1,720,969 research outputs found
FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN MENURUNNYA JUMLAH WISATAWAN DI EKOWISATA MANGROVE BLOK BEDUL TAMAN NASIONAL ALAS PURWO BANYUWANGI
Karakteristik utama bagi sektor pariwisata di Kabupaten Banyuwangi
adalah panorama dan budaya tradisional. Banyuwangi memiliki taman nasional
yang dijadikan sebagai kawasan konservasi yaitu Taman Nasional Alas Purwo.
Dalam kawasan Taman Nasional Alas Purwo menawarkan beberapa destinasi
yang masih alami, salah satunya yaitu Ekowisata Mangrove Blok Bedul.
Ekowisata adalah bentuk industri pariwisata berbasis lingkungan yang
memberikan dampak kecil bagi kerusakan alam dan budaya lokal sekaligus
menciptakan peluang kerja dan pendapatan serat membantu kegiatan konservasi
alam itu sendiri (Panos, dikutip oleh Ward, 1997).
Menurut data yang diperoleh dari Blok Bedul bahwa Ekowisata Mangrove
Blok Bedul terletak di segoro anakan. Resort Grajagan SPTN Wilayah 1
Tegaldlimo, Taman Nasional Alas Purwo. Blok bedul merupakan zona
pemanfaatan seluas 30 Ha dan kawasan yang telah dikembangkan menjadi
kawasan ekowisata mangrove seluas ±4 Ha. Keunggulan yang dimiliki oleh
Ekowisata Mangrove Blok Bedul adalah pesona flora dan fauna serta keindahan
alam pantai selatan. Kealamian di wisata ini menjadi daya tarik para wisatawan
yang menyukai alam yang masih alami. Ekowisata Mangrove blok Bedul
mengalami puncak pengembangan pada tahun 2010. Namun pada tahun-tahun
berikutnya, jumlah wisatawan di Ekowisata Mangrove Blok Bedul selalu
mengalami penurunan.
Berdasarkan hasil wawancara dengan pengelola Ekowisata Mangrove Blok
Bedul dapat di ketahui bahwa menurunnya wisatawan disebabkan oleh beberapa
faktor, yaitu: Perubahan pengelolaan Ekowisata Mangrove Blok Bedul dari
ix
kolaborasi dengan TNAP menjadi ijin usaha wisata milik desa, perubahan
struktur kepengurusan Ekowisata Mangrove Blok Bedul, banyak petugas
pengelola Ekowisata Mangrove Blok Bedul yang keluar dari keanggotaan
pengelolaan, ketidak konsistenan pembagian peran dalam pengelolaan Ekowisata
Mangrove Blok Bedul antara Taman Nasional Alas Purwo (TNAP) dan BPEMB,
adanya ketidakpuasan wisatawan terhadap pelayanan dan fasilitas Ekowisata
Mangrove Blok Bedul, pertentangan internal antar tenaga kerja pengelolaan
Ekowisata Mangrove Blok Bedul, kondisi sosial dan ekonomi pekerja di
Ekowisata Mangrove Blok Bedul selalu mengalami penurunan pengunjung
setiap tahun. Oleh karena itu, pengelola Ekowisata Mangrove Blok Bedul
melakukan berbagai upaya untuk menarik wisatawan, antara lain: Menganalisa
terhadap kawasan Ekowisata Mangrove Blok Bedul yang akan di promosikan,
menyelenggarakan penyerahan informasi dan produk wisata serta hiburan
pendukungnya, menyelenggarakan dan mengikuti kegiatan pameran, mengikuti
kegiatan promosi pameran pariwisata, mengembangkan obyek dan daya tarik
ekowisata dengan meningkatkan fasilitas, pelayanan dan kualitas obyek yang
lebih menarik dan memberikan pesona khas bagi para wisatawan,
mengembangkan sarana fasilitas pendukung pariwisata berupa akomodasi dan
usaha pariwisata dengan menjalin kerja sama antara pengelola ekowisata dengan
baik, meningkatkan efektivitas pemasaran dan promosi dan pelayanan wisata dan
informasi pariwisata yang layak
Perilaku Tour Guide Dalam Berinteraksi Dengan Wisatawan Di Treasure Bay Bintan
Dari hasil Praktek Kerja Nyata yang sudah dilaksanakan oleh penulis di Treasure Bay Bintan dapat disimpulkan bahwa :
a. Perilaku tour guide di Treasure Bay Bintan mewajibkan seorang tour guide dalam melakukan kewajiban yaitu berperilaku baik, pelayanan baik serta menjawab pertanyaan-pertanyaan dari wisatawan dengan komunikasi yang baik.
