3 research outputs found

    CYBER BULLYING DI ERA DIGITAL DAN UPAYA PENGUATAN DIMENSI ETIKA PERSPEKTIF AL-QURAN

    No full text
    Disrupsi teknologi digital telah membawa fenomena bullying keluar dari ruang fisik menuju ruang yang abstrak. Dilansir dari Center for Digital Society (CfDS), hasil penelitian terhadap remaja usia 13-18 tahun di 34 Provinsi, tercatat 1.895 siswa mengalami cyber bullying. United Nation Children’s Fund (UNICEF) melakukan penelitian terhadap 2.777 responden berusia 14-24 tahun di Indonesia dan menunjukkan 45% anak pernah mengalami cyber bullying. Persoalan maraknya cyber bullying harus segera dituntaskan. Tujuan penulisan artikel ini mendeskripsikan urgensi perundungan yang semakin marak terjadi di ruang digital serta solusi berbasis nilai-nilai Al-Quran. Digital Ethic menjadi salah satu konsep yang diajarkan dalam agama Islam dalam menghadapi perkembangan teknologi. manusia sudah sejak lama diingatkan oleh Allah SWT dalam firman-Nya, QS. Al-Maidah [5]: 35. Refleksi ayat tersebut membawa manusia pada sebuah upaya keras untuk menjadikan teknologi sebagai jalan menuju kepada-Nya. Etika digital menjadi pondasi utama untuk mengakhiri problematika kejahatan siber, salah satunya cyber bullying. Al-Quran menjadi pedoman abadi bagi umat Islam telah menegaskan pentingnya menjaga kehormatan manusia sebagaimana tertuang dalam QS. Al-Hujurat [49]: 11. Allah juga menegaskan akan menghukum orang-orang yang menyebarkan kerusakan dan penindasan di muka bumi ini. Kata kunci: Cyber Bullying, Etika Digital, Al-Qura

    FENOMENA MATINYA KEPAKARAN: Tantangan Dakwah di Era Digital

    No full text
    Abstrak Dunia memasuki era Revolusi Industri 4.0 yang ditandai dengan munculnya teknologi siber dan teknologi otomatisasi. Perkembangan teknologi yang sedemikian canggih membuat semua aspek kehidupan manusia mengalami proses digitalisasi. Terlepas dari semua itu, kecakapan digital juga membuat otoritas keilmuan dalam ragam dimensi yang dengan mudah dimiliki oleh siapa saja. Setiap individu yang memiliki akses di media digital dapat mengemukakan sesuatu meskipun bukan dalam kapasitas keilmuan yang dimiliki. Realitas ini jika dicermati menyebabkan kondisi yang hadir secara simultan, yaitu sesuatu yang disebut Tom Nichols sebagai The Death of Expertise atau matinya kepakaran. Tulisan ini bertujuan untuk mengungkapkan urgensi kepakatran dalam mempelajari dan memahami sesuatu, terutama di bidang keagamaan. Penelitian ini menjadi penting sebagai upaya meningkatkan kesadaran mempelajari agama dari pakar atau ahli di bidangnya. Metode yang digunakan adalah penelusuran pustaka dan menghubungkan dengan kajian Tafsir Al-Quran. Hal tersebut guna mengungkapkan urgensi belajar kepada pakarnya dalam pandangan Al-Quran. Dalam konteks dakwah digital, tantangan terbesar bagi da\u27i adalah menyampaikan pesan yang berasal dari sumber terpercaya. Guna memperoleh sumber kredibel diperlukan beberapa tahapan penting, dimulai dari bertanya, menganalisis, mengolah informasi, sampai pada akhirnya menyebarluaskan informasi tersebut. Al-Qur`an memberikan solusi untuk senantiasa menjaga kualitas kepakaran sebagai bentuk penggunaan akal yang sempurna. Akal menjadi alat menggali pengetahuan yang akan melahirkan pakar di berbagai bidang. Kata Kunci: Matinya Kepakaran, Dakwah, Era Digital   Abstrack The world entered the era of the Industrial Revolution 4.0 which was marked by the emergence of cyber technology and automation technology. The development of such sophisticated technology makes all aspects of human life undergo a process of digitization. Apart from all that, digital skills also create scientific authority in various dimensions that are easily possessed by anyone. Every individual who has access to digital media can bring up something even if it is not in their scientific capacity. This reality if observed causes a condition that is present simultaneously, that is, something that Tom Nichols calls The Death of Expertise or the death of expertise. This paper aims to express the urgency of agreement in studying and understanding things, especially in the religious field. This research is important as an effort to increase awareness of studying religion from experts or experts in their fields. The method used is to search the literature and connect with the study of the Quranic Interpretation. This is to express the urgency of learning to experts in the view of the Quran. In the context of digital proselytizing, the biggest challenge for da\u27i is to convey messages that come from reliable sources. In order to obtain credible sources, several important stages are needed, starting from asking, analyzing, processing information, to finally disseminating the information. The Qur\u27an provides a solution to always maintain the quality of expertise as a form of perfect use of reason. Reason becomes a tool of exploring knowledge that will give birth to experts in various fields. Keywords: The Death of Expertise, Da\u27wah, the Digital Ag
    corecore