11 research outputs found

    PERENCANAAN STRUKTUR PERKERASAN LENTUR MENGGUNAKAN METODE AASHTO 1993 DAN METODE BINA MARGA 2017 DI JALAN H.T. RIZAL NURDIN STA 0+000 S/D STA 1+000 KAB. SERDANG BEDAGAI

    No full text
    Kelancaran arus jalan merupakan salah satu aspek penting dalam mendukung kemajuan suatu wilayah. Jalan H.T. Rizal Nurdin, yang terletak di Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara, adalah salah satu ruas jalan untuk mengakses ke tempat wisata pantai cermin dan lahan perkebunan sawit PTPN IV. Namun, seiring berjalannya waktu, kondisi fisik Jalan H.T. Rizal Nurdin mengalami kerusakan pada struktur jalan karena peningkatan beban berlebih pada infrastruktur perkerasan jalan. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan ulang yang baik agar tidak terjadi kembali kerusakan struktur perkerasan jalan yang diakibatkan oleh beban berlebih. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perencanaan struktur perkerasan lentur berdasarkan beban lalu lintas jalan menggunakan metode AASHTO 1993 dan metode Bina Marga 2017 pada ruas jalan H.T. Rizal Nurdin Sta 0+000 S/D Sta 1+000. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Metode Bina Marga 2017 didapat tebal lapis permukaan aus AC-WC (Asphalt Concrete-Wearing Course) 4 cm, lapis permukaan antara AC-BC (Asphalt Concrete-Binder Course) 6 cm, lapis pondasi AC-Base (Asphalt ConcreteBase) 0 cm, dan Lapisan Pondasi Agregat (LPA) kelas A 40 cm sedangkan metode AASHTO 1993 didapat tebal lapis permukaan Laston MS 744 11 cm, lapis pondasi atas Batu Pecah Kelas B32 cm, dan lapis pondasi bawah Sirtu Kelas B64 cm, dan dapat disimpulkan bahwa Metode Bina Marga 2017 memiliki tebal total perkerasan lebih tipis dibanding dengan Metode AASHTO 1993

    PENGARUH TIANG BRACING PADA STRUKTUR RUMAH TRADISIONAL NIAS SELATAN

    No full text
    Rumah tradisi yang ada di Indonesia dibangun dengan cara adat dan selalu beradaptasi dengan kondisi alam serta lingkungannya. Kondisi geografis yang berbeda menghasilkan rumah yang terbangun akan memiliki struktur konstruksi yang berbeda. Demikian halnya dengan rumah tradisional Nias Selatan, secara geografis Pulau Nias berada dekat dengan patahan gempa indo-australia dan eurasia. Terbukti dengan banyaknya tiang bracing pada rumah tradisional Nias Selatan, adalah hasil karya dari pengalaman masyarakatnya dalam  menghadapi bencana gempa.Tujuan penelitian untuk melakukan pengkajian struktur bawah rumah tradisional  Nias Selatan, dengan mengidentifikasi pengaruh tiang bracing melalui pengukuran geometrik rumah dan analisa struktur dengan metode numerik menggunakan perangkat lunak, sehingga diperoleh gambaran strukturbangunannya.Hasilnya adalah analisa struktur dengan dan tanpa bracing menggunakan metode numerik struktur rumah tradisional Nias Selatanyang dapat menjadi acuan atau sumber data pada penelitian selanjutnya, khususnya perilaku sistem struktur bangunan tradisional dalam stabilitasnya terhadap beban gempa

