5 research outputs found

    Collaborative Governance dalam Pengelolaan Kawasan Konservasi Keanekaragaman Hayati pada Wisata Kampung Blekok di Kabupaten Situbondo

    No full text
    Finalisasi unggah file repositori tanggal 7 Juni 2022_KurnadiPenelitian ini didasari oleh permasalahan kawasan peisisir Desa Klatakan di Kabupaten Situbondo yang kaya akan potensi alamnya, tetapi dalam kondisi tercemar dan tidak terawat. Kondisi tercemarnya kawasan hutan mangrove di pesisir pantai Desa Klatakan membuat Kepala Daerah Kabupaten Situbondo mempunyai usulan untuk mengelola kawasan hutan mangrove tersebut dengan cara melakukan collaborative governance dalam pengelolaannya sehingga dapat menjadi kawasan wisata konservasi keanekaragaman hayati di Kabupaten Situbondo. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses collaborative governance dalam pengelolaan kawasan konservasi keanekaragaman hayati pada Wisata Kampung Blekok di Kabupaten Situbondo. Desain penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan dua jenis data, yaitu data primer dan data sekunder. Data diperoleh melalui, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori proses collaborative governance dari Morse dan Stephent. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses collaborative governance dalam pengelolaan kawasan konservasi keanekaragaman hayati di Kabupaten Situbondo dilakukan melalui empat tahap kolaborasi yaitu assesment, initiation, deliberation dan implementation. Pada tahap assesment, initiation dan deliberation telah dilaksanakan sesuai dengan tahapan collaborative governance dan menghasilkan perjanjian kerjasama antara DLH, Pemerintah Desa Klatakan, Pokdarwis, dan PT. Paiton Energy yang kemudian dijadikan sebagai dasar pelaksanaan kolaborasi. Pada proses pelaksanaannya, kolaborasi sudah terlaksana sesuai dengan apa yang telah disepakati, tetapi masih ada beberapa bagian yang dirasa masih membutuhkan perbaikan dalam pelaksanaannya. Terlepas dari hal tersebut upaya collaborative governance dalam pengelolaan kawasan konservasi keanekaragaman hayati pada Wisata Kampung Blekok, tetap berjalan dan menghasilkan beberapa perubahan baik.Dr. Anastasia Murdyastuti, M.Si (Dosen Pembimbing) Tree Setiawan Pamungkas, S.A.P., MP.A (Dosen Pembimbing

    REPRESENTATION OF MALE AND FEMALE CHARACTERS IN CERITA PENDEK TENTANG CERITA CINTA PENDEK: A TRANSITIVITY ANALYSIS

    No full text
    This study is aimed at investigating the process types used to represent male and female characters in the three short stories of Cerita Pendek tentang Cerita Cinta Pendek and revealing meanings in the representations. This study employs a qualitative method and transitivity analysis proposed by Fairclough’s three-dimensional approach (1989) and Halliday’s transitivity (2004). Based on the analysis, six process types (material, mental, relational, verbal, behavioral, and existential process) are used to represent male and female characters. Female characters mostly have higher number of process types than male characters in each short story. It indicates that female characters are more active since they are the main character. However, in term of participant in transitive material processes, male characters are more dominating. This study also finds that the female characters are victimized sexually and violently by other characters. The study suggests that the author intended to openly discuss the sexuality issue in Indonesian contexts from females’ perspective.-----Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui representasi karakter pria dan wanita dalam tiga cerpen diambil dari Cerita Pendek tentang Cerita Cinta Pendek dan mengungkapkan makna tersembunyi dalam representasi tersebut. Penelitian ini mengidentifikasi bagaimana cerpen menggunakan berbagai jenis proses transitivitas dan mendapatkan makna representasi darinya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan analisis yang diajukan oleh pendekatan tiga dimensi Fairclough (1989) dan transitivitas Halliday (2004). Penelitian ini menemukan bahwa enam jenis proses transitivitas (material, mental, relational, verbal, behavioral, and existential process) disematkan pada karakter pria dan wanita dimana karakter wanita memiliki jumlah terbanyak di tiap cerita. Hal ini dikarenakan wanita adalah tokoh utamanya. Akan tetapi, karakter pria lebih mendominasi dilihat dari jenis participant di material process. Penelitian ini juga menemukan bahwa karakter wanita tetap menjadi korban seksual dan kekerasan. Temuan menunjukkan bahwa jenis proses transitivitas yang disematkan pada karakter pria dan wanita menunjukkan bahwa mendikusikan masalah seksualitas secara terbuka dengan perspektif wanita itu bukanlah hal tabu di masyarakat Indonesia

