1,720,967 research outputs found
STRATEGI PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI SUWAR-SUWIR
Agroindustri suwar-suwir di Kabupaten Jember masih belum berkembang sebagaimana yang diharapkan, mengingat Kabupaten
Jember merupakan salah satu kabupaten penghasil singkong yang cukup besar dan terkenal dengan berbagai macam olahan tape
singkong sebagai makanan khasnya. Terhambatnya perkembangan agroindustri suwar-suwir dikarenakan agroindustri masih
menghadapi berbagai permasalahan, sehingga perlu dilakukan identifikasi permasalahan pada agroindustri suwar-suwir dan dapat
diketahui strategi pengembangan berbasis permasalahan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi
pengembangan agroindustri suwar-suwir. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Interpretive Structural
Modeling (ISM) dan Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan berbasis
permasalahan keterbatasan bahan baku adalah agroindustri memproduksi sendiri bahan baku berupa tape singkong, sehingga
permasalahan tersebut dapat teratasi dan agroindustri dapat berkembang secara optimal
STRATEGI PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI SUWAR-SUWIR
Agroindustri suwar-suwir di Kabupaten Jember masih belum berkembang sebagaimana yang diharapkan, mengingat Kabupaten
Jember merupakan salah satu kabupaten penghasil singkong yang cukup besar dan terkenal dengan berbagai macam olahan tape
singkong sebagai makanan khasnya. Terhambatnya perkembangan agroindustri suwar-suwir dikarenakan agroindustri masih
menghadapi berbagai permasalahan, sehingga perlu dilakukan identifikasi permasalahan pada agroindustri suwar-suwir dan dapat
diketahui strategi pengembangan berbasis permasalahan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi
pengembangan agroindustri suwar-suwir. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Interpretive Structural
Modeling (ISM) dan Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan berbasis
permasalahan keterbatasan bahan baku adalah agroindustri memproduksi sendiri bahan baku berupa tape singkong, sehingga
permasalahan tersebut dapat teratasi dan agroindustri dapat berkembang secara optimal
PERENCANAAN PRODUKSI PADA RANTAI PASOK
Perusahaan tape Supermadu adalah suatu usaha kecil di Kabupaten Jember yang memproduksi tape. Perusahaan tape Supermadu menghadapi beberapa
kendala-kendala faktor ptimasi produksi antara lain meminimalkan biaya pengadaan bahan baku, meminimalkan biaya trasportasi bahan baku,
memaksimalkan jumlah produksi, meminimalkan biaya distribusi produk dan memaksimalkan laba. Tujuan penelitian adalah menentukan perencanaan
produksi di sepanjang rantai pasok Perusahaan tape Supermadu dan menemtukan jumlah optimal bahan baku singkong dari masing-masing pemasok, volume
produksi tape dan jumlah tape yang akan dipasarkan pada masing-masing daerah pemasaran. Metode penelitian ini menggunakan goal programming dan
pengolahan data menggunakan LINDO. Tiga komponen utama goal programming yaitu variabel keputusan, sasaran kendala, dan fungsi tujuan. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa singkong dari Tamanan per bulan sebesar 14.758 kg, singkong dari Mayang sebesar 10.493 kg, volume produksi tape sebesar
17.151 kg, tape yang dipasarkan di daerah Jember sebesar 15.185 kg dan tape untuk luar Jember sebesar 4.799 kg. Sasaran kendala yang tercapai antara lain
meminimalkan biaya pengadaan bahan baku, meminimalkan biaya transportasi bahan baku, meminimalkan biaya distribusi produk dan memaksimalkan laba
yang diperoleh.Kendala sasaran yang tidak tercapai adalah meningkatkan volume produksi
PRODUKSI HlDRoKoLolD oARl uMBl suwEc (Amorphophailus campanulafus) DAN APLIKASINYA UNTUK PRODUK PANGAN
Info lebih lanjut hub:
Lembaga Penelitian Universitas Jember
Jl. Kalimantan No.37 Jember telp. 0331-339385 Fax. 0331-337818Produksi Hidrokoloid Dari Umbi Suweg (Amorphophallus campanulafus) Dan
Aplikasinya Untuk Produk Pangan, Herlina dan Noer Novijanto, 41 halaman.
