2 research outputs found

    Kendala Guru Mata Pelajaran Kompetensi Kejuruan Program Studi Tata Busana Dalam Mengimplementasikan Pendekatan Saintifik

    No full text
    ABSTRACT Kendala Guru Mata Pelajaran Kompetensi Kejuruan Program Studi Tata Busana Dalam Mengimplementasikan Pendekatan SaintifikKendala guru mata pelajaran kompetensi kejuruan program studi keahlian tata busana dalam mengimplementasikan pendekatan saintifik  adalah hambatan yang dihadapi gurudalam mengimplementasikan pendekatan saintifik dengan langkah ilmiah berupa pola 5M (mengamati, menanya, mengeksplorasi, mengasosiasi, dan mengkomunikasikan)secarautuhdanprosedural dalam kegiatan belajar mengajar dikelas/laboraturium pada mata pelajaran kompetensi kejuruan program studi keahlian tata busana. Dalam hal ini sumber kendala yang dihadapi  guru ditinjau dari dalam (internal) dan dari luar (eksternal). Tujuan penelitian ini adalah menggali kendala yang dihadapi guru mata pelajaran kompetensi kejuruan program studi tata busana dalam mengimplementasikan pendekatan saintifik pada kurikulum 2013.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini yaitu guru tata busana pada SMK di kota Malang khususnya yang sedang menggunakankurikulum 2013. Sampel penelitian berjumlah 19 orang yang menggunakan teknik sampling jenuh, Teknikanalisis data menggunakanperhitunganpersentase.Hasil penelitian tentang kendala guru mata pelajaran kompetensi kejuruan program studi tata busana dalam mengimplementasikan pendekatan saintifik menunjukkan bahwa kendalaterbesar yang dialami guru matapelajaranKompetensiKejuruan program studikeahlian Tata Busana dalam mengimplementasikan pendekatan saintifik yaitu pada kendala internal yang meliputi, (a) tentang pelatihan terkait kurikulum 2013 yang pernah diikuti, bahwa belum semua guru mata pelajaran kompetensi kejuruan program studi Tata Busana mengikuti pelatihan terkait kurikulum 2013, sebab pelatihan yang dilaksanakan belum sepenuhnya sesuai dengan karakterisitik setiap mata pelajaran antara guru yang diberangkatkan dengan guru yang menerima ilmu dari pelatihan yang diikuti guru lain; (b) pengalaman menerapkan kurikulum 2013 yang dimiliki guru yang berbeda-beda, sebab antara guru satudengan yang lain memiliki lama waktu yang berbeda dalam mengajar menggunakan kurikulum 2013 dalam mengimplementasikan pendekatan saintifik; (c) kurangnya semangat dalam menerapkan pendekatan saintifik secara utuh dan prosedural dalam kegiatan belajar mengajar; (d) kurangnya pemahaman tentang tujuan, kaidah, prinsip, dan langkah pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik.kemudian kendala eksternal yang meliputi, (a) guru sebagai fasilitator kurang mampu untuk membangkitkan keaktifan siswa dalam kelas; (b) kurangnya kerjasama guru MGMP dalam mengimplementasika npendekatan saintifik. Saran yang diberikan pada penelitian ini yaitu, BagiMahasiswa, sebagaicalon guru yang pada saat ini masih menggunakan Kurikulum 2013, maka mahasiswa wajib mengetahui dan memahami perkembangan tentang kurikulum yang masih diacu. Bagi Jurusan Teknologi Industri, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan kajian dan referensi, guna memberi wawasan khususnya bagi dosen bidang pendidikan dalam mengembangkan materi ajar yang berkaitan dengan kurikulum. Bagi DinasPendidikan, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan kajian untuk mengadakan pelatihan khususnya yang berkaitan dengan implementasi pendekatan saintifik pada masing-masing program studi, sebab guru yang diberangkatkan untuk mengikuti pelatihan dan diharapkan dapat menyalurkan ilmunya kepada guru lain menjadikurangsesuaikarenaberbedamatapelajarandiantara guru tersebut. Bagi Guru Mata Pelajaran Kompetensi Kejuruan Program Studi Tata Busana, hendaknya lebih giat lagi belajar tentang implementasi pendekatan saintifik, menanmkan sikap selalu bersemangat dan selalu kreatif khususnya dalam melaksanakan tugasnya di kelas, dapat membina hubungan kerjasama yang baik dalam satu lingkungan kerja agar tercipta suasana kerja yang nyaman dan kondusif, serta bersama-sama dengan pihak sekolah untuk dapat meningkatkan sarana dan prsarana guna menunjang kegiatan belajar mengajar di kelas

    The Effectiveness of Tax Audit as a Self Assessment System Supervision Measures and Tax Revenue Support (Study at the Large Tax Office 4)

    Get PDF
    The level of formal taxpayer compliance is still not satisfactory if it is associated with the self-assessment system because there are still quite high gaps. For this reason, it is necessary to carry out a tax audit as a supervisory measure. Through the audit, it is hoped that it will increase the awareness of taxpayers to fulfil their tax obligations and increase tax revenues. This study uses a descriptive qualitative approach with the type of case study. The author uses a target approach, a source approach and a process approach to analyse the effectiveness of tax audits as an act of supervising the self-assessment system and supporting tax revenue. The results of the study indicate that the tax audit is quite effective as an act of monitoring the self-assessment system. This is evidenced by a change in the behaviour of the taxpayers who have been audited. However, it is not effective enough to support tax revenue. The inhibiting factors include the amount of data that must be processed and analysed, facilities and infrastructure with limited capabilities. Efforts have been made to provide infrastructure, especially computers, which can process and analyse large amounts of data quickly, optimize data from internal parties and anticipate field inspections using zoom and being more selective
    corecore