    Implementasi media pembelajaran Audio-Visual dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI dalam pembelajaran Fiqh di SMA Islam Kepanjen

    No full text
    ABSTRAK Semakin sadarnya orang akan pentingnya media yang membantu pembelajaran sudah mulai dirasakan. Pengelolaan alat bantu pembelajaran sudah sangat dibutuhkan. Bahkan pertumbuhan ini bersifat gradual. Selain itu, dengan semakin meluasnya kemajuan di bidang komunikasi dan teknologi, serta diketemukannya dinamika proses belajar, maka pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pengajaran semakin menuntut dan memperoleh media pendidikan yang bervariasi secara luas pula. Dua unsur penting dalam pembelajaran adalah metode mengajar dan media pengajaran. pemakaian media pengajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitan keingintahuan dan minat baru bagi siswa, serta membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar mengajar dan membawa pengaruh terhadap hasil belajar siswa. Dalam proses pembelajaran Fiqih kehadiran media memiliki arti yang cukup penting. Mengingat selama ini hasil dari pembelajaran Fiqih dinilai masih kurang. Karena para guru kurang memperhatikan komponen-komponen lain yang dapat membantu proses pembelajaran, diantaranya metode mengajar yang digunakan masih monoton, tanpa menggunakan media yang dapat memberikan gambaran lebih konkrit tentang materi yang disampaikan. Sehingga seringkali tujuan dari pembelajaran belum bisa tercapai dengan maksimal. Adanya realita dan permasalahan di atas, maka peneliti merumuskan masalah yaitu Apa saja media audio-visual yang dimiliki oleh SMA Islam Kepanjen, Bagaimana proses penggunaan media pembelajaran audio visual dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI dalam pembelajaran fiqh di SMA Islam Kepanjen dan Bagaimana hasil belajar siswa setelah guru menggunakan media audio visual dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI dalam pembelajaran fiqih di SMA Islam Kepanjen. Metode pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk menganalisis data, penulis menggunakan teknis analisis deskriptif kualitatif, yaitu mendeskripsikan data-data yang ada untuk menggambarkan realitas sesuai dengan fenomena yang sebenarnya; Hasil penelitian yang dilakukan peneliti menunujukkan bahwa Media audio-visual di SMA Islam kepanjen sudah memadai hanya saja tidak semua guru menggunakannya menyesuaikan dengan materi yang diajar , Hasil yang didapat melalui proses pembelajaran menggunakan media audio-visual dapat meningkatakan hasil belajar siswa ditandai dengan nilai belajar mereka yang memuaskan serta antusiasme mereka ketika pembelajaran berlangsung. ABSTRACT Getting something people will the importance of the media who assists learning have already started to be felt. The management of an auxiliary apparatus of learning is absolutely necessary. Even this growth is gradual. In addition, with the increasing the spread of progress in the fields of technology, communications and as well as the dynamics of the learning process then the implementation of educational activities and teaching increasingly demanding and obtain media education that varies widely as well. Two the essential element in learning is a method of teaching and media teaching. Discharging media instruction in learning process can membangkitan curiosity for students, and renewed interest as well as arouse motivation and excitability learning and teaching and bring under the influence of study result of the students. In the process of learning process the presence of media has a pretty important. Considering all this time the result of learning process is still considered less. Because teachers inattentive to other components could help the learning process, teaching methods are used, still monotonous without using media to provide more concrete picture about which matter is delivered. So often purpose of learning could not reach the maximum. The presence of reality and problems in the top, and researchers formulate problems that ' s what course audio-visual media owned by smas islam kepanjen, the process of learning how to use media audio and visual in improving study result of the student grade xi in learning fiqh in high school of islam kepanjen and how study result of the students after the teacher use media audio visual in improving study result of the student grade xi in learning process in high school of islam kepanjen. Method of data collection in this research is done through observation, interviews, and documentation. To analyze the data, the author uses descriptive qualitative analysis is technical, that describe the data that is there to describe reality in accordance with the real phenomena. The results of research undertaken researchers show that audio-visual Media in Islamic high school has adequate kepanjen just not all teachers use it for the purposes of the material taught, the results obtained through the process of learning to use audio-visual media can meningkatakan learning outcomes students are characterized by their learning values satisfying their enthusiasm when the learning takes place

