1,720,991 research outputs found

    ANALISIS PENGARUH BAURAN PRODUK TERHADAP MOTIVASI KUNJUNGAN WISATAWAN (STUDI KASUS MUSEUM TEKSTIL, JAKARTA)

    Full text link
    There were few studies concerning product mix. The research object of this study was Museum Textile Jakarta, where researcher was enthusiastic to observe the influence of product mix towards motivation of tourists visit. The research showed the researcher desire as well to museum tourism which Indonesian did not interest much to visit them, it was contrary with European for instance. Hopefully, this research was able to enhance Indonesian motivation to love more museum world thus coming to visit them eventually. The research reviewed 5 product mix variables (X), i.e., Type, Quality, Packaging, Positioning and Service and 2 motivation variables (Y), i.e., push factors and pull factors. From Stepwise method, result obtained was the most influence variable of X variable towards Y variable was Packaging

    PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SEJARAH DENGAN STRATEGI PEMBELAJARAN INSIDE-OUTSIDE CIRCLE

    Full text link
    Penelitian dilakukan dalam bentuk penelitian tindakan kelas dengan dua siklus, mengetahui bagaimana prestasi belajar peserta didik dengan Strategi pembelajaran Inside-Outside Circle (IOC), apakah dengan strategi pembelajaran Inside-Outside Circle (IOC) dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik dengan kompetensi dasar.  Hasil penelitian siklus I hasil Hasil Belajar Siklus I pada  aspek pengetahuan baru mencapai 28 peserta didik (77,78%), siklus II meningkat mencapai 32 peserta didik (88,89%), aspek ketrampilan pada Siklus I 24 peserta didik (66,67%) pada Siklus II mencapai 32 peserta didik (88,89%), pada aspek  sikap tuntas lima karakter bangsa 30 peserta didik (83,33%),   pada siklus II aspek  sikap tuntas lima karakter bangsa 33 peserta didik (91,67%). Simpulan hasil penelitian ini adalah: 1)proses pembelajaran menggunakan strategi pembelajaran Inside – Outside Circle (IOC) dapat dapat diketahui prestasi belajarnya 2) terjadi peningkatan kompetensi dasar; dan 3) terbukti ada kebenaran antara teori yang disampaikan oleh Ahli Ilmu pendidikan dan Permendikbud dengan proses pembelajaran dalam upaya peningkatan Hasil Belajar. Penelitian dilakukan dalam bentuk penelitian tindakan kelas dengan dua siklus, mengetahui bagaimana prestasi belajar peserta didik dengan Strategi pembelajaran Inside-Outside Circle (IOC), apakah dengan strategi pembelajaran Inside-Outside Circle (IOC) dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik dengan kompetensi dasar.  Hasil penelitian siklus I hasil Hasil Belajar Siklus I pada  aspek pengetahuan baru mencapai 28 peserta didik (77,78%), siklus II meningkat mencapai 32 peserta didik (88,89%), aspek ketrampilan pada Siklus I 24 peserta didik (66,67%) pada Siklus II mencapai 32 peserta didik (88,89%), pada aspek  sikap tuntas lima karakter bangsa 30 peserta didik (83,33%),   pada siklus II aspek  sikap tuntas lima karakter bangsa 33 peserta didik (91,67%). Simpulan hasil penelitian ini adalah: 1)proses pembelajaran menggunakan strategi pembelajaran Inside – Outside Circle (IOC) dapat dapat diketahui prestasi belajarnya 2) terjadi peningkatan kompetensi dasar; dan 3) terbukti ada kebenaran antara teori yang disampaikan oleh Ahli Ilmu pendidikan dan Permendikbud dengan proses pembelajaran dalam upaya peningkatan Hasil Belajar.&nbsp

    Pelayanan Tuan Rumah Homestay dalam Mendukung Pengembangan Pariwisata Berbasis Masyarakat (Community Based-Tourism) di Desa Wisata Wates Jaya, Kabupaten Bogor

