1,721,086 research outputs found

    RELIGIOSITY MEMEDIASI PERCEIVED RISK DAN PURCHASE DECISION PADA PRODUK BOIKOT

    Full text link
    ABSTRAK Bagas Rino Anggoro (2313306) “Religiosity Memediasi Perceived Risk dan Purchase Decision Pada Produk Boikot” dalam bimbingan Prof. Dr. Hj. Ratih Hurriyati, M.P. dan Dr. Heny Hendrayati, S.IP., M.M. Aksi boikot produk pro Israel muncul sebagai respon masyarakat internasional atas genosida yang terjadi di Gaza, Palestina. Boikot menargetkan produk dari berbagai perusahaan yang dianggap menjadi bagian dari pendukung genosida. Boikot telah memberikan dampak kerugian salah satunya adalah menurunnya penjualan akibat konsumen yang menghentikan pembelian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana religiosity dapat memediasi perceived risk dan purchase decision pada produk boikot. Populasi pada penelitian ini adalah responden yang berdomisili di Kota Bandung berusia minimal 18 tahun dengan pengetahuan terhadap produk yang diboikot seperti McDonald’s, Starbucks, dan Unilever serta sedang atau pernah mengonsumsi produk yang diboikot tersebut. Jumlah sampel pada penelitian ini yaitu 150 responden dengan menggunakan metode purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan verifikatif yang dilakukan melalui alat analisis SmartPLS4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceived risk berada pada kategori sedang, religiosity berada pada kategori sedang, dan purchase decision pada kategori cukup tinggi. Selain itu, terdapat pengaruh positif dan signifikan pada semua variabel yang diteliti. Religiosity memediasi perceived risk dan purchase decision. Kata kunci— Religiosity; Perceived Risk; Purchase Decision; Boikot ABSTRACT Bagas Rino Anggoro (2313306) “Religiosity Mediates Perceived Risk and Purchase Decisions on Boycotted Products” under the guidance of Prof. Dr. Hj. Ratih Hurriyati, M.P. and Dr. Heny Hendrayati, S.IP., M.M. The boycott of pro-Israel products has emerged as a response from the international community to the genocide occurring in Gaza, Palestine. The boycott targets products from various companies considered to be supporters of the genocide. The boycott has caused losses, one of which is a decline in sales as consumers stop making purchase decisions. This study aims to examine how religiosity can mediate the relationship between perceived risk and purchase decision regarding boycotted products. The population in this study consists of respondents residing in Bandung City who are at least 18 years old and have knowledge of boycotted products such as McDonald’s, Starbucks, and Unilever, and who are currently or have previously consumed these products. The sample size in this study is 150 respondents, selected using purposive sampling. The data analysis techniques used are descriptive and verification analysis, conducted using the SmartPLS4 analysis tool. The results of the study show that perceived risk falls into the moderate category, religiosity is in the moderate category, and purchase decision is in the relatively high category. In addition, there is a positive and significant influence among all the variables studied. Religiosity mediates the relationship between perceived risk and purchase decision. Keywords— Religiosity; Perceived Risk; Purchase Decision; Boycot

    PENGARUH APPLICATION QUALITY TERHADAP ONLINE REPURCHASE INTENTION MELALUI ONLINE SHOPPING EXPERIENCE (Survei pada Pengguna Aplikasi di Industri Fresh E-grocery Indonesia)

