35 research outputs found
Hubungan Status Gizi dengan Kejadian Stunting pada Balita selama Masa Pandemi di Puskesmas Trauma Center Samarinda
Pada tahun 2020, prevalensi kejadian stunting pada anak usia dibawah lima tahun secara global sebanyak 149,2 juta (22,0%) dan di benua Asia sebanyak 79,0 juta (21,8%). Prevalensi kasus stunting di Indonesia sebanyak 31,8%. Pada masa pandemi, Indonesia mengalami krisis gizi terutama pada balita. Krisis gizi yang terjadi akan memberikan dampak pada terganggunya perkembangan dan pertumbuhan anak. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan status gizi dengan kejadian stunting pada balita selama masa pandemi di Puskesmas Trauma Center Samarinda. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional melalui pendekatan cross scetional. Populasi dalam penelitian ini adalah anak usia 0-59 bulan di Puskesmas Trauma Center Samarinda. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik accidental sampling dengan jumlah sampel sebanyak 685 responden. Hasil dan kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa responden dengan status gizi kurang yang terjadi stunting dan normal sebanyak 13,4% dan responden dengan status gizi baik yang terjadi stunting dan normal sebanyak 86,6%. Berdasarkan hasil analisis dengan Chi Square didapatkan nilai p value 0,000 < 0,05 dan nilai Odds Ratio (OR) 16,046
Hubungan Pemantauan Status Gizi Balita dengan Kejadian Stunting: Literatur Review 2021
Latar Belakang: PemantauanStatus gizi balita yang baik memegang peranan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan terutama pada tahap golden periode di lima tahun pertama. Upaya perbaikan status gizi balita dapat memberikan kontribusi bagi tercapainya tujuan pembangunan nasional terutama dalam hal penurunan prevalensi gizi kurang pada balita dan akhirnya akan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Status gizi balita yang buruk membawa dampak negative terhadap pertumbuhan fisik maupun mental, penurunan daya tahan tubuh, serta dampak yang lebih serius adalah kecacatan, tingginya angka kesakitan dan percepatan kematian.
Tujuan studi: Untuk mengetahui Hubungan Pemantauan Status Gizi Balita Dengan Kejadian Stunting: Literatur Review
Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan menggunakan 15 jurnal terdiri dari 10 jurnal internasional dan 5 jurnal nasional
Hasil: Ada hubungan pemantauan status gizi balita dengan kejadian stunting.
Manfaat: Menjadi masukan saat pembelajaran keperawatan Maternitas dan menambah referensi perpustakaan untuk penelitian keperawatan selanjutnya
Efektivitas Teknik Relaksasi Benson Dan Terapi Genggam Jari Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Pasien Laparatomi Di Ruang Mawar RSUD A. Wahab Sjahranie Samarinda
Tujuan Studi: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas antara teknik relaksasi benson dan terapi genggam jari terhadap tingkat kecemasan pada pasien laparatomi di ruang mawar RSUD A. Wahab Sjahranie Samarinda.
Metodologi: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan jenis penelitian analitik dengan pendekatan studi cohort dengan metode quasi experiment. Desain penelitian ini menggunakan pre-test dan post-test dengan rancangan without control design. Populasi penelitian ini adalah 21 responden dengan sampel yang digunakan adalah 20 responden. Analisis meliputi analisis univariat dan bivariat menggunakan uji paired sample t-test dan multivariat menggunakan uji t-test independent.
Hasil: Hasil analisis multivariat menggunakan uji t-test independen menunjukkan bahwa teknik relaksasi benson lebih efektif menurunkan tingkat kecemasan daripada terapi genggam jari pada pasien Laparatomi yaitu p value 0.014<0.0levels dan nilai selisih mean difference antara teknik relaksasi benson dan terapi genggam jari yaitu 3.600 > 2.400.
Manfaat: Teknik relaksasi benson dan terapi genggam jari dapat menurunkan tingkat kecemasan pada pasien laparatomi. Dan teknik relaksasi benson yang lebih efektif menurunkan tingkat kecemasan pasien laparatomi daripada terapi genggam jari
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Perilaku Penggunaan Alat Kontrasepsi (KB) di Puskesmas Samarinda Kota
Tujuan studi: Tujuan dari penelitian ini adalahuntuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan perilaku penggunaan alat kontrasepsi (KB) di Puskesmas Samarinda Kota.
Metodologi: Desain Penelitian ini adalah analitik korelational dengan pendekatan cross sectional.Pengambilan sampel menggunakan Teknik Purposive Sampling, sampel penelitian sebanyak 384 orang. Data didapat menggunakan kuesioner. Uji dalam analisis bivariat adalah ujikorelasi rank spearman, dan untuk uji normalitas adalah uji Kolmogorv-smirnov dan uji Skewness dan kurtosis.