    Full text link
    During pandemic, people still want to take some vacation. Desa wisata  is an alternative of tourism destinations to go without connecting to many  people simultaneously. Spending time by staying at homestay is an  alternative way for tourists to do their vacations. The purpose of this  study was to know how the service of homestay’s host gave its support to  the development of community based-tourism in Desa Wisata Wates Jaya,  Kabupaten Bogor. This study was conducted by using Purposive  Sampling sample technique and descriptive-qualitative method which  will result in findings without the assistance of statistical procedure or  form of calculations in its analysis. The primary data of this study wascarried out through interviews and observation. While secondary data  was taken from various written sources and documentation. The theory  used was according to Zithaml dan Bitner (1996), that service has 5 (five)  aspects, namely reliability, assurance, tangible, empathy and  responsiveness. The result of this study could be concluded that the  service of homestay’s host in supporting the development of community  based-tourism in Desa Wisata Wates Jaya, Kabupaten Bogor wasconsidered still had lacks of the 5 aspects mentioned-abov

    HUBUNGAN EXTENDED SPECTRUM β-LACTAMASE, PLASMID, VAR GEN blaTEM, blaOXA2, blaCTX DAN MexAB-OprM EFFLUX PUMP DENGAN RESISTENSI BAKTERI PSEUDOMONAS AERUGINOSA

    Full text link
    Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui hubungan resistensi Pseudomonas aeruginosa dengan keberadaan extended spectrum β-lactamase (ESBL), plasmid, var gen blaTEM, blaOXA2, blaCTX dan efflux pump MexAB-OprM pada bakteri. Penelitian ini dilakukan pada bakteri yang diisolasi dari sampel klinik terhadap beberapa jenis antibiotik β-laktam. Frekuensi isolat P. aeruginosa yang menghasilkan ESBL, memiliki plasmid, var gen blaTEM, blaOXA2, blaCTX dan efflux pump MexAB-OprM dan hubungannya dengan kejadian resistensi bakteri dianalisis menggunakan Chi-Square, dan kebermaknaan diambil pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resistensi tertinggi P. aeruginosa adalah terhadap antibiotik Sefotaksim. Bakteri P. aeruginosa yang menghasilkan ESBL, memiliki plasmid, memiliki var gen blaTEM, blaOXA2 dan blaCTX pada plasmid memiliki peluang yang sangat tinggi untuk mengalami resistensi terhadap antibiotik β-laktam (p0.05) antara resistensi P. aeruginosa dengan adanya var gen blaTEM, blaOXA2, blaCTX pada DNA dan efflux pump MexAB-OprM. Dari penelelitian ini dapat disimpulkan bahwa ESBL, plasmid, var gen blaTEM, blaOXA2 dan blaCTX pada plasmid merupakan faktor utama penyebab terjadinya resistensi P. aeruginosa terhadap antibiotik β-Laktam, sedangkan var gen blaTEM, blaOXA2 dan blaCTX pada DNA serta efflux pump MexAB-OprM tidak menentukan resistensi bakteri ini. Kata kunci : P. aeruginosa, resistensi, ESBL, plasmid, var gen blaTEM, blaOXA2, blaCTX, efflux pump MexAB-OprM. ABSTRACT THE RELATIONSHIP BETWEEN EXTENDED SPECTRUM β-LACTAMASE, PLASMID, VAR GEN blaTEM, blaOXA2, blaCTX AND MexAB-OprM EFFLUX PUMP AND Pseudomonas aeruginosa RESISTANCE Rustini Research has been conducted to determine the relationship between Pseudomonas aeruginosa resistance to the presence of extended spectrum β-lactamase (ESBL), plasmid, var gene blaTEM, blaOXA2, blaCTX and MexAB-OprM efflux pump in bacteria. P aeruginosa that was isolated from clinical samples and several types of β-lactam antibiotics were used in this study. The frequency of P. aeruginosa isolates that has a plasmid, var gene blaTEM, blaOXA2, blaCTX and MexAB-OprM efflux pump and its relationship with the incidence of bacterial resistance were analyzed using Chi-Square. The significance was taken at the 95% confidence level. P. aeruginosa that produce ESBL, plasmid, having var genes blaTEM, blaOXA2 and blaCTX on plasmid are the most probable to develop resistance to β-lactam antibiotics, especially against Cefotaxime. Furthermore, there is no relationship between the presence of var gene blaTEM, blaOXA2, blaCTX on plasmid and MexAB-OprM efflux pump to P. aeruginosa resistance. From this study it can be concluded that ESBL, plasmid, var gene blaTEM, blaOXA2 and blaCTX in plasmid are the main factors to cause P. aeruginosa resistance to β-Lactam antibiotics. While var genes blaTEM, blaOXA2 and blaCTX in DNA and MexAB-OprM efflux pump do not determine this bacterial resistance. Keywords: P. aeruginosa, resistance, ESBL, plasmid, var gene blaTEM, blaOXA2, blaCTX, MexAB-OprM efflux pump

