69 research outputs found
PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENINGKATKAN PERILAKU TERPUJI SISWA DI SMP MA’ARIF NU GARUM BLITAR
ABSTRAK
Skripsi dengan judul “Peran Guru Pendidikan Agama Islam (PAI)
dalam Meningkatkan Perilaku Terpuji Siswa di SMP Ma’arif NU Garum
Blitar” ini ditulis oleh Muhammad Syamsu Dhuha, NIM. 1721143290, Jurusan
Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK),
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung, yang dibimbing oleh Bapak
Suwanto, M.S.I
Kata Kunci: Peran Guru Pendidikan Agama Islam (PAI), Perilaku Terpuji
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sebuah fenomena kenakalan siswa
yang akhir-akhir ini semakin mengkhawatirkan, seperti tawuran antar pelajar,
pergaulan bebas dikalangan remaja, penyalahgunaan narkoba dan sebagainya dari
permasalahan tersebut para guru khususnya guru pendidikan agama Islam
memiliki tugas dan peran untuk meningkatkan perilaku terpuji siswa. Dalam hal
ini peneliti membahas terkait peran guru PAI dalam meningkatkan perilaku terpuji
siswa di SMP Ma‟arif NU Garum Blitar.
Adapun yang menjadi fokus penelitian ini adalah (1) Bagaimana Peran
Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam Meningakatkan Perilaku Ta’awun
Siswa di SMP Ma‟arif NU Garum Blitar? (2) Bagaimana Peran Guru Pendidikan
Agama Islam (PAI) dalam Meningakatkan Perilaku Tasamuh Siswa di SMP
Ma‟arif NU Garum Blitar? (3) Bagaimana Peran Guru Pendidikan Agama Islam
(PAI) dalam Meningakatkan Perilaku Jujur Siswa di SMP Ma‟arif NU Garum
Blitar?.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dalam
pengumpulan datanya menggunakan metode observasi, dokumentasi dan
wawancara dengan menggunakan analisis reduksi data, penyajian data dan
penarikan kesimpulan. Penelitian ini juga melakukan pengecekan keabsahan data
melalui keikutsertaan, ketekunan pengamatan, triangulasi metode dan sumber.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Peran Guru PAI dalam
meningkatkan perilaku ta’awun siswa di SMP Ma‟arif NU Garum adalah (a)
memaksimalkan fungsi mata pelajaran PAI, (b) materi Ukhuwah Islamiyah
dijadikan sebagai dasar perilaku ta’awun, (c) menggunakan pembelajaran
kelompok, (d) guru PAI sebagai motivator. (2) Peran Guru PAI dalam
meningkatkan perilaku tasamuh siswa di SMP Ma‟arif NU Garum adalah (a) guru
PAI menjadi suri tauladan, (b) menggunakan metode ceramah dan diskusi, (c)
menerapkan pembiasaan 5S. (3) Peran Guru PAI dalam meningkatkan perilaku
jujur siswa di SMP Ma‟arif NU Garum adalah (a) memanfaatkan pembiasaan
kantin kejujuran, (b) menerapkan sholat dhuha berjamaah dengan diabsen (c)
memberikan reward (hadiah) dan punishment (hukuman)
PERANCANGAN ANIMASI DUA DIMENSI TENTANG PROSES PEMBUATAN TAPE SINGKONG UNTUK SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR
ABSTRAK Dhuha, Syamsu. Perancangan Animasi Dua Dimensi Tentang Proses Pembuatan Tape Singkong Untuk Siswa Kelas IV Sekolah Dasar. Tugas Akhir. Jurusan Seni dan Desain. Fakultas Sastra. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Hj. Ida Siti Herawati, M.Pd. (2) Mitra Istiar Wardhana, S.Kom, M.T. Kata Kunci : film, animasi, dua dimensi, proses pembuatan tape singkong Proses pembuatan tape singkong merupakan salah satu kompetensi yang dipelajari dalam mata pelajaran IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar. Namun, tidak jarang siswa yang malas belajar karena menganggap pelajaran itu kurang menyenangkan. Perancang ingin membantu semangat belajar para siswa menggunakan media film animasi dua dimensi dengan tema “Proses Pembuatan Tape Singkong”. Diharapkan para