2 research outputs found
Pengembangan Website Sekolah Berbasis Content Management System di UPTD SMP Negeri 1 Sawahan
SMP Negeri 1 Sawahan merupakan sekolah yang belum mempunyai website. Keberadaan website dirasa dapat mempengaruhi usaha mereka dalam mendapatkan gelar sekolah Adiwiyata Mandiri. Website sekolah diharapkan dapat membantu pekerjaan sekolah dalam membina sepuluh calon sekolah Adiwiyata yang merupakan salah satu syarat untuk mencapai gelar sekolah Adiwiyata Mandiri. Keberadaan website sekolah juga diharapkan dapat memberikan informasi mengenai SMP Negeri 1 Sawahan kepada orang tua siswa dan masyarakat sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk merancang, mengembangkan, dan menguji website sekolah berbasis Content Management System. Metode pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan perangkat lunak Waterfall dengan tahapan communication, planning, modeling, construction, dan deployment. Pengujian dilakukan pada tahap construction menggunakan metode pengujian black box dengan mengacu pada user acceptance testing. Pengujian dilakukan oleh ahli rekayasa perangkat lunak, HUMAS SMP Negeri 1 Sawahan sebagai user super admin, seorang guru sebagai user admin, serta dua siswa dan dua guru sebagai user umum. Hasil pengujian yang telah dilakukan oleh ahli rekayasa perangkat lunak memberikan skor 100%, user super admin memberikan skor 100%, user admin memberikan skor 100%, dan user umum memberikan rata-rata skor 100%. Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwa perangkat lunak yang dikembangkan sudah 100% diterima, yang berarti website sekolah berbasis Content Management System termasuk dalam kualifikasi valid. Secara fungsionalitas, perangkat lunak sudah dapat menghasilkan output yang diharapkan dan layak untuk digunakan.
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN SEBAGAI PRAMUWISATA BAHASA JEPANG DI CANDI BOROBUDUR
The final project titled �Report of Field Work Practice as a Japanesse Guide at
Borobudur Temple�. Activities undertaken during the field work is the introduction
of environmental, escort, hunting, delivery of materials and exams. Constraint
experienced during field work activities is there was no definite timetable for the
delivery of content. The subject was also not accompanied by a syllabus or handout
so that participants do not know what materials that will be provided. In addition, the
escort schedules for participants was not clearly divided. These constraints make the
author choose the theme of field work as a final project. The purpose of writing this
thesis is to evaluate the implementation of the field work activities at Borobudur
Temple in hope that the implementation will be more organized in the future.
The author uses qualitative methods of data collection through interviews and
charging questionnaires. It can be concluded that there are advantages and
disadvantages in the implementation of field work activities in Borobudur Temple.
The advantages of field work activites are participant gain experience, gain
knowledge about the temple, adding Japanese vocabulary, etc. While the
disadvantage from field work activites undertaken during one month in Borobudur
Temple is that activities was not well organized