Indonesia kaya hasil pertanian, tapi belum dimanfaatkan secara optimal, terbukti
dengan banyaknya produk umbi suweg (Amorphophallus campanulafus) yang
selama ini dianggap sebagai umbi inferior. Dengan kandungan polisakarida yang
tinggi, umbi suweg berpotensi untuk dikembangkan menjadi bahan tambahan
makanan. Bahan tambahan makanan yang berlcasis polisakarida ini kebanyakan
masih impor dari negara lain.
Pemakaian hidrokoloid bagi industri pangan cenderung meningkat sementara
ketersediaannya belum mencukupi kebutuhan, dan hingga saat ini indonesia
masih mengimpor bahan tambahan makanan bersifat hidrokoloid dari negara
lain. Untuk mengurangi nilai impor tersebut perlu dicari bahan lain hasil produk
dalam negeri yang dapat digunakan sebagai sumber hidrokoloid. Oleh karena itu
perlu dicari sumber hidrokoloid yang bahan bakunya berasal dari lndonesia.
Salah satu bahan yang memiliki potensi sebagai sumber hidrokoloid adalah umbi
suweg.
Penelitian ini bertujuan (a) Mengembangan teknik ekstraksi hidrpkoloid umbi
suweg, dan mencari teknik ekstraksi yang tepat dan efisien, (b) Menentukan
karakteristik fisiko-kimia dan fungsional teknis hidrokoloid umbi suweg yang
dihasilkan, (c) Mendapatkan gambaran yang nyata tentang karakteristik
hidrokoloid umbi suweg yang dapat dikembangkan sebagai bahan tambahan
pangan, dan (d) Mempelajari aplikasi hidrokoloid umbi suweg pada pengolahan
pangan.
Metode penelitian dilakukan semra diskriptif dan membandingkan data analisis
tiap perlakuan dalam penelitian ini dengan jenis hidrokoloid komersial yang telah
KdLE}TST
dikenal oleh masyarakat
(ii) LE$.AGA PEr"",tHlr
uarE#f,f 'Ekil
Hasil Penelitian menunjukkan bahwa (1) Kondisi optimum dan efisien ekstraksi
hidrokoloid umbi suweg adalah rasio bahan dan pelarut 1:3 pada suhu 40 oC
dengan rendemen hidrokoloid yang dihasilkan sebesar 2,32 o/o, (2) Hidrokoloid
umbi suweg mempunyai karakteristik sebagai berikut :total gula 23,41mg/g(db) ,
gula reduksi 8,53 mg/g(db), kadar air 9,98 %, protein 8,65 % (db), lemak O,ST a/o
(db), dan abu 6,43 % (db), (3) Peningkatan suhu dari 10 - 90 oC akan diikuti
penurunan viskositas larutan umbi suweg 0,1 o/a dan 7,15 mp hingga 1,71 mp
peningkatan suhu dari 1OoC - 90oC dapat menyebabkan penurunan viskositas
senilai 75 a/o, (4) Hidrokoloid umbi suweg mempunyai viskositas tertinggi pada pH
7 dan mengalami penurunan secara bertahap pada kondisi asam dan basa, (5)
Kapasitas buih hidrokoloid umbi suweg adalah sebesar 25 o/a dan Besarnya nilai
EAI hidrokoloid umbi suweg 0,05 % pada menit ke 0 adalah o,2s m2lg dan terjadi
penurunan seiring dengan berjalannya waktu, dan (6) Daya serap minyak
hidrokoloid umbi suweg adalah 50 % sehingga cocok diaplikasikan pada produk
ice cream, kecap, cake dan sosis.HB-200
Karakteristik Bihun Campuran Tepung Ganyong Dan Tepung Jagung
Bihun adalah makanan yang berbahan baku tepung beras, yang dimasak, dan dicetak menjadi bentuk seperti benang-benang kering. Penggunaan beras dalam pembuatan bihun menyebabkan kebutuhan akan beras semakin meningkat. Kebutuhan beras dapat dikurangi dengan mencari alternatif pangan lokal sebagai pengganti beras pada pembuatan bihun. Bihun non beras dapat diolah menggunakan bahan baku umbi-umbian. Umbi-umbian memiliki kandungan pati yang tinggi sehingga dapat menggantikan beras sebagai bahan baku pembuatan bihun. Salah satu umbi yang dapat digunakan adalah umbi ganyong. Namun, penggunaan ganyong dalam pembuatan bihun memiliki kandungan amilosa yang rendah, sehingga dapat berpengaruh terhadap elastisitas bihun.
