1,721,018 research outputs found

    Pengaruh Perbedaan Rerata Data Debit pada Pemodelan Hidrologi Deret Berkala untuk Peramalan Debit Sungai dengan Metode Arfima

    Get PDF
    Debit sungai merupakan salah satu parameter hidrologi yang sangat penting dalam bidang Teknik Sipil. Mengingat pentingnya data debit sungai dan peramalannya dimasa mendatang, menyebabkan meningkatnya kebutuhan pemodelan hidrologi timeseries yang mampu menirukan dan meramalkan perilaku dari suatu rangkaian data debithistoris dari suatu sungai. Perbedaan rerata data debit dalam membangun model hidrologi deret berkala diduga akan mempengaruhi kinerja model hidrologi tersebut untuk peramalan debit sungai pada waktu mendatang. Pembangunan model hidrologi deret berkala untuk peramalan debit sungai dalam penelitian ini dilakukan dengan berbasis pendekatan statistik metode ARFIMA. Lokasi penelitian dilakukan pada dua sungai besar yang terpilih di Jawa Timur, yaitu Sungai Brantas dan Sungai Bengawan Solo. Pada masing-masing sungai tersebut dilakukan penelitian untuk data debit di tiga sampel lokasi AWLR dengan panjang datadebit pengamatan selama tujuh tahun. Berdasarkan hasil analisa dalam penelitian ini memperlihatkan bahwa model hidrologi deret berkala dengan metode ARFIMA secara umum cukup mampu menirukan data debit historis dan mampu meramalkan debit di Sungai Brantas dan Sungai Bengawan Solo untuk satu tahun periode data ke depan, sehingga hal ini berguna untukberbagai keperluan perencanaan dan pengelolaan debit di waktu mendatang. Hal tersebut ditunjang lebih detail dari hasil analisa variasi rerata data debit menunjukkan bahwa model hidrologi time series dengan data debit 15 harian menghasilkan model hidrologi time series dengan rata-rata kriteria statistik in sample MSE dan AIC serta out sample MSE dan MAD yang relatif lebih baik dibandingkan dengan model hidrologi untuk data debit 10 harian dan data debit bulanan. Untuk data debit dengan rerata 15 harian di Sungai Brantas menghasilkan rata-rata kriteria pemilihan model dengan MSE dan AIC sebesar 0,046 dan -494,883 serta untuk peramalan debit sungai satu tahun berikutnya diperoleh MSE dan MAD 0,141 dan 0,174. Sedangkan pada Sungai Bengawan Solo menghasilkan rata-rata kriteria pemilihan model dengan MSE dan AIC 0,104 dan -532,096 serta untuk peramalan debit sungai satu tahun berikutnya diperoleh MSE dan MAD 0,837 dan 0,377. Kata kunci : Pemodelan Hidrologi Deret Berkala, Peramalan Debit, Rerata Debi

    Kajian Peningkatan Manfaat Pada Bendungan Tugu Kabupaten Trenggalek

    Get PDF
    At the beginning Tugu dam was planned to supply water demand and irrigation water. In this study will be reviewed on a large electric power can be generated from the utilization of the reservoir outflow discharge and increase the value of benefits when Tugu dam is used as power plant and tourism places. Power generation at Tugu dam is planned in base load. Francis turbine is selected with optimum installed power is 400 kW, which capability of producing energy is 2,140,382.328 kWh / year. Tugu dam tourism region plans to use the land area of 9.86 hectares with cottage, water and tourist playground, swimming pool, restaurant and shop / shopping tour. Based on economic analysis conducted, can increase in the value of BCR, NPV and IRR. BCR value of 1.115 which was originally changed to 1.142; the original NPV of Rp. 36,705,066,329.00 turned into Rp.53.154.809.819,00; the original IRR 13.057% turn into 13.408%. Key words: power generation, tourism, economic analysis