siswa bisa lebih mudah dan menyenangkan dalam mempelajari proses pembuatan singkong dan menyukai salah satu makanan tradisional khas Indonesia ini. Pembuatan film ini melalui proses pra produksi, produksi, dan pasca produksi. Proses pra produksi meliputi latar belakang, tujuan pembuatan, pembatasan ruang lingkup, dan konsep pembuatan. Bagian produksi meliputi proses pembuatan dan bagian pasca produksi meliputi visualisasi desain. Setiap proses masih terbagi lagi dan menghasilkan suatu hasil dalam mencapai satu kesatuan film ini karena dalam pembuatan film dua dimensi ini tidak mungkin ada satu proses yang terlewati. Perancangan ini telah menghasilkan produk yang berupa film animasi berbasis dua dimensi dengan durasi sekitar tujuh menit dan bercerita tentang kisah Feri yang sedang liburan di rumah kakeknya. Film ini dapat digunakan sebagai media untuk belajar mengenai proses pembuatan tape singkong secara mudah dan sederhana. Selain itu dapat diputar pada komputer maupun televisi sehingga kesempatan untuk belajar dengan cara yang menyenangkan lebih terbuka lebar. Hasil produk tambahan selain film animasi dua dimensi yakni berupa label CD, cover DVD, dan stiker. Adanya film animasi dua dimensi tentang proses pembuatan tape singkong ini terdapat beberapa saran, yaitu agar para pemirsa dapat lebih mudah mengerti proses pembuatan tape singkong dan bagi para tenaga pendidik yakni agar dapat memanfaatkan film animasi dua dimensi ini sebagai media untuk mengajar tentang proses pembuatan tape singkong kepada para siswa terutama kelas IV sekolah dasar. Bagi perancang diharapkan dapat lebih meningkatkan kemampuan khususnya dalam bidang animasi agar dapat membantu mensosialisasikan kegiatan-kegiatan yang lebih bermanfaat bagi masyarakat melalui film animasi. Perancang mempunyai banyak kekurangan yang bisa menjadi kelemahan dalam tugas akhir ini
Implementation of Dhuha Prayer Activities to Improve Student Discipline: Implementasi Kegiatan Sholat Dhuha untuk Meningkatkan Kedisiplinan Siswa
This research was conducted because the author hopes that other schools will imitate and be able to carry out positive activities carried out by SMK Muhammadiyah 1 Taman Sidoarjo, namely, dhuha prayer activities. This research has a different character from previous research because of different locations and new phenomena. The data sources used in the research are primary and secondary data sources. The research subject is SMK Muhammadiyah 1 Taman Sidoarjo with the object of research of 10th grade students of SMK Muhmmadiyah 1 Taman Sidoarjo totaling 22 students consisting of 12 female students and 10 male students, and selected purposively according to the research objectives. This type of research uses library research with a descriptive qualitative approach. The results of observations made before and after the process of dhuha prayer activities, it can be concluded that dhuha prayer activities are able to improve student discipline
Studi Etnofarmasi Suku Samin Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati
Indonesia memiliki keanekaragaman hayati nomor dua di dunia setelah
Brazil dan nomor satu jika biota laut ikut diperhitungkan. Diperkirakan 9.600
spesies adalah tanaman obat, namun baru sekitar 300 spesies yang dimanfaatkan
sebagai bahan obat tradisional. Obat tradisional adalah bahan atau ramuan bahan
yang berupa tumbuhan, hewan, mineral, sediaan sarian (galenik), atau campuran
dari bahan tersebut yang telah digunakan secara turun-temurun untuk pengobatan.
Namun, Pemanfaatan tanaman sebagai obat tradisional sudah mulai berkurang.
