288 research outputs found
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING (SFE) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA
Abstract: The purpose of this research is to improve the quality process of speaks learning and speaking skill by applying student facilitator and explaining learning model in fifth grade students of SDN Sumber IV Surakarta in academic year 2015/2016. The approachment of this research is classroom action research which consists of three cycles. Each cycle consists of two confluence and four phases, they are: planning, action implementation, observation, and reflection. The subject and data resources were teacher and students which consists of 29 students. The data collection techniques used observation, interview, test, and document research. The validaty data techniques used triangulation of teknik and triangulation of data. The research data analysis used interactive model Miles and Huberman which consists of data collection, data reduction, data display, and conclusion drawing. The result of this research shows that the quality process of speaks learning and speaking skill improved in each cycle. Percentage of classical completeness in pre-cycle interest is 58,62%, activity is 24,14%, cooperation is 17,24%, and creativity is 34,48%. First cycle increase into interest is 65.51%, activity is 55.18%, cooperation is 51.72%, and creativity is 55.17%. Two cycle increase into interest is 79.31%, activity is 72.41%, cooperation is 75.86%, and creativity is 79.31%. Three cycle increase into interest is 89.66%, activity is 86.20%, cooperation is 89.65%, and creativity is 93.10%. The speaking skill percentage of classical completeness in pre-cycle is 20.69%, first cycle increase into 44.83%, second cycle increase into 68.97%, and in the three cycle increase into 93.10%. Based on the research result, it can be concluded that the application of student facilitator and explaining learning model can improve the quality process of speaks learning and speaking skill in fifth grade students of SDN Sumber IV Surakarta in academic year 2015/2016.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran berbicara dan keterampilan berbicara melalui penerapan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining (SFE) pada siswa kelas V SDN Sumber IV Surakarta tahun ajaran 2015/2016. Pendekatan penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari tiga siklus. Pada setiap siklus terdiri dari dua pertemuan dan empat tahapan yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek dan sumber data adalah guru dan siswa yang berjumlah 29 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, tes, dan studi dokumen. Teknik uji validitas data yang digunakan adalah triangulasi sumber dan tiangulasi teknik. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan model interaktif Miles & Huberman yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan pengambilan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas proses pembelajaran berbicara dan keterampilan berbicara selalu mengalami peningkatan pada setiap siklus. Persentase ketuntasan klasikal pada pratindakan menunjukkan bahwa minat 58,62%, keaktifan 24,14%, kerja sama 17,24%, dan kreativitas 34,48%. Siklus I meningkat menjadi minat 65,51%, keaktifan 55,18%, kerja sama 51,72%, dan kreativitas 55,17%. Siklus II meningkat menjadi minat 79,31%, keaktifan 72,41%, kerja sama 75,86%, dan kreativitas 79,31%. Siklus III meningkat menjadi minat 89,66%, keaktifan 86,20%, kerja sama 89,65%, dan kreativitas 93,10%. Ketuntasan klasikal keterampilan berbicara pada kondisi awal sebesar 20,69%, siklus I meningkat menjadi 44,83%, siklus II meningkat menjadi 68,97%, dan siklus III meningkat menjadi 93,10%. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining (SFE) dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran berbicara dan keterampilan berbicara pada siswa kelas V SDN Sumber IV Surakarta tahun ajaran 2015/2016.Kata kunci Student Facilitator and Explaining, Kualitas Proses, Keterampilan Bebicar
Pengaruh model pembelajaran project based learning terhadap motivasi belajar ipas peserta didik kelas v sekolah dasar
Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh penerapan model pembelajaran berbasis proyek terhadap motivasi siswa kelas lima yang mempelajari sains. Data penelitian ini dikumpulkan dari 56 siswa kelas V SDN Bratan 1 Surakarta. Teknik purposive sampling digunakan, dengan 28 siswa dari kelas VA ditugaskan ke kelompok eksperimen dan 28 siswa dari kelas VB sebagai kelompok kontrol. Kuesioner digunakan untuk pengumpulan data. Analisis data meliputi penilaian prasyarat seperti normalitas, homogenitas, dan n-gain. Untuk pengujian hipotesis, diterapkan Uji T Sampel Independen pada tingkat signifikansi 0,05, menggunakan perangkat lunak SPSS versi 25. Hasil penelitian mengungkapkan dampak substansial dari penerapan model pembelajaran berbasis proyek pada motivasi siswa kelas lima yang belajar sains. Hal ini terlihat dari nilai signifikansi sebesar 0,000. Nilainya di bawah 0,05, mengakibatkan hipotesis nol (H0) ditolak. Selain itu, nilai tcount melebihi nilai ttable, khususnya 14,178 > 2,004. Akibatnya, dapat disimpulkan bahwa "Model pembelajaran berbasis proyek sangat mempengaruhi motivasi belajar IPA pada siswa kelas V Bratan 1 Surakarta
ANTARA IDEALISME DAN KENYATAAN: KEBIJAKAN PENDIDIKAN TIONGHOA PERANAKAN DI SURABAYA PADA MASA PENDUDUKAN JEPANG TAHUN 1942-1945 Between Idealism and Reality: Education Policy of Chinese in Surabaya in the Japanese Era at 1942-1945)
Artikel ini membahas tentang kebijakan pendidikan Tionghoa peranakan pada masa pendudukan Jepang di Surabaya. Tulisan ini fokus mengkaji tentang politik pendidikan pendudukan Jepang merubah kebijakan pendidikan konkordansi dan dualisme bentukan Belanda menjadi lebih terbuka untuk semua golongan. Metode penulisan yang digunakan oleh penulis adalah metode Louis Gottschalk yaitu menggunakan kemampuan mengadaptasikan proses agar tercipta penulisan yang obyektif yaitu dengan tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, historiografi. Namun kebijakan pendidikan ini, tidak berlaku bagi golongan Tionghoa peranakan di Surabaya yang status kewarganegaraannya masuk dalam golongan asing. Anak-anak Tionghoa peranakan diwajibkan memasuki sekolah-sekolah Tionghoa yang dikelola organisasi Hua Chiao Chung Hui (HCCH) atau Federasi Orang Tionghoa peranakan bentukan pendudukan Jepang dengan bahasa pengantar Bahasa Mandarin. Secara umum kebijakan ini menimbulkan proses resinification (penyadaran dan penegasan kembali identitas sebagai keturunan bangsa Tionghoa), namun hal ini justru kurang begitu terasa di Surabaya yang menjadi basis kaum Tionghoa peranakan. Pengenalan adat istiadat dan kebudayaan Tionghoa bahkan menjadikan mereka terasing dengan tanah kelahirannya
PENGARUH PERKEBUNAN KOPI RAKYAT TERHADAP KEHIDUPAN EKONOMI, SOSIAL, DAN LINGKUNGAN MASYARAKAT DESA SALAK KECAMATAN RANDUAGUNG KABUPATEN LUMAJANG
Skripsi ini membahas tentang Pengaruh Perkebunan Kopi Rakyat
Terhadap Kehidupan Ekonomi, Sosial dan Lingkungan Masyarakat Desa Salak
Kecamatan Randuagung Kabupaten Lumajang 2004-2013. Permasalahan dalam
skripsi ini adalah (1) Apa yang melatarbelakangi adanya perkebunan kopi rakyat
di Desa Salak Kecamatan Randuagung? (2) Bagaimana perkembangan
perkebunan kopi rakyat di Desa Salak dari tahun 2004-2013? (3) Bagaimana
pengaruh perkebunan kopi rakyat terhadap kehidupan ekonomi sosial dan
lingkungan masyarakat di Desa Salak Kecamatan Randuagung Kabupaten
Lumajang? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah
dengan tahapan-tahapan pemilihan topik, heuristik, kritik sumber (kritik ekstern
dan kritik intern), interpretasi dan historiografi. Teori yang digunakan dalam
penelitian ini adalah teori perubahan sosial. Pengaruh adanya perkebunan kopi
rakyat terhadap masyarakat di Desa Salak yaitu mencakup dalam aspek ekonomi,
sosial dan lingkungan. Pengaruh dalam bidang ekonomi yaitu menciptakan
lapangan pekerjaan dan berdampak positif untuk perekonomian masyarakat Desa
Salak untuk menunjang kebutuhan sehari – hari. Di bidang sosial, adanya
peningkatan jumlah fasilitas pendidikan baik formal maupun non formal, dan di
bidang lingkungan adanya perkebunan kopi rakyat dapat mengurangi erosi,
menambah kesuburan tanah, dan tidak ada lagi kebakaran hutan ataupun
penebangan liar
PERKUMPULAN HWIE TIAUW KA DI SURABAYA 1999-2011
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, mendeskripsikan, dan
mengungkapkan perkumpulan Hwie Tiauw Ka Surabaya 1999-2011, bentuk kegiatan
aktivitas sosial di perkumpulan Hwie Tiauw Ka sejak awal keberadaan dan berdirinya
masa kolonialisme, khususnya di perkumpulan Hwie Tiauw Ka Surabaya. Penelitian
ini menggunakan metode historis. Sumber data yang digunakan adalah berupa surat
kabar, berbagai literatur buku, internet maupun sumber lain yaitu berupa wawancara.