    Full text link
    Haidar Al Fardan Firmansyah (2103260) “Pengaruh Kualitas Aplikasi Terhadap Niat Ulang Berbelanja Daring Melalui Pengalaman Berbelanja Daring (Survei pada Pengguna Aplikasi di Industri Fresh E-grocery Indonesia)” di bawah bimbingan Prof. Dr. Ratih Hurriyati M.P dan Dr. Lisnawati, S.Pd., MM. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran serta menganalisis pengaruh kualitas aplikasi terhadap niat ulang berbelanja daring melalui pengalaman berbelanja daring pada pengguna aplikasi fresh e-grocery di Indonesia. Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif dan verifikatif dengan metode kuantitatif, melibatkan populasi sebanyak 416.400 pengguna dan sampel sebanyak 359 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas aplikasi, pengalaman berbelanja daring dan niat ulang berbelanja daring berada pada kategori sedang. Selain itu, kualitas aplikasi berpengaruh terhadap niat ulang berbelanja daring baik secara langsung maupun tidak langsung melalui niat ulang berbelanja daring, meskipun pengaruh langsung ditemukan lebih kuat dibandingkan pengaruh tidak langsung. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi pengelola aplikasi fresh e-grocery untuk terus meningkatkan kualitas layanan aplikasinya agar mampu menciptakan pengalaman belanja yang positif serta mendorong loyalitas pelanggan dalam jangka panjang. Diharapkan penelitian ini berkontribusi pada pengembangan literatur mengenai perilaku konsumen digital, khususnya dalam konteks belanja produk segar secara daring di Indonesia. Implikasi dalam bidang pemasaran menegaskan bahwa perusahaan perlu mengintegrasikan kualitas aplikasi untuk meningkatkan dan mempertahankan niat pembelian ulang konsumen di tengah persaingan pasar digital yang semakin ketat. Kata kunci: kualitas aplikasi, pengalaman berbelanja daring, niat ulang berbelanja daring ABSTRACT Haidar Al Fardan Firmansyah (2103260) “The Influence of Application Quality on Online Repurchase Intention Through Online Shopping Experience (A Survey on Application Users in the Indonesian Fresh E-grocery Industry)” supervised by Prof. Dr. Ratih Hurriyati M.P and Dr. Lisnawati, S.Pd., MM. This study aims to obtain an overview and analyze the influence of application quality on online repurchase intention through the online shopping experience of fresh e-grocery application users in Indonesia. This type of research uses descriptive and verification with quantitative methods, involving a population of 416,400 users and a sample of 359 respondents selected using a purposive sampling technique. The results show that application quality, online shopping experience, and online repurchase intention are in the moderate category. In addition, application quality influences online repurchase intention both directly and indirectly through the online shopping experience, although the direct effect is found to be stronger than the indirect effect. These findings provide practical implications for fresh e-grocery application managers to continuously improve the quality of their application services to be able to create a positive shopping experience and encourage long-term customer loyalty. It is estimated that this study contributes to the development of literature on digital consumer behavior, particularly in the context of bold shopping for fresh products in Indonesia. The implications for the marketing field emphasize that companies need to integrate application quality to increase and maintain consumer repurchase intention amidst increasingly fierce digital market competition. Keywords : application quality, online shopping experience, online repurchase intentio

    MODEL PENINGKATAN KUNJUNGAN DESA WISATA MELALUI BRANDING DESTINASI, PENGALAMAN WISATA DAN MEDIA PROMOSI DIGITAL DIMEDIASI KREASI NILAI WISATA

    Full text link
    Iwan Setiawan (2317324) Model Peningkatan Kunjugan Desa Wisata melalui Branding Destinasi, Pengalaman Wisata dan Media Promosi Digital dimediasi oleh Kreasi Nilai Wisata. Di bawah bimbingan Promotor Prof. Dr. Hj. Ratih Hurriyati, MP. Ko-promotor Dr. Heny Hendrayati, S.IP., M,M. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh branding destinasi, pengalaman wisata, dan media promosi digital terhadap keputusan kunjungan wisatawan ke desa wisata di wilayah Priangan Timur, dengan kreasi nilai wisata sebagai variabel mediasi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pemahaman tentang faktor-faktor pemasaran yang memengaruhi perilaku kunjungan wisatawan dalam konteks desa wisata. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain deskriptif dan teknik survei. Data dikumpulkan dari 200 responden wisatawan menggunakan purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan metode Structural Equation Modeling Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa branding destinasi, pengalaman wisata, dan media promosi digital berpengaruh signifikan terhadap keputusan kunjungan wisatawan, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui variabel kreasi nilai wisata. Media promosi digital menjadi faktor paling dominan, sedangkan pengalaman wisata berkontribusi besar dalam membentuk persepsi nilai. Kreasi nilai wisata terbukti menjadi mediator signifikan dalam hubungan tersebut. Kontribusi penelitian ini mencakup perluasan penerapan logika dominan jasa (Service-Dominant Logic) dalam konteks pariwisata desa, serta penyediaan model empiris untuk memahami perilaku kunjungan wisatawan. Secara praktis, hasil penelitian ini memberikan acuan bagi pengelola desa wisata dan pembuat kebijakan dalam merancang strategi pemasaran berbasis pengalaman dan digitalisasi. Keterbatasan penelitian ini terletak pada ruang lingkup geografis dan variabel yang digunakan, sehingga disarankan untuk penelitian lanjutan dengan cakupan yang lebih luas dan variabel tambahan. Kata Kunci: branding destinasi, pengalaman wisata, media promosi digital, kreasi nilai wisata, keputusan kunjungan, desa wisata