Kecukupan amilosa dapat diperoleh dengan penambahan tepung jagung. Tepung jagung, juga memiliki komponen fungsional yaitu beta karoten. Oleh karena itu, adanya penambahan tepung jagung dilakukan untuk memperbaiki elastisitas dari bihun. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh proporsi tepung ganyong dan tepung jagung terhadap sifat-sifat bihun, menentukan proporsi yang tepat antara tepung ganyong dan tepung jagung pada pembuatan bihun serta mengetahui kandungan gizi dari hasil bihun yang terbaik.
Penelitian dilakukan dalam tiga tahap yaitu pembuatan tepung ganyong, pembuatan tepung jagung dan pembuatan bihun. Rancangan percobaan dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan satu faktor dan 3 kali pengulangan. Proporsi yang digunakan dalam pembuatan bihun tepung ganyong dan tepung jagung
dengan rasio A1 (70%:30%), A2 (65%:35%), A3 (60%:40%), A4 (55%:45%), A5 (50%:50%). Data yang diperoleh dilakukan analisis sidik ragam dengan ANOVA, dan apabila ada perbedaan dilanjutkan dengan uji DNMRT (Duncan New Multiple Range Test) pada taraf 5%. Pada penentuan perlakuan terbaik dilakukan dengan uji efektifitas. Variabel pengamatan yang digunakan yaitu kadar air, elastisitas, daya rehidrasi, warna, sifat organoleptik, kadar abu, protein, lemak, karbohidrat, serat dan beta karoten.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka diperoleh nilai elastisitas 4,50%; daya rehidrasi 96,25%; sudut warna (0Hue) 71,72; kecerahan 31,73; kesukaan warna 3,70 (agak suka); tekstur 3,57 (agak suka); aroma 3,23 (agak suka); rasa 3,03 (agak suka); keseluruhan 3,57 (agak suka). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik terdapat pada rasio tepung ganyong dan tepung jagung 50%:50% dengan kadar air 9,43%; abu 0,45%; lemak 0,34%; protein 5,39%; karbohidrat 84,42%; serat kasar 0,13%; dan kadar beta karoten 0,87 mg/g
Penerapan Statistik Kendali Mutu Dalam Pengolahan Tembakau Cerutu (Studi Kasus Di Pt Gading Mas Indonesia Tobacco Jember)
Pengukuran persentase daun yang rusak pada proses pengolahan didapatkan nilai kerusakan yang cukup besar yaitu sebesar 10,99 % yang berarti terjadi kerugian yang relatif besar dimana daun yang pada saat pembelian diharapkan digunakan sebagai dekblad atau omblad akhirnya hanya dapat digunakan sebagai filler. Kerusakan yang besar ini terjadi bukan karena penanganan yang kurang tepat pada saat proses pengolahan melainkan lebih disebabkan kurangnya kontrol pada saat pembelian bahan baku (tembakau kering oven) dari petani, berat bersih lembaran daun tembakau yang berkualitas sama pada saat pengebalan. Dari100 sampel yang diamati terdapat 4 penyimpangan (berada diluar batas toleransi). Berarti terjadi kesalahan hanya sebesar 0,04 %, dan berdasarkan kriteria penyimpangan tersebut masih berada dalam batas kendali. Jadi secara umum proses pengebalan masih cukup terkontrol
PENERAPAN METODE STATISTIKA KENDALI MUTU ATAU SPC ( Statistical Processing Control ) UNTUK MEMONITOR PRESES PENGOLAHAN EDAMAME BEKU SQ ( Standart Quality ) Di PT.MITRA TANI DUA TUJUH JEMBER ( Studi Kasus )
Edamame merupakan kedelai asal jepang yang sangat dikenal berbeda dengan kedelai biasax .Edamame mempunyai bentuk polong dan biji yanh besar
Analisi Penerapan Pengendalian Mutu Statistik Dalam Proses Pengolahan Kacang Panjang Sebagai Bahan Baku Sayur Tumis Kacang Panjang Beku
PRODUKSI PATI GEMBILI (Dioscorea acuelata L.) TERMODIFIKASI DAN APLIKASINYA UNTUK PRODUK PANGAN
LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS JEMBER
Alamat : Jl. Kalimantan No. 37 Jember Telp. 0331-337818, 339385
Fax. 0331-337818Motivasi perlunya penelitian ini, dilatarbelakangi oleh adanya kondisi dilapang
bahwa sejak tahun 2AA2 Perum Perhutani Unit ll Jawa Timur, mengembangkan
tanaman gembili di seluruh wilayah Perhutani sebagai tanaman sela diantara
tanaman jati muda yang tujuannya untuk menjaga areal hutan jati dari
penjanahan. Program inipun hampir 8A o/o telah sukses seperti yang dihar:apkan.
