4 research outputs found

    AKUISISI DAN LOGGING DATA INERTIAL NAVIGATION SYSTEM PADA KAPAL TEMPUR BAWAH AIR MENGGUNAKAN ARDUINO-SD CARD

    Get PDF
    Pada sistem pengoperasian kapal, alat navigasi berperan sebagai pemberi informasi lokasi di dalam atau permukaan laut. Informasi tersebut berupa data posisi dan orientasi dari kapal. Alat navigasi yang digunakan pada Kapal Tempur Bawah Air adalah INS bernama Sublocus. Sensor inersia ini melakukan interaksi menggunakan komunikasi data serial, maka dibutuhkan rancangan sistem akuisisi dan logging data untuk pengambilan, pengumpulan dan penyimpanan data yang masuk agar dapat diolah dengan mudah. Akuisisi diperlukan untuk mengolah protokol pada sensor dengan melakukan parse rangkaian byte ke dalam bentuk informasi. Sublocus menggunakan protokol ANPacket, dimana terdapat banyak rangkaian informasi yang harus dipisahkan sesuai dengan alamat dalam datasheet. Berikutnya dilakukan proses logging data sebagai penyimpanan data menggunakan SD Card. Perlunya perangkat tambahan, seperti SD Card karena pada umumnya sistem embedded dibekali dengan memori berkapasitas sedikit. Arduino merupakan mikrokontroler yang dapat membantu dalam proses akuisisi karena data-data yang diperoleh dari sensor diolah menggunakan jalur komunikasi serial (RX dan TX). Hasil yang diperoleh dari rancangan sistem akuisisi dan logging data adalah Roll, Pitch, Heading, Latitude, Longitude, Microseconds, Gyroscope pada sumbu X, Y, Z, Accelerometer pada sumbu X, Y, Z, Magnetometer pada sumbu X, Y, Z, Velocity North, East, Down. Hal ini membuktikan bahwa perancangan sistem akuisisi dan logging data menggunakan Arduino dan SD Card dapat membantu dalam perolehan informasi posisi dan orientasi KTBA. ======================================================================================================== In a submarine operating system, navigation device acts as a location information provider on the inside or at sea level. Such information is position data and ship orientation data. Navigation device used on combat submarine is INS from Advanced Navigation named Sublocus. This inertial sensor interacts using serial data communication, it requires design of data acquisition and logging systems for collection, collection and storage of incoming data in order to be processed easily. Acquisition is required to process protocol exposed to sensor by parsing the byte series into information. Sublocus used ANPacket protocol, where there is a lot of information to be adjusted to address in datasheet. Next done, process of logging data as a data storage using SD Card. Needed for additional devices, such as SD Card because generally embedded systems equipped with a small capacity memory. Arduino is a microcontroller that can assist in process of data acquisition because data obtained from sensor is processed using serial communication lines (RX and TX). The results obtained from design of data acquisition and logging systems are Roll, Pitch, Heading, Latitude, Longitude, Microseconds, Gyroscope on X axis, Y, Z, Accelerometer on X axis, Y, Z, Magnetometer on X, Y, Z, Velocity North, East, Down. This proves that design of data acquisition and logging system using Arduino and SD Card can assist in obtaining position information and KTBA orientation

    Perancangan Spektrometer Pentakromatik Sederhana Dengan Jaringan Syaraf Tiruan Untuk Identifikasi Molekul Organik/Anorganik Pada Air Limbah

    Get PDF
    Pencemaran lingkungan dikarenakan pembuangan air limbah yang tidak tertangani dengan baik menimbulkan kerusakan pada ekosistem air tanah, sungai, maupun lautan. Air limbah sendiri dapat mengandung dua jenis senyawa, yaitu senyawa organik dan anorganik baik berasal dari alam maupun hasil sintesis bahan-bahan kimia di industri proses. Untuk merancang sistem pengolahan air limbah maka langkah utama dan krusial yang dibutuhkan adalah identifikasi polutan dalam air limbah. Identifikasi molekul organik ataupun anorganik paling sederhana adalah menggunakan teknik spektroskopi dengan mengevaluasi spektrum absorpsinya terhadap cahaya tampak. Pada penelitian Tugas Akhir ini, dirancang spektrometer pentakromatik untuk mengidentifikasi adanya molekul organik maupun anorganik dalam air limbah. Spektrometer pentakromatik ini memanfaatkan 5 panjang gelombang kisaran 450-650 nm sehingga menghasilkan informasi spektral yang tidak utuh. Untuk itu, spektrometer pentakromatik ini dilengkapi dengan menggunakan algoritma Jaringan Syaraf Tiruan (JST) dengan pendekatan Backpropagation tipe Feed Forwad Neural Network (FFNN) dengan hasil keakurasian 70,7% dan RMSE sebesar 600,0988 untuk mendeteksi dan mengkuantifikasi senyawa organik/anorganik dalam air limbah. ================================================================================================ Environmental pollution due to wastewater disposal that is not handled properly causes damage to the groundwater, rivers, and oceans. Wastewater itself may contain two types of chemical compounds, including organic and inorganic compounds both either derived from nature or the results of the synthetic chemicals from the process industry. To design a wastewater treatment system, the initial and crucial step required is the identification of pollutants in wastewater. The simplest identification of organic or inorganic molecules is to employ spectroscopic techniques by evaluating their absorption spectrum in the visible light. In this work, a pentachromatic spectrometer was designed to identify the presence of organic and inorganic molecules in a wastewater. This pentachromatic spectrometer utilized 5 monochromatic sources with wavelengths in the range of 450-650 nm to generate incomplete spectral information. For this reason, the spectrometer was equipped with an Artificial Neural Network (ANN) algorithm using a Backpropagation approach of Feed Forward Neural Network (FFNN) type with an accuracy of 70.7% and an RMSE of 600,0988 for organic/inorganic compound detection and quantification in a wastewater