    ANALISIS PENGUKURAN BATIMETRI DAN PASANG SURUT UNTUK MENENTUKAN KEDALAMAN SUNGAI BATANG HARI PROVINSI JAMBI

    No full text
    Sungai batanghari merupakan salah satu sungai terpanjang di Pulau Sumatera yang terletak pada Provinsi Jambi dan Sumatera Barat. Perkembangan kemudian lintas perdagangan dan bertambahnya arus transportasi maka dilakukan usaha pengembangan fasilitas- fasilitas khususnya yang berkaitan dengan pembangunan Breasting Dolphin serta Mooring Dolphin yang direncanakan di lokasi Batimetri ini. dalam hal ini dilakukan analisis pengukuran batimetri dan pengamatan pasang surut di Sungai batanghari buat menentukan kedalaman secara terencana. Data pasang surut selama lima piantan dianalisis dengan metode admiralty dan pengukuran kedalaman sungai yg ditentukan sinkron draft (sarat kapal) kapal maksimum yang direncanakan. ke 2 data tadi akan dikombinasikan terhadap ruang kebebasan bruto sebesar 7% asal draft maksimum. dengan memperhitungkan gerak kapal sebab dampak alam mirip gelombang, angin, dan pasang surut; kedalaman sungai batanghari ialah 1,1 kali draft kapal pada muatan penuh pada bawah elevasi muka air rencana. Dasar sungai batanghari, homogen-homogen bermorfologi flat to almost flat (homogen/ hampir rata) dengan nilai kelerengan berkisar 1,278-1,547 % serta memiliki kedalaman 2,980-20,06 m. Sedangkan tipe pasang surut sungai batanghari artinya pasang surut harian tunggal (diurnal tide); menggunakan nilai datum yang didapat menjadi berikut: MSL 2,19 m, LLWL -0,22 m, HHWL 9,06 m, dan Z0 5.43 m dengan nilai FORMZAHL 1,55 M. Dimana jenis kapal sudah ditentukan dari pihak PT. MITRA ANUGERAH PELABUHAN yang diizinkan bersandar didolphin yang sudah direncanakan perusahaan tadi. kemudian sesuai data batimetri yang sudah dikoreksi pasang surut data kedalaman sungai batanghari yang berada pada bawah 3 m; wajib dilakukan pengerukan

    ANALISIS PERBANDINGAN STRUKTUR KOLOM BULAT DAN KOLOM PERSEGI TERHADAP KEKUATAN DAN BIAYA

    No full text
    Kolom merupakan elemen vertikal suatu struktur yang berfungsi menahan beban aksial dan momen sebagai akibat dari beban gravitasi dan beban lateral yang bekerja pada struktur. Oleh karena itu, kolom memegang peranan penting pada keutuhan struktur, apabila kolom mengalami kegagalan akan berakibat pada keruntuhan struktur bangunan atas gedung. Perbedaan yang ada pada kolompersegi dan kolom bulat sangat mendasar. Jika ditinjau dari tulangan dan sengkang, kolom bulat berpenampang spiral memilik jarak sengkang yang berdekatan dibandingkan dengan kolom persegi yang mempunyai bentuksengkang tunggal dan jarak antara yang relatif besar. Sehingga akan berpengaruh pada hasil perbandingan keduanya nanti. Kolom persegi dan kolom bulat masing - masing menghasilkan kapasitas penampang, gaya - gaya dalam seperti gaya aksial; gaya geser; gaya momen. yang berbeda. Hasil yang diperoleh dari perencanaan struktur gedung dengan programbantu SAP 2000 pada kolom persegi dan kolom bulat, ditinjau dari kapasitas penampang dengan luas dan mutu beton yang sama kolom persegi menghasilkan Pn (Aksial nominal) = 127,769 kN , Mn (Momen nominal) = 16.553,94 KNm, dan Vn (Geser nominal) = 8,073 KN sedangkan kolom bulat menghasilkan Pn (Aksial nominal) = 128,126 KN, Mn (Momen nominal) = 16.438,60 KNm dan Vn (Geser nominal) = 8,027 KN. Sehingga Kolom bulat memiliki kapasitas penampang yang lebih besar daripada kolom persegi. Ditinjau dari rasio perbandingan terhadap gaya – gaya dalam struktur, kolom persegi dengan kolombulat memiliki rasio perbandingan gaya aksial = 0,28 %, rasio perbandingan gaya geser = 0,569% dan rasio perbandingan gaya momen = 0,576 %

