1,720,986 research outputs found

    FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPUTUSAN PETANI DAN ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI TEMBAKAU VOOR OOGST SAMPORIS DI KABUPATEN JEMBER

    No full text
    Tujuan penelitian: (1) mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keputusan petani tembakau VO Samporis di Kabupaten Jember; (2) mengetahui pendapatan petani dan efisiensi biaya usahatani tembakau VO Samporis di Kabupaten Jember; (3) mengetahui kontribusi pendapatan petani tembakau terhadap pendapatan total petani tembakau VO Samporis di Kabupaten Jember. Penelitian dilakukan di Kabupaten Jember secara sengaja (purposive method). Metode pengambilan contoh dalam penelitian ini menggunakan multiple stage sample dan proportionate random sampling dengan jumlah responden sebanyak 35 orang. Metode pengumpulan data menggunakan metode wawancara, studi pustaka dan observasi. Metode analisis yang digunakan adalah: (1) analisis korelasi Rank Spearman (2) analisis pendapatan, analisis R/C ratio, dan (3) analisis Proporsi. Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) Faktor pendapatan dan luas lahan memiliki hubungan yang nyata dan Positif terhadap keputusan petani tembakau VO Samporis di kabupaten Jember; (2) Usahatani tembakau VO Samporis di Kabupaten Jember adalah menguntungkan petani, dengan rata-rata pendapatan yang diterima petani adalah sebesar Rp 16.369.333/ha/musim dan Penggunaan biaya produksi usahatani tembakau VO Samporis di kabupaten Jember sudah efisien, dengan nilai rata-rata R/C ratio lebih dari satu yaitu sebesar 1,82; (3) Kontribusi pendapatan dari usahatani tembakau terhadap pendapatan total petani tembakau VO Samporis di Kabupaten Jember adalah sedang, dengan nilai ratarata kontribusi sebesar (43,80%). akan berbeda kontribusinya ketika kontribusi dari pendapatan usaha yang lain baik itu dari usahatani selain usahatani tembakau VO Samporis maupun pendapatan petani dari menjadi peternak sapi, menjadi pedagang dan menjadi karyawan dipisah menjadi beberapa item sesuai dengan sumber pendapatan yang diperoleh petani itu sendiri, maka kontribusi yang akan diperoleh dari usahatani tembakau VO Samporis akan menjadi kontribusi pendapatan yang tinggi dibandingkan kontribusi dari berbagai sumber pendapatan yang lain

    Analisis Kelayakan Dan Sensitivitas Usaha Budidaya Jamur Tiram Putih Pada UD. Aroma Jamur Kabupaten Lumajang

    No full text
    Indonesia dikenal sebagai gudangnya jamur, karena jenis jamur yang hidup di Indonesia banyak dan beragam. Pada umumnya jamur di Indonesia banyak digunakan untuk bahan makanan atau sayuran. Jamur yang cukup dikenal dan banyak digemari masyarakat salah satunya yaitu jamur tiram. Jamur tiram termasuk jenis jamur serbaguna. Selain dapat dikonsumsi dalam bentuk masakan, jamur tiram juga dapat dikonsumsi dalam keadaan mentah dan segar, baik dalam campuran salad maupun lalapan. Kabupaten Lumajang merupakan salah satu Kabupaten penghasil jamur tiram di Provinsi Jawa Timur. UD. Aroma Jamur merupakan salah satu penghasil jamur tiram di Kabupaten Lumajang. Output yang dihasilkan oleh UD. Aroma Jamur yaitu baglog jamur tiram dan jamur tiram putih segar. Tujuan penelitian : (1) untuk mengetahui kelayakan usaha budidaya jamur tiram UD. Aroma Jamur baik secara finansial maupun non finansial; (2) untuk mengetahui kelayakan usaha budidaya jamur tiram UD. Aroma Jamur apabila terjadi kenaikan harga bahan baku, penurunan volume produksi, dan penurunan harga output. Daerah penelitian yang dipilih yaitu UD. Aroma Jamur Kabupaten Lumajang secara sengaja (purposive method). Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif dan analitik. Data penelitian yang digunakan yaitu data primer dan sekunder. Metode analisis data yang digunakan yaitu : (1) analisis deskriptif dan analisis kelayakan finansial, (2) analisis sensitivitas. Hasil analisis menunjukkan bahwa : (1) usaha budidaya jamur tiram UD. Aroma Jamur secara finansial layak untuk dilanjutkan atau diiusahakan, (2) UD. Aroma Jamur tidak peka terhadap kenaikan harga bahan baku bibit sebesar 20% dan penurunan volume produksi sebesar 8,33%, (3) UD. Aroma Jamur peka terhadap penurunan volume produksi sebesar 50% dan penurunan harga output sebesar 40%