Teknis analisis data menggunakan teknis analisis historis, yaitu analisa yang
mengutamakan dalam mengolah suatu data sejarah. Prosedur penelitian melalui
empat tahap yaitu : heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Pada 1820
berdirilah bangunan pertama kalinya dan tertua di Asia Tenggara yaitu perkumpulan
Hwie Tiauw Ka Surabaya tepatnya berada di Jalan Slompretan No 58 Surabaya
bagian Utara. Keberadaan pendirian sejak zaman kolonial Belanda hingga zaman
Reformasi. Perkumpulan Hwie Tiauw Ka Surabaya adalah perkumpulan perantauan
suku Hakka yang membentuk suatu organisasi di bidang sosial seperti mengurusi
kematian, sembahyang, dan bakti sosial sebagai wadah pemersatu untuk terus
menjalin komunikasi antar suku Hakka Surabaya
PERKUMPULAN HWIE TIAUW KA DI SURABAYA TAHUN 1999-2011 (Association Hwie Tiauw Ka In Surabaya Period 1999-2011)
Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, mendeskripsikan, dan mengungkapkan
Perkumpulan Hwie Tiauw Ka Surabaya Tahun 1999-2011, bentuk kegiatan aktivitas sosial di
Perkumpulan Hwie Tiauw Ka sejak awal keberadaan dan berdirinya masa kolonialisme hingga berjalan
saat ini khususnya di Perkumpulan Hwie Tiauw Ka Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode
historis. Sumber data yang digunakan adalah berupa surat kabar, berbagai literatur buku, internet
maupun sumber lain yaitu berupa wawancara. Teknis analisis data menggunakan teknis analisis historis,
yaitu analisa yang mengutamakan dalam mengolah suatu data sejarah. Prosedur penelitian melalui
empat tahap yaitu : heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Pada tahun 1820 berdirilah
bangunan pertama kalinya dan tertua di Asia Tenggara yaitu Perkumpulan Hwie Tiauw Ka Surabaya
tepatnya berada di Jalan Slompretan No 58 Surabaya bagian Utara. Perjalanan begitu panjang dan
berbagai tantangan yang dihadapi oleh Perkumpulan Hwie Tiauw Ka Surabaya sehingga berkembang
di berbagai bidang yaitu diantaranya bidang sosial, kebudayaan, dan bidang pendidikan. Yang
menjadikan aktivitas Perkumpulan Hwie Tiauw Ka Surabaya semakin maju dan dapat dirasakan
keberadaannya sebagai perkumpulan yang menjadikan pusat kegiatan sosial serta menjalin interaksi
komunikasi antar perantauan Hakka
Organisasi Pembina Iman Tauhid Islam (PITI) dan Aktivitasnya di Kabupaten Jember, 2000-2012
Penulisan ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi Pembina Iman Tauhid
Islam (PITI) Kabupaten Jember, mengetahui aktivitas Pembina Iman Tauhid
Islam (PITI) di Kabupaten Jember, serta mengetahui dampak yang ditimbulkan
dengan adanya organisasi Pembina Iman Tauhid Islam (PITI) Kabupaten Jember
bagi kehidupanetnis Tionghoa muslim di Kabupaten Jember. Penelitian ini
menggunakan Metode Historis. Sumber data yang digunakan adalah berupa
koran, berbagai literature buku, internet maupun sumber lain yaitu sumber
wawancara. Teknik analisis data menggunakan Teknik analisis historis, yaitu
Analisa yang mengutamakan dalam mengolah suatu data sejarah. Prosedur
penelitian melalui empat tahap yaitu :heuristik, kritik, interpretasi, dan
historiografi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kondisi
Pembina Iman Tauhid Islam (PITI) Kabupaten Jember cukup baik, artinya
organisasi ini berjalan sesuai dengan fungsinya yaitu menaungi etnis Tionghoa
Muslim dan sebagai penyambung asimilasi antara etnisTionghoa Muslim dengan
masyarakat pribumi. Aktivitas Pembina Iman Tauhid Islam (PITI) Kabupaten
Jember bergerak di bidang sosial dan ekonomi. Dampak dari aktivitas di bidang