b. Teknik berinteraksi tour guide di Treasure Bay Bintan yaitu berkomunikasi dengan wisatawan, menerapkan body language, dan menggunakan bahasa yang baik agar meyakinkan wisatawan dalam mendapatkan informasi di Treasure Bay Bintan.
5.2 Saran
Beberapa saran yang dapat diberikan seorang penulis untuk Treasure Bay Bintan :
a. Perlu peningkatan interaksi antara tour guide dengan wisatawan, sehingga mampu menciptakan suasana yang interaktif dan tidak membosankan.
b. Diharapkan tour guide menjabarkan, mengetahui, dan menawarkan produk knowledge atau activity lainnya kepada wisatawan pada saat melakukan aktivitas pertamanya
SOSIALISASI DAN PROMOSI MUSEUM SATWA JAWA TIMUR PARK 2 BATU SEBAGAI PUSAT WISATA EDUKASI
Jawa Timur Park 2 adalah pengembangan dari wahana Jawa Timur Park 1 yang berjarak satu kilometer dari Jawa Timur Park 1. Jawa Timur Park 2 berlokasi di Jalan Oro-Oro Ombo 9, Kota Batu. Luas taman wisata ini mencapai 15 hektar dengan 3 bangunan utama yaitu Museum Satwa, Batu Secret Zoo dan Pohon Inn. Jawa Timur Park 2 merupakan tempat wisata baru di Kota Batu, mulai dibangun akhir tahun 2008 bersamaan dengan Jawa Timur Park 1 dan diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudoyono pada tahun 2010. Museum Satwa merupakan wahana edukasi, yang menyajikan diorama-diorama satwa dari bebagai belahan dunia
Standar Operasional Prosedur Pelayanan Tamu Vip Di Bandar Bentan Telani Ferry Terminal Pt. Bintan Resort Cakrawala Standard Operational Procedure of Guests Service in Vip Lounge Bandar Bentan Telani Ferry Terminal Pt. Bintan Resort Cakrawala
Transportasi menjadi hal yang sangat penting dalam pariwisata. Perkembangan pariwisata dalam negeri juga menuntut perkembangan bidang perjalanan. Pertumbuhan dan pengembangan pariwisata yang terus-menerus harus disertai dengan peningkatan kualitas destinasi dengan menciptakan tuntutan yang lebih baik di dalam transportasi, seperti yang ada di Pulau Bintan Kepulauan Riau Indonesia. Kabupaten Bintan merupakan salah satu daerah tujuan wisata terkemuka, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di kawasan ASEAN. Pariwisata yang ada di Pulau Bintan sudah menjadi pariwisata incaran turis asing untuk melakukan kegiatan wisata ke Pulau Bintan khususnya Lagoi, dengan menggunakan transportasi laut seperti di Bandar Bentan Telani Ferry Terminal yang merupakan salah satu penyeberangan internasional dengan rute dari Singapura ke Pulau Bintan Indonesia. Ada dua jenis tamu yang terdapat di Bandar Bentan Telani Ferry Terminal, yaitu tamu Very Important Person (VIP) dan tamu kelas ekonomi. Pelayanan untuk tamu kelas VIP dan ekonomi jelas berbeda. Tamu-tamu di VIP Lounge disediakan berbagai fasilitas yang tentunya tidak ada di tempat tamu ekonomi seperti ruang tunggu yang lebih nyaman, free soft drink, free wifi, kopi dan teh. Selain itu, tamu VIP juga mendapatkan tempat duduk di bagian atas kapal dengan fasilitasnya, jalur antri imigrasi yang berbeda dan boarding terlebih dahulu. Tidak hanya itu, VIP Lounge juga melayani kedatangan dan keberangkatan tamu Nikoi Island, Sanchaya Resort, dan Cempedak Island dimana tamu-tamu tersebut merupakan tamu-tamu dari resort yang bekerjasama dengan VIP Lounge Bandar Bentan Telani Ferry Terminal
PENGEMBANGAN DAN PENGELOLAAN PANTAI TAMPORA KABUPATEN SITUBONDO The Development And Management of Tampora Beach Situbondo District
Dinas Pariwisata memiliki peran dan fungsi yang sangat penting dan
strategis dalam pengembangan industri kepariwisataan dalam suatu destinasi. Di
Indonesia sendiri, peran Pemerintah (Nasional) khususnya Dinas Pariwisata
disamping masih berfungsi utama besar sebagai regulator utamanya dalam
menetukan norma, standard, prosedur, dan kriteria pengembangan kepariwisataan,
juga msih terlibat langsung dalam manajemen pengembangan kepariwisataan.