    Perancangan Spektrometer Pentakromatik Sederhana dengan Jaringan Syaraf Tiruan (JST) untuk Identifikasi Molekul Organik/Anorganik pada Air Limbah

    No full text
    Pencemaran lingkungan dikarenakan pembuangan air limbah yang tidak tertangani dengan baik dapat membahayakan kesehatan dan merusak lingkungan. Dalam penanganan air limbah, langkah identifikasi molekul polutan penting untuk menentukan solusi pengolahan air limbah yang tepat. Salah satu metode identifikasi molekul paling sederhana adalah dengan teknik spektroskopi menggunakan spektrometer. Spektrometer pentakromatik merupakan alat untuk menganalisis spektrum cahaya atau radiasi elektromagnetik dengan memisahkan cahaya menjadi lima warna utama. Pada penelitian ini, dirancang spektrometer dengan sumber cahaya pentakromatik serta memodelkan algoritma kecerdasan buatan untuk identifikasi molekul organik dan anorganik pada air limbah. Spektrometer pentakromatik difabrikasi secara sederhana untuk mengidentifikasi molekul organik dan anorganik berdasarkan karakteristik absorpsinya dari lima kombinasi warna LED (Light Emitting Diode) dengan panjang gelombang (warna): 395 nm (ungu), 442 nm (biru), 519 nm (hijau), 564 nm (kuning), dan 680 nm (merah). Fotodioda pada spektrometer mendeteksi cahaya melalui interaksi dengan material, di mana cahaya memicu eksitasi elektron, membentuk pasangan elektron dan lubang. Medan listrik internal pada fotodioda memisahkan pasangan ini, menghasilkan arus listrik yang dapat diukur. Molekul polutan diidentifikasi menggunakan model Jaringan Syaraf Tiruan (JST) dengan pendekatan Backpropagation tipe Cascade Forward Neural Network (CFNN), berdasarkan database spektral yang mencakup 16 jenis molekul organik dan anorganik. Algoritma JST yang digunakan telah dilengkapi dengan spektrometer pentakromatik, mencapai akurasi sebesar 97% dan Mean Squared Error (MSE) sebesar 0.0051769 dalam mendeteksi senyawa organik/anorganik dalam air limbah. =================================================================================================================================== Environmental pollution due to wastewater disposal that is not handled properly can endanger health and damage environment. In wastewater treatment, step of identifying pollutant molecules is important to determine right wastewater treatment solution. One of simplest molecular identification methods is spectroscopic techniques using a spectrometer. A pentachromatic spectrometer is a tool for analyzing the spectrum of light or electromagnetic radiation by separating light into five main colors. A spectrometer with a pentachromatic light source was designed and an artificial intelligence algorithm was designed to identify organic and inorganic molecules in wastewater. The pentachromatic spectrometer is simply fabricated to identify organic and inorganic molecules based on their absorption characteristics from five LED (Light Emitting Diode) color combinations with wavelengths (colors): 395 nm (purple), 442 nm (blue), 519 nm (green), 564 nm (yellow), and 680 nm (red). Photodiode in spectrometer detects light through interaction with material, where light triggers excitation of electrons, forming electron and hole pairs. The internal electric field in photodiode separates this pair, producing a measurable electric current. Pollutant molecules were identified using an Artificial Neural Network (ANN) model with a Cascade Forward Neural Network (CFNN) type Backpropagation approach, based on a spectral database that includes 16 types of organic and inorganic molecules. The ANN algorithm used is equipped with a pentachromatic spectrometer, achieving an accuracy of 97% and a Mean Squared Error (MSE) of 0.0051769 in detecting and quantifying organic/inorganic compounds in wastewater

    Acquisition and Data Logging Inertial Navigation System (INS) on Combat Submarine Using Arduino-SD Card

    Get PDF
    In a combat submarine operating system, navigation device acts as a location information provider on  inside or at sea level. Such information is position data provided by GPS (Global Positioning System) and data transmitted by IMU (Inertial Measurement Unit) sensor. Combining these two device is called INS (Inertial Navigation System). This inertial sensor interacts using serial communication data, however records are needed to collect, store and store incoming data in order to be processed easily. Data logging process is feasible as a recorder and data storage using SD Card. Enhancements, such as SD cards are needed because in general system is equipped with a small memory capacity. Arduino is a microcontroller that can assist in process because data obtained from sensor is processed using serial communication lines (RX and TX). Results obtained from calculation and logging data are calculation Roll, Pitch, Heading, Latitude, Longitude, Microseconds, Gyroscope on X axis, Y, Z, Accelerometer on X axis, Y, Z, Magnetometer on X, Y, Z, Velocity North, East, Down. This proves that system acceleration and data logging using Arduino and SD Card can assist in obtaining information and KTBA situation
    corecore