Hasil: Berdasarkan hasil penelitian didapatkan dukungan keluarga mendukung sebanyak 224 (58,3%) responden,dan yang tidak mendukung sebanyak160 (41,7%) responden. Penelitian menunjukan dari 384 orang, perilakubaik sebanyak226 (58,9%) responden, perilaku kurang baik sebanyak 158 (41,1%) responden. Dari hasil bivariate p-value 0,017 < α 0,05 dengan koefisien korelasi - 0,122.
Manfaat: Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan bahan pembelajaran atau pertimbangan dan mengevaluasi dukungan keluarga dengan perilaku penggunaanalat kontrasepsi (KB) bagiakseptor KB yang tepat dan aman pada peneliti lain, pihak institusi, pelayanan kesehatan maupun responden
Analisis Hubungan Dukungan Suami dengan Perilaku Pencegahan Risiko Tinggi pada Ibu Hamil
third highest position in ASEAN. High-risk pregnancy can be prevented through optimal preventive behavior, where husband support has a strategic role in increasing pregnant women's compliance with prenatal health protocols. The purpose of this study was to analyze the relationship between husband support and high-risk pregnancy prevention behavior in pregnant women at Lempake Health Center, Samarinda. This quantitative research with cross sectional design involved 268 pregnant women at Lempake Health Center, Samarinda. Sampling used total sampling. Research instruments in the form of validated questionnaires to measure husband support and high-risk prevention behavior. Data analysis used Chi-square test with significance level α=0.05. The proportion of pregnant women with good husband support who were not at high risk was 67.5%, while those at high risk were only 8.6%. In the group with poor husband support, the proportion of non-risk was 14.6% and high risk was 9.3%. Chi-square test results showed p value = 0.000 (p<0.05) with OR = 5.045 (95% CI: 2.89-8.81). There is a significant relationship between husband support and high-risk prevention behavior in pregnant women. Pregnant women with good husband support have 5 times greater chance to implement high-risk prevention behavior compared to those with poor husband support.
Keywords: husband support, high-risk pregnancy, prevention behavior, antenatal car
Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Gizi Selama Hamil dengan Kejadian Stunting: Literatur Review 2021
Latar Belakang: pengetahuan ibu berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak, anak dengan ibu memiliki pengetahuan gizi yang baik akan memberikan asupan gizi yang baik sehingga terjadinya kekurangan zat gizi, ibu dengan pengetahuan gizi kurang baik cenderung kurang memperhatikan asupan makanan yang diberikan anaknya, sehingga anak berpeluang menjadi malnutrisi dan menjadi stunting.
Tujuan studi: Untuk melihat Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Gizi Selama Hamil Dengan Kejadian Stunting
Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan menggunakan 15 jurnal terdiri dari 10 jurnal internasional dan 5 jurnal nasional.
Hasil: Ada Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Gizi Selama Hamil Dengan Kejadian Stunting
Manfaat: Menjadi masukan saat pembelajaran keperawatan Maternitas dan menambah referensi perpustakaan untuk penelitian keperawatan selanjutny
Hubungan Faktor Budaya dengan Perilaku Penggunaan Alat Kontrasepsi (KB) di Puskesmas Samarinda Kota
Tujuan Studi:Penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara faktor budaya dengan perilaku penggunaan alat kontrasepsi di Puskesmas Samarinda Kota.
Metodologi:Desain Penelitian ini adalah analitik korelasional. Sampel penelitian sebanyak 384 responden.Teknik pengambilan sampel ialah purposive sampel. Pengumpulan data melalui kuesioner. Analisis bivariat menggunakan uji korelasi rank spearman.
Hasil:Berdasarkan hasil penelitian budaya mempengaruhi sejumlah 242 responden (63,0%) dan budaya tidak mempengaruhi 142 responden (37,0%). Penelitian menunjukan dari 384 orang, perilaku ibu baik sejumlah 226 responden (58,9%) dan perilaku ibu kurang baik sejumlah 158 responden (41,1%). Dari hasil bivariate p-value 0,026 < α 0,05 dengan koefisien korelasi 0,114. Ada hubungan faktor budaya dengan perilaku penggunaan alat kontrasepsi dengan nilai korelasi positif dan kekuatan korelasinya sangat lemah.