Peranan Pemerintah dan atau Pemerintah Daerah utamanya berfungsi sebagai
Fasilitator dalam program promosi dan pemasaran pariwisata nasional serta
pengembangan Destinasi Pariwisata Nasional (DPN). Dengan adanya Peraturan
Bupati Kabupaten Situbondo Nomor 47 Tahun 2007 maka Dinas Pariwisata,
Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga mendapatkan wewenang dalam memajukan
sektor pariwisata Kabupaten Situbondo baik dalam segi promosi dan penyedia
sarana prasarana.
Kabupaten Situbondo merupakan kabupaten yang sangat strategis karena
dikelilingi oleh pegunungan dan perkebunan, serta hutan lindung. Kabupaten yang
terbagi menjadi 17 kecamatan ini berbatasan langsung dengan Selat Madura di
sebelah utara, Selat Bali di sebelah timur, Kabupaten Probolinggo di sebelah
barat, dan Kabupaten Bondowoso di sebelah selatan. Dengan luas wilayah
1.638,50 Km dan terletak di tengah jalur darat Jawa-Bali seharusnya menjadi kota
yang strategis untuk disinggahi para wisatawan, serta banyaknya wisata alam yang
tidak kalah indah dengan kabupaten lain. Salah satu keindahan alam yang tidak
kalah cantik dengan Pasir Putih yaitu Pantai Tampora.
Pantai Tampora merupakan pantai yang terletak di Kalianget, Desa
Banyuglugur, Kec. Besuki Situbondo yang termasuk dalam wilayah Perhutani,
terletak di pinggir jalur Anyer – Panarukan serta memiliki panorama yang sangat
indah, namun kurangnya fasilitas dan sarana prasarana dalam menuju pantai ini
ix
Dinas Pariwisata Kabupaten Situbondo melakukan sinergi terhadap Perhutani
untuk memanfaatkan kawasan Pantai Tampora sebagai tujuan utama para
wisatawan dalam berkunjung ke Situbondo. Untuk menarik perhatian masyarakat
pihak pengelola dan fasilitator harus bersedia untuk menyediakan apasaja yang
dibutuhkan wisatawan seperti halnya pusat informasi, akomodasi, sarana
prasarana, dll. Dalam hal ini Dispar Kab. Situbondo berupaya untuk
mengembangkan dan menjadikan Pantai Tampora sebagai tujuan destinasi utama
para wisatawan dengan mengajak para investor serta LSM bekerja sama dan
melakukan MOU agar mampu mengoptimalkan pengembangan dan pengelolaan
suatu destinasi, Disparbudpora juga melakukan promosi melalui website dan
berupaya terus untuk memperbaiki serta memberikan masukan terhadap perhutani
dalam program pengembangan agar tidak merusak lingkungan sekitar Pantai
Tampora demi menjaga kearifan lokal demi pariwisata yang berkelanjutan
SOSIALISASI DAN PROMOSI MUSEUM SATWA JAWA TIMUR PARK 2 BATU SEBAGAI PUSAT WISATA EDUKASI
Jawa Timur Park 2 adalah pengembangan dari wahana Jawa Timur Park 1 yang berjarak satu kilometer dari Jawa Timur Park 1. Jawa Timur Park 2 berlokasi di Jalan Oro-Oro Ombo 9, Kota Batu. Luas taman wisata ini mencapai 15 hektar dengan 3 bangunan utama yaitu Museum Satwa, Batu Secret Zoo dan Pohon Inn. Jawa Timur Park 2 merupakan tempat wisata baru di Kota Batu, mulai dibangun akhir tahun 2008 bersamaan dengan Jawa Timur Park 1 dan diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudoyono pada tahun 2010. Museum Satwa merupakan wahana edukasi, yang menyajikan diorama-diorama satwa dari bebagai belahan dunia. Museum satwa berdiri pada tanggal 27 Desember 2009 dan diresmikan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ibu Maria Elka Pangestu pada tanggal 2 Mei 2012
Prospek Pengembangan Potensi Wisata Kecamatan Tutur Kabupaten Pasuruan dalam Mendukung Pengelolaan Wisata di Wilayab Sekitar Gunung Bromo
Journal of Tourism and Creativity, Vol.1 No.1 Januari 2017The area around Mount Bromo has many interesting tourism potential to be