    ANALISIS RISIKO USAHATANI SEMANGKA (Citrullus vulgaris, Schard) DI DESA WOTGALIH KABUPATEN LUMAJANG

    No full text
    Desa Wotgalih merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Yosowilangun yang memiliki karakteristik agroklimat dan topologi yang baik dengan daerah lahan berpasir. Komoditas yang sesuai dengan kondisi ini adalah semangka. Oleh karena itu, semangka menjadi komoditas utama di lahan berpasir dan memberikan pendapatan tinggi bagi petani. Sebagian besar petani mengusahakan komoditas semangka pada setiap musim tanam. Pada proses pengembangannya, dihadapkan adanya ketidakpastian iklim dan ketidakpastian harga. Ketidakpastian iklim menyebabkan fluktuasi hasil produksi. Ketidakpastian harga menyebabkan fluktuasi harga semangka di pasaran. Tujuan penelitian mengetahui (1) peluang risiko pendapatan usahatani semangka, (2) perilaku petani dalam menghadapi risiko usahatani semangka, dan (3) strategi manajemen risiko petani dalam menghadapi risiko usahatani semangka. Penelitian ini dilakukan di Desa Wotgalih Kecamatan Yosowilangun Kabupaten Lumajang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan analitik. Sampel penelitian terdiri dari 62 petani yang diambil dari 175 petani semangka dengan menggunakan metode simple random sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan metode dokumentasi, metode wawancara terstruktur, dan metode observasi. Analisis koefisien variasi, metode Neumann- Morgenstern, dan strategi manajemen risiko digunakan untuk mencapai tujuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan: (1) risiko pendapatan usahatani semangka yang ditunjukkan dari nilai koefisien variasi (CV) sebesar 0,7 dan batas bawah pendapatan sebesar Rp -11.845.019,96 yang artinya usahatani semangka yang dilakukan petani di Desa Wotgalih setiap musim tanam berpeluang mengalami kerugian. (2) Perilaku petani semangka Desa Wotgalih mayoritas berperilaku netral terhadap risiko (risk neutral) yang dipengaruhi oleh luas lahan dan pola tanam. (3) Strategi ex-ante yang dilakukan dengan cara menerapkan pola tanam dominan komoditas semangka, melakukan pengunduran waktu tanam, melakukan penambahan dosis pupuk organik pada pemupukan dasar, melakukan usahatani semangka dibeberapa lokasi, dan menggunakan sumber modal sendiri pada usahatani semangka. Strategi interactive yang dilakukan dengan cara melakukan penyulaman, mengatur jarak tanam pada musim hujan dan musim kemarau, menggunaka pupuk tidak berbeda jenis namun berbeda volume saat ada serangan hama dan penyakit, melakukan pengoplosan pestisida lebih dua macam jenis dengan tindakan preventif dan kuratif, melakukan sistem penjualan timbangan, menjual hasil panen pada tengkulak yang berbeda, dan penetapan harga dilakukan di lahan. Strategi ex-post dilakukan dengan cara menggantungkan hidup dan memperoleh modal dari usahatani semangka, apabila usahatani semangka mengalami kegagalan atau harga rendah petani menjual atau menyewakan asset, dan tindakan yang dilakukan petani jika usahatani semangka mengalami kegagalan yaitu tetap menanam semangka lagi dan mencari penyebab kegagalan serta mengalokasikan keuntungan untuk membeli hewan ternak

    ANALISIS USAHA DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA AGROINDUSTRI TAHU DI DESA PONTANG KECAMATAN AMBULU KABUPATEN JEMBER