    Analisa Perbandingan Struktur Bangunan Ruko Sesuai SNI 2847-2013 Dan SNI 1726-2019 Pada Lokasi Sc–Sd–Se Di Kota Medan

    No full text
    Dalam merencanakan bangunan struktur beton bertulang harus menyertakan pengaruh gempa yang dapat menimbulkan pergerakan tanah (ground motion) dengan mengacu pada aturan SNI 1726-2019, SNI 2847-2013 untuk syarat beton struktural dan SNI 1727-2020 untuk beban desain minimum. Selain itu beban gempa yang direncanakan harus menyesuaikan kondisi tanah dimana gedung akan dibangun. Jika kondisi tanah dikategorikan tanah sedang, maka menurut SNI 1726-2019 diklasifikasikan pada kelas situs SD. Struktur yang dibangun dengan beban gempa kelas situs SD belum tentu sesuai apabila dibangun pada kondisi kelas situs SE. Maka dari itu, pada penelitian ini dilakukan analisis dengan menggunakan kelas situs yang berbeda untuk bangunan ruko pada kota yang sama yaitu kota Medan. Terdapat 3 pemodelan struktur bangunan ruko 3 lantai dengan sistem SRPMK pada 3 kelas situs tanah yaitu model 1 struktur diatas tanah lunak (SE), model 2 struktur diatas tanah sedang (SD) dan model 3 struktur diatas tanah keras (SC). Struktur menggunakan beton bertulang dan diinput dengan beban yang sama serta berdasarkan analisa linier gempa dengan metode respon spektrum. Hasil daripada analisa menggunakan bantuan program analisa struktur, didapat nilai gaya geser pada model 1, model 2 dan model 3 yaitu 215,55 kN, 189,50 kN, dan 183,90 kN. Dan untuk hasil analisis desain tulangan balok pada model 1 didapatkan jumlah tulangan longitudinal 8 D16, sedangkan hasil analisis pada model 2 dan 3 didapat jumlah tulangan longitudinal 6 D16. Hasil desain tulangan kolom untuk model 1 jumlah tulangan longitudinal 16 D25, sedangkan pada model 2 dan 3 jumlah tulangan longitudinal 12 D25. Dari hasil tersebut dapat dilihat bahwa semakin keras tanah maka semakin kecil pula nilai gaya gempa yang dihasilkan

    Analisis Parkir Inap (Zona B) Kendaraan Roda Empat Bandara Internasional Kualanamu

    No full text
    Transportasi mendukung berkembangnya aktivitas masyarakat, menjadikan mobil pribadi sebagai kebutuhan. Fasilitas parkir yang buruk dapat menyebabkan masalah pada jalan di sekitarnya. Pada kendaraan roda empat diperlukan penataan yang baik agar lahan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu, informasi tentang karakteristik parkir seperti akumulasi parkir, volume parkir, dan perputaran parkir diperlukan. Pada studi kasus ini dilakukan pengujian pada tempat parkir inap roda empat zona B di Bandara Kualanamu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh parkir inap roda empat zona B pada hari yang berbeda. Penelitian dilakukan selama tujuh (7) hari dalan waktu lima (5) jam dan metode pengumpulan data menggunakan data primer yang diperoleh dari studi langsung dan data sekunder yang diperoleh menggunakan peta tempat parkir inap kendaraan roda empat zona B Bandara Kualanamu. Dari hasil penelitian akumulasi kendaraan yang masuk maksimal sebanyak 106 mobil di hari Sabtu dengan hasil pergantian parkir < 1 yang menunjukan bahwa tersedia banyak ruang area parkir inap B Bandara Kualanamu dan didominasi di isi oleh kendaraan umum