Dikembangkannya gembili sebagai tanaman sela, memberikan keuntungan
kepada kedua belah pihak, dimana perhutani mendapatkan keamanan areal
hutannya dan masyarakat sekitar hutan dapat menarik keuntungan sebagai hasil
dari tanaman gembili. Umbi gembili kurang begitu disenangi konsumen karena
sering menimbulkan rasa gatal apabila langsung dikonsumsi, sehingga umbi
gembili tidak laku dijual atau bahkan tidak dipanen meskipun waktu panen raya
tiba. Dengan kandungan pati yang tinggi, umbi gembili ini berpotensi untuk
dikembangkan menjadi pati termodifikasi sebagai bahan subtitusi tepung terigu
dan bahan tambahan makanan, seperti emulsifier, texturizer, flavor enhancer,
filler, binder dan thickening agent. Tepung terigu dan bahan tambahan makanan
ini kebanyakan masih impor dari Negara lain. Pengembangan produk-produk ini
memerlukan penguasaan teknik ekstraksi dan modifikasi untuk perbaikan sifatsifat:
fungsional patiyang melibatkan proses kemis dan fisis.
Tujuan jangka paniang dari penelitian ini adalah: 1) Memberikan nilai tambah
dari tanaman gembili yang bemilai ekonomi relatif rendah, 2) Memberikan
masukan bagi pemerintah, khususnya Perum Perhutani Unit ll Jawa Timur yang
mengembangkan tanaman gembili untuk dibuat produk yang mempunyai nilai
jual, 3) Mempercleh alternatif subtitusi tepung terigu dan bahan tambahan
makanan (emulsifrer, textuizer, flavor enhaner, filler, binder dan thickening
agent ) yang selama ini masih impor, sehingga dapat menghemat devisa negara,
dan 4) Membuka peluang dibukanya pabrik baru penghasil pati gembili
termodifikasi.
Target khusus dari penelitian ini adalah menentukan metode eksfaksi dan
karakterisasi serta modifikasi pati gembili yang tepat dan efisien sehingga
bermanfuat dalam pemilihan prcses dan bentuk produk olahannya, terutama
sebagai subtitusitepung terigu dan bahan tambahan makanan .
Beberapa tahapan penelitian telah dir:anc€lng yang diawali dengan ekstr:aksi dan
karakterisasi pati gembili. Selanjutnya dilakukan studi tentang modifikasi pati
gembili sec€lra kemis dan fisis ( esterifikasi, ikatan silang / cross linking dan
pragelatinisasi), agar dihasilkan peningkatan sifiat-sifat fungsionalnya. Jika teknik
dasar tentang ekstraksi dan modifikasi pati sudah dikembangkan, langkah
selanjutnya (pada penelitian tahun ke-2) adalah diuji-cobakan pada beberapa
produk pangan untuk mempelajari aplikasinya, yaitu sebagai subtitusi tepung
terigu dan bahan tiambahan makanan .
Berdasarkan hasil penelitian maka ekstraksi pati gembili yang optimal dengan
kondisi ekstraksi perendaman CaCOg 30%, NaCl 0,2 M dan suhu perendaman
400c.
Modifikasi seer€r esterifikasi pada pati gembili akan mengubah sifat fisik, kimia
dan fungsional pati. Perlakuan esterifikasi pada pati gembili akan meningkatkan
densitas kamba, sudut curah, kadar air, kekuatian pemekaran, daya serap air dan
kejemihan pasta pati, sedangkan derajat putih, kadar abu, kadar protein, kadar
lemak, kadar amilosa, suhu gelatinisasi, viskositas pasta panas, viskositas pasta
dingin, kekuatan dan tekstur pasta pati mengalami penurunan. Berdasarkan sifat
fisik, kimia dan fungsional pati umbi inferior yang dimodifikasi secara esterifikasi
sangat cocok digunakan sebagai bahan tambahan makanan untuk produkproduk
beku dan filler ( bahan pengisi).