Salah satu penyebabnya adalah proses pewarisan pengetahuan yang hanya
dilakukan secara lisan, sehingga menyebabkan terjadinya reduksi informasi. Hal
tersebut yang mendorong dilakukan penelitian tentang inventarisasi data tanaman
sebagai obat tradisional, salah satunya dengan studi etnofarmasi.
Suku Samin merupakan salah satu suku di pulau jawa yang masih
memegang erat budayanya dan tersebar di beberapa daerah yaitu Nginggil dan
Klopoduwur (Blora), Kutuk (Kudus), Sukolilo (Pati), Gunung segara (Brebes),
Tapelan (Bojonegara), dan Tlaga Anyar (Lamongan). Beberapa desa yang masih
menjaga budaya dan terdapat informasi tentang pengobatan tradisional serta
belum pernah dilakukan penelitian etnofarmasi adalah Desa Baleadi, Desa
Sukolilo, Desa Kaliyoso dan Desa Kedumulyo di Kecamatan Sukolilo, Kabupaten
Pati, Jawa Tengah. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian etnofarmasi untuk
mendokumentasikan penggunaan tumbuhan obat agar pengetahuan tentang obat
tradisional Suku Samin tetap terjaga dan juga mendukung program pemerintah
dalam pengembangan obat tradisional.
Hasil penelitian etnofarmasi pada masyarakat Suku Samin Desa Baleadi,
Desa Sukolilo, Desa Kaliyoso dan Desa Kedumulyo di Kecamatan Sukolilo,
Kabupaten Pati didapatkan 9 informan yang mengetahui dan menggunakan obat
tradisional untuk mengobati penyakit. Berdasarkan data informan terinventarisasi
sebanyak 41 tumbuhan yang digunakan sebagai obat tradisional, 23 jenis penyakit yang diobati menggunakan obat tradisional serta 47 resep yang digunakan untuk
pengobatan. Berdasarkan hasil analisis menggunakan perhitungan UV, ICF, dan
FL, terdapat beberapa tumbuhan yang berpotensi untuk dilakukan penelitian lebih
lanjut yaitu jambu dengan nilai UV=0,8 dan sawo dengan nilai UV=0,7 untuk
mengobati diare dengan nilai ICF=0,8; keji beling dengan nilai UV=0,8 untuk
mengobati kencing batu dengan nilai ICF=0,7; blengkeh dan dringu dengan nilai
UV=0,7 untuk mengobati sawan dengan nilai ICF=0,8 dan dengan nilai FL 100%.apt. Indah Yulia Ningsih, S.Farm., M.Farm. ; Dosen Pembimbing
Dosen Pembimbing Anggota : apt. Dewi Dianasari, S.Farm., M.Farm
Kajian Peningkatan Keandalan Sistem Distribusi Dengan Relokasi Sectionalizer Pada Penyulang Pujon Dengan Pembangkit Terdistribusi
Penyulang Pujon merupakan penyulang tipe radial yang menerima energi listrik dari Gardu Induk Sengkaling, Malang, Jawa Timur. Penyulang Pujon memiliki 8 sectionalizer dan 1 recloser. Pada kondisi eksisting, arus hubung singkat hanya dipengaruhi energi listrik yang dikirim dari gardu induk. Arus hubung singkat semakin besar ketika pembangkit terdistribusi ditambahkan ke dalam jaringan, sehingga sistem membutuhkan respon peralatan proteksi lebih cepat untuk melokalisir gangguan.
Penelitian ini mengkaji keandalan dan setelan dari sectionalizer dan recloser pada penyulang Pujon dengan penambahan pembangkit terdistribusi. Metode yang digunakan yaitu analisis pendekatan dampak kegagalan (fault hazard analysis). Metode ini menganalisis bahaya kegagalan suatu peralatan kepada keseluruhan sistem distribusi. Hasil analisis yaitu beberapa rekomendasi tentang kondisi masing-masing daerah bagian apakah sudah baik atau perlu dilakukannya relokasi sectionalizer. Simulasi gangguan hubung singkat dua fasa dan tiga fasa pada kondisi eksisting dan kondisi penambahan pembangkit terdistribusi menggunakan program aplikasi ETAP 12.6.0. Hasil simulasi yaitu nilai arus hubung singkat, waktu respon recloser dan sectionalizer, dan jumlah pelanggan yang mengalami pemadaman.
