2 research outputs found
Logistical And Operational Challenges In Cold Chain Systems For Fishery Products In Developing Countries: A Literature Review: English
The delivery of fishery products must consistently maintain product quality and integrity to prevent deterioration during the post-harvest period. In developing countries, the distribution of fishery products faces challenges in the post-harvest cold chain system, ranging from infrastructure, technology, and transportation to human resources. This study aimed to identify the logistical and operational challenges in implementing cold chain systems for fishery products in developing countries. The method used in this research is a literature review, with data obtained from accredited journals focused on the topic of cold chain systems. Based on the literature review, it was found that cold chain system challenges in developing countries include road infrastructure that does not connect regions, technology that cannot be applied to the cold chain system because of high financial requirements, transportation units that do not meet cold chain shipping standards, and human resources that lack understanding of the importance of maintaining the quality and integrity of fishery products during the post-harvest period. The implications and recommendations include the need for improved infrastructure development, investment in technology, implementation of transportation units that meet cold chain standards, and enhancement of human resource quality.Pengiriman produk perikanan harus terus menjaga agar kualitas dan mutu produk agar tidak mengalami penurunan selama pascapanen, Distribusi produk perikanan di negara berkembang dihadapkan dengan tantangan dalam sistem rantai dingin pascapanen mulai dari infrastruktur, teknologi, transportasi, hingga sumberdaya manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tantangan logistik dan operasional dalam penerapan sistem rantai dingin pada produk perikanan di negara berkembang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah Kajian Literatur (Literature Review), data yang diperoleh dari jurnal yang terakreditasi dengan topik tertentu yaitu sistem rantai dingin. Berdasarkan kajian literatur ditemukan bahwa tantangan sistem rantai dingin di negara berkembang itu meliputi infrastruktur jalan yang belum menghubungkan antar wilayah, teknologi yang tidak mampu diterapkan pada sistem rantai dingin disebabkan kebutuhkan dana yang cukup besar, unit transportasi yang tidak sesuai standar pengiriman dengan rantai dingin, hingga kualitas sumberdaya manusia yang tidak memahami pentingkan menjaga mutu dan kualitas produk perikanan selama pascapanen. Implikasi dan rekomendasi dalam meningkatkan pembangunan infrastruktur diperlukan, investasi terhadap teknologi perlu dikembangkan, penggunaan unit transportasi yang sesuai standar pengiriman rantai dingin perlu diterapkan, serta peningkatan kualitas sumberdaya manusia perlu ditingkatkan
PENGUKURAN KINERJA RANTAI PASOK CUMI-CUMI DI PT. XYZ PPN MUARA ANGKE MENGGUNAKAN METODE SCOR
Cumi-cumi merupakan salah satu jenis komoditas perikanan hasil tangkapan laut yang memiliki jumlah produksi tinggi di Indonesia. Hasil tangkapan cumi-cumi didaratkan di pelabuhan perikanan, salah satunya di PPN Muara Angke yang merupakan pusat pendaratan, produksi dan pemasaran cumi-cumi di wilayah Jakarta. Produksi dan pemasaran cumi-cumi di PPN Muara Angke bergantung kepada jumlah pasokan cumi-cumi. Namun, pasokan cumi-cumi di unit pengolahan ikan (UPI) PPN Muara Angke salah satunya di PT. XYZ belum optimal dalam memenuhi pesanan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur rantai pasok cumi-cumi PT. XYZ PPN Muara Angke dan mengukur kinerja rantai pasok cumi-cumi di PT. XYZ. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan metode Supply Chain Operation Reference (SCOR) level 1. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa struktur rantai pasok cumi-cumi di PT. XYZ PPN Muara Angke sudah efisien dengan tidak ada jasa tengkulak pada proses jual beli antara perusahaan dengan nelayan. Hasil pengukuran kinerja rantai pasok cumi-cumi di PT. XYZ PPN Muara Angke masih belum optimal yang mana pada atribut kinerja reliability dengan menggunakan perhitungan perfect order fullfilment sebesar 83%, kinerja responsiveness menggunakan perhitungan order fullfilment lifetime sebesar 24-25 hari, keduanya masih di bawah nilai benchmark. Adapun kinerja flexibelity sudah mencapai nilai parity dengan nilai aktual sebesar 29-30 hari, kinerja management cost sudah mencapai nilai superior dengan nilai aktual sebesar 2,20% dan kinerja management asset sudah mencapai nilai parity pada bencmark dengan nilai aktual selama 25 hari.
Kata kunci: cumi-cumi, metode SCOR, rantai paso
