2 research outputs found

    Kualitas Kadar Protein, Gel Strength dan Organoleptik Bakso Hati Ayam dengan Berbagai Jenis Bahan Pengisi

    No full text
    Bakso merupakan pangan hasil olahan daging ternak yang dicampur dengan pati dan bumbu-bumbu, dihaluskan kemudian dibentuk bulat-bulat lalu direbus dalam air panas sampai matang. Produk olahan bakso biasanya menggunakan bahan baku daging dan tapioka. Pemanfaatan bahan baku selain yang telah disebutkan dianggap sebagai hal yang jarang dalam proses pembuatan bakso. Situasi ini membuka peluang bisnis untuk mengembangkan ragam produk bakso yang inovatif. Hati ayam sebagai contoh dapat digunakan untuk substitusi daging dalam pembuatan bakso. Salah satu bahan penyusun bakso yang paling penting adalah pati yang berfungsi sebagai bahan pengisi (filler) dari bakso. Bahan pengisi yang akan digunakan adalah tapioka, sagu dan maizena. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan tapioka, sagu dan maizena dalam pembuatan bakso hati ayam terhadap uji analisa kadar protein, gel strength dan organoleptik serta untuk mengetahui bahan pengisi terbaik dalam pembuatan bakso hati ayam terhadap uji analisa kadar protein, gel strength dan organoleptik. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari sampai Maret 2023. Penelitian dilakukan di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya dan Laboratorium Pengujian Mutu dan Keamanan Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya, Malang. Materi penelitian adalah bakso hati ayam pedaging (broiler) dengan penggunaan tapioka, pati sagu, dan maizena masing-masing sebanyak 26%. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental laboratorium menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 jenis perlakuan dan 6 ulangan yaitu, (P1) Tapioka 26%; (P2) Pati sagu 26%; (P3) Maizena 26%. Variabel yang diteliti adalah kadar protein (%), gel strength (N), dan organoleptik (warna, rasa, tekstur). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA), apabila ada pengaruh nyata maka dilakukan Uji Jarak Berganda Duncan (UJBD), untuk mengetahui perlakuan terbaik dilakukan uji efektifitas dengan metode De Garmo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar protein pada masing-masing perlakuan yaitu: P1: 10,25%; P2: 10,09%; P3: 10,83%. Gel strength: P1: 11,68 N; P2: 10,8 N; P3: 8,28 N. Skor organoleptik warna: P1: 3,75; P2: 3,47; P3: 2,72. Skor organoleptik rasa: P1: 3,5; P2: 3,19; P3: 2,77. Skor organoleptik tekstur: P1: 2,47; P2: 1,8; P3: 1,61. Perlakuan dengan penggunaan tapioka (P1) merupakan perlakuan terbaik, dengan kadar protein 10,25%, tekstur 11,68 N, organoleptik dengan parameter “agak suka” untuk warna dan rasa, sedangkan “tidak suka” untuk tekstur, dengan rataan skor pada warna 3,75; rasa 3,5 dan tekstur 2,47. Kesimpulan penelitian ini adalah penggunaan tapioka, pati sagu, dan maizena pada bakso hati ayam broiler memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap kadar protein, gel strength (tekstur) serta organoleptik. Saran penelitian ini adalah bahan pengisi terbaik dalam pembuatan bakso hati ayam terhadap uji analisa kadar protein, gel strength dan organoleptik adalah tapioka

    Korelasi Antara Aktivitas Belajar Panahan Dengan Konsep Diri Siswa

    No full text
    Dalam pembelajaran pendidikan jasmani olahraga panahan adalah contoh olahraga permainan aktifitas fisik.Salah satu cara untuk menjembatani kekurangan jam dalam proses aktivitas belajar dan memberi wadah bagi siswa yang ingin mengembangkan potensi, Hal ini dalam aktivitas belajar panahan bisa menjadi alternatif untuk mengembangkan konsep diri dan mempengaruhi siswa karena sangat berhubungan pembelajaran panahan mencakupi beberapa faktor untuk mengembangkan konsep diri siswa. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data ini yaitu menggunakan kuisioner dengan skala likert.Pada penyusunan angket ini sebagai acuan untuk mengusun pertanyaan yang akan dituangkan pada kuisioner (angket). Angket yang dipakai oleh penulis dalam penelitian yaitu angket tertutup.dengan jumlah sampel keseluruhan sebanyak 31 siswa dari deskripsi tabel 4.1 dapat diketahui bahwa data aktivitas belajar memiliki skor minimum 162, maximum 230 rata-rata 188,65, standar deviasi 15,316 Sedangkan konsep diri memiliki skor minimum 118, maximum 165, rata-rata 135,29 standar deviasi 11,432 nilai hasil aktivitas belajar Kolmogorov – Smirnov dengan stat 0,072, dan konsep diri mendapat nilai stat 0,098.Dari analisis data yang telah dilakukan, aktivitas belajar panahan dengan konsep diri siswa dapat disimpulkan terdapat korelasi dan signifikan keterhubugan antara aktivitas belajar panahan dengan konsep diri siswa yang dilakukan oleh 31 siswa dan siswi di SMA Labschool UPI In learning physical education, archery is an example of a physical activity game. One way to bridge the shortage of hours in the learning activity process and provide a forum for students who want to develop their potential, this is in archery learning activities can be an alternative to develop self-concept and influence students because it is very related archery learning includes several factors to develop students' self-concept. The instrument used in this data collection is using a questionnaire with a Likert scale. In the preparation of this questionnaire as a reference for preparing questions that will be included in the questionnaire (questionnaire). The questionnaire used by the author in this study is a closed questionnaire. With a total sample of 31 students from the description in table 4.1, it can be seen that the learning activity data has a minimum score of 162, a maximum of 230, an average of 188.65, a standard deviation of 15.316. minimum 118, maximum 165, average 135.29 standard deviation 11,432 Kolmogorov – Smirnov learning activity results with 0.072 stats, and self-concept scores 0.098 stats. From the data analysis that has been carried out, archery learning activities with students' self-concepts can be concluded there is a significant and significant correlation between archery learning activities and student self�concepts carried out by 31 students at SMA Labschool UP
    corecore