Hasil analisis dan simulasi yaitu nilai indeks keandalan (SAIFI, SAIDI dan CAIDI) saat kondisi eksisting adalah 0,6852 kali/pelanggan/tahun, 0,00812 jam/tahun dan 0,01185 jam/tahun. Nilai indeks keandalan (SAIFI, SAIFI dan CAIDI) saat kondisi perencanaan relokasi sectionalizer turun menjadi 0,47485 kali/pelanggan/tahun, 0,0055 jam/tahun dan 0,01155 jam/tahun. Nilai terkecil dari arus hubung singkat dua fasa dan tiga fasa saat kondisi eksisting adalah 669A dan 772A, sedangkan saat kondisi penambahan pembangkit terdistribusi adalah 670A dan 774A. Nilai terbesar dari arus hubung singkat dua fasa dan tiga fasa saat kondisi eksisting adalah 7.832A dan 9.044A, sedangkan saat kondisi penambahan pembangkit terdistribusi adalah 7.837A dan 9.049A. Waktu respon dari sectionalizer dan recloser untuk melokalisir gangguan (fault clearing time) saat kondisi penambahan pembangkit terdistribusi menjadi lebih cepat dari kondisi eksisting. Perencanaan relokasi sectionalizer menyebabkan jumlah pelanggan yang mengalami pemadaman menjadi lebih sedikit dari kondisi eksisting
Implementasi Pembiasaan Shalat Dhuha Guna Meningkatkan Semangat Belajar Siswa Di Madrasah Aliyah Negeri Pacitan Tahun Pelajaran 2022/2023
Education is an individual's effort to expand their knowledge in order to shape character, attitudes, values and behavior. The achievement of an educational goal is reflected in the quality of students' enthusiasm for learning at school. One of the things that must be considered in school learning is encouraging students' enthusiasm for learning. By encouraging enthusiasm for learning, students will be more diligent, tenacious, persistent, and have maximum concentration in participating in learning activities. It is assumed that the problem of students' lack of enthusiasm for learning can be handled by getting used to the Dhuha prayer. The implementation of the Dhuha prayer as a habit aims to stimulate students' enthusiasm for learning.
The aim of this research is to: 1) Describe the implementation of the practice of Dhuha prayer at Madrasah Aliyah Negeri Pacitan. 2) Describe the supporting and inhibiting factors in the implementation of the Dhuha prayer habit at Madrasah Aliyah Negeri Pacitan. 3) Describe the impact of the habit of Duha prayer on students' enthusiasm for learning at Madrasah Aliyah Negeri Pacitan. In this research, the author used a qualitative field research method with a descriptive approach. The data collection techniques used by the author are observation, interviews and document study. To test the validity of the data the author used source triangulation and technique triangulation. There are three parts to the data analysis method used in this study: 1) Data reduction, 2) Data presentation, and 3) Drawing conclusions.
The results of this research are: 1) The activity of getting used to the Dhuha prayer at the Pacitan State Supreme Court has been carried out well. The school has programmed dhuha prayer activities for all students to participate in. 2) Dhuha prayer activities have been scheduled and supported by adequate facilities for use by students. 3) The practice of Duha prayer can make students more enthusiastic about learning, disciplined and responsible for their obligations as students
Undergraduate students' perception on the use of edmodo as a writing feddback tool and the students' writing achievement
Implementasi kegiatan shalat dhuha siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah Negeri Gedog di Kota Blitar
INDONESIA:
Sholat dhuha adalah shalat sunnah yang dikerjakan ketika matahari baru naik. Jumlah rakaatnya minimal 2 maksimal 12. Sebagai realisasinya di MIN Gedog Kota Blitar terdapat kegiatan sholat dhuha sebelum jam pelajaran dimulai, sehingga memiliki karakter yang berbeda dari madrasah yang lain. Berangkatdari latar belakang seperti itulah penulis kemudian ingin membahasnya dalam skripsi dengan mengambil judul “implementasi kegiatan sholat dhuha siswa kelas V MIN Gedog Kota Blitar.”