    Analisis Kebebasan Berekspresi dan Sosial Media

    No full text
    Kebebasan berekspresi dan penggunaan media sosial semakin menjadi fokus utama dalam zaman digital modern. Media sosial telah memberikan kesempatan bagi individu untuk mengekspresikan pendapat, ide, dan emosi mereka tanpa batasan.. Namun, kebebasan berekspresi ini sering kali terhalang oleh berbagai faktor, termasuk sensor, cyberbullying, dan kebijakan platform. Dengan kebebasan berekspresi yang adil dan terbuka, individu dapat merasa lebih terhubung dengan dunia luar dan memperluas wawasan mereka. Namun, keberadaan sensor, cyberbullying, dan kebijakan platform yang tidak tepat dapat menghambat kebebasan berekspresi ini. Penelitian ini akan menguraikan bagaimana individu dan masyarakat dapat melindungi diri mereka sendiri dari ancaman tersebut, serta bagaimana pemerintah dan perusahaan teknologi dapat bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang aman dan inklusif bagi pengguna sosial media. Dengan memperkuat kebebasan berekspresi dan sosial media, diharapkan bahwa individu dapat merasa lebih aman dan terhubung dalam dunia maya yang semakin kompleks ini

    RWP-RK Domain 3 (OsRKD3) induces somatic embryogenesis in black rice

    No full text
    Background: Plants have the unique capability to form embryos from both gametes and somatic cells, with the latter process known as somatic embryogenesis. Somatic embryogenesis (SE) can be induced by exposing plant tissues to exogenous growth regulators or by the ectopic activation of embryogenic transcription factors. Recent studies have revealed that a discrete group of RWP-RK DOMAIN-CONTAINING PROTEIN (RKD) transcription factors act as key regulators of germ cell differentiation and embryo development in land plants. The ectopic overexpression of reproductive RKDs is associated with increased cellular proliferation and the formation of somatic embryo-like structures that bypass the need for exogenous growth regulators. However, the precise molecular mechanisms implicated in the induction of somatic embryogenesis by RKD transcription factors remains unknown. Results: In silico analyses have identified a rice RWP-RK transcription factor, named Oryza sativa RKD3 (OsRKD3), which is closely related to Arabidopsis thaliana RKD4 (AtRKD4) and Marchantia polymorpha RKD (MpRKD) proteins. Our study demonstrates that the ectopic overexpression of OsRKD3, which is expressed preferentially in reproductive tissues, can trigger the formation of somatic embryos in an Indonesian black rice landrace (Cempo Ireng) that is normally resistant to somatic embryogenesis. By analyzing the transcriptome of induced tissue, we identified 5,991 genes that exhibit differential expression in response to OsRKD3 induction. Among these genes, 50 were up-regulated while the other half were down-regulated. Notably, approximately 37.5 of the up-regulated genes contained a sequence motif in their promoter region, which was also observed in RKD targets from Arabidopsis. Furthermore, OsRKD3 was shown to mediate the transcriptional activation of a discrete gene network, which includes several transcription factors such as APETALA 2-like (AP2-like)/ETHYLENE RESPONSE FACTOR (ERF), MYB and CONSTANS-like (COL), and chromatin remodeling factors associated with hormone signal transduction, stress responses and post-embryonic pathways. Conclusions: Our data show that OsRKD3 modulates an extensive gene network and its activation is associated with the initiation of a somatic embryonic program that facilitates genetic transformation in black rice. These findings hold substantial promise for improving crop productivity and advancing agricultural practices in black rice. © 2023, The Author(s)
    corecore