    Bauran pemasaran & loyalitas konsumen / Ratih Hurriyati

    No full text

    MODEL MINDFULNESS TECHNOLOGY ADOPTION DALAM MENINGKATKAN CONTINUANCE USAGE PADA PAYLATER DI INDONESIA

    Full text link
    Adopsi yang cepat dari solusi pembayaran digital telah mengubah lanskap keuangan, dan layanan paylater telah muncul sebagai komponen penting dalam ekosistem yang terus berkembang ini; namun, continuance usage masih menjadi masalah utama bagi penyedia layanan, karena pemanfaatan platform yang optimal masih belum terwujud. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji model Continuance usage yang disintesis dari Expectation confirmatory theory. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dalam bentuk survey. Populasi dan sample penelitian ini adalah 349 pengguna Shopee Paylater. Pengujian menggunakan metode pengujian Structural Equation Modelling (SEM). Hasil Penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan positif Mindfulness Technology Adoption dengan continuance usage baik langsung maupun melalui Trustworthy financial well-being. Terdapat hubungan positif Mindfulness Technology Adoption dengan Satisfaction baik langsung maupun melalui Technology selfefficacy, terdapat hubungan positif Mindfulness Technology Adoption dengan Satisfaction baik langsung maupun melalui Social Influence, terdapat hubungan positif Mindfulness Technology Adoption dengan Continuance Usage baik langsung maupun melalui habit, terdapat hubungan positif Mindfulness Technology Adoption dengan satisfaction baik langsung maupun melalui habit. Hasil ini mengindikasikan bahwa terdapat hubungan Mindfulness Technology Adoption (MTA) trustworthy financial well-being, technology selfefficacy, social influence, habit, satisfaction terhadap continuance usage. Mindfulness Technology Adoption (MTA) meningkatkan satisfaction pengguna dan penggunaan teknologi dalam jangka panjang, baik secara langsung maupun melalui berbagai aspek mediasi seperti trustworthy financial well-being, technology selfefficacy, social influence, dan habit. Temuan ini menegaskan bahwa MTA memainkan peran penting dalam meningkatkan pengalaman pengguna dan keberlanjutan penggunaan teknologi. Dengan menumbuhkan kesadaran dan kepercayaan dalam penggunaan teknologi keuangan, MTA berkontribusi terhadap pemanfaatan layanan keuangan digital yang lebih optimal dan berkelanjutan. Keywords: Mindfulness Technology Adoption (MTA) terhadap trustworthy financial well-being, technology selfefficacy, social influence, habit, satisfaction, continuance usage Continuance Usage on Paylater in Indonesia, under the guidance of Promoter Prof. Dr. Hj. Ratih Hurriyati, M.P; Co-Promoter Dr. H. Mokh Adib Sultan, ST., MT; Promoter Member Dr. Puspo Dewi Dirgantari, S.Pd., M.T., M.M. The rapid adoption of digital payment solutions has changed the financial landscape, and paylater services have emerged as an important component in this evolving ecosystem; however, continuance usage is still a major issue for service providers, as optimal utilization of the platform has yet to be realized. This study aims to develop and test a Continuance usage model synthesized from Expectation confirmatory theory. This research uses quantitative methods in the form of surveys. The population and sample of this study were 349 Shopee Paylater users. Testing using the Structural Equation Model (SEM) testing method. The results showed that there is a positive relationship between Mindfulness Technology Adoption and continuance usage either directly or through Trustworthy financial well-being. There is a positive relationship of Mindfulness Technology Adoption with Satisfaction both directly and through Technology self-efficacy, there is a positive relationship of Mindfulness Technology Adoption with Satisfaction both directly and through Social Influence, there is a positive relationship of Mindfulness Technology Adoption with Continuance Usage both directly and through habit, there is a positive relationship of Mindfulness Technology Adoption with satisfaction both directly and through habit. These results indicate that there is a relationship between Mindfulness Technology Adoption (MTA) trustworthy financial well-being, technology self-efficacy, social influence, habit, satisfaction on continuance usage. Mindfulness Technology Adoption (MTA) increases user satisfaction and long-term technology use, both directly and through various mediating aspects such as trustworthy financial well-being, technology self- efficacy, social influence, and habit. The findings confirm that MTAs play an important role in improving user experience and sustainability of technology use. By fostering awareness and trust in the use of financial technology, MTAs contribute to more optimal and sustainable utilization of digital financial services. Keywords: Mindfulness Technology Adoption (MTA) on trustworthy financial well-being, technology self-efficacy, social influence, habit, satisfaction, continuance usag