Yang menjadi persoalaannya adalah apakah lembaga pendidikan telah mengimplementasikan kegiatan sholat dhuha secara maksimal? Dan yang menjadi fokus dalam penelitian adalah:(1) Bagaimana Implementasi kegiatan Sholat Dhuha Siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah Negeri Gedog di Kota Blitar?; (2) Apa faktor pendukung dan penghambat Implementasi kegiatan Sholat Dhuha Siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah Negeri Gedogdi Kota Blitar?
Maka dari itu jenis penelitian yang digunakan oleh penulis adalah jenis penelitian kualitatif. Dalam perjalanan mengumpulkan data, peneliti menggunakan metode dokumentasi, observasi, interview. Sedangkan untuk analisisnya, peneliti menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif, yaitu mendeskripsikan dan mengintrepetasi data-data yang telah didapat, sehingga akan menggambarkan realitas yang sebenarnya sesuai dengan yang terjadi di lapangan.
Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) kegiatan shalat dhuha terimplementasikan dalam proses pembelajaran bagi siswa MIN Gedog,didalam pelaksanaan sholat dhuha dilaksanakan pada saat pembelajaran belum di mulai yakni pukul 06.30 WIB.Dimana semua guru di MIN Gedog berkumpul untuk mengatur dan mengumpulkan seluruh siswa untuk melaksanakan kegiatan sholat dhuha. Disamping itu kegiatan shalat dhuha yang di bimbing langsung oleh guru pembimbing shalat dhuha dalam pelaksanaannya secara berjamaah di masjid Namun, Implementasi kegiatan ibadah sholat dhuha masih perlu ditingkatkan dan disempurnakan. (2) Faktor-faktor yang mendukung dan menghambat Implementasi kegiatan ibadah sholat dhuha siswa kelas V MIN Gedog di Kota Blitar; faktor pendukungnya, yaitu adanya pengadaan buku-buku tentang kegiatan shalat dhuha, adanya guru pembimbing shalat dhuhadan adanya sarana masjid untuk melakukan kegiatan sholat dhuha; faktor penghambatnya, yaitu minimnya pendanaan. Pendanaan yang minim ini dapat mempengaruhi ketersediaan sarana dan prasarana pembelajaran, khususnya pembelajaran kegiatan sholat dhuha,kurangnya kemauan siswa untuk melaksanakan kegiatan sholat dhuha, banyak siswa terlambat karena di musim penghujan, serta kurangnya dukungan dari orang tua.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan tambahan pengetahuan dan masukan bagi pengelola lembaga pendidikan yang beorientasi terhadap kegiatan sholat dhuha.
ENGLISH:
Duha prayer is a sunnah prayer is done when the new sun rise. Number rakaatnya minimum 2 maximum 12. As the realization in the MIN Gedog Blitar there Duha prayer activities before starting school hours, so it has a different character from the other madrasas. Departing from such a background that the author then want to discuss in this paper by taking the title of "implementation of Duha prayer grade V MIN Gedog Blitar."
The persoalaannya is whether the institution has implemented activities to the fullest Duha prayer? And that became the focus of the study were: (1) how implementation activities Duha prayer Islamic Elementary School fifth grade students Gedog City State Blitar?, (2) What are the factors supporting and inhibiting the implementation of activities Prayer Duha Islamic Elementary School fifth grade students Gedogdi Blitar State?
Thus the types of research that are used by authors is a kind of qualitative research. In the course of collecting data, the researchers used a method of documentation, observation, interview. Being right for the analysis, the researchers used a qualitative descriptive analysis technique, which is described and mengintrepetasi data has been obtained, so that it will represent reality according to what happens on the field.
