1,721,119 research outputs found
Sistem Pengambilan Kredit Pada Perum Pegadaian (Persero) Jember
Praktek Kerja Nyata yang dilaksanakan di Perum Pegadaian Deputy Bisnis Area Jember pada bidang administrasi dan manajemen khususnya pada sistem pengambilan kredit, maka hasil kesimpulan praktek kerja nyata sebagai berikut :
A. Kegiatan Administrasi:
1. Prosedur Penaksiran Barang
2. Prosedur Pemberian Kredit
3. Prosedur Pelunasan Kredit
B. Membantu Pelaksanaan Kegiatan :
1. Membantu bagian Kasir
2. Survey Ke Konsumen Wilayah Deputy Bisnis Area Jember
3. Menjadi Master Of Ceremony
4. Membantu proses kerja dari pengambilan data sampai akhir untuk Deputy Bisnis Area Jembe
Prosedur Pengelolaan Arsip Fasilitatif Pada Kantor Imigrasi Kelas Ii Jember
Manajemen kearsipan di Negara maju telah berkembang dengan pesat.
Bahkan dewasa ini telah mengarah dan menerapkan otomatisasi di bidang
manajemen kearsipan
Komparasi Akurasi Model Prediksi Kesulitan Keuangan Perusahaan Infrastruktur, Utilitas, dan Transportasi di Indonesia
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan model reestimasi
Altman (1968), Ohlson (1980), dam Zmijewski (1984) dalam memprediksi
kesulitan keuangan perusahaan sektor infrastruktur, utilitas, dan transportasi di
Indonesia serta menentukan model reestimasi yang memiliki tingkat akurasi
tertinggi. Populasi dalam penelitian ini adalah laporan keuangan perusahaan
sektor infrastruktur, utilitas, dan transportasi yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia selama tahun 2013-2016. Teknik sampling yang digunakan adalah
purposive sampling. Sebanyak 44 perusahaan pada tahun 2013 dan 50 perusahaan
pada tahun 2014 digunakan sebagai sampel desain, sedangkan 51 perusahaan
pada tahun 2015 dan 51 perusahaan pada tahun 2016 digunakan sebagai sampel
validasi. Analisis diskriminan digunakan untuk mereestimasi model Altman
(1968), analisis regresi logistik digunakan untuk mereestimasi model Ohlson
(1980), dan analisis regresi probit digunakan untuk mereestimasi model
Zmijewski (1984). Model yang dihasilkan oleh ketiga alat analisis tersebut yang
dilakukan pada sampel desain kemudian divalidasi menggunakan sampel validasi
(holdout sample) Variabel dependen yang digunakan pada ketiga model tersebut
adalah status kesulitan keuangan perusahaan. Variabel independen yang
digunakan pada model reestimasi Altman (1968) adalah WCTA, RETA,
EBITTA, MVETL, dan ORTA. Variabel independen yang digunakan pada model
reestimasi Ohlson (1980) adalah SIZE, TLTA, WCTA, CLCA, OENEG, NITA,
FUTL, INTWO, dan CHIN. Sedangkan variabel independen yang digunakan
pada model reestimasi Zmijewski adalah ROA, DR, dan CR. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa 1) model reestimasi Altman (1968) mampu menjadi alat
dalam memprediksi kesulitan keuangan perusahaan infrastruktur, utilitas, dan
transportasi dengan tingkat akurasi sebesar 61,7%, 2) model reestimasi Ohlson
(1980) mampu menjadi alat dalam memprediksi kesulitan keuangan perusahaan
infrastruktur, utilitas, dan transportasi dengan tingkat akurasi sebesar 90,2%, 3)
model reestimasi Zmijewski (1984) mampu menjadi alat dalam memprediksi
kesulitan keuangan perusahaan infrastruktur, utilitas, dan transportasi dengan
tingkat akurasi sebesar 79,4%, dan 4) model reestimasi Ohlson (1980) memiliki
tingkat akurasi tertinggi (90,2%) dibandingkan model reestimasi Altman (1968),
yaitu sebesar 61,7%, dan model reestimasi Zmijewski (1984), yaitu sebesar
79,4%
PELAKSANAAN PENGELOLAAN ANGGARAN BELANJA KEGIATAN RUTIN PADA KANTOR LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN JEMBER
Laporan Anggaran Belanja Kegiatan Rutin pada setiap kantor,
sangatlah dibutuhkan. Anggaran Belanja Kegiatan Rutin adalah segala
pengeluaran yang selalu ada tiap bulannya, perjalanan dinas, utilitas,
perawatan infrastruktur maupun tempat-tempat publik, dan macammacam
yang harus ada tiap bulan. Anggaran belanja kegiatan rutin
juga disebut suatu anggaran yang diberikan setiap tahun yang
besarnya ditetapkan oleh pemerintah yang digunakan untuk
kelancaran kegiatan pemerintah sehari-hari, dikeluarkan untuk
melayani kepentingan umum dan kesejahteraan masyarakat.
