1,721,032 research outputs found
Pendekatan Helping Relationship Pada Management Komunikasi Untuk Meningkatkan Kinerja Pemasaran
Kesulitan Belajar Matematika Siswa Kelas V Pada Materi KPK dan FPB Di MIN Pandak Daun Kecamatan Daha Utara Kabupaten Hulu Sungai Selatan
Saudah. 2015. Kesulitan Belajar Matematika Siswa Kelas V Pada Materi KPK dan FPB Di MIN Pandak Daun Kecamatan Daha Utara Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Skripsi, Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Tarbiyah. Pembimbing: Siti Shalihah, S.pd.,Ms.
Penelitian ini menggambarkan tentang Kesulitan Belajar matematika Siswa Kelas V Pada Materi KPK dan FPB Di MIN Pandak Daun Kecamatan Daha Utara Kabupaten Hulu Sungai Selatan tahun pelajaran 2015/2016. Permasalahan yang dibahas dalam skripsi ini adalah di mana letak Kesulitan Belajar matematika Siswa Kelas V Pada Materi KPK dan FPB Di MIN Pandak Daun Kecamatan Daha Utara Kabupaten Hulu Sungai Selatan tersebut.
Subjek penelitian ini adalah seorang guru dan siswa kelas V di MIN Pandak Daun Kecamatan Daha Utara Kabupaten Hulu Sungai Selatan sebanyak 47 orang. Sedangkan Objek penelitian ini adalah kesulitan belajar matematika siswa kelas V pada materi KPK dan FPB di MIN pandak Daun Kecamatan Daha Utara Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi, wawancara, tes, angket dan dokumenter. Adapun teknik pengolahan data yang digunakan adalah editing, koding, tabulating dan interpretasi data kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif.
Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa kesulitan belajar matematika Siswa Kelas V Pada Materi KPK dan FPB Di MIN Pandak Daun Kecamatan Daha Utara Kabupaten Hulu Sungai Selatan yaitu kesulitan belajar KPK dan FPB pada peserta didik dapat dilihat dalam menyelesaikan soal cerita yaitu sebanyak 68,10%. maka kesulitan belajar yang di alami siswa cendrung kekeliruan dalam menyeleseaikan soal cerita. Faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar matematika siswa kelas V pada materi KPK dan FPB yaitu faktor guru: latar belakang pendidikan guru,pengalaman mengajar guru, faktor siswa meliputi minat belajar siswa, perhatian siswa, ketersediaan media, faktor sekolah, faktor keluarga, dan sarana dan prasarana
Pengembangan Diri Siswa Melalui Kegiatan ekstrakurikuler di SMP Negeri 1 Kertak Hanyar Kabupaten Banjar
Saudah, 2014, Pengembangan Diri Siswa Melalui Kegiatan ekstrakurikuler di SMP Negeri 1 Kertak Hanyar Kabupaten Banjar. Skripsi, Jurusan Kependidikan Islam Program Studi Bimbingan Konseling Islam, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. Pembimbing: Haris Fadillah, S.Pd, M.Pd.
Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya kegiatan ekstrakurikuler diharapkan dapat membantu membantu pengembangan diri tiap-tiap individu itu sendiri agar dapat berkembang secara bagus dan optimal agar tidak hanya cerdas dari bidang mata pelajaran saja akan tetapi juga dapat cerdas dalam hal kegiatan ekstrakurikuler di bawah bimbingan para pembina kegiatan ekstrakurikuler dan dorongan dari guru bimbingan konseling.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan dan pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler di SMP Negeri 1 Kertak Hanyar Kabupaten Banjar. Penelitian ini menggunakan penelitian lapangan (field reseach) bersifat kualitatif tentang pengembangan diri siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler.
Subjek dalam penelitian ini adalah 2 guru bimbingan konseling dan 7 orang guru pembina kegiatan ekstrakurikuler yang ada di SMP Negeri 1 Kertak Hanyar. Sedangkan obyek yang akan diteliti adalah perencanaan dan pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler untuk pengembangan diri siswa di SMP Negeri 1 Kertak Hanyar.