From the results of this study indicate that: (1)terimplementasikan Duha prayer activities in the learning process for students MIN Gedog, in the implementation of Duha prayer done at the time of the study has not been started at 6:30 pm. Where all the teachers at MIN Gedog gathered to organize and gather all the students to carry out activities Duha prayer. Besides the Duha prayer activities guided directly by the tutor in the implementation Duha prayer in congregation in the mosque, however, implementation of Duha prayer worship activities still need to be improved and perfected. (2) factors that support and hinder the implementation of activities of daily prayers Duha fifth grade students in the City MIN Gedog Blitar supporting factors, namely the provision of books about the activities of Duha prayer, the guidance counselor and the Duha prayer mosque means to conduct Duha prayer; inhibiting factors, the lack of funding. This lack of funding could affect the availability of facilities and infrastructure for learning, especially learning activities Duha prayer, the lack of willingness of students to carry out activities of Duha prayer, many students are late because in the rainy season, and the lack of support from parents.
The results of this research can be used as additional knowledge and input to management- oriented educational institutions for Duha prayer activities
Pembentukan sikap disiplin siswa melalui kegiatan Shalat Dhuha di Madrasah Tsanawiyah Raudlatul Mubtadiin Ketapang Laok Sampang
مستخلص البحث
لقد اختيار العنوان للإجابة على ثلاثة أسئلة أساسية. كيف عملية التنفيذ من صلاة الضحى في المدرسة روضة المبتدئين كيتابانج لاوك سامبانج، كيف عملية تشكيل الانضباط من الطلاب بخلال الأنشطة صلاة الضحى في المدرس روضة المبتدئين كيتابانج لاوك سامبانج وكيف النتيجة من تشكيل الانضباط للطلاب من خلال الأنشطة صلاة الضحى في المدرسة الثانوية روضة المبتدئين.
هدف الكتاب للبحث في المدرسة روضة المبتدئين أنه إرادة لدراسة ما حدث ويحدث، مرتبطا بحال الانضباط لطلاب المدرسة الثانوية روضة المبتدئين من حيث العبادة وليس من حيث الدراسة فقط.
استخدم هذا البحث المنهج الوصفي النوعي. على أساس المقابلات إلى رئيس المدرسة والمعلمين في المدرسة الثانوية روضة المبتدئين، وكذلك من خلال عملية الملاحظة والتوثيق لتعزيز البيانات المحصولة عليها. ثم تحليل النتائج بالنهج النوعي الوصفي.
تشير نتائج هذا البحث إلى أن عملية التنفيذ صلاة الضحى في المدرسة الثانوية روضة المبتدئين كيتابانج لاوك سامبانج وهي: أ) التعود بصلاة الضحى، ب) التعود بقراءة الدعاء بعد صلاة الضحى، ج) الجدول لإقامة قلتم للطلاب. أما العملية من تشكيل الانضباط للطلاب من خلال: أ) المراقبة أو المحاسبة، ب) نظام الترتيب للمدرسة، ج) جائزة أو مكافأة، د) إعقاب للطلاب الذين ينتهكون. والنتيجة من تشكيل الانضباط بخلال الأنشطة صلاة الضحى هي: الطلاب هم أكثر جدا وانضباطا في أنشطة المدرسة ليس في صلاة الضحى وحدها.
ABSTRACT
The title was selected to answer three fundamental questions. How the process of implementation of the the activities of Dhuha Prayer in Madrasah Raudlatul Mubtadiin Ketapang Laok Sampang, How the process of formation of attitude of students’ discipline through the activities of Dhuha Prayer in Madrasah Raudlatul Mubtadiin Ketapang Laok Sampang and How results from the formation of attitude of students’ discipline through the activities of Dhuha Prayer in Madrasah Tsanawiyah Raudlatul Mubtadiin.
The aim of author in researching in Madrasah Raudlatul Mubtadiin was solely to study about what had been happening, in relation with the condition of students’ discipline of MTs Raudlatul Mubtadiin in worship not only in learning.