developed, such as eco-tourism, educational tourism, historical tourism, arts and
culture and others. The government plans to make District Tutur, Pasuruan as a
tourist destination will be related to the establishment of the Authority of Bromo
Tengger Semeru. It is expected to be integrated, so that the Tuturlristrictcan become
part of the tourist destinations around Bromo. The method used in this research is
descriptive method,using qualitative analysis. The approach used is a survey
approach, observation and study of literature. Some tourist destinations are located
in this area are: 1) Plantation Apples Krishna; 2) Bhakti Alam; 3) Condido Herbal
Agro; 4) Mount Flora. Thefourth potential of this tour has its own charm. With the
fourth development potential of this tour, it is expected to support the development of
local potential in the Tuturdistrict, Pasuruan in terms of tourism, so tourists who will
visit Mount Bromo, would transit in the Tutur district and spend their money
PROSPEK PENGEMBANGAN WISATA HALAL DI PROVINSI SUMATERA BARAT
Prosiding Seminar Nasional Pariwisata 2017 Universitas Jember – JAWA TIMURPariwisata halal dinilai memiliki prospek yang cukup bagus dalam perkembangan pariwisata
di Indonesia. Potensi pasar pariwisata halal makin prospektif karena jumlah pendapatan yang
didapatkan dari wisatawan muslim terbilang tinggi. Pariwisata adalah salah satu sektor
unggulan yang memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan nasional Indonesia.
Konsep wisata halal menjadi salah satu konsep wisata unggulan yang sedang berkembang di
Indonesia. Banyak wisatawan yang belum mengetahui tentang wisata halal, bahkan wisata
halal masih asing terdengar oleh masyarakat awam. Wisata syariah mengedepankan produkproduk
halal dan aman dikonsumsi baik oleh turis Muslim maupun non-Muslim. Provinsi
Sumatera Barat memiliki potensi kepariwisataan yang sangat besar, tidak hanya wisata alam,
namun juga wisata budaya, sejarah dan kuliner sebagai objek wisata unggulan. Oleh karena
itu, pariwisata pada beberapa tahun terakhir telah menjadi salah satu primadona yang menjadi
unggulan pemerintah daerah Provinsi Sumatera Barat
Penerapan Community based Tourism: Upaya Pendampingan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Karangpakel Bersatu dalam Mengemas Produk Wisata di Desa Badean Jember
Badean Village has a lot of potential, including typical village cuisine, coffee plantations, durian gardens, clear river flows, megalithic historical stones and others. The current development of Badean Village is still not optimal, due to the lack of public knowledge about tourism and people who do not understand well about the tourism potential they have to be packaged, which will later become something interesting and have selling points to tourists. The purpose of this research is to encourage and assist the Pokdarwis Karangpakel Bersatuin optimizing tourism potential so that it can be packaged into tourism products. Data collection methods used are observation, interviews and literature study. The results of this study are: (1) the implementation of the concept of community based tourism (CBT) in Badean Village has been in accordance with the principles of CBT; (2) efforts to assist the Pokdarwis Karangpakel Bersatu in packaging tourism products have been carried out in Badean Village; (3) there are several tourism potentials that have been packaged and developed into tourism products that have selling value
- …