2. Adanya laporan anggaran belanja kegiatan rutin membantu
pemerintah mencapai tujuan fiskal dan meningkatkan koordinasi
antar bagian dalam lingkungan pemerintahan, laporan ini juga
membantu menciptakan efisiensi dan keadilan dalam menyediakan
barang dan jasa publik melalui proses pemrioritasan, serta
memungkinkan bagi pemerintah untuk memenuhi prioritas belanja.
Selain dua hal tersebut, ada beberapa hal yang dapat saya simpulkan
lagi dari praktek kerja nyata di kantor lingkungan hidup:
1. Penyimpanan Laporan Anggaran Belanja tiap bulannya pada
kantor lingkungan hidup Kaupaten Jember, seharusnya di urutkan
dengan rapi, sesuai dengan Kegiatan dan Tahun Kegiatannya. Hal
ini dilakukan demi melancarkan kegiatan seluruh pegawai kantor,
di saat dokumen-dokumen tersebut diperlukan.
2. Anggaran Kegiatan Rutin, seharusnya disimpan juga dalam soft
copy. Hal ini dilakukan untuk meghindari kehilangan dokumendokumen
tahun-tahun sebelumnya
Pelaksanaan Administrasi Pengurusan Piutang Negara pada Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang
Pengurusan Piutang Negara pada Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan
Lelang (KPKNL) Jember merupakan suatu proses kegiatan yang secara
khusus dilakukan untuk mengurus piutang negara dalam rangka
penyelamatan keuangan negara yang bertujuan untuk memperoleh hasil
pengurusan yang lebih cepat dan efektif dibanding pengurusan melalui
Lembaga Peradilan yang memakan waktu lama
Sistem Pengambilan Kredit Pada Perum Pegadaian (Persero) Jember
Praktek Kerja Nyata yang dilaksanakan di Perum Pegadaian Deputy Bisnis Area Jember pada bidang administrasi dan manajemen khususnya pada sistem pengambilan kredit, maka hasil kesimpulan praktek kerja nyata sebagai berikut :
A. Kegiatan Administrasi:
1. Prosedur Penaksiran Barang
2. Prosedur Pemberian Kredit
3. Prosedur Pelunasan Kredit
B. Membantu Pelaksanaan Kegiatan :
1. Membantu bagian Kasir
2. Survey Ke Konsumen Wilayah Deputy Bisnis Area Jember
3. Menjadi Master Of Ceremony
4. Membantu proses kerja dari pengambilan data sampai akhir untuk Deputy Bisnis Area Jembe
Pelaksanaan Administrasi Pengurusan Piutang Negara Pada Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jember
Pengurusan Piutang Negara pada Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan
Lelang (KPKNL) Jember merupakan suatu proses kegiatan yang secara
khusus dilakukan untuk mengurus piutang negara dalam rangka
penyelamatan keuangan negara yang bertujuan untuk memperoleh hasil
pengurusan yang lebih cepat dan efektif dibanding pengurusan melalui
Lembaga Peradilan yang memakan waktu lama
Analisis Pengaruh Good Governance Bisnis Syariah, Ukuran Perusahaan dan Struktur Modal Terhadap Kinerja Perbankan Syariah (Studi pada Bank Umum Syariah di Indonesia pada Periode Tahun 2012-2017)