sosial dan ekonomi tersebut adalah semakin diterimanya etnis Tionghoa,
khususnya yang beragama Islam, oleh masyarakat pribumi. Hal ini juga
berdampak pada semakin mudahnya akses sosial budaya dan ekonomi etnis
Tionghoa Muslim di Kabupaten Jember
PERKEMBANGAN PERKEBUNAN KOPI RAKYAT DESA SIDOMULYO KECAMATAN SILO KABUPATEN JEMBER PADA TAHUN 2004 – 2013
Permasalah dalam Skripsi ini
adalah (1) Apa Yang melatarbelakangi adanya perkebunan kopi rakyat di Desa
Sidomulyo Kecamatan Silo? (2) Bagaimana perkembangan perkebunan kopi
rakyat di Desa Sidomulyo pada tahun 2004 – 2013? (3) Bagaimana pengaruh
perkebunan kopi rakyat terhadap kehidupan ekonomi, sosial dan lingkungan
masyarakat di Desa Sidomulyo Kecamatan Silo Kabupaten Jember? Metode yang
digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah dengan tahapan – tahapan
pemilihan topik, heuristik, kritik sumber (kritik ekstern dan kritik intern),
interpretasi dan historiografi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah
teori perubahan sosial. Pengaruh adanya perkebunan kopi rakyat terhadap
masyarakat di Desa Salak yaitu mencakup dalam aspek ekonomi, sosial dan
lingkungan. Pengaruh dalam bidang ekonomi yaitu menciptakan lapangan
pekerjaan dan berdampak posistif untuk perekonomian masyarakat Desa
Sidomulyo untuk menjunjung kebutuhan sehari – hari. Di bidang sosial, adanya
peningkatan jumlah fasilitas pendidikan baik formal maupun non formal, dan di
bidang lingkungan adanya perkebunan kopi rakyat dapat mengurangi erosi,
menambah kesuburan tanah, dan tidak ada lagi kebakaran hutan ataupun
penerbangan liar
PABRIK GULA JATIROTO DAN PENCEMARAN LINGKUNGAN DI DESA SIDOREJO, KECAMATAN ROWOKANGKUNG, KABUPATEN LUMAJANG TAHUN 1989-2010
Skripsi ini membahas tentang pencemaran sungai di Desa Sidorejo, Kecamatan
Rowokangkung, Kabupaten Lumajang akibat dari pembuangan limbah pabrik
gula Jatiroto tahun 1989 - 2010. Permasalahan dalam skripsi ini adalah terjadinya
pencemaran sungai di Desa Sidorejo dampak dari pembungan limbah dari proses
penggilingan tebu pabrik gula Jatiroto, yang telah menyebabkan terjadinya suatu
perubahan kondisi sungai yang berada di Desa Sidorejo air sungai menjadi keruh
dan menimbulkan bau tidak dan menyengat, sehingga setelah sungai yang ada di
Desa Sidorejo tersebut tidak bisa lagi digunakan dimanfaatkan oleh warga untuk
kebutuhan sehari-hari dan pertanian sebagai pengairan sawah yang ada di Desa
Sidorejo, pencemaran sungai tersebut telah menjalar ke sumur – sumur warga ikut
tercemar sehingga warga mengalami kesulitan air bersih. Metode yang digunakan
dalam penulisan ini yakni heuristik, kritik, interpretasi, histiografi.Dampak lain
yang di timbulkan dari pencemaran sungai akibat dari pembungan limbah cair dari
proses penggilingan tebu pabrik gula Jatiroto, muncul permasalahan yang di
rasakan oleh warga Desa Sidorejo yakni masalah dampak lingkungan,Ekonomi
danSosial. Setelah munculnya dampak lingkungan, ekonomi dan kesehatanl yang
melanda masyarakat Desa Sidorejo membuat masyarakat melakukan penolakan
dan protes kepada pihak pabrik gula Jatiroto melalui pemerintah dan LSM desa
Sidorejo, melalui pemerintah Desa dan LSM desa Sidorejo pada tanggal 12 Maret
2010 mengirimkan surat dan proposal ke pihak ADM pabrik gula Jatiroto tentang
penolakan pembuangan limbah cair dari pabrik gula Jatiroto ke sungai yang
berada di desa Sidorejo serta permintaan air bersih untuk kebutuhan sehari – hari
dan pengairan pertanian desa Sidorejo
Peranan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Dalam Penanggulangan Bencana Di Kabupaten Jember Tahun 2012 - 2019
- …