This research used qualitative descriptive approach. Basing on interview to the head of Madrasah and teachers of MTs Raudlatul Mubtadiin, as well as through observation and documentation to strengthen the results of the data obtained. The results of data was then analyzed by descriptive qualitatively approach.
Results of the research showed that the process of implementation of activities of Dhuha Prayer In MTs Raudlatu Mubtadiin Ketapang Laok Sampang namely: a) habituation of Dhuha Prayer, b) habituation of pray after the Dhuha Prayer was done, c) schedule of filling kultum for students. The process of attitude formation of students’ discipline was by: a) supervision or control, b) madrasah’ rules, c) gift or reward, d) punishment for rule breakers. And the results from the formation of attitude of discipline through the activities of Dhuha Prayer namely: students became more diligent and disciplined to the activities of madrasah not only in Dhuha Prayer.
ABSTRAK
Judul tersebut dipilih untuk menjawab tiga pertanyaan mendasar. Bagaimana proses pelaksanaan kegiatan sholat dhuha di Madrasah Raudlatul Mubtadiin Ketapang Laok Sampang, bagaimana proses pembentukan sikap disiplin siswa melalui kegiatan sholat dhuha di Madrasah Raudlatul Mubtadiin Ketapang Laok Sampang dan bagaimana hasil dari pembentukan sikap disiplin siswa melalui kegiatan sholat dhuha di Madrasaha Tsanawiyah Raudlatul Mubtadiin.
Tujuan penulis meneliti di Madrasah Raudlatul Mubtadiin semata-mata hanya ingin mengkaji tentang apa yang selama ini terjadi, terkait dengan kondisi kedisiplinan siswa Madrasah Tsanawiyah Raudlatul Mubtadiin dalam hal ibadah bukan hanya dalam hal belajar saja.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Dengan berdasarkan wawancara kepada kepala Madrasah dan guru-guru yang ada di Madrasah Tsanawiyah Raudlatul Mubtadiin, serta dengan melalui proses observasi dan dokumentasi untuk memperkuat hasil data yang diperoleh. Kemudian hasil data tersebut dianalisis dengan pendekatan deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses pelaksanaan Kegiatan Sholat Dhuha Di Madrasah Tsanawiyah Raudlatu Mubtadiin Ketapang Laok Sampang yaitu: a) pembiasaan sholat dhuha, b) pembiasaan membaca do’a setelah selesai sholat dhuha, c) jadwal mengisi kultum bagi siswa. Adapun proses pembentukan sikap disiplin siswa yaitu melalui: a) pengawasan atau kontrol, b) tata tertib madrasah, c) hadiah atau reward, d) pemberian hukuman bagi siswa yang melanggar. Dan hasil dari pembentukan sikap disiplin melalui kegiatan sholat dhuha yaitu: siswa lebih rajin dan disiplin terhadap kegiatan-kegiatan madrasah bukan hanya dalam sholat dhuha saja
Fostering Student’s Religious Character Through The Happying Of Congregational Dhuha Prayers At MTS Al-Iman Ngadirojo Wonogiri In 2022
Education is an awareness that is planned to organize learning conditions and implementation of learning so that students are active and apply their abilities spiritually, and have commendable character. Education is one of the activities carried out by humans in regulating the mind for the better in social sciences, knowledge and morals by applying what has been taught in religion so as to make humans change for the better. Education for students to increase their religious potential and shape them to become human beings who believe and fear the Almighty and have noble character.
This type of research is a field research with a descriptive qualitative approach. During the data collection process, the authors used the methods of interview, observation, and documentation. Meanwhile, the writer collects data, reduces data, and analyzes data by checking the data. The subject of this research is the development of students' religious character through Dhuha prayer activities at the congregation of MTs Al Iman Wonogiri in the 2022/2023 Academic Year. The results of the research conducted by the author are the development of religious character through dhuha prayer in congregation for students at MTs Al Iman Wonogiri, namely: performing dhuha prayer activities in congregation and reading and memorizing the Qur'an before carrying out teaching and learning activities. And the obstacles and solutions that occur to students and teachers who will be able to make an evaluation and improvement for the future
- …
