4 research outputs found
The effect of an empowerment program on knowledge and cancer cervical screening participation among reproductive age women in Indonesia: A randomized clinical trial
Background: Cervical cancer in Indonesia is the second leading cause of death and a significant health burden, largely due to low screening coverage. Indonesia faces challenges in developing women's health due to a lack of information, studies, weak relationship between research, management, planning, and service provision, and limited resources and expertise. This study aimed to examine the effect of an empowerment-based educational intervention on improving knowledge and participation in cervical cancer screening among women of reproductive age in Indonesia.
Methods: A randomized clinical trial was conducted in Jakarta, Indonesia, from February to July 2023, involving 150 eligible women. Participants were allocated to intervention or control groups using block randomization (block size = 4) with a 1:1 ratio. The intervention group received a three-week empowerment program consisting of six educational sessions. Outcomes, including cervical cancer knowledge and screening participation, were measured at baseline and eight weeks post-intervention. Data were analyzed using t-tests, chi-square tests, and linear regression. Risk ratios and differences were estimated using marginal standardization. Analyses followed the intention-to-treat principle, with blinding applied during data analysis.
Results: A randomized study with 80 participants showed an improvement in knowledge about cervical cancer and cancer cervical screening participation at 8 weeks. The intervention group showed a mean difference of 3.91 (1.38) and 4.24 (0.45) p<0.05. More participants in the intervention group reached Minimal Clinically Important Differences (MCIDs) in knowledge about cervical cancer and cancer cervical screening participation than in the control group, with a relative risk of 2.34 (95% CI=1.08-4.36) and 2.57 (95% CI=1.21-4.90), respectively.
Conclusion: An empowerment program significantly enhances knowledge and participation in cancer cervical screening among reproductive age women in Indonesia after intervention, but further studies are needed to determine its long-term impact
Perencanaan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) Pada Pembangunan Struktur Atas Gedung SOHO PT. Samator Surabaya
Pekerjaan konstruksi merupakan salah satu kegiatan yang mengandung banyak unsur bahaya dan risiko, sehingga perlu di rencanakannya Sistem Manajemen K3 sebagai upaya untuk menciptakan tempat kerja yang aman, sehat, dan bebas dari pencemaran lingkungan.
Dalam penyusunan SMK3 pertama-tama adalah penetapan kebijakan K3 yang kemudian disusul dengan identifikasi bahaya,pada tahap ini penulis menggunakan metode HIRARC dalam penerapannya. Proses HIRARC sendiri adalah mengidentifikasi bahaya yang dapat terjadi dalam setiap aktifitas pekerjaan, kemudian dilakukan penilaian risiko dari bahaya tersebut. Setelah dinilai, dibuatlah program pengendalian bahaya tersebut agar dapat diminimalisir tingkat risiko yang bertujuan mencegah terjadinya kecelakaan. Langkah selanjutnya adalah tinjauan perundangan dan persyaratan lainnya. Tahap selanjutnya adalah menyusun sasaran khusus yang di akhiri dengan penyusunan anggaran biaya untuk K3.
Berdasarkan hasil analisa yang diperoleh, terdapat 855 risiko bahaya yang teridentifikasi akan terjadi saat melakukan pekerjaan pembangunan struktur atas gedung SOHO PT.Samator dengan besar biaya yang dibutuhkan untuk penyelenggaraan SMK3 sebesar Rp. 2.132.270.000,00 (Dua Milyar Seratus Tiga Puluh Dua Juta Dua Ratus Tujuh Puluh Ribu)
======================================================================================================
Construction is one of the activities that contain many hazard and risk elements, it is necessary to plan HSE Management System as an effort to create a safe, healthy, and environment free workplace from environmental pollution.
In making HSE Management System, first is the determination of OHS policy, then followed by hazard identification, at this stage the author uses HIRARC (Hazard Identification, Risk Analysis, Risk Assessment) method in its application. The HIRARC process itself is a threat of danger that can occur in any activity, then carried out from such hazards. After the incident, a program to organize jelly can be minimized. The next step is the sensor and other requirements. The next stage is specific to the budget cost for K3.