    Kajian Teologis-Pedagogis-Metafora Ratu Adil di Gereja Kristen Jawa Kabupaten Banyumas dan Implikasinya dalam Pendidikan Kristen

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan mengkaji secara teologis, pedagogis, metafora ratu adil di Gereja Kristen Jawa Kabupaten Banyumas dan implikasinya dalam pendidikan Kristen. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi dengan metode kualitatif deskritif. Hasil pengamatan dari berbagai informan, literatur dan kajian pustaka menunjukkan, orang Kristen Jawa mengharapkan ratu adil secara fisik memerintah sebagai ratu ditanah Jawa, dimana dalam pemerintahannya membawa keadilan, kedamaian, kemakmuran, kesejahteraan, secara politik, ekonomi dan sosial. Pengharapan tersebut secara rohani sudah menjadi kenyataan, Yesus sudah menjadi ratu memerintah dihati orang percaya, namun secara fisik masih metafora, kedatanganNya masih ditunggu untuk memerintah secara universal dalam kerajaan Millenium, kegenapan kedatanganNya dinubuatkan Alkitab dalam 2 Samuel 7:12- 13,16; Lukas 1:31-33, siapa saja kelak akan merasakan dampak pemerintahanNya yang adil. Pendidikan Kristen mendasarkan pengajarannya hanya pada Alkitab yang adalah Firman Allah, pribadi Yesus menjadi teladan pemimpin, pendidik yang adil dan rendah hati, terbukti walaupun Dia berkuasa, tidak main kuasa, sebaliknya rela menyerahkan nyawaNya, mati disalib berkorban bagi umat manusia. Kata Kunci: Teologis, Pedagogis, Metafora, Ratu Adil. / This research aimed to conduct theological and pedagogical investigations on the Justice Queen metaphor in Gereja Kristen Jawa, Banyumas Regency and its implications on Christian pedagogy. The phenomenology approach was applied with a descriptive qualitative method. The results of observing multiple informants and reviewing literature showed that Javanese Christian people were expecting the physical presence of Justice Queen as the ruler in Java land, and her reign would bring about justice, peace, prosperity, and welfare in politic, economic, and social elements of the society. While this expectation was fulfilled in a spiritual sense when Jesus reigned as the King in the heart of the believers, His coming is still anticipated as the universal ruler in the Millennium era. The consummation of His coming was prophesized in 2 Samuel 7:12-13,16 and Luke 1:31-33, and every soul will feel the impact of His just reign. Christian pedagogy is based its teaching solely on the Bible as the Word of God, Jesus Himself as the archetype Leader, a humble and just Teacher. It is evident that despite His authority, Jesus never abused His power, but instead surrendered His life and died at the cross as the Savior of humanity. Keywords: Theological, Pedagogical, Metaphor, the Justice Quee

    THE CORRELATION BETWEEN FOREIGN LANGUAGE ANXIETY AND SPEAKING ACHIEVEMENT OF THE EIGHTH GRADE STUDENTS OF MADRASAH TSANAWIYAH PARADIGMA PALEMBANG.[SKRIPSI]

    Full text link
    The main purpose of the present study was to empirically investigate the possible correlation and the influence between students‘ foreign language anxiety and speaking achievement. All the eighth grade students of Madrasah Tsanawiyah Paradigma Palembang were selected as the sample. Speaking test was done to measure students‘ speaking achievement. By using oral Proficiency categories from Brown (2004) students‘ speaking achievement was scored in terms of the four subskills of vocabulary, grammar, pronunciation, and fluency. Furthermore, Foreign Language Classroom Anxiety Scale (FLCAS) questionnaire developed by Horwitz, Horwitz and Cope (1986) was used to measure foreign language anxiety containing 33 items. Pearson Product-Moment was used to find out the correlation between variables. The result showed that there was no significant correlation between students‘ foreign language anxiety and their speaking achievement with r= .017. It indicated that H0 was accepted and Ha was rejected. This study could have implications for English language teachers, students and future researchers