Dalam pengumpulan data penulis menggunakan beberapa teknik yaitu observasi, wawancara dan studi dokumenter. Semua data itu dikumpulkan kemudian diproses melalui reduksi data, display data, verivikasi (kesimpulan).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler di SMP Negeri 1 Kertak Hanyar sudah terlaksana. Pengembangan diri siswa juga tergantung pada minat anak itu sendiri apakah ingin berkembang atau tidak, kegiatan ekstrakurikuler yang ada di SMP Negeri 1 Kertak Hanyar Kabupaten Banjar berjumlah 6 bidang yakni Bidang Olahraga (Basket dan Futsal), Pramuka, Karate, PMR, UKS, dan Paskibra
NILAI-NILAI ASKRIPTIF INTERAKSIONIS DALAM DINAMIKA PERILAKU KOMUNIKASI PEDAGANG DI PASAR TRADISIONAL
The background of the research was the fact that traditional market traders confront a various problem especially with regard to the mushrooming of newly-established modern market. An effective interpersonal communication skill by traditional market traders was a necessary requirement to tackle the problem. Only through this personal capacity can they achieve their dream of reaping economic profit as well as social ones such as equipping their selves to enable them to interact effectively with their colleague merchants. But this capacity will never materializes unless they were well trained in ascriptive-interactionist ability. It is their capacity to both perform their economic activities rationally based on their rigid economic calculation as well as carry out their job irrationally based on social benefit. The later was accomplished for mere social betterment disregarding its economic advantages. The research was aimed at investigating the development this ascriptive-interactionist behavior among traditional market merchant especially with regard to their social interaction activities with other stakeholders to maintain their existence to live within their complex environment. Utilizing subjective etno-methodology, the research’s objectives were to explicate the problem deeper. This was so for the purpose of contributing to the development of social communication concepts especially in the area of the development of theories of social economic interaction within traditional market. The research results will benefit the traditional market stakeholders such as government agencies to empower traders in term of their economic as well social prosperity so that to preserve their unique characteristics while at the same time empowering their economic benefit.
Keywords: ascriptive interactionist, communication behavior, traditional market trader
Contemporariest Symbolics Pada Perilaku Bisnis Pedagang Di Lingkungan Pasar Tradisional
Trader's business behavior in the traditional market environment is reflected in the
behavior that appears in the interaction built with other parties. The uniqueness that is
highlighted is the trade situation that can not be separated from face to face communication
directly, began to be supported by advances in the field of communication technology.
Contribution in building interaction among the parties involved is able to generate trust so that
communication occurs continuously. What is in the business of the traditional market shows a
recognizable and recognizable identity, by seeing the communication style of the merchant, the
utilization of the communication tool, the accessories used, and the means of transportation.
They are all symbols inherent in the life of the merchant, reflecting the life of the merchant.
Meaning of the symbol by others is not much different, because people have the ability to give
meaning and assessment of a person. This is the uniqueness of the merchant that is reflected in
the daily behavior in the traditional market environment
penyelesaian pembiayaan bermasalah pada PT Bank BNI Syariah kantor cabang Banjarmasin
Saudah. 2015. Penyelesaian Pembiayaan Bermasalah Pada Bank BNI Syariah Banjarmasin. Skripsi, Jurusan Perbankan Syariah, Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam. Pembimbing (I) Dra. Hj. Rusdiyah, MHI. Pembimbing (II) Sulaiman Kurdi, S.Ag., MSI.
Penelitian ini dilatarbelakangi terjadinya pembiayaan bermasalah pada Bank BNI Syariah Banjarmasin. Terjadinya penunggakan pembayaran selama 60 hari dan juga penunggakan 6 bulan. Dari jumlah total semua nasabah pembiayan sejak bulan Maret sampai Mei 2015 ada terdapat 185 nasabah pembiayaan. Dari 185 nasabah pembiayaan terdapat 10 pembiayaan bermasalah pada Bank BNI Syariah Banjarmasin. Dari 10 nasabah yang penulis jadikan responden terdapat 3 nasabah saja karena nasabah ini mengalami penunggakan pembayaran.
Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan pembiayaan bermasalah pada Bank BNI Syariah Banjarmasin dan untuk mengetahui proses maupun upaya yang dilakukan oleh pihak Bank BNI Syariah Banjarmasin agar pembiayaan bermasalah itu dapat diseleasaikan dengan baik.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research), dimana penelitian dilakukan secara langsung ke lapangan dengan mendatangi objek penelitian untuk melakukan wawancara terhadap karyawan Bank BNI Syariah Banjarmasin untuk mendapatkan data-data, informasi dan keterangan-keterangan yang diperlukan dalam penulis skripsi ini.