Modifikasi secara ikatan silang pada pati umbi inferior akan mengubah sifat fisik,
kimia dan fungsional pati. Perlakuan ikatan silang pada pati gembili akan
meningkatkan kadar abu, suhu gelatinisasi, viskositas pasta panas, tekstur dan
kejemihan pasta pati, sedangkan derajat putih, kadar protein, kadar lemak, kadar
amilosa, viskositas pasta dingin, kekuatan pemekaran, dan daya serap air
mengalami penurunan. Berdasarka sifat fisik, kimia dan fungsional pati umbi
inferior yang dimodifikasi sec€lr€l ikatan silang sangat cocok digunakan sebagai
bahan pengental (Thickening agent ), dan produk mie .
Modiftkasi secam pragelatinisasi pada pati gembili akan mengubah sifat
fungsional pati. Perlakuan pragelatinisasi pada pati gembili akan menurunkan
suhu gelatinisasi, viskositas pastra dingin, dan kekuatan pemekaran, sedangkan
viskositas pasta panas dan daya serap air mengalami kenaikan. Berdasarkan
sifat fisik, kimia dan fungsional pati gembili yang dimodifikasi secarcl
pragelatinisasi sangat cocok digunakan sebagai produk pangan instan.
Pemotretan menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM) dapat diketahui
bahwa bentuk granula pati gembili adalah poligonaltak beraturan dengan ukuran
granula 5-20 pm. Setelah mengalami modifikasiesterifikasi perlakuan (A383) pati
suweg mengalami perubahan ukuran grainula 7-22 pm . Sedangkan pada
modifikasi ikatan silang perlakuan (A383) pati suweg mengalami perubahan
ukunan granula 6-21 Hm.HB - 200
Aktivitas Penurunan Kolesterol Polisakarida Larut Air Dari Umbi Gembili (Dioscorea Esculenta L.)
Info lebih lanjut hub:
Lembaga Penelitian Universitas Jember
Jl. Kalimantan No.37 Jember telp. 0331-339385 Fax. 0331-337818Indonesia kaya umbi-umbian, tapi belum semuanya dimanfaatkan secara optimal, terbukti dengan banyaknya tanaman gembili (Dioscorea esculenta L.) yang tersebar hampir disetiap daerah. Selama ini umbi gembili dianggap sebagai umbi inferior dan belum dimanfaatkan sebagai produk yang mempunyai potensi sebagai sumber bioaktif. Salah satu bahan aktif dalam umbi gembili yang berpotensi dalam memperbaiki profil lipid adalah Polisakarida Larut Air (PLA). Didalam ekstrak umbi gembili PLA berada dalam keadaan terikat dengan protein, untuk itu dibutuhkan bantuan protease (deproteinasi) untuk memecah protein yang berikatan dengan PLA.
Tujuan dari penelitian ini adalah: 1 mendapatkan metode yang paling efektif dalam ekstraksi PLA umbi gembili, 2. mengetahui karakteristik fisik, kimia dan fisiko-kimia PLA umbi gembili, dan 3. mempelajari peran PLA umbi gembili dalam memperbaiki profil lipid.
Penelitian ini dilakukan serangkaian pengujian yang meliputi : penentuan kondisi ekstraksi PLA umbi gembili yang tepat, karakterisasi PLA umbi gembili, dan peran PLA umbi gembili dalam memperbaiki profil lipid pada tikus hiperlipidemia
Hasil penelitian menunjukkan kondisi ekstraksi yang optimum untuk mendapatkan PLA dengan rendemen tinggi adalah ekstraksi menggunakan pelarut akuades dengan perbandingan rasio bahan dan pelarut (1:3 b/b) pada suhu ekstraksi 28oC (suhu ruangan) didapatkan rendemen PLA sebesar 3,02±0,40%(wb). Perlakuan proses deproteinasi menggunakan protease dari Aspergillus oryzae sebesar 0,05%(b/b) dapat mengurangi kandungan protein dalam PLA umbi gembili sebesar 49,57%. PLA umbi gembili yang diekstrak langsung dengan akuades (PLAc) dan PLA umbi gembili yang diekstrak dengan akuades yang dilanjutkan dengan proses deproteinasi (PLAd) mempunyai karakteristik fisiko-kimia yang berbeda.DP2M - 201
- …
