1 research outputs found

    Studi Eksplorasi Tentang Motif Batik Baronggung di Desa Mojosari Kecamatan Kauman Tulungagung

    No full text
    ABSTRAK   Zanuarni, Risma. 2014. Studi Eksplorasi Tentang Motif Batik Baronggung di Desa Mojosari Kecamatan Kauman Tulungagung. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Agus Sunandar, S.Pd, M.Sn (II) Dra. Nurul Aini, M.Pd Kata Kunci: Batik, Batik Baronggung, Tulungagung Batik merupakan salah satu peninggalan kebudayaan nenek moyang. Membatik adalah membuat titik-titik dengan cara meneteskan cairan lilin pada kain. Batik Jawa Timur sebenarnya tersebar di seluruh wilayah Jawa timur, namun ada lima wilayah dimana pengrajin batik lebih banyak ditemukan dan terkenal yakni daerah Madura, Tuban, Banyuwangi, Mojokerto dan Tulungagung. Pesona batik Tulungagung terletak pada keberanian memadukan warna untuk menghasilkan batik dengan warna yang berbeda. Batik Baronggung merupakan salah satu batik tertua di Tulungagung. Penelitian ini berfokus pada: (1) Sejarah berdirinya usaha batik Baronggung Tulungagung; (2) Motif khas yang dimiliki batik Baronggung Tulungagung; (3) Makna perlambang dari motif khas batik Baronggung Tulungagung. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah Triangulasi Sumber Data yaitu (1) Pemilik batik Baronggung Tulungagung; (2) Pengrajin batik Baronggung Tulungagung; dan (3) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tulungagung;, dan Triangulasi Teknik, yaitu (1) Observasi; (2) Wawancara; dan (3) Dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Sejarah berdirinya batik Baronggung Tulungagung adalah pada 5 Juni 1978, merupakan usaha turun temurun yang menduduki genarasi ke tiga; (2) Memiliki 5 motif khas yaitu motif Sekar Jagad, motif Burung Merak, motif Ombak Banyu, motif Parisauli dan motif Bunga Nirwana serta memiliki 2 motif pengembangan dari motif khas yaitu motif Ombak banyu Beras Kutah dan motif Ombak Banyu Keong; (3) Makna perlambang dari setiap motif khas batik Baronggung Tulungagung adalah: motif Sekar Jagad bermakna manusia di dunia tidak memiliki perbedaan dalam segi golongan, motif Burung Merak bermakna keindahan, motif Ombak Banyu bermakna sebuah kehidupan, motif Ombak Banyu Beras Kutah bermakna kehidupan yang selalu diberikan rejeki melimpah, motif Ombak Banyu Keong bermakna kehidupan yang tidak bisa jauh dari tempat tinggal yang melindungi dari hujan, dingin, dan panas matahari, motif Parisauli bermakna kemakmuran, dan motif Bunga Nirwana bermakna keindahan surga. Saran yang dapat peneliti ungkapkan adalah: (1) Bagi pemerintah Tulungagung dapat melestarikan batik Baronggung dengan menjadikan sebagai baju dinas, seragam kerja dan seragam sekolah di kabupaten Tulungagung dan sering mengadakan acara pemerintahan maupun pameran karya klasik Tulungagung salah satunya batik Baronggung; (2) Bagi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tulungagung sebaiknya memiliki data penting batik Baronggung seperti dokumentasi maupun buku guna untuk dijadikan bukti tertulis karya klasik Tulungagung dan juga mengarahkan wisatawan untuk berkunjung di galeri batik Baronggung; (3) Bagi pengusaha batik Baronggung Tulungagung diharapkan hasil karya yang dimiliki sejak lama tetap didokumentasikan atau dibukukan agar data penting berupa arsip penting batik Baronggung tidak hilang dan juga lebih dapat mengembangkan karya batiknya dengan mengikuti banyak pameran batik guna dapat dikenal pada kalangan masyarakat luas; (4) Bagi masyarakat Tulungagung diharapkan lebih mengenal motif khas yang dimiliki batik Baronggung dan lebih cinta dengan batik produk buatan daerah sendiri salah satunya batik Baronggung Tulungagung.        
    corecore