    No full text
    Sektor pertanian di Indonesia merupakan penyelamat bagi perekonomian nasional, karena di saat sektor-sektor lain mengalami penurunan, sektor pertanian lah yang mampu meningkatkan pertumbuhannya. Maka dari itulah pembangunan pertanian di Indonesia dianggap sektor terpenting dan harus tetap dipertahankan bahkan terus ditingkatkan pertumbuhannya. Adapun tujuan dari adanya pembangunan pertanian ini antara lain untuk meningkatkan produksi, menambah lapangan pekerjaan, dan meningkatkan pendapatan petani serta sebagai langkah agar kemakmuran di pedesaan dapat tercapai . Karena itulah diperlukan sektor industri yang ditopang oleh bidang pertanian yang tangguh. Pembangunan agroindustri merupakan bagian integral dari pembangunan nasional yang bertujuan untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur baik material maupun spiritual. Agroindustri merupakan suatu bentuk kegiatan atau aktifitas yang mengolah bahan baku yang berasal dari tanaman maupun hewan. Terdapat 742 agroindustri tahu di Kabupaten Jember, yang berada di 20 kecamatan di Kabupaten Jember. Agroindustri tersebut meliputi agroindustri skala besar hinga skala rumah tangga di Kabupaten Jember. Wilayah Kecamatan Ambulu merupakan wilayah yang memiliki potensi untuk pengembangan produk agroindustri tahu. Potensi tersebut didasarkan karena agroindustri tahu bukanlah hal baru di wilayah Kecamatan Ambulu. Agroindustri tahu diusahakan sebagian besar turun-temurun dengan menggunakan teknologi sederhana dan memanfaatkan kedelai untuk diolah lebih lanjut menjadi produk yang memiliki harga jual yang relatif tinggi. Sampai saat ini agroindustri tahu masih berjalan sebagai mata pencaharian utama yang merupakan mata pencaharian yang sudah turuntemurun dari keluarga pengusaha agroidustri tahu di Desa Pontang. Agroindustri tahu di Desa Pontang Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember tersebut juga memberikan kontribusi yang cukup signifikan bagi pendapatan rumah tangga. Oleh karena itu, sebagai usaha yang memiliki sifat potensial dalam menciptakan lapangan kerja dirasakan sangat perlu untuk dikembangkan. Penentuan daerah penelitian dipilih secara sengaja (Purposive Method) yaitu Desa Pontang Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember, dengan pertimbangan bahwa daerah tersebut merupakan salah satu wilayah agroindustri tahu terbesar di Kabupaten Jember. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan analitik. Metode pengambilan contoh dalam penelitian ini menggunakan total sampling atau sampling jenuh. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, kuisioner dan studi dokumentasi. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini antara lain data primer dan data sekunder. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu (1) Analisis Pendapatan, (2) Analisis Efisiensi Biaya (R/C Ratio), dan (3) Analisis Kontribusi Pendapatan. Hasil analisis menunjukkan (1) Nilai TR > TC sehingga sehingga dapat dikatakan bahwa Agroindustri tahu di Desa Pontang Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember adalah menguntungkan, (2) Penggunaan biaya produksi agroindustri tahu di Desa Pontang Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember adalah efisien. Hal ini ditunjukkan dengan nilai rata-rata R/C ratio lebih dari satu, yaitu 1,34, (3) Kontribusi agroindustri tahu di Desa Pontang Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember terhadap pendapatan total keluarga adalah sedang. Hal ini ditunjukkan dengan nilai rata-rata kontribusi agroindustri tahu di Desa Pontang Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember terhadap pendapatan total keluarga sebesar 44,44%. Dimana dalam kriteria pengambilan keputusannya adalah apabila hasil perhitungan 33,4% < Z ≤ 66,6 maka kontribusi pendapatan agroindustri tahu di Desa Pontang Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember adalah sedang terhadap pendapatan total rumahtangga pengusaha agroindustri tahu di Desa Pontang Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember

    EFEKTIVITAS PROGRAM SEKOLAH LAPANG PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU (SL-PTT) TERHADAP PENDAPATAN PETANI PADI DI DESA KEDALEMAN KECAMATAN ROGOJAMPI KABUPATEN BANYUWANGI

