3 research outputs found
Analisis Aerodinamika Vertical Tail Plane Rudder Pesawat Terbang Twin Turboprop Kondisi Take-Off Satu Mesin Mati
Indonesia terletak diantara dua benua yaitu, benua Asia dan Australia.
Indonesia ditinjau dari letak astronomis berada di antara 95º BT - 141º BT dan
6º LU - 11º LS. Indonesia berpredikat sebagai negara kepulauan terbesar di dunia,
dengan pulau berjumlah 17.504 buah yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.
Pulau terluar sebagai batas negara berjumlah 92 buah. Badan Pusat Statistik
menginformasikan Indonesia berada pada peringkat ke empat negara dengan
penduduk terbesar setelah negara Cina, India dan Amerika dengan 255.461.686
jiwa (Badan Pusat Statistik, 2014). Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia
ditarik dari garis pantai sejauh 200 mil kearah laut. ZEE adalah zona dimana
Indonesia bisa melakukan eksplorasi secara ekonomi diperairan tersebut (UndangUndang
Republik Indonesia Nomor 43, Tentang Wilayah Negara, Tahun 2008)
(United Nations Convention on the Law of the Sea, 1982).
Pesawat udara adalah alat transportasi udara yang dapat menghubungkan jalur
lalu lintas pulau dan negara. Pesawat perintis memiliki peran strategis untuk
menghubungkan antar pulau (Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia
Nomor 79, Tentang Kriteria Dan Penyelenggaraan Kegiatan Angkutan Udara
Perintis Dan Subsidi Angkutan Udara Kargo, Tahun 2017). Pesawat perintis
tergolong dalam pesawat komuter dengan kriteria pesawat memiliki baling - baling
pendorong (propeller), dengan mesin lebih dari satu (multiengines), 19 tempat
duduk , beban maksimal pada saat lepas 8.500 kilogram (Peraturan Menteri
Perhubungan Republik Indonesia Nomor 155, Tentang Batas Usia Pesawat Udara
Yang Digunakan Untuk Kegiatan Angkutan Udara Niaga, Tahun 2016)
Aerodinamika merupakan ilmu pengetahuan mengenai akibat-akibat yang ditimbulkan udara atau gas-gas lain yang bergerak. Prinsip pesawat terbang,
terdapat 4 gaya utama yang bekerja pada pesawat, yakni gaya dorong atau Thrust
(T), gaya hambat atau Drag (D), gaya angkat atau Lift (L), dan gaya berat atau
Weight (W). Pesawat terbang pada kondisi take-off dan landing terjadi akselerasi
dan deselerasi yang dapat dijelaskan menggunakan Hukum II Newton total gaya
adalah sama dengan massa dikalikan dengan percepatan.
Hasil dari penelitian didapatkan bahwa besarnya nilai VMCG (Velocity
Minimum Control At Ground) ,dan VMCA (Velocity Minimum Control At Air) pada
pesawat twin turboprop 19 penumpang pada flap 200 memenuhi standart CASR 23
part 143 pada kondisi take-off
Analisis Kestabilan Aerodinamika pada Rudder Pesawat Terbang N2XX pada Kondisi Left Engine Inoperatif (LEI)
Jurnal ROTOR, Edisi Khusus No. 3, Desember 2017Kestabilan pesawat terbang diperlukan pada saat pesawat mengalami left engine in operatif (LEI). LEI adalah
keadaan bagian mesin kiri pesawat tidak berfungsi pada saat terbang atau tinggal landas. LEI dapat
diantisipasi dengan menggunakan ekor pesawat bagian vertikal (rudder) sebagai tumpuan. Tujuan penelitian
ini adalah mengetahui karakteristik aerodinamika rudder. Metodologi penelitian dengan cara analisis
aerodinamika rudder menggunakan simulasi software digital Datcom. Data input simulasi terdiri dari:
coefisien yowing deflection of rudder (C
NDR
) = -0,0022889/deg, dan Vertical Volume (V
v
) = 0,0830. Pengujian
sebelumnya menggunakan V
V
= 0,79 dan selanjutnya V
V
= 0,83. Hasil penelitian menunjukkan bahwa angka
Vv = 0,83 lebih stabil jika dibandingkan dengan V
v
= 0,79. Kesimpulan penelitian yaitu jika pesawat
mengalami LEI, maka kestabilan rudder dikondisikan sebagai berikut: V
v
= 0,083, C
NDR
= -0.0022889/degree,
coefisien lift C
L
= 1,8837 dan angle of attact (α) = 8,3277
ANALISIS KESTABILAN AERODINAMIKA PADA RUDDER PESAWAT TERBANG N2XX PADA KONDISI LEFT ENGINE INOPERATIF (LEI)
Airplane stability is required when the aircraft has a left engine in operative (LEI). LEI is the condition of the left engine part of the aircraft not functioning when flying or taking off. The LEI can be anticipated by using a rudder as support. The purpose of this study was to determine the aerodynamic characteristics of the rudder. The research methodology is by rudder aerodynamic analysis using Datcom digital software simulation. The simulation input data consists of: coefficient of yowing deflection of debt (CNDR) = -0.0022889 / deg, and Vertical Volume (Vv) = 0.0830. Previous tests used VV = 0.79 and then VV = 0.83. The results showed that the number Vv = 0.83 was more stable compared to Vv = 0.79. The research conclusions are that if the plane experiences an LEI, then the stability of the rudder is conditioned as follows: Vv = 0.083, CNDR = -0.0022889 / degree, lift coefficient CL = 1.8837 and angle of attack (α) = 8.3277.
Keywords: Left engine in operative, vertical volume, Digital Datcom, Angle of attac