Manfaat:Hasil penelitian dapat digunakan untuk memotivasi pasangan usia subur dalam menggunakan alat kontrasepsi supaya dapat mengurangi angka kelahiran, untuk menjadi masukan bagi petugas kesehatan dalam mengevaluasi pemilihan alat kontrasepsi bagi akseptor KB, untuk \digunakan sebagai bahan penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan hubungan faktor budaya dengan perilaku penggunaan alat kontrasepsi (KB) di Puskesmas Samarinda Kota
Hubungan Peran Tenaga Kesehatan dengan Perilaku Penggunaan Alat Kontrasepsi di Puskesmas Samarinda Kota
Tujuan studi: Mengetahui hubungan peran tenaga kesehatan dengan perilaku penggunaan alat kontrasepsi di Puskesmas Samarinda Kota.
Metodologi: Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling adalah non probability sampling dengan metode purposive sampling, berjumlah 384 orang responden. Uji statistik yang digunakan adalah korelasi rank spearman.
Hasil: Hasil uji korelasi rank spearman dengan nilai korelasi spearman 0.114, p value = 0,025 < 0,05. Dari nilai korelasi spearman dapat terlihat bahwa hubungan kedua variabel searah karena bernilai positif yang artinya semakin baik peran tenaga kesehatan maka semakin baik perilaku dalam penggunaan alat kontrasepsi, dengan kekuatan hubungan lemah. Dapat di simpulkan bahwa H0 gagal ditolak dan Ha diterima atau berarti terdapat hubungan antara peran tenaga kesehatan dengan perilaku penggunaan alat kontrasepsi.
Manfaat: Diharapkan tenaga kesehatan lebih berperan aktif dalam menjalankan tugasnya sebagai komunikator, motivator, konselor dan fasilitator
Hubungan Dukungan Suami Dengan Tingkat Depresi Ibu Postpartum Di Puskesmas Trauma Center Samarinda
Tujuan Studi: Menurut World Health Organization (WHO), pada tahun 2011 menyatakan bahwa kejadian pada kasus depresi postpartum pada beberapa Negara, yaitu yang terdapat di Vietnam (19,4%) Columbia (13,6%), dan Dominika (3%). Dukungan suami berpengaruh besar terhadap kejadian depresi postpartum pada ibu postpartum. Dimana dukungan suami ini merupakan strategi pada saat ibu postpartum yang merasa stress dan berfungsi sebagai strategi untuk melindungi dari stress. Depresi postpartum bisa terjadi setiap waktu setelah ibu melahirkan. Oleh karena itu kemungkinan terjadinya depresi pada ibu postpartum harus di kenali sejak awal, agar tidak depresi postpartum tidak berakibat buruk pada bayi, ibu serta pasangan.
Metodologi: Dalam penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif, yang bertujuan untuk mengungkapkan hubungan antara variabel yaitu dukungan suami dengan tingkat depresi postpartum, dengan pendekatan cross sectional teknik pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner Endinburgh Postpartum Depression Scall (EPDS) dan kuesioner dukungan suami. Teknik pengambilan sampling pada penelitian ini adalah total sampling yang berjumlah 165. Analisa Bivariat menggunakan uji chi-square.
Hasil: Hasil uji fisher exact menunjukkan p value = 0,001≤ 0.05, berarti ada hubungan antara dukungan suami dengan tingkat depresi ibu postpartum.
Manfaat: Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran yang cukup signifikan sebagai masukan pengetahuan atau literatur ilmiah yang dapat dijadikan bahan kajian bagi para pembaca, khususnya yang sedang mempelajari tentang hubungan dukungan suami dengan tingkat depresi postpartum
Hubungan Tingkat Pengetahuan Orang Tua Tentang Pendidikan Seksual pada Anak Usia Dini dengan Perilaku Pencegahan Kekerasan Seksual pada Anak di Tk Al Jawahir Samarinda
Tujuan studi: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan orang tua tentang pendidikan seksual pada anak usia dini dengan perilaku pencegahan kekerasan seksual pada anak di Tk Al-Jawahir Samarinda
Metodologi: Metode penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel di ambil dengan teknik Total Sampling yaitu semua ibu siswa-siswi di Tk Al-Jawahir Samarinda sebanyak 79 orang.Instrumen penelitian menggunakan Kuesioner.Hasil penelitian di analisis dengan uji Rank spearman.
Hasil: hasil analisis dengan menggunakan uji Rank Spearman menunjukan nilai p-value 0.000 < 0,05. Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan orang tua tentang pendidikan seksual pada anak usia dini dengan perilaku pencegahan kekerasan seksual pada anak
Manfaat: Sebagai sumber informasi bagi orang tua siswa-siwi Tk Al-Jawahir agar dapat menambah pengetahuan tentang perilaku pencegahan kekerasan seksual. Serta sebagai sumber informasi kepada pihak sekolah Tk Al-Jawahir Samarinda untuk memantau dan memberikan pengarahan berkaitan dengan perilaku pencegahan kekerasan seksual pada anak
