3 research outputs found

    PEMBIASAAN TADARUS AL-QUR’AN DALAM MEMBENTUK DISIPLIN BELAJAR SISWA KELAS X DI SMA NEGERI 1 SUMBER

    No full text
    M. Fitriadi Saefuddin : Pembiasaan Tadarus Al-Qur’an Dalam Membentuk Disiplin Belajar Siswa Kelas X Di SMA Negeri 1 Sumber Penelitian ini di latar belakangi oleh penurunan sikap disiplin siswa dalam belajar. Dalam upaya meningkatkan kembali kedisiplinan siswa dalam belajar, maka diadakan kembali pembiasaan tadarus Al-Qur‟an yang sempat terhenti pada saat pandemic Covid-19. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh data yang akurat mengenai Pembiasaan Tadarus Al-Qur‟an Dalam Membentuk Disiplin Belajar Siswa Kelas X di SMA Negeri 1 Sumber. Pembiasaan tadarus Al-Qur‟an adalah kegiatan membaca Al-Qur'an yang dilakukan secara terus menerus dengan mengulang ayat-ayat secara bersama�sama. Dalam ranah psikologi, membaca Al-Qur‟an merupakan pembentuk kepribadian dan tingkah laku, baik yang bersifat jasmani maupun rohani. Disipilin belajar ialah sikap taat atau patuh yang ditunjukan oleh siswa dalam menjalankan kewajiban sekolah. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan subjek penelitian dua orang guru Pendidikan Agama Islam sekaligus Pembina ekstrakurikuler ROHIS, satu guru magang atau PLP sekaligus alumni dari SMA Negeri 1 Sumber, dan empat orang siswa/siswi di SMA Negeri 1 Sumber. Metode pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. kemudian dilakukan teknik analisis data dengan cara: mereduksi data, menyajikan data penarikan kesimpulan dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukan bahwa pembiasaan tadarus Al-Qur‟an pada pagi hari di SMA Neger 1 Sumber ini dapat memberikan sumbangsih yang sangat besar dalam membentuk kedisiplinan siswa dalam belajar. Adapun hasil yang diperoleh diantaranya yaitu mampu meningkatkan kedisiplinan siswa untuk tepat waktu untuk datang ke sekolah dan mampu membentuk karakter siswa untuk berdisplin dalam belajar. Kata Kunci : Pembiasaan, Tadarus Al-Qur’an, Disiplin Belaja

    Pendidikan Islam Dalam Perspektif Ibnu Khaldun Dan Relevansinya Dengan Kurikulum Merdeka

    No full text
    In this article, we will explain the deconstruction of Ibnu Khaldun's educational thought, what the concepts, goals and curriculum of education are according to Ibnu Khaldun and discuss whether this is still relevant today. The author uses the Library Research method or library method. Library research is a series of activities related to library data collection, reading, storage and processing of research materials. Ibnu Khaldun was born on 1 Ramadhan 732 H. or 27 May 1332 M. In Tunisia. His family was of Andalusian descent who emigrated to Tunisia in the mid  7 H. Ibn Khaldun's perspective on education is still in line with the independent curriculum (KM) that is implemented today. The harmony in question is found in the al-hiwar method, where in this method students will gain knowledge not only in class, through al-hiwar or direct interviews conducted with someone who is competent outside the classroom and community environment

    PERAN STRATEGIS PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN KONAWE SELATAN DALAM MENANGKIS AKTIFITAS MENYIMPANG ORGANISASI KEMASYARAKATAN

    No full text
    There are many deviant activities of social organizations today, which want to replace the state basis of Pancasila and the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia with the ideology they believe in, so efforts need to be made to counteract it. Local governments that are given the authority as regulated in Law no. 16 of 2017 is the front line to carry out this. The type of research the author uses is normative empirical legal research, and the research approach used is a theoretical approach. The legal materials used in this research are secondary legal materials obtained by library research and tertiary legal materials obtained through interviews. Then, the legal materials that have been obtained from the research results are analyzed qualitatively, to answer what the research problems are. The results showed that the steps taken by the Regional Government of South Konawe Regency Cq. The National Unity and Politics Agency in fending off deviant activities of social organizations is to disseminate and/or socialize the functions of community organizations, as well as carry out ideological development to organizational management and various elements of society related to the actualization of Pancasila values and the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia in the life of the nation and patriotic. The activity was carried out jointly with the Police and TNI as resource persons for national insight.Keywords: Local Government of Counsel, Fending Deviant Activities, Ormas  ABSTRAKBanyaknya gerakan aktivitas menyimpang organisasi kemasyarakatan saat ini, yang ingin menggantikan dasar negara Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945 dengan ideologi yang mereka yakini, sehingga perlu dilakukan upaya untuk menangkisnya. Pemerintah daerah yang diberikan kewenangan sebagaimana diatur dalam UU No. 16 Tahun 2017 merupakan garda terdapan untuk menyelenggarakan hal itu. Jenis penelitian penulis menggunakan penelitian hukum normatif empiris, serta pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan teori (theoretical approach). Bahan hukum yang digunakan dalam penelitian ini adalah bahan hukum sekuder diperoleh oleh penelitian kepustakaan dan bahan hukum tersier yang diperoleh melalui wawancara. Kemudian, bahan hukum yang telah dipeoleh dari hasil penelitian dianalisis secara kualitatif, untuk menjawab apa yang menjadi permasalahan penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa langkah-langkah yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Konawe Selatan Cq. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik dalam menangkis aktifitas menyimpang organisasi kemasyarakatan adalah dengan melakukan penyeberluasan dan/atau sosialisasi fungsi organisasi kemasyarakatan, serta melakukan pembinaan ideologi kepada pengurus organisasi dan berbagai elemen masyarakat terkait dengan aktualisasi nilai-nilai Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945 dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kegiatan tersebut dilakukan secara bersama-bersama dengan pihak Kepolisian dan TNI sebagai narasumber wawasan kebangsaan.
    corecore