1,720,986 research outputs found

    Budaya betawi: studi kasus palang pintu tangerang selatan tahun 2008-2019

    No full text
    Rachmat Ramdani. 11150220000096. Budaya Betawi: StudiTentang Palang Pintu Tangerang Selatan.Palang Pintu adalah salah satu ciri khas budaya Betawi yangterdapat di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi(Jabodetabek) termasuk di dalamnya wilayah Tangerang Selatan. Akantetapi melihat kenyataan di lapangan penulis menemukan adanyaperbedaan Silat Palang Pintu di Tangerang Selatan dengan wilayah laindalam beberapa hal seperti pantun, silat, musik, pakaian dan ngaji.Studi ini ingin menjawab mengapa ada perbedaan itu melalui sumbertertulis, wawancara, survei lapangan, dan penulis juga sebagaipelakunya langsung. Cara melihat masalah di atas penulis melaluipendekatan sosiologi dan antropologi dengan menggunakan teoriSutarno NS yang menyebutkan bahwa ?sebuah Budaya akan tetapbertahan sejauh ada masyarakat pendukungnya?. Ada metode yangdipakai adalah metode sejarah dengan empat Langkah yang harusdilakukan yaitu, pelacakan data, keritik sumber (eks dan internal),interpretasi dan terakhir historiografi. Ada pun temuan studi adalahbahwa palang pintu di Tangerang Selatan memiliki pakem tersendiriyang membedakan dengan pakem Silat Palang Pintu yang ada diwilayah Jabodetabek pada Pantun, Gerak Silat, Musik, Pakaian, danNgaji yang menjadi ciri khas palang pintu Betawi di TangerangSelatan.viii, 98 hl

    Dampak kebijakan pemerintah SK. NO. 167/P.M/1954 terhadap perkembangan islam di Mentawai

    No full text
    Dampak kebijakan pemerintah SK. NO. 167/P.M/1954 terhadap perkembangan islam di Mentawai menimbulkan menurunnya jumlah umat islam.v, 58 hlm.: ilus.; 25 c

    Falsafah Masyarakat Betawi:Studi Kasus Tradisi Palang Pintu

    No full text
    vi, 92 hlm,; ilus,; 25 cm

    Pelestarian Tradisi Balur Penca PadaMasyarakat Cimande Kabupaten Bogor

    No full text
    Skripsi ini mengkaji mengenai tradisi balur penca atau minyak Cimande. Balur penca merupakan obat tradisional dalampengobatan patah tulang Cimande Kecamatan CaringinKabupaten Bogor. Topik ini penting untuk diteliti karenamasyarakat Cimande dari dahulu sampai saat ini masih menjagadan menggunakan balur penca atau minyak Cimande sebagaisarana pengobatan tradisional patah tulang Cimande. Argumenini berdasarkan riset Mulyono Notosiswoyo tahun 1997, SitiMaria dan Herliswany R tahun 1996-1997, dan Miftahul MillahWijaya tahun 2016, menjelaskan bagaimana praktek pengobatantradisional patah tulang sistem Cimande dan menggunakan balurpenca atau minyak Cimande sebagai satu sarana yang menjadiciri khas pengobatan tradisional patah tulang Cimande. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaranyang lengkap mengenai tradisi balur penca sesuai dengan adattradisi di Cimande dan menjelaskan peran elit lokal masyarakatCimande dalam melestarikannya. Penelitian ini menggunakanmetode kualitatif yang bersifat deskriptif analisis. Melaluipendekatan sosiologi, antropologi, dan politik. Studi ini inginmenjawab teori dari Ajip Rosidi bahwa dengan maju danberkembangnya zaman akan terjadi pergeseran atau perubahantradisi. Temuan studi melemahkan teori Ajip Rosidi, bahwa seiring berkembangnya zaman tradisi balur penca masih tetapbertahan pada masyarakat Cimande. Bertahannya tradisi balurpenca tidak lepas dari adanya peran Eyang, peran sesepuh, danpara tokoh generasi penerus yang sangat signifikan dalamkelangsungan kehidupan di kampung kasepuhan Cimandeterutama dalam menjaga tradisi-tradisi yang ada seperti tradisibalur pencapada masyarakat Cimande.xi, 87 hlm,; ilus 25 c
    corecore