    Penerapan Penjatuhan Sanksi Pidana Tambahan Pencabutan Hak Politik Terhadap Pelaku Tindak Pidana Korupsi Dalam Prespektif Hak Asasi Manusia

    Full text link
    Tindak pidana korupsi merupakan extraordinary crimes, maka perlunya pengaturan dan penerapan perangkat-perangkat hukum yang memadai (proporsional) dan bersifat luar biasa (comprehensive extraordinary measure). Langkah yang tegas dan sanksi yang berat sangat diperlukan untuk memberikan efek jera. Selain mengatur pidana pokok Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi juga mengatur dengan tegas sanksi pidana tambahan yang dikenakan terhadap pelaku korupsi salah satunya adalah Pencabutan seluruh atau sebagian hak-hak tertentu dalam hal ini hak politik memilih dan dipilih dalam jabatan publik. Akan tetapi mencabutan hak tertentu dalam konteks Hak Politik terpidana kasus korupsi bertentangan dengan aturan di dalam Konvenan Internasional Hak-hak Sipil dan Politik yang menyatakan beberapa hak yang tidak dapat dikurangi dalam diri manusia salah satunya adalah Hak Memilih dan dipilih pada pemilihan umum.Fokus permasalahan dalam penelitian ini adalah Bagaimana pengaturan pencabutan hak politik terpidana tindak pidana korupsi dalam prespektif Hak Asasi Manusia, Bagaimana penerapan penjatuhan sanksi pidana tambahan pencabutan hak politik terhadap pelaku tindak pidana korupsi dan Bagaimana pengaturan mengenai pencabutan hak politik terpidana kasus korupsi pada masa yang akan datang, Metode yang digunakan dalam Penelitian ini adalah penelitian hukum normatif yaitu Penelitian yang menggunakan bahan-bahan hukum dari penelitian kepustakaan yang dikumpulkan dari bahan-bahan hukum yang meliputi bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa Pencabutan Hak untuk memilih dan dipilih bagi koruptor tidak melanggar hak asasi manusia karena termasuk dalam kategori derogable rights atau hak yang bisa dilanggar penegak hukum, dalam hal ini hakim yang memutuskan, dalam rangka penegakan hukum dan rasa keadilan masyarakat hal ini sejalan aturan didalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, Penjatuhan Pidana Tambahan Pencabutan hak memilih dan dipilih tanpa adanya jangka waktu berlakunya vonis pencabutan hak memilih dan dipilih merupakan salah satu bentuk pelanggaran HAM, hal ini sejalan dengan ketentuan Pasal 38 ayat 1 KUHP yang menyatakan mencabut hak tersebut secara utuh, yang seharusnya hanya dibatasi dalam jangka waktu tertentu dan Konsep ideal kedepan ialah perlu adanya pengaturan mengenai pencabutan hak politik terpidana kasus korupsi dengan diberikan  jangka waktu batasan pencabutan hak politiknya menjadi 10 tahun sejak terpidana selesai menjalankan hukumannya

    The Resemblance of the Arrival of the Queen of Justice in Jongko Joyoboyo with the Second Coming of Jesus Christ as King in the Bible

    Full text link
    The purpose of this study was to find resemblance between Jayabhaya’s predictions about the arrival of the Queen of Justice and the second coming of Christ as the King who will rule His people on earth according to the biblical prophecy. Jongko Joyoboyo has been known for centuries as the figure who builds trust for a better life among Javanese people. Prophecies that contained sociological observations of changes in social life have ensured that they are now remembered, believed, and even taught from generation to generation. This study used descriptive qualitative methods and historical research. The results of observations and literature review have identified some resemblance between Jongko Joyoboyo and biblical prophecies. Keywords resemblance; jongko joyoboyo; queen of justice; biblical prophec
    corecore