Based on the analysis results obtained, there are 855 hazards that will be done when doing construction work on building SOHO PT.Samator building with a large cost required for the implementation of HSE Management system is Rp. 2.132.270.000,00 (Two Billion Hundred and Thirty Two Million Two Hundred Seventy Thousand
Intimidasi, Dialog dan Pedagogi pada Pembelajaran Ipa di Sekolah Dasar
ABSTRAK
Anita Apriyani (1601439)“INTIMIDASI, DIALOG DAN PEDAGOGI PADA PEMBELAJARAN IPA DI SEKOLAH DASAR”
Manusia merupakan makhluk yang selalu ingin dimengerti namun terkadang sulit untuk mengerti orang lain. Manusia terkadang selalu ingin didengar tapi lupa bagaimana caranya untuk juga mau mendengarkan. Membangun dialog dua arah adalah hal yang terkadang sulit dilakukan oleh dua orang yang memiliki jenjang yang berbeda seperti guru dan siswa. Hal yang sulit dibangun ini lah yang akhirnya menyebabkan terjadinya pengintimidasian terhadap seseorang atau kelompok. Lalu, bagaimana peran dialog untuk meminimalisir kerumitan dalam membangun pedagogi yang baik dan menghilangkan pengintimidasian ini? penelitian ini bertujuan untuk memberikan kesempatan dialog antara guru-siswa agar keduanya bisa sama-sama menjadi guru-yang-siswa ataupun siswa-yang-guru. Penulis menggunakan metode narrative inquiry untuk memudahkan penulis menjabarkan hasil penelitian dalam bentuk narasi, sehingga pembaca dapat lebih mudah pula memahami hasil penelitian lewat sebuah cerita. Penelitian ini dilakukan di SDN Cilampang. peneliti yang berperan sebagai guru juga mempelajari hal baru yaitu 1. Belajar menghargai keinginan siswa 2. Belajar rendah hati 3. Belajar memahami setiap hal yang dilakukan siswa dengan pandangan yang berbeda 4. Belajar mengenal siswa. Dengan berdialog kedua pihak belajar untuk mengerti satu sama lain serta meminimalisir adanya pengintimdasian dengan membangun dialog dalam proses pembelajaran.Tulisan ini di akhiri dengan keinginan peneliti untuk mengajak pembaca merefleksikan masalah serta pandangan yang terdapat dalam buku karangan Paulo Freire dengan Judul “Pendidikan Kaum Tertindas”.
Kata kunci:Intimidasi, Dialog, Pedagogi, Narrative Inquiry dan Paulo Freire
ABSTRACT
Anita Apriyani (2020) “INTIMIDATION, DIALOGUE AND PEDAGOGY IN THE LEARNING OF SCIENCE IN PRIMARY SCHOOL
Humans are creatures that always want to be understood but sometimes it is difficult to understand others. Humans sometimes always want to be heard but forget how to also want to listen. Building a two-way dialogue is something that sometimes difficult for two people who has different levels such as teachers and students. This difficult thing to build is what ultimately causes intimidation of a person or group. Then, what is the role of dialogue to minimize complexity in building good pedagogy and relieve intimidation? This research aims to provide an opportunity for teacher-student dialogue so both can become teachers-students or students-teachers. The author uses the narrative inquiry method to make it easier for the writer to describe the results of the research in the form of narration, so that the reader can more easily understand the results of the research through a story. This research was conducted at SDN Cilampang. researchers who act as teachers also learn new things, that is : 1. Learning to respect the desires of students 2. Learning to be humble 3. Learn to understand everything that students do with different views 4. Learn to know students. By dialogue, the two parties learn to understand another one and minimize intimidation by building dialogue in the learning process. This paper concludes with the desire of researchers to invite readers to reflect on the problems and views contained in the book by Paulo Freire under the title "Education of the Oppressed".
Keywords: Intimidation, Dialogue, Pedagogy, Narrative Inquiry and Paulo Freir
Pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler keagamaan dalam meningkatkan keberhasilan Pendidikan Agama Islam Di Sekolah Menengah Atas Negeri 02 Batu
ABSTRAK
Kegiatan ekstrakurikuler keagamaan dalam dunia sekolah ditujukan untuk menggali dan memotivasi siswa dalam bidang tertentu. Dalam hal ini kegiatan ekstrakurikuler keagamaan bertujuan untuk membantu dan meningkatkan pengembangan wawasan anak didik khusus dalam bidang Pendidikan Agama Islam.