    No full text
    Upaya pemerintah untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani padi salah satunya yaitu dengan melaksanakan kegiatan Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) untuk komoditas pangan utama masyarakat Indonesia. Kegiatan SL-PTT dilaksanakan di berbagai daerah, salah satunya di Kabupaten Banyuwangi yang berada di Desa Kedaleman Kecamatan Rogojampi. Wilayah tersebut merupakan wilayah dengan hasil produksi padi tertinggi di Kabupaten Banyuwangi. Kegiatan SL-PTT yang dilaksanakan sejak tahun 2008 hingga 2014 ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani padi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Efektivitas pelaksanaan SL-PTT; (2) tingkat motivasi petani padi dalam mengikuti pelaksanaan SL-PTT; (3) pendapatan petani padi yang mengikuti SL-PTT. Pemilihan lokasi penelitian yang dilakukan di Desa Kedaleman Kecamatan Rogojampi Kabupaten Banyuwangi dilakukan secara sengaja (purposive method). Metode penelitian yang dipakai adalah metode deskriptif dan analitik. Analisa data yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis scoring, dan analisis pendapatan. Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) Efektivitas pelaksanaan Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) di Desa Kedaleman Kecamatan Rogojampi Kabupaten Banyuwangi adalah efektif, hal tersebut dibuktikan sebanyak 45 petani atau 100% responden mampu menerapkan komponenkomponen Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT); (2) tingkat motivasi petani padi dalam mengikuti pelaksanaan Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) adalah tinggi, hal tersebut terbukti sebanyak 45 petani atau 100% responden menyatakan bahwa keinginan petani dalam mengikuti kegiatan SL-PTT terpenuhi; (3) pendapatan petani padi yang mengikuti program Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu SL-PTT adalah menguntungkan dengan rata-rata pendapatan petani yaitu sebesar Rp 14.842.941,18/MT/0,91 Ha atau Rp 18.631.950,01/MT/Ha

    Manajemen Usahatani Dan Faktor-Faktor Pengambilan Keputusan Petani Padi Organik Di Desa Rowosari Kecamatan Sumberjambe Kabupaten Jember

    No full text
    Revolusi hijau yang telah digalakkan pada tahun 1960-an menyebabkan dampak negatif bagi lingkungan seperti berkurangnya kesuburan tanah dan kerusakan lingkungan. Pemerintah berupaya mengatasi dampak revolusi hijau tersebut dan memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dengan menerapkan sistem pertanian organik. Penerapan pertanian organik salah satunya diterapkan pada usahatani padi organik di Desa Rowosari, Kabupaten Jember. Keberhasilan suatu usahatani sangat ditentukan oleh bagaimana manajemen yang dijalankan dalam melakukan usahatani tersebut, sehingga dapat meningkatkan mutu produk melalui sertifikasi organik. Adanya sertifikasi organik dan manfaat kesehatan dari padi organik membuat harga jual padi organik relatif lebih tinggi dibandingkan padi anorganik. Kondisi yang demikian seharusnya berbanding lurus dengan kemauan petani untuk melakukan usahatani padi organik, namun pada kenyataannya jumlah petani padi organik di Desa Rowosari masih tergolong kecil yaitu hanya berjumlah 15 orang. Petani yang menerapkan usahatani padi organik tersebut merupakan petani yang menerima inovasi mengenai sistem padi organik yang dipengaruhi oleh beberapa faktor dari pengambilan keputusan terhadap inovasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Manajemen usahatani padi organik kelompok tani “Tani Jayaa II” (2) Proses sertifikasi organik kelompok tani “Tani Jaya II”, dan (3) Faktor-faktor pengambilan keputusan petani dalam menerapkan usahatani padi organik kelompok tani “Tani Jaya II” di Desa Rowosari, Kecamatan Sumberjambe Kabupaten Jember. Metode penentuan daerah penelitian dilakukan secara sengaja yaitu di Desa Rowosari Kecamatan Sumberjambe Kabupaten Jember sebagai daerah yang menerapkan usahatani padi organik. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif analitik. Metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan disproportionate random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 44 orang. Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif dan analisis regresi logistik. Analisis deskriptif digunakan untuk mengetahui manajemen usahatani dan proses sertifikasi organik, sedangkan analisis regresi logistik digunakan untuk mengetahui faktor-faktor pengambilan keputusan petani padi organik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Manajemen usahatani yang dilakukan kelompok tani “Tani Jaya II” sudah menerapkan 5 fungsi manajemen yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian, dan pengawasan, namun, masih terdapat beberapa hal yang tidak sesuai dengan perencanaan kelompok tani; (2) Proses sertifikasi organik kelompok tani “Tani Jaya II” dilakukan pada tahun 2012 di LeSOS yang kemudian melakukan perpanjangan sertifikasi (re-sertifikasi) organik pada tahun 2015 yang berlaku 3 tahun dan proses sertifikasi terdiri dari permohonan awal sertifikasi, pra inspeksi, tinjauan dokumen, pelaksanaan inspeksi, sidang komisi sertifikasi, dan pemberian sertifikasi organik; (3) Faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap pengambilan keputusan petani padi organik adalah umur, pendapatan, pendidikan, pengalaman usahatani, luas lahan dan pelatihan metode organik, sedangkan faktor lain seperti jumlah anggota berpengaruh tidak signifikan terhadap pengambilan keputusan petani padi organik dengan taraf kepercayaan 90%

