurnal Keuangan dan Perbankan, Vol.12, No.3. Hal 355-368. September 2008.Moin, Abdul. 2003. Merger, Akuisisi dan Divestasi Jilid 1. Ekonisia, Yogyakarta.Panggabean, J Raja Lambas. 2005. Analisis Perbandingan Korelasi EVA Dan ROE Terhadap Harga Saham LQ 45 Di Bursa Efek Jakarta. Jurnal Manajemen dan Bisnis Sriwijaya, Vol 3 No. 5, Juni.Payamta & Setyawan, Doddy. 2005. “Analisis Pengaruh Keputusan Merger dan Akuisisi Terhadap Perubahan Kinerja Perusahaan Publik di Indonesia”. Jurnal Riset Akutansi indonesia, Vol 7. No.3 Hal: 265-282. ISSN: 2337/4319Priyanto, Dwi. 2008. Mandiri Belajar SPSS. Buku Kita. JakartaRaul, Anam Charan. 2012. Impact Of M & A On Shareholders Wealth : Evidence From The Indian Banking Sector. International Journal of Business Economics & Management Research, Vol. 2 Issue 5, May 2012.Rudianto. 2006. Akuntansi Manajemen. Grafindo. JakartaSantoso, Singgih. 2001. SPSS Versi 10 Mengelola Data Statistik Secara Profesional. Gramedia. JakartaSari, Ika Puspita. 2012. Pengaruh Economic Value Added (EVA) Dan Market Value Added (MVA) Terhadap Return Yang Diperoleh Pemegang Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (Bei) Periode 2008-2010. Skripsi. Program Studi Akuntansi, Jurusan Pendidikan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Yogyakarta. Yogyakarta.Sartono, R Agus. 2001. Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi, Edisi 4. BPFE, Yogyakarta.Siallagan, Hamonangan dan Machfoedz, Mas’ud. 2006. Mekanisme Corporate Governance, Kualitas Laba Dan Nilai Perusahaan. Simposium Nasional Akuntansi XI, Padang, 23-26 Agustus.Siregar, Syofian. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif. Prenada Media Group. Jakarta.Sitanggang, J.P. 2013, Manajemen Keuangan Perusahaan (Dilengkapi Soal dan Penyelesaiannya). Jakarta: Mitra Wacana Media.Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Bisnis. Penerbit Alfabeta. BandungSukma, H. Ating. 2006. Perspektif The Resource Based View (RBV) Dalam Membangun Competitive Advantage. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam.Suliyanto. 2009. Metode Riset Bisnis. Penerbit Andi. Yogyakarta.Sa’diyah, Halimatus, Hidayat, Raden R. dan Husaini, Achmad. 2013. Analisis Dampak Merger Terhadap Economic Value Added (EVA) Dan Market Value Added (MVA) (Studi Pada Perusahaan Di Bursa Efek Yang Melakukan Merger Tahun 2011. Fakultas Ilmu Adm. Bisnis. Universitas Brawijaya. Malang.Tampubolon, Manahan P. 2005. Manajemen Keuangan (Finance Management), Konseptual Problem dan Studi Kasus. Ghalia Indonesia, Bogor.Tunggal, Amin Widjaja. 2001. Memahami Konsep Value Added dan Value Based Management. Harvarindo. JakartaUtama, Sidharta. 1997. Ekonomi Value Added: Pengukuran Penciptaan Nilai Perusahaan. No.4. Tahun XXVI. April. Usahawan.Utomo, Lisa Linawati. 1999. Economic Value Added Sebagai Ukuran Keberhasilan Kinerja Manajemen Perusahaan. Jurnal Akuntansi dan Keuangan, Vol. 1, No. 1, Mei 1999.Wahana Komputer. 2009. SPSS 17 Untuk Pengelolaan Data Statistik. Yogyakarta.Wernerfelt, B. 1984. A Resource-Based View of The Firm. Strategic Management Journal, Vol. 5, No.2.Wet, de dan Hall. 2004. The Relationship Between EVA, MVA and Leverage. Meditari Accountacy Research (online). Vol. 12, No. 1. 2004.Wibowo dan Koes, A. Windyarti. 2007. Analisis Pengaruh Economic Value Added Terhadap Market Value Added Pada 20 Emiten Teraktif di Bursa Efek Jakarta Periode 2001-2005. Jurnal Informasi, Perpajakan, Akuntansi dan Keuangan Publik, Vol. 2, No.2, Juli 2007.Widarjo, Wahyu. 2011. Pengaruh Modal Intelektual dan Pengungkapan Modal Intelektual Pada Nilai Perusahaan Yang Melakukan Initial Public Offering. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia. Vol. 8, No. 2, Desember 2011.Widjaja, Amin. 2008. Memahami Economic Value Added (EVA): Teori, Soal, dan Kasus. Harvarindo. JakartaWijaya, Toni. 2011. Cepat Mengusai SPSS 19. Cahaya Atma. Yogyakarta.Young, S. David, dan O’Bryne, Stephen F. 2001. EVA dan Manajemen Berdasarkan Nilai. Salemba Empat. Jakarta.Zulganef. 2013. Metode Penelitian Sosial dan Bisnis. Graha Ilmu. Yogyakarta.Zulvina, Ayu Rakhmi dan Musdholifah. 2010. Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Sebelum dan Sesudah Merger Dengan Menggunakan Metode Economic Value Added (EVA) Dan Market Value Added (MVA) Pada PT. Unilever Tbk. Jurnal Akuntansi. Universitas Negeri Surabaya. Surabaya.Zaki, Baridwan dan Ary, Legowo. 2002. Asosiasi Antara EVA, MVA, Dan Rasio Profitabilitas Terhadap Harga Saham. Vol. 3, No. 2.Winarno, W. W. (2015). Analisis Ekonometrika dan Statistika dengan Eviews Edisi 5, Yogyakarta : UPP STIM YKPN.Website :www.kppu.go.id/http://www.idx.co.id/http://www.sahamok.com/https://www.yahoofinance.com
    corecore