    BAURAN PEMASARAN & LOYALITAS KONSUMEN/SM-13/SM-15

    No full text
    vi+186hlm;16x24c

    PENGARUH HARGA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN BATU BATERAI ALKALINE DURACELL (SURVEI PADA PEMBELI BATU BATERAI ALKALINE MEREK DURACELL DI TOSERBA BORMA CABANG SETIABUDHI, DAGO, DAN CIMAHI)

    Full text link
    Dewasa ini industri elektronik di Indonesia mengalami kemajuan yang sangat pesat. Dari beberapa kategori industri elektronika, salah satu kategori industri elektronika potensial dan masih terus akan berkembang pesat di Indonesia adalah industri batu baterai Hal ini dapat terlihat dari tingkat permintaan batu baterai yang setiap tahunnya semakin meningkat. Peningkatan permintaan batu baterai memacu persaingan dalam industri ini menjadi semakin ketat. Masing-masing perusahaan bersaing dengan menonjolkan kekuatan untuk menguasai pangsa pasar. Salah satu perusahaan yang cukup potensial dalam industri ini adalah P&G dengan merek batu baterai alkaline Duracell. Berdasarkan hasil survei beberapa tahun terakhir batu baterai alkaline Duracell selalu berada pada posisi paling bawah dalam hal angka penjualan batu baterai di Indonesia. Hal ini diduga karena harga batu baterai alkaline Duracell yang dianggap kurang menarik oleh konsumen. Harga batu baterai alkaline Duracell dilihat dari segi daftar harga, diskon, dan potongan harga khusus. Adapun penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran harga batu baterai alkaline Duracell, kemudian untuk mengetahui gambaran keputusan pembelian batu baterai alkaline Duracell dan pengaruh yang dirasakan pembeli batu baterai alkaline Duracell mengenai harga terhadap keputusan pembelian. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan verifikatif. Adapun yang menjadi variabel bebas adalah harga sedangkan yang menjadi variabel terikatnya adalah keputusan pembelian. Metode yang digunakan adalah survei dengan teknik systematic random sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 90 responden. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder, sedangkan teknik analisa data yang digunakan adalah teknik regresi sederhana dengan menggunakan koefisien korelasi, koefisien determinasi, dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh harga terhadap keputusan pembelian adalah sebesar 56,2%. Hal ini berarti harga berpengaruh kuat terhadap keputusan pembelian. Oleh karena itu, penulis menyarankan agar batu baterai alkaline Duracell dapat memberikan penawaran yang lebih menarik melalui harga yang disesuaikan dengan daya beli pelanggan Indonesia, sehingga dapat meningkatkan keputusan pembelian konsumen

    Baruan Pemasaran dan Loyalitas Konsumen

    No full text
    corecore