    ANALISIS KOMPARATIF TERHADAP PENDAPATAN PETANI DAN PENAMPILAN PASAR TEMBAKAU KASTURI DESA SUMBERPINANG KECAMATAN PAKUSARI KABUPATEN JEMBER

    No full text
    Desa Sumberpinang Kecamatan Pakusari merupakan salah satu penghasil tembakau kasturi di kabupaten Jember. Kajian mengenai komparatif pendapatan petani pada penjualan tembakau untingan, setengah kering/kerosok dan tebasan dan penampilan pasar tembakau kasturi di Desa Sumberpinang perlu dilakukan mengingat bahwa komoditas tembakau kasturi merupakan penyumbang salah satu devisa Negara di sektor perkebunan dan banyak diusahakan oleh petani di Kabupaten Jember. Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui perbedaan pendapatan petani yang menjual tembakau untingan, setengah kering, dan tebasan di Desa Sumberpinang Kecamatan Pakusari Kabupaten Jember, (2) untuk mengetahui penampilan pasar tembakau kasturi di Desa Sumberpinang Kecamatan Pakusari Kabupaten Jember, (3) mengetahui tingkat kemerataan pelaku pasar tembakau kasturi di Desa Sumberpinang Kecamatan Pakusari Kabupaten Jember. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara sengaja (purposive method) di Desa Sumberpinang. Metode deskriptif, komparatif, dan analitik adalah metode yang digunakan dalam melaksanakan penelitian ini. Metode analisia yang digunakan adalah analisis pendapatan petani yang dilanjutkan dengan uji one way anova, analisis margin pemasaran, efisiensi pemasaran, elastisitas transmisi harga, share keuntungan dan biaya dan analisis distribusi chi – square. Hasil penelitian menyatakan bahwa (1) terdapat perbedaan pendapatan petani pada ketiga penjualan tembakau kasturi yaitu penjualan secara tebasan, setengah kering/kerosok, dan untingan (2) Pemasaran tembakau kasturi Desa Sumberpinang tidak efisien; (3) Rata – rata persentase keuntungan tidak sama dengan rata – rata persentase biaya bagi masing – masing lembaga pemasaran

    ANALISIS PEMASARAN DAN STRATEGI PENGEMBANGAN RUMPUT LAUT (Eucheuma cottonii) DI DESA TANJUNG KECAMATAN SARONGGI KABUPATEN SUMENEP