    ANALISA PENGARUH PENEMPATAN KRIB TERHADAP DISTRIBUSI SEDIMEN DI PERTEMUAN SUNGAI GARANG DAN KREO

    No full text
    Abstrak: Sedimentasi dan erosi yang disebabkan oleh perbedaan debit merupakan masalah yang sering terjadi di pertemuan Sungai Garang dan Kreo. Penempatan bangunan krib eksisting belum berfungsi optimal sebagai pengatur arah arus sungai. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kecepatan maksimum, tegangan geser dasar sungai dan distribusi sedimen terhadap pengaruh penempatan krib. Simulasi menggunakan modul RMA2 untuk mengetahui hidrodinamika aliran dengan debit banjir rancangan kala ulang 50 tahun dan simulasi modul SED2D untuk mengetahui distribusi sedimen. Kedua simulasi tersebut digunakan pada 3 (tiga) skenario. Agar mendapatkan tingkat keakuratan model terhadap kondisi lapangan maka dilakukan uji MRE (Mean Relative Error) sebesar 0,91% sebagai indikasi parameter proses kalibrasi model numerik 2 dimensi. Penempatan krib yang lebih efektif adalah skenario yang ketiga dengan distribusi kecepatan maksimum 1,75 m/dtk, tegangan geser ( Ʈ ) maksimum 8,65 N/m2 dan sedimentasi terjadi didaerah sekitar krib, erosi pada arah tanggul kanan penampang sungai yang sering terjadi sedimentasi. Kata kunci : Pertemuan sungai, krib, sedimentasi, erosi.   Abstract: Sedimentation and erosion caused by differences discharge is a problem that often occurs at the confluence of the Garang and Kreo rivers. The placement of existing groynes has not optimally functioned to regulate the river flow direction. The goal of this analysis is to find out the maximum velocity, bed shear, and sediment distribution towards the effect of groyne placement. The Simulation using the RMA2 module to find out the flow hydrodynamics with the discharge from constructed 50-year floods and the simulation using SED2D module to find out the sediment distribution. It simulations is used for three scenarios. To maintain accuracy of the model towards field conditions, a Mean Relative Error (MRE) test of 0.91% was conducted as the parameter indication of the 2-dimensional numerical model calibration process. The most effective groyne placement is third scenario with a maximum velocity distribution of 1.75 m/s, maximum riverbed bed shear (Ʈ) of 8.65 N/m2 and sedimentation only occurring in the areas around the groynes, while erosion occurred on the dikes of the right-hand side of the river where sedimentation often occurs. Keywords : River confluence, groynes, sedimentation, erosio

    Kajian Peningkatan Kapasitas PLTA Lodoyo

    Get PDF
    Lodoyo dam has the potential to development of energy resources especially hydro energy power plant (HEPP), where the excess outflow discharge through spillway still have potential for capacity improvement. With the availability of outflow discharge through spillway data, the additional potential energy can be calculated, by analyze of head effective and energy. Also can performed in economic feasibility with parameter B/C Ratio, IRR, and NPV where benefit value calculated from the selling price of electric generated. The optimum improvement based on four alternative discharge outflow design with two alternative alignment. From 1st alternative analysis where located on the left river, the largest value of B/C Ratio at 1.037 (at the rate 12%) on discharge outflow at 34.05 m3/sec (Q75%) with an installed capacity 3.20 MW, and an annual energy at 25.58 GWh. For 2nd alternative where located on the right side of river has largest B/C Ratio values at 1.076 on the same discharge outflow with an annual energy of 25,65 GWh so this alternative has the most optimal of potential energy. Key words: discharge, head, energy, economic feasibility

    Kajian Potensi Sungai Srinjing Untuk Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (Pltmh) Brumbung Di Kabupaten Kediri

    Get PDF
    MHP Brumbung is located at upstream of Srinjing River. Potential discharge MHP Brumbung depends on the discharge of the gate 1 operation of Siman dam which is used to irrigate 4852 Ha Siman crop area. To obtain the optimal scale in the construction of the MHP to be optimized flow generation and generating units in order to obtain an economical MHP. Dependable discharge optimization results are used as a basic for discharge planning of Brumbung MHP is discharge with 75% probability that is equal to 3.394 m3/dt with the discharge for one unitinstalled capacity is equal to 1.697 m3/dt and installed capacity of 50 kW,with fluctuating effective head ranged from 4.944 m to 5.140 m, the annual energy production obtained 875,785.980 kWH for two generating units with a turbines Crossflow. Keywords: Micro hydropower, discharge optimization, installed capacit

    Kajian Pengendalian Laju Sedimen Dengan Bangunan Pengendali Di DAS Hulu Batang Gadis Propinsi Sumatera Utara