Dari hasil penelitian didapatkan bahwa faktor penyebab pembiayaan bermasalah adalah (1) kondisi usaha nasabah yang lagi turun, (2) banyak berhutang ditempat lain, (3) adanya i’tikad kurang baik, (4) kurang cakap dalam mengelola usahanya, (5) bencana alam, (6) penundaan pembayaran, (7) kurang teliti dalam memberikan pembiayaan (8) tidak meliti berkas secara maksimal dan tidak mensurvey, (9) terlalu mudah memberikan pembiayaan, (10) kurangnya komunikasi dengan nasabah. Penyelesaian pembiayaan bermasalah, Bank BNI Syariah Banjarmasin dengan memperketat analisa 5C dan menggunkan SP 1,2 dan 3. Dalam tahap tersebut pihak bank terus melakukan komunikasi atau menjalin mitra dengan nasabah agar dapat lebih jelas mengetahui penyebab nasabah tidak dapat memenuhi kewajibanya kepada pihak bank. Apabila tahapan tersebut masih tidak bisa diatasi maka pihak bank akan menerapkan cara 3R (Resceduling, Reconditioning, dan Restrukturing) untuk menyelesaikan pembiayaan bermasalah bias juga dengan melelang jaminan nasabah. Sebelum pihak bank melakukan lelang terhadap jaminan nasabah, pihak bank akan menawarkan kepada nasabah mengenai jaminannya apakah nasabah sendiri yang akan menjual jaminannya atau pihka bank yang akan melelang
Pelaksanaan Bimbingan Konseling di SMAN 1 Candi Laras Selatan, Skripsi, Fakultas Tarbiyah, Jurusan Kependidikan Islam
Saudah, 2010, Pelaksanaan Bimbingan Konseling di SMAN 1 Candi Laras Selatan, Skripsi, Fakultas Tarbiyah, Jurusan Kependidikan Islam, Program Studi Bimbingan Konseling Islami, Pembimbing (1) Drs. H. Haderani, M.Pd.I (2) Isny Lellya, M.Ag
Penelitian ini mengemukakan tentang pelaksanaan bimbingan dan konseling di SMAN 1 Candi Laras Selatan tahun ajaran 2009-2010, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pelaksanaan bimbingan konseling di SMAN 1 Candi Laras Selatan dan faktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan pelaksanaan konseling di SMAN 1 Candi Laras Selatan.
Berdasarkan perumusan masalah di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan bimbingan dan konseling serta faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pelaksanaan bimbingan dan konseling di SMAN 1 Candi Laras Selatan.
Subjek dalam penelitian ini adalah 1 orang guru bimbingan konseling di SMAN 1 Candi Laras Selatan, sedangkan objek penelitian ini adalah pelaksanaan bimbingan konseling di SMAN 1 Candi Laras Selatan dan faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaannya. Responden dalam penelitian ini adalah 1 orang guru bimbingan konseling sedangkan yang menjadi informan adalah guru-guru dan sebagian tenaga tata usaha.
Usaha mengumpulkan data di lapangan menggunakan teknik wawancara observasi, dan dokumenter. Setelah data diolah akhirnya disajikan dan di analisis dengan menggunakan metode deskriftif dalam bentuk naratif.
Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa pelaksanaan bimbingan konseling di SMAN 1 Candi Laras Selatan meliputi dari pelaksanaan bimbingan dan konseling serta jenis-jenis layanan dari pelaksanaan bimbingan dan konseling. Ini terihat dari hasil penelitian bahwa dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling adanya program kerja dari bimbingan dan konseling. Pelaksanaan bimbingan dan konseling ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yakni faktor guru bimbingan (konselor), yaitu latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja bimbingan, faktor sarana dan prasarana yaitu pengumpul data siswa, penyimpanan data, pelaksanaan bimbingan dan konseling, perlengkapan administrasi serta perlengkapan yang cukup memadai dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling
Kiat Guru Pendidikan Agama Islam dalam Mengimplementasikan Pendidikan Akhlak pada Siswa di SMP Negeri 1 Sungai Tabuk Kecamatan Sunagi Tabuk Kabupaten Banjar
Saudah. 2011. Kiat Guru Pendidikan Agama Islam dalam Mengimplementasikan Pendidikan Akhlak pada Siswa di SMP Negeri 1 Sungai Tabuk Kecamatan Sunagi Tabuk Kabupaten Banjar. Skripsi, Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah. Pembimbing: (I) Drs. M. Ramli AR, M.Pd., (II) Drs. H. Suriagiri, M.Pd.
Penelitian ini mengemukakan tentang kiat guru Pendidikan Agama Islam dalam mengimplementasikan pendidikan akhlak pada siswa di SMP Negeri 1 Sungai Tabuk Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar. Masalah yang ingin digali adalah tentang bagaimana kiat guru Pendidikan Agama Islam dalam mengimplementasikan pendidikan akhlak pada siswa dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.
