2 research outputs found

    PENERAPAN METODE AHP DAN GOAL PROGRAMMING UNTUK OPTIMALISASI ALOKASI PEMESANAN BAHAN BAKU PET TERHADAP PEMASOK (STUDI KASUS: PT ALAM LESTARI LANCAR)

    No full text
    Jika membutuhkan abstrak atau isi jurnal silahkan menghubungi author melalui e-mail [email protected] atau [email protected] Dipublikasikan tanggal: 27 Mei 202

    Penerapan Metode AHP dan Goal Programming untuk Optimalisasi Alokasi Pemesanan Bahan Baku PET terhadap Pemasok (Studi Kasus: PT Alam Lestari Lancar)

    No full text
    PT Alam Lestari Lancar merupakan perusahaan yang bergerak di bidang daur ulang botol plastik jenis PET (polyethylene terephthalate). Produk yang dihasilkan adalah serpihan plastic atau PET flake yang nantinya akan didistribusikan kepada customer sebagai bahan baku untuk dijadikan berbagai macam produk. Bahan baku menjadi elemen terpenting yang sangat diperhatikan oleh perusahaan karena sangat menunjang dalam proses produksi untuk memenuhi permintaan konsumen. Namun, hal ini justru menjadi kendala perusahaan dimana masih banyaknya bahan baku tidak sesuai spesifikasi yang diterima dari pemasok. Hal ini menyebabkan beberapa kali permintaan pasar tidak dapat terpenuhi dan pemenuhan pemesanan bahan baku tidak dapat dilakukan secara maksimal. Hal ini disebabkan karena perusahaan masih belum optimal dalam mempertimbangkan aspek-aspek lain dalam memesan bahan baku kepada pemasok dimana perusahaan hanya mempertimbangkan dari aspek harga saja. Maka dari itu, perlu dilakukannya optimalisasi terhadap jumlah alokasi pemesanan bahan baku terhadap masing-masing pemasok dengan mempertimbangkan berbagai macam aspek, terutama aspek performansi pemasok. Namun perusahaan perlu untuk mengetahui terlebih dahulu bagaimana performansi tiap-tiap pemasok. Dengan dilakukannya penelitian ini, harapannya perusahaan dapat memaksimalkan pemenuhan order yang ada atau meminimalisasi bahan baku tidak sesuai spesifikasi yang diterima dari pemasok. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kriteria dan subkriteria sesuai dengan kondisi dan kebutuhan perusahaan. Kemudian pada proses pembobotan kriteria, subkriteria dan pemasok nantinya akan dilakukan dengan menggunakan metode AHP sehingga diperoleh bobot global dari subkriteria dan pemasok. Bobot global ini nantinya akan digunakan dalam perhitungan untuk menentukan alokasi pemesanan bahan baku. proses menentukan jumlah alokasi pemesanan bahan baku dilakukan dengan menggunakan metode goal programming. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 6 kriteria yang dibutuhkan perusahaan, yaitu kualitas, pengiriman, harga, kemampuan teknis, komunikasi, dan kemampuan pengemasan. Kemudian untuk subkriteria diperoleh 12 subkriteria, yaitu kebersihan bahan baku, kesesuaian bahan baku, ketepatan waktu, ketepatan jumlah, negosiasi harga, kemudahan pembayaran, kemampuan pemenuhan order, kecepatan respon order, kemampuan komunikasi. Kemudahan akses komunikasi. Kerapihan pengemasan, dan kualitas pengemasan. Hasil bobot untuk kriteria diperoleh kriteria dengan bobot tertinggi adalah kualitas sebesar 0,353 dan kriteria dengan bobot terkecil adalah sistem komunikasi dan kemampuan pengemasan sebesar 0,065. Hasil bobot untuk pemasok diperoleh pemasok dengan bobot tertinggi adalah pemasok 8 sebesar 0,196 dan pemasok bobot terkecil adalah pemasok 3 dengan bobot sebesar 0,044. Pada perhitungan goal programming diperoleh hasil dimana alokasi diprioritaskan pada pemasok 8-1-4-7-9-6-2-5-3
    corecore