    Get PDF
    Hulu Batang Gadis Watershed is located in the district of Mandailing Natal province of North Sumatra . The rate of erosion in the watershed upstream Batang Gadis last 3 years has increased , it can be seen from the results of the analysis and calculation of the rate of erosion USLE method which in 2008 amounted to 307 285 tonnes / ha / year , in 2010 amounted to 318 482 tonnes / ha / year , Year 2012 of 385 336 tonnes / ha / year . This indicates an increase in the rate of erosion in 2008 - 2012 at 20:26% .. The rate of soil erosion hazard and criticality criteria of 1.41% Very Light , Light 10.92% , 17.76% Medium , Heavy and Very Heavy 49.59% ,20.32% . The results depend on the amount of sediment erosion in the watershed / sub-watershed .. Currently sediment issues have an impact on the downstream watershed upstream Batang Gadis ie the number of incoming sediment kesaluran irrigation and river silting . One attempt to overcome this problem is by building sediment control in the form of Check Dam . In this research study conducted as the proposed construction of sediment control 33 Check Dam . Successful achievement of development can reduce sediment control sediment 90.91% on average of all the bin capacity Chek Dam , while by means of sediment routing can reduce sediment by 97.39% with the operation of the check dam for 3 years . In addition to building pendali also recommended handling a land conservation treatment with a wide landing area function Buffer Zone 59.28% , Budi Region 4.57% Annual Plants , Cultivation Region Annuals 36.15% . The arrangement of the achievements of the region is a big impact on the land eroded soil erosion is very heavy 20.32% of basin area upstream Batang Gadis be 1.83% . Keyword: Erosion, sedimentation, controle structure, conservatio

    ANALISA KERUNTUHAN BENDUNGAN MAMAK DAN BENDUNGAN BATU BULAN SECARA SIMULTAN PADA SISTEM PENGALIRAN SUNGAI DENDITRIK

    Get PDF
    Abstrak : Bendungan Mamak dan Batu Bulan yang termasuk dalam sistem pengaliran sungai denditrik dan berlokasi di Kabupaten Sumbawa, Propinsi Nusa Tenggara Barat telah disimulasikan runtuh secara simultan. Keruntuhan tersebut berdampak bagi tergenangnya 15 Desa, di 4 Kecamatan dengan jumlah penduduk yang terkena resiko diperkirakan mencapai 12.803 jiwa. Berdasarkan SK Dirjen SDA PU, tahun 2011 Bendungan Mamak dan Batu Bulan diklasifikasikan Bahaya Sangat Tinggi. Peneitian ini membuktikan bahwa keruntuhan bendungan secara simultan pada sistem aliran sungai denditrik ataupun series saat ini dapat dilakukan dengan bantuan perangkat lunak Zhong Xing HY21 (User Manual Zhong Xing-HY21, Sinotech Engineering Group, 2011). Hal ini sekaligus menepis pendapat sementara para ahli sebelumnya yang beranggapan bahwa hal tersebut sulit dilakukan. Kerapatan jaring-jaring kerja juga memiliki pengaruh besar terhadap tingkat ketelitian hasil penelusuran banjir di hilir. Pada penelitian kali ini kerapatan jaring-jaring di alur sungai dibuat lebih rapat daripada bagian di luar alur sungai utama. Dengan asumsi sebelum banjir menggenangi wilayah bantaran sungai, banjir terlebih dahulu akan memenuhi alur sungai utama. Namun hal tersebut membawa konsekuensi bahwa makin rapat jaring-jaring kerja, proses simulasi membutuhkan waktu lebih lama. Kata kunci: Keruntuhan, Denditrik, Simultan, Zhong Xing HY21, Jaring-Jaring Kerja   Abstract : Mamak and Batu Bulan Dams included dendritic river system, located in Sumbawa District and West Nusa Tenggara Province, have been simulated simultaneous failure. This failure impact on flood inundation in 15 Villages and 4 Subdistrics with estimated population at risk 12.803 persons. Based on National Regulation (SK Dirjen SDA PU, year 2011), the dams were classified into High Risk Dam. This research proves that nowadays the simultaneous dams failure in dendritic river system and also series system could be simulated by using Zhong Xing HY21 (User Manual Zhong Xing-HY21, Sinotech Engineering Group, 2011). This study also reject previously temporary experts opinion that assumed it is difficult to do. Density of the finite element mesh also has a big influence in the unsteady flow accuration result. In the present study the density of the mesh in the river flow is made more dense than the outside of the main river channel. Assuming before floods inundated the area along the river, the floods will first meet the main river channel. However, this setting has consequences that the more tightly the mesh, the simulation process takes longer. Key words: Failure, Dendritic, Simultaneous, Zhong Xing HY21, Mesh

    Pengaruh Panjang Dan Lebar Data Debit Historis Pada Kinerja Model Pembangkitan Data Debit Sungai Brantas Dengan Metode ARIMA