Bank syariah merupakan sebuah bank yang dalam menjalankan usahanya berdasarkan prinsip-prinsip hukum syariah yang mengacu pada Al-quran dan Al-hadist, sehingga dalam menjalankan aktivitasnya bank syariah harus sesuai dengan tujuan syariahnya (maqashid syariah). Inti dari maqashid syariah adalah kemaslahatan, yaitu memberikan perlindungan terhadap lima hal yang pokok di antaranya adalah penjagaan terhadap agama, jiwa, harta, akal, dan keturunan. Konsep ini mengacu pada pemikiran Abu Zahra yang menyatakan bahwa hukum-hukum dalam syariat Islam bertujuan untuk pendidikan bagi individu (tahdzib al-fard), penciptaan keadilan (iqamah al-‘adl), dan pencapaian kesejahteraan (jalb al-maslahah). Perbankan syariah memerlukan pendekatan secara khusus yang dapat membedakannya dengan perbankan konvensional agar dapat beroperasi sesuai dengan tujuannya. Bank syariah dalam menjalankan kinerja akan dipengaruhi oleh beberapa faktor. Beberapa faktor yang mungkin dapat memengaruhi kinerja bank umum syariah adalah good governance bisnis syariah, ukuran perusahaan, dan struktur modal
KONTRIBUSI PENGARUH MARKETING SYARIAH DAN REPUTASI BANK TERHADAP KEPUASAN NASABAH BANK MUAMALAT KANTOR CABANG JEMBER
Dunia Perbankan di Indonesia mengalami suatu persaingan yang sangat ketat, dalam hal ini di
Indonesia terdapat dua jenis bank yaitu Bank Konvensional dan Bank Syariah. Bank Konvensional
adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional yang dalam kegiatannya memberikan
jasa dalam lalu lintas pembayaran. Bank umum memiliki peranan yang strategis dalam menyelaraskan
dan menyeimbangkan unsur-unsur pemerataan pembangunan dan hasil - hasil pembangunan, pertumbuhan
ekonomi dan stabilitas nasional guna menunjang pelaksanaan pembangunan nasional, sedangkan Bank
Syariah adalah bank yang beroperasi sesuai dengan prinsip-prinsip syariah Islam, maksudnya adalah
bank yang dalam operasinya mengikuti ketentuan-ketentuan syariah Islam, khususnya yang menyangkut
tata cara muamalah secara Islam.
Penelitian ini dilakukan pada Bank Muamalat Kantor Cabang Jember. Tujuan dari penelitian ini adalah
untuk mengetahu dan menganalisis besarnya kontribusi pengaruh marketing syariah dibanding reputasi
bank terhadap kepuasan nasabah. Populasi dalam penelitian ini adalah nasabah Bank Muamalat Kantor
Cabang Jember. Metode sampling yang digunakan adalah metode populasi dan sampel dengan jumlah
responden sebanyak 114 orang. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer dan data
sekunder. Data tersebut diperoleh dari dokumen Bank Muamalat Kantor Cabang Jember dan penyebaran
kuisioner. Alat analisis yang digunakan adalah analisis Structural Equation Model (SEM).