    ANALISIS KETEBALAN OVERLAY TERHADAP KERUSAKAN JALAN PADA JALAN KISARAN - DESA RAWANG PANCA ARGA KABUPATEN ASAHAN

    No full text
    Jalan merupakan hal penting dalam pendistribusian barang dalam sektor industri. Jalan yang baik mampu mempercepat proses distribusi dari daerah satu kedaerah yang lain. Kisaran merupakan kota berkembang dalam Provinsi Sumatera Utara. Dengan pertumbuhan roda perekonomian dikota dan kabupaten Asahan mengakibatkan bertambahnya kepadatan lalu lintas. Kepadatan lalu lintas dan muatan kendaraan  yang  melebihi batas  mengakibatkan jalan tersebut kini dalam kondisi rusak. Perlu adanya metode perbaikan yang baik agar sistem transfortasi menjadi baik, prasarananya menjadi lebih aman,nyaman, dan efisien salah satu pedomannya adalah dengan cara overlay. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tebal lapis tambah metode overlay dan menentukan metode yang paling efisien untuk ruas jalan Kisaran - Rawang Panca Arga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode SNI 1732-1989 – F. Perencanaan tebal lapis tambah menggunakan  SNI 1732-1989 – F, hakikatnya sama dengan perencanaan tebal labis tambah jalan baru yang telah di uraikan metode SNI 1732-1989 – F. Tebal lapis tambah diperoleh berdasarkan kinerja sisa dari lapis perkerasan jalan lama yang diperoleh sebagai hasil pemeriksaan visual. Dalam penelitian ini untuk mendapatkan kinerja sisa dari jalan tersebut maka kami lakukan suvey ke lokasi dan didapatkan nilai kerusakan lapisan permukaan sebesar 38 % dan lapis pondasi 32% lapis pondasi bawah 90 %. Dari nilai yang sudah diproleh maka overlay ( lapis tambah ) didesain setebal 5 cm menggunakan bahan MS 744 (asbuton

    PENGARUH PENAMBAHAN GETAH KARET (LATEKS) PADA KEKUATAN IKAT CAMPURAN ASPAL WEARING COURSE (AC-WC) DENGAN PENGUJIAN MARSHALL TEST (STUDI PENELITIAN)

    No full text
    Cara..untuk...meningkatkan .kualita campuran perkerasan .jalan .adalah .dengan .menggunakan aspal modifikasi .polimer. Karet .alam .merupakan..polimer..jenis elastomer dengan harga yang relatif murah. Sebagai produsen karet alam, Indonesia perlu mencari alternatif pemanfaatan karet alam tersebut, termasuk memanfaatkannya sebagai bahan modifikasi aspal. Penelitian ini dilakukan..dengan membuat 3 jenis..aspal yang dimodifikasi Lateks Alam, yang masing- masing dengan variasi lateks sebesar 1 %, 2 %, dan 3 %..dengan..kadar aspal optimum (KAO), Dari hasil pengujian karakteristik sifat marshall pada campuran..jenis Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC) yang menggunakan getah karet sebagai tambahan campuran dengan persen variasi 5% didapat nilai Stability..2108,82 kg, Bulk Density 1,83 gr/3, Flow 3mm Void Filled 97,63%, Marshal Quotient 641,82mm, ..variasi 5,5% didapat..nilai Stability..1286,91 kg, Bulk Density 1,78gr/3, Flow 3mm, ..Void Filled 97,42%, Marshal Quotient 341,26mm, dan variasi 6% didapat nilai..Stability 1199,82 kg..Bulk..Density..1,8gr/0,03, Flow..3mm, Void Filled 97,45%, Marshal Quotient 397,79mm. Sedangkan untuk campuran normal didapat nilai Stability 877 kg, Bulk..Density 2,286gr/cc, Flow 3,544mm, Voids Filled 76, 301%

