2 research outputs found
ANALISIS KETERLAMBATAN BONGKAR MUATAN DUMAI CRUDE OIL DI MT. SEABORNE PETRO
ABSTRAK
Nova Ramadi Wibowo. 2024 “Analisis Keterlambatan Bongkar Muatan Dumai
crude oil Di Mt. Seaborne Petro” Skripsi. Program Diploma IV, Program
Studi Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang. Pembimbing I Yustina
Sapan., S.Si. T., M.M. Pembimbing II Ria Hermina Sari., S.S., M.Se.
Indonesia memiliki sejumlah kilang penghasil crude oil yang tersebar di
berbagai wilayah perairan Nusantara, salah satunya Dumai Crude Oil. Dumai
Crude Oil digolongkan sebagai heavy crude oil karena memiliki tingkat
kekentalan yang tinggi sehingga membutuhkan penanganan khusus agar
proses bongkar tidak mengalami keterlambatan. Penelitian ini
dilatarbelakangi adanya keterlambatan proses bongkar Dumai Crude Oil,
penelitian ini bertujua untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya
keterlambatan dan upaya pencegahan terjadinya pembekuan Dumai Crude
Oil.
Penulis menggunakan metode pendekatan kualitatif. Dan kemudian data
dikumpulkan melalui studi dokumentasi, kemudian data dianalisis secara
kualitatif sehingga dapat menjawab rumusan masalah.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, terjadi keterlambatan
proses bongkar Dumai Crude Oil di Kapal MT. Seaborne Petro yang
diakibatkan oleh adanya pembekuan Dumai Crude Oil akibat terjadi
kerusakan boiler, pipa heating mengalami pengeroposan yang dapat
menganggu pendistribusian uap panas guna mengencerkan Dumai Crude Oil,
dan pipa hidrolik yang mengalami kebocoran.Untuk mengatasi agar Dumai
Crude Oil tidak mengalami pembekuan yang berujung pada keterlambatan
proses bongkar maka yang perlu dilakukan yaitu pemeliharaan komponen
boiler hal ini karena mesin boiler memiliki peran vital dalam mengatasi
pembekuan Dumai Crude Oil, selain itu perlu dilakukan pelapisan anti karat
pada pipa heating karena pipa yang keropos menyebabkan pendistribusian
uap tidak maksimal, penggunaan hydraulic oil cooler untuk mencegah
kebocoran pipa hidrolik, dan perawatan dan pemeliharaan boiler secara
berkala
Bongkar Muatan Crude Oil (Studi Kasus di MT. Seaborne Petro)
Abstract: Indonesia memiliki sejumlah kilang penghasil crude oil yang tersebar di berbagai
wilayah perairan Nusantara, salah satunya Dumai crude oil. Dumai crude oil digolongkan sebagai
heavy crude oil karena memiliki tingkat kekentalan yang tinggi sehingga membutuhkan
penanganan khusus agar proses bongkar tidak mengalami keterlambatan. Tujuan dari penelitian
ini adalah untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya keterlambatan dan upaya pencegahan
terjadinya pembekuan Dumai crude oil, yang disebabkan oleh adanya peristiwa keterlambatan
pada proses bongkar Dumai crude oil. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif,
dimana data yang telah dikumpulkan melalui metode wawancara, observasi, dan dokumentasi,
kemudian dianalisis secara kualitatif melalui tahap reduksi, serta penyajian data. Berdasarkan hasil
penelitian yang dilakukan, terjadi keterlambatan proses bongkar Dumai crude oil di Kapal MT.
Seaborne Petro yang diakibatkan oleh adanya pembekuan Dumai crude oil, dimana terjadi
kerusakan boiler sehingga pipa heating mengalami pengeroposan yang dapat mengganggu
pendistribusian uap panas guna mengencerkan Dumai crude oil, serta pipa hidrolik yang
mengalami kebocoran. Untuk mengatasi agar Dumai crude oil tidak mengalami pembekuan yang
berujung pada keterlambatan proses bongkar maka yang perlu dilakukan yaitu pemeliharaan
komponen boiler hal ini karena mesin boiler memiliki peran vital dalam mengatasi pembekuan
Dumai crude oil, selain itu perlu dilakukan pelapisan anti karat pada pipa heating karena pipa
yang keropos menyebabkan pendistribusian uap tidak maksimal, penggunaan hydraulic oil cooler
untuk mencegah kebocoran pipa hidrolik, dan perawatan dan pemeliharaan boiler secara berkala