    Get PDF
    Abstrak :  Model ARIMA adalah metode analisis deret waktu yang memiliki tingkat akurasi peramalan yang cukup tinggi, cocok digunakan untuk meramal sejumlah variabel dengan cepat, sederhana dan akurat. Banyak model stokastik tidak memberikan acuan berapa panjang data historis minimal yang dibutuhkan. Panjang data historis minimal perlu ditetapkan sebagai masukan untuk menggambarkan fenomena hidrologi yang terjadi. Penelitian menggunakan data debit dari 3 (tiga) stasiun AWLR yang mewakili masing-masing sub DAS di DAS Brantas. Panjang data historis representatif dengan nilai kesalahan relatif 5% untuk pembangkitan data debit menggunakan model ARIMA untuk stasiun AWLR Gadang adalah 15 tahun untuk lebar data 10 harian, 17 tahun untuk lebar data 15 harian dan 11 tahun untuk lebar data 1 bulanan. Untuk stasiun AWLR Kertosono, panjang data historis representatif adalah 8 tahun untuk lebar data 10 harian, 5 tahun untuk lebar data 15 harian dan 14 tahun untuk lebar data 1 bulanan. Untuk stasiun AWLR Lengkong Baru, panjang data historis representatif adalah 6 tahun untuk lebar data 10 harian, 6 tahun untuk lebar data 15 harian dan 14 tahun untuk lebar data 1 bulanan. Kata kunci: Model ARIMA, panjang data historis, lebar data, debit sungai, DAS Brantas   Abstract : ARIMA model is a method of time series analysis which has quite high level forecasting accuracy, suitable to predict the number of variables in quickly, simply and accurately. Many stochastic models do not provide a reference of minimum length of historical data that need to be set as an input to describe the hydrology phenomenon. The study used discharge data from three (3) AWLR stations representing each sub-watershed in Brantas watershed. Representative historical data length with 5% relative error for the generation of discharge data using ARIMA models are: (a) at Gadang AWLR station is 15 years with 10 daily width of data, 17 years with 15 daily width of data and 11 years with monthly width of data. (b) At Kertosono AWLR station is 8 years with 10 daily width of data, 5 years with the 15 daily width of data and 14 years with the monthly width of data. (c) At Lengkong Baru AWLR stations is 6 years with 10 daily width of data, 6 years with the 15 daily width of data and 14 years with monthly width of data Keywords: ARIMA models, historical data length, width of data, river discharge, Brantas watershed

    ANALISA KINERJA SISTEM DRAINASE TERHADAP PENANGGULANGAN BANJIR DAN GENANGAN BERBASIS KONSERVASI AIR DI KECAMATAN BOJONEGORO KABUPATEN BOJONEGORO

    Get PDF
    ABSTRAK:  Kecamatan Bojonegoro rawan terjadi kantong genangan air hujan terutama saat musim penghujan disebabkan kecepatan aliran air hujan pada saluran drainase agak rendah karena kondisi topografi yang relatif datar. Terutama pada saat pada musim penghujan. Bojonegoro selain dipengaruhi oleh tingginya curah hujan yang relatif tinggi, kondisi  topografi yang relative datar, perubahan tata guna lahan dan juga dipengaruhi oleh kurang memadainya sistem drainase yang ada. Dibutuhkan evaluasi sistem saluran drainase yang baik dan memadai baik terhadap kapasitas saluran eksisting serta penanganan berbasis konservasi air. Untuk menganalisanya dilakukan permodelan limpasan hujan kala ulang 5 tahun menggunakan software sewergems connect dengan membandingkan kondisi jaringan drainase eksisting dengan kondisi jaringan drainase sesudah penerapan pembangunan kolam retensi, sumur resapan dan modifikasi saluran. Perhitungan intensitas hujan menggunakan Metode Mononobe, diperoleh intensitas hujan durasi 6 jam dengan kala ulang 5 tahun. Hasil simulasi dengan hujan rancangan kala ulang 5 tahun menunjukkan 12 ruas saluran yang meluap. Dari hasil analisa kebutuhan metode penerapan secara konservatif untuk kolam retensi dibutuhkan dimensi sebesar 100m x 50m dengan kapasitas pompa 0,5m3/dtk, untuk sumur resapan yang dikombinasi dengan rain barrel dibutuhkan 577 buah, dengan dimensi penampang segi empat 1m x 1m x 2m serta kapasitas rain barrel sebesar 750 liter, serta perbaikan dimensi saluran yaitu menambah lebar saluran di Jl. Panglima Polim, Jl. Dr. Sutomo dan Jl. Diponegoro
    corecore