Dengan adanya pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler sebagai kegiatan tambahan, maka siswa mempunyai bekal yang cukup untuk membentengi dirinya dari berbagai pengaruh negatif. Kekurangan jam pelajaran serta terbatasnya materi Pendidikan Agam Islam yang diberikan dianggap sebagai penyebab utama timbulnya para pelajar sulit dalam memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran agama islam.
Berpijak dari hal diatas, maka skripsi ini mengkaji tentang “Pelaksanaan Kegiatan Ekstrakurikuler Keagamaan Dalam Meningkatkan Keberhasilan Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Atas Negeri 02 Batu” dengan tujuan untuk mengetahui tentang pelaksanaan, usaha-usaha peningkatan yang dilakukan, faktor yang menunjang dan kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler keagamaan di Sekolah Menengah Atas Negeri 02 Batu.
Disamping itu, pembahasan skripsi ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sedangkan untuk memperoleh data dengan menggunakan pengumpulan data yang meliputi metode observasi, interview, dokumentasi dengan jumlah sampel 25 orang siswa, yang sebagian aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler keagamaan ditambah Kepala Sekolah, Wakasek Kurikulum, Guru Bidang Studi Pendidikan Agama Islam, Pengurus Kegiatan Ekstrakurikuler Keagamaan, Pembina Kegiatan Ekstrakurikuler Keagamaan BDI, sehingga berjumlah 30 orang.
Hasil yang diperoleh dari penelitian yang dilakukan di Sekolah Menengah Atas Negeri 02 Batu, dalam pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler yang bernuansa keagamaan ini ada berbagai macam kegiatan diantaranya: nasyid, shalawat, kajian islami, shalat dhuhur berjama’ah, shalat dhuha, pondok ramadhan dan lain-lain.
Dari hasil penelitian dan didukung oleh beberapa kajian teori dalam penulisan skripsi ini, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa kegiatan ekstrakurikuler yang bernuansa keagamaan banyak memberikan dampak kualitas keberagamaan terhadap civitas sekolah. Guru dan siswa secara aktif menyelenggarakan sejumlah kegiatan yang ditujukan untuk meningkatkan kesadaran beragama.
Dalam skripsi ini, penulis akhiri dengan beberapa kesimpulan dan saran yang ditujukan kepada pengurus dan Pembina kegiatan ekstrakurikuler keagamaan, kepala sekolah, serta guru-guru yang lain agar melalui kegiatan ekstrakurikuler keagamaan ini dapat lebih meningkatkan keberhasilan Pendidikan
Agama Islam.
ABSTRACT
Religious extracurricular activities in school are aimed to explore and to motivate the students in a particular field. In this case, religious extracurricular activities aim to assist and enhance the development of students' knowledge in the field of Islamic Religious Education.
By the implementation of extracurricular activities as an additional activity, the students have enough provisions to protect them self from negative influences. The lack of school hours and the limit of Islamic Educational material provided are considered as the main cause of difficulty emergence students in understanding, appreciating and practicing the religious teachings of Islam.
Based on the reason above, this thesis examines about “the implementation of religious extracurricular activities in improving the success of Islamic education in Senior High school 02 of Batu” with the purpose to find out about the implementation, improvement efforts are carried out, the factors that support and the constrains faced in implementing of religious extracurricular activities in Senior high school 02 of Batu.
In addition, the discussion of this thesis uses descriptive qualitative method. While to obtain data is using data collection by observation, interview, documentation with 25 students sample who some of them active in religious extracurricular activities, headmaster, curriculum of vice headmaster, the teachers of Islamic education, the committee of extracurricular activities, the coaches of religious extracurricular activities BDI, that numbered 30 people.
The Results obtained from studies conducted in Senior High Schools 02 Batu, in this implementation of extracurricular activities including: nasyid, shalawat, Islamic studies, shalat dhuhur by congregation, shalat Duha, Ramadhan activities and others.
From the results of research and the support of several theories in writing of this thesis, it can be concluded that extracurricular activities with the religious environment gives the impact of the quality of diversity of the schools’ committee. Teachers and students are actively organizing a number of activities intended to increase awareness of religion.
In this thesis, the author ends by some conclusions and suggestions are addressed to the committee and the coach of religious extracurricular activities, headmaster, and other teachers that through these religious extracurricular activities can increase the success of the Islamic education