    No full text
    Rumput laut (Eucheuma cottonii) adalah sejenis ganggang atau alga yang berukuran besar dan memiliki berbagai macam bentuk dan warna yang beranekaragam. Tumbuhan laut ini tidak dapat dibedakan antara akar, daun, dan batang, sehingga seluruh tubuhnya disebut thallus. Rumput laut merupakan salah satu komoditas perikanan yang memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi. Hal tersebut dapat dibuktikan oleh banyaknya masyarakat yang membudidayakan rumput laut dikarenakan budidaya yang relatif mudah. Desa Tanjung merupakan salah satu sentra produksi rumput laut yang berada di Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep. Pemasaran rumput laut di Desa Tanjung yaitu melalui pedagang pengepul, selanjutnya dari pedagang pengepul akan dijual ke pedagang besar dan akan di jual ke pabrik yang berpusat di luar Madura. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Pemasaran rumput laut (Eucheuma cottonii) dengan menggunakan pendekatan SCP (Structure, Conduct, Performance) di Desa Tanjung Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep (2) Strategi pengembangan rumput laut (Eucheuma cottonii) di Desa Tanjung Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep. Penelitian dilakukan di Desa Tanjung Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep secara sengaja (purposive methode). Metode pengambilan contoh menggunakan metode simple random sampling, snowball sampling, dan purposive sampling. Metode Penelitian yang digunakan yaitu dengan metode deskriptif dan metode analitis. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) struktur pasar dianalisis dengan mengidentifiksikan jumlah lembaga pemasaran, diferensiasi produk, hambatan keluar masuk pasar, informasi pasar, dan konsentrasi rasio yang menunjukkan bahwa pemasaran di Desa Tanjung Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep cenderung mengarah pada pasar persaingan tidak sempurna yang bersifat viii oligopsoni. Kemudian untuk perilaku pasar mengidentifikasi dengan mengamati strategi penentuan harga dan kerjasama antar lembaga pemasaran menunjukkan bahwa penentuan harga di dominasi oleh pedagang sehingga petani rumput laut tidak bisa menentukan harga sedangkan jenis kerjasama yang terbentuk antar lembaga pemasaran yaitu melalui kerjasama dalam hal peminjaman modal, kerjasama dalam menyalurkan produk hingga sampai ke pabrik. Selanjutnya keragaan pasar dapat diketahui dengan menggunakan analisis margin dan efisiensi pemasaran yang menunjukkan bahwa saluran pemasaran rumput laut di Desa Tanjung Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep sudah efisien, (2) Strategi pengembangan rumput laut di Desa Tanjung Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep memiliki beberapa faktor pendorong dan faktor penghambat. Faktor pendorong dengan nilai TNB tertinggi yaitu sebesar 1,31 adalah faktor D2 (ketesediaan sarana prasarana rumput laut), sedangkan untuk faktor penghambat nilai TNB tertinggi yaitu sebesar 1,21 adalah faktor H3 (terbatasnya modal milik sendiri). Strategi yang dapat digunakan untuk mendukung dalam pengembangan rumput laut yaitu dengan melakukan kerjasama antara petani dengan lembaga keuangan

    POLA KEMITRAAN DAN STRATEGI PENGEMBANGAN BUDIDAYA IKAN PATIN DI DESA KRATON KECAMATAN KENCONG KABUPATEN JEMBER

    No full text
    Ikan Patin merupakan salah satu jenis ikan dari kelompok lele-lelean (Catfish) yang menjadi salah satu komoditas unggulan ikan air tawar. Selain itu, pembudidayaan ikan patin relatif mudah. Ikan patin banyak dikembangkan di beberapa Provinsi, termasuk Jawa Timur. Salah satu daerah yang membudidayakan ikan patin di Jawa Timur adalah Kabupaten Jember. Ikan patin merupakan komoditas baru yang dibudidayakan di Kabupaten Jember. Kecamatan Kencong merupakan satu-satunya di Kabupaten Jember yang membudidayakan ikan patin dengan produksi pada tahun 2013 sebesar 17,4 ton. Desa Kraton merupakan salah satu wilayah di Kecamatan Kencong yang membudidayakan ikan patin. Jenis ikan patin yang dibudidayakan di Desa Kraton yaitu ikan pasupati. Pembudidaya ikan patin di Desa Kraton melakukan kemitraan dengan pihak PT.CP Prima. Kemitraan yang terjalin antara PT. CP Prima dengan pembudidaya ikan patin di Desa Kraton adalah pengadaan pakan dan jaminan pasar. Pada pembudidayaan ikan patin kadangkala pembudidaya dihadapkan pada kondisi yang berbeda. Salah satu kondisi yang yang dihadapi pembudidaya yaitu mahalnya pakan ikan. Biaya pakan yang tinggi secara tidak langsung akan mempengaruhi pendapatan. Salah satu faktor utama yang mendasari suatu usaha budidaya ikan patin dikatakan berhasil yaitu dengan menekan biaya produksi. Usaha budidaya ikan patin di Desa Kraton didukung oleh faktor internal dan eksternal. Akan tetapi dalam usaha budidaya ikan patin juga terdapat faktor penghambat. Salah satu faktor pendorong yang terdapat di Desa Kraton yaitu adanya jaminan pasar dari pihak PT. CP Prima. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Pola Kemitraan PT. CP Prima dengan pembudidaya ikan patin di Desa Kraton Kecamatan Kencong, (2) Efisiensi biaya pada usaha budidaya ikan patin, (3) Strategi pengembangan usaha budidaya ikan patin di Desa Kraton Kecamatan Kencong. Metode penelitian yang digunakan adalah metode diskriptif dan analitik. Analisa data yang digunakan dengan menggunakan analisis deskriptif, analisis R/C ratio dan analisis FFA. Penelitian ini menunjukkan hasil sebagai berikut: (1) pola kemitraan yang terjalin antara antara PT. CP Prima dengan pembudidaya ikan patin di Desa Kraton adalah kemitraan KOA (Kerjasama Operasional Agribisnis); (2) efisiensi penggunaan biaya untuk budiaya ikan patin di Desa Kraton adalah efisien dengan R/C Ratio 1,47; (3) Strategi yang digunakan untuk mendukung dalam pengembangan budidaya ikan patin di Desa Kraton adalah dengan mengatur pola pemberian pakan ikan sesuai waktu dan frekuensi yang tepat, menjaga hubungan baik dengan pihak PT. CP Prima, menguatkan kelembagaan kelompok yang sudah ada, dan adanya dukungan pemerintah baik dalam bentuk kebijakan maupun bimbingan serta pembinaan secara berkelanjutan

    KAJIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DAN KEBERLANJUTAN AGROINDUSTRI TAPE DI KABUPATEN JEMBER

    No full text
    Ubi kayu merupakan komoditas tanaman pangan yang penting setelah komoditas padi dan jagung sebagai penghasil sumber bahan pangan karbohidrat dan bahan baku industri makanan, kimia dan pakan ternak. Ubi kayu merupakan pangan alternatif potensial yang bisa meningkatkan pendapatan petani. FAO juga menegaskan bahwa ubi kayu sanggup mengatasi kebutuhan pangan bagi lebih dari separuh milyar manusia dan menjadi tumpuan hidup bagi berjuta-juta petani maupun para pelaku bisnis ubi kayu di dunia. Salah satu kota yang memproduksi ubi kayu adalah kabupaten Jember. Produksi ubi kayu di Kabupaten Jember dari tahun ke tahun mengalami penurunan produksi. Varietas ubi kayu di Kabupaten Jember adalah ubi kayu manis. Ubi kayu manis adalah ubi kayu yang bisa langsung dikonsumsi yaitu diolah menjadi tape ataupun direbus. Agroindustri tape di Kabupaten jember sering mengalami kesulitan dalam hal harga bahan baku yang berfluktuasi terjadi pada agroindustri tape tersebut. Kenaikan harga tersebut diakibatkan karena ubi kayu merupakan tanaman musiman yang panen hanya satu tahun sekali. Selain itu, terjadi persaingan untuk mendapatkan bahan baku pada keempat agroindustri tersebut. Untuk itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui : 1) Tingkat Pemesanan Ekonomis Ubi Kayu pada Agroindustri Tape di Kabupaten Jember, 2) Tingkat Pemesanan Kembali Ubi Kayu pada Agroindustri Tape di Kabupaten Jember, 3) Keberlanjutan Agroindustri Tape di Kabupaten Jember. Metode penelitian yang digunakan kuantitatif deskriptif. Metode pengambilan sampel yaitu sampel jenuh. Metode analisis data yang digunakan adalah Economic Order Quantity (EOQ), Reorder Point (ROP) dan Rap-Tape. Hasil Analisis Menunjukkan Bahwa: (1) nilai EOQ lebih besar dari jumlah kebutuhan bahan baku ubi kayu per produksi, (2) nilai ROP menunjukkan tidak terjadi kekurangan bahan baku dengan nilai ROP lebih kecil dari jumlah pemesanan bahan baku per produksi, (3) Agroindustri tape di Kabupaten Jember secara multi dimensi berada pada posisi cukup berkelanjutan dengan nilai indeks 66,71
    corecore