Sesuai penelitian yang dilakukan bahwa kontribusi terbesar pengaruh antara marketing syariah
dibanding reputasi bank terhadap kepuasan nasabah yaitu reputasi dari bank. Hal ini menunjukkan
bahwa Bank Muamalat Kantor Cabang Jember memiliki ciri khas yang berbasis syariah atau islami, dari
brand
tersebut masyarakat lebih penasaran serta melihat dari pencapaian prestasi Bank Muamalat yang patut
diapresiasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1); Marketing Syariah berpengaruh signifikan terhadap reputasi
Bank Muamalat Kantor Cabang Jember, menunjukkan bahwa marketing syariah mampu membangun reputasi
yang baik bagi Bank Muamalat Kantor Cabang Jember; 2); Marketing syariah berpengaruh signifikan
terhadap kepuasan nasabah Bank Muamalat Kantor Cabang Jember, menunjukkan bahwa marketing syariah
mampu menarik minat nasabah untuk bertransaksi secara aman dengan resiko lebih kecil saat
menghadapi krisis moneter; 3); Reputasi berpengaruh signifikan terhadap kepuasan nasabah Bank
Muamalat Kantor Cabang Jember, menunjukkan bahwa reputasi bank menjadi tolok ukur nasabah
membandingkan dengan bank lain dilihat dari prestasi Bank Muamalat Kantor Cabang Jember yang
semakin meningkat; 4); Kontribusi pengaruh terbesar adalah reputasi bank terhadap nasabah Bank
Muamalat Kantor Cabang Jember dibandingkan dengan metode marketing syariah, hal ini menunjukkan
bahwa reputasi bank mampu mengikat masyarakat khususnya nasabah Bank Muamalat Kantor Cabang Jember
untuk selalu menerima dan puas atas kinerjannya selama ini
Analisis RBC (Risk Based Capital) Sebelum dan Sesudah Peraturan Menteri Keuangan No.18 Tahun 2010 Pada PT. Asuransi Takaful Umum
Peraturan pemisahan dana yang telah diatur dalam Peraturan Menteri
Keuangan No.18/PMK.010/2010, menyebabkan adanya perbedaan dalam alur
laporan keuangan perusahaan asuransi. Salah satu faktor penting adalah faktor
kesehatan kinerja keuangan perusahaan akibat dari penerapan Peraturan Menteri
Keuangan No.18/PMK.010/2010. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa
kinerja keuangan risk based capital (RBC) perusahaan asuransi sebelum dan
sesudah penerapan Peraturan Menteri Keuangan No.18/PMK.010/2010.
Penelitian ini menggunakan laporan keuangan PT Asuransi Takaful
Umum periode 2007-2014 serta menggunakan rasio RBC sebagai patokan
pengukuran kinerja keuangan RBC perusahaan. Data yang digunakan pada
penelitian ini adalah data sekunder. Data diperoleh dari situs website resmi milik
PT Asuransi Takaful Umum yakni www.takafulumum.co.id dengan menggunakan
teknik convience sampling yaitu teknik sampling yang hanya menggunakan data
yang bisa diperoleh saja. Metode analisis yang digunakan hitung analisis
menggunakan rumus perhitungan RBC untuk memperoleh data kinerja keuangan
RBC pada PT Asuransi Takaful Umum.
Tingkat RBC sebelum dan sesudah penerapan Peraturan Menteri
Keuangan No.18/PMK.010/2010 secara keseluruhan telah melebihi batas tingkat
solvabilitas minimum yang telah di tetapkan oleh pemerintah. Artinya, baik
selama periode sebelum maupun sesudah penerapan Peraturan Menteri Keuangan
No.18/PMK.010/2010 kinerja keuangan PT Asuransi Takaful Umum dinilai
mampu mengcover segala resiko yang timbul serta mampu menyelesaikan seluruh
kewajiban perusahaan baik kewajiban jangka pendek ataupun kewajiban jangka
panjang. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan data sehingga
disimpulkan bahwa dengan adanya Peraturan Menteri Keuangan
No.18/PMK.010/2010 yang diterapkan pada PT Asuransi Takaful Umum dinilai
efektif, juga karna pemerintah membuat peraturan tersebut untuk mendukung
Fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN MUI) tahun 2006 tentang praktek
pemisahan dana antara dana tabarru’ dan wakalah bil ujrah
- …