    ANALISAVOLUME SEDIMENTASI KOLAM LUMPUR PADA BENDUNG SUNGAI ULAR

    No full text
    Dalam menjaga kualitas air irigasi di Sungai Ular, dibangunlah bangunan kantong lumpur (settlement basin) tepat setelah bangunan pengumpul, sistem pembilasan sedimen dilakukan secara hidrolik dengan membuka pintu saluran pembilasan sehingga sedimen terbilas dengan air sungai. aliran air, oleh karena itu untuk mengetahui proses aliran air di sungai. Pada kantong lumpur perlu dilakukan analisis untuk menentukan fraksi sedimen, menghitung perkiraan aliran sedimen, kecepatan aliran dan tingginya kehilangan energi air di saluran. Dalam pengerjaan skripsi ini, tahapan penelitian disusun dalam bentuk pengumpulan data primer berupa dokumentasi lokasi penelitian, kemudian data sekunder berupa gambar, data teknis dan laporan, melakukan studi pustaka dari buku teks, jurnal dan perkuliahan. catatan, menganalisa secara hidraulik data teknis eksisting terkait pembangunan bak pengendapan untuk Daerah Irigasi Sungai Ular yang meliputi analisa angkutan sedimen dan volume tampungan, analisa elevasi muka air dan kehilangan energi tinggi serta mengetahui efisiensi pengendapan dan frekuensi penggelontoran . Tiga metode yang digunakan untuk menentukan dan memperkirakan jumlah angkutan sedimen, yaitu Lane dan Kalinske, Einstein, dan Bagian Hidrometri. Besarnya sedimen yang mendekati hasil analisis angkutan sedimen adalah metode Lane dan Kalinske dengan angkutan sedimen per hari yang masuk ke intake memiliki volume sedimen 0,867 m3/hari, dengan kecepatan aliran rata-rata selama proses flushing di saluran penggelontoran 2,658 m/detik, hal ini sesuai dengan ketentuan bahwa pada saat penggelontoran sedimen secara hidrolik kecepatannya harus mempunyai aliran superkritis

    Analisis Perbandingan Respon Dinamis Pondasi Mesin Akibat Getaran Vertikal Dan Horizontal Mesin Pada Tanah Lunak–Sedang-Keras

    No full text
    Pondasi mesin merupakan elemen struktur yang digunakan untuk meneruskan beban dari mesin di atas pondasi ke dalam tanah. Selain memperhitungkan beban statis yang berasal dari berat mesin dan berat pondasi, perencanaan pondasi mesin juga harus memperhitungkan gaya dinamis  yang dihasilkan oleh mesin. Pondasi jenis ini banyak digunakan untuk mesin industri, mesin bolak-balik, mesin rotasi, dan mesin lainnya. Dalam mendesain pondasi mesin, selain dapat menerima beban statis, pondasi mesin juga harus memenuhi persyaratan amplitudo dan frekuensi izin. Untuk menganalisis perbandingan respon dinamis yang terjadi pada saat mesin beroperasi pada kondisi tanah (lunak, sedang, dan keras), dimana memiliki pengaruh terhadap stabilitas pondasi tiang itu sendiri. Berdasarkan hal itu, diperlukan tiga parameter yaitu parameter tanah, mesin (berupa mesin pompa jenis submersible pumps), dan pondasi. Analisis yang digunakan pada pembahasan ini yaitu menggunakan metode analisis Novak. Dari hasil analisis yang didapatkan, Respon Dinamis berupa amplitudo yang paling besar terjadi pada tanah keras dengan getaran vertikal yaitu 3,545 x mm < amplitudo ijin yaitu 0,04 mm (mendekati batas ijin amplitudo) dan getaran horizontal sebesar 6,932 x mm < amplitudo ijin yaitu 0,07 mm. Selain itu, hasil beban dinamis yang diakibatkan saat mesin pompa beroperasi jauh lebih kecil dibandingkan dengan beban statis
    corecore