Subjek dalam penelitian ini guru Pendidikan Agama Islam yang berjumlah 5 orang. Sedangkan objek dalam penelitian ini adalah kiat guru Pendidikan Agama Islam dalam mengimplementasikan pendidikan akhlak pada siswa di SMP Negeri 1 Sungai Tabuk Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumenter. Teknik analisis data menggunakan metode deskriptif yang bertujuan melengkapi uraian dengan membuat deskripsi dan analisis tentang kiat gura Pendidikan Agama Islam dalam mengimplementasikan pendidikan akhlak pada siswa di SMP Negeri 1 Sungai Tabuk Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, kiat guru PAI dalam mengimplementasikan pendidikan akhlak pada siswa di SMP Negeri 1 Sungai Tabuk Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar yaitu: keteladanan, pemberian poin dan kegiatan jum’at religius. Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhinya pertama dari kepala sekolah, guru yang meliputi: kepribadian, latar belakang pendidikan dan pengalaman mengajar. Faktor siswa yakni: sikap kejiwaan yang sudah terbentuk dan pengetahuan awal yang dimiliki. Faktor lingkungan yakni lingkungan sekolah, keluarga dan lingkungan masyarakat. Secara umum semua faktor-faktor di atas telah terpenuhi dengan baik dan mendukung pendidikan akhlak itu
PROBLEMATIKA PRILAKU NARSISTIK PADA REMAJA DALAM BERMEDIA SOSIAL
Maraknya perilaku narsistik dikalangan remaja terjadi bukan tanpa sebab. Perilaku ini sering kali dikaitkan dengan penggunaan media sosial yang dapat dengan mudah diakses oleh kalangan muda mudi saat ini. Perilaku narsistik dapat menjadi masalah ketika orang mementingkan diri sendiri, terlalu mengagumi persetujuan orang lain, dan acuh tak acuh terhadap kepekaan orang lain. Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini adalah dengan metode studi literatur. Data yang digunakan pada artikel ini bersumber dari jurnal, artikel ilmiah, hasil penelitian berupa skripsi serta literatur lain yang memuat tentang perilaku narsistik pada remaja. Berdasarkan hasil studi literatur, munculnya perilaku narsistik pada remaja ketika mereka merasa tidak nyaman dan memiliki harga diri yang rendah, sehingga mereka melakukan perilaku narsis untuk mendapatkan kenyamanan dan penghargaan dari orang lain. Narsistik yang terjadi pada remaja muncul ketika mereka merasa tidak nyaman pada diri sendiri, mencari perhatian, kebutuhan untuk dikagumi dan beberapa faktor lain. Jika dibiarkan berlarut-larut, tentu akan membuat individu tidak bahagia dan semakin bingung karena segala macam emosi berkecamuk di dalam dirinya
Personal factors on the behavior of interactionist traders in a traditional market environment and semi modern (ethnographic study on the market in Malang regency)
This dissertation research that has been done, obtained financial support from the
Ministry of DP3M Ministry of Technology Research and Higher Education of the
Republic of Indonesia in year 2017. The results of this interactionist behavior of traders
research, was to respond to the insufficiency of structured studies of market status
changes from traditional status toward semi-modern. The reality of increasing status of
the perpetually growing market is solely determined by the physical facilities and the
quantity number of the commodity. This view has been deteriorated by market
participants themselves, because in fact it is not just a commodity transaction markets
with all the facilities, but positioning market institutions that offer new norms. Put in
depth about the market culture, the more it is revealed the important role of the traders
lead as the actor that drives the changes in the social structure of the market. Even the
trader’s personal factors are contributing in shaping new identity with its own
characteristics. Using ethnographic studies as well as the participatory approach of the
semi-participative survey, then during the process of the research it is easy to expose
the data of 16 informants, and systematically follow the movement in four (4) of the
trade network of the vegetables. The snowball technique surely supports the
application of qualitative interactive analysis, so that the verification of the analysis
results can be directly discussed. Results of the study can be described as follows: (1)
personal factors that encourage the growth of the trade’s interactionist behavior which
is dominated by the closeness, openness, and commitment; (2) the concept of selftraders represent its position as regulator of the commodity chain supply; (3) the
presentation of self-traders reflected on the assertive style in building relationships
with other merchants; (4) the communication behavior using symbols of the cultural
context of the low and the high context on constant basis; (5) the communication
pattern occurs in a similar structured conventional on commodities traders; and (6)
mobile media is used to interact with the other traders outside the market
- …
