1,720,963 research outputs found

    Effect of Straw Mulch Thickness and KCL Fertilizer Dosage on Productivity of Shallots (Allium ascalonicum L.): Pengaruh Ketebalan Mulsa Jerami dan Dosis Pupuk KCL Terhadap Produktivitas Bawang Merah (Allium ascalonicum L.)

    No full text
    This study aims to determine;  (1) Effect of straw mulch thickness on shallot plant productivity, (2) Effect of KCL fertilizer dosage on shallot plant productivity, (3) Effect of interaction between straw mulch thickness and KCL fertilizer dosage on shallot plant productivity.  This research was conducted from March to May 2020 at Wanajati, Tampuna Village, Bungi District, Baubau City.  The experimental design used was a randomized block design (RBD) with a factorial pattern consisting of two factors.  The first factor consists of three levels, namely Tampa Mulch (T0), Mulch Thickness 1cm (T1), and Mulch Thickness 3cm (T2). The second factor is the KCL fertilizer dosage also consists of three levels, namely;  TampaPupuk (P0), KCL fertilizer 0.5 g (P1), and KCL fertilizer 1.0 g.  Based on the results of the study, the thickness of the mulch only had a significant effect on the number of leaves at the age of 2 MST, 4 MST and 6 MST and did not have an effect on the number of tubers, wet weight, dry weight and productivity of shallots while KCL fertilizer had a significant effect on the number of leaves, the number of tubers.  , wet weight, dry weight and productivity of shallots.   Keywords: Shallots, Thickness of mulch, KCl fertilize

    Respon Pertumbuhan Bibit Tanaman Vanili (Vanilla planifolia Andrews) Terhadap Dosis Pupuk Kandang Babi

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui respon pertumbuhan bibit tanaman vanili terhadap dosis pupuk kandang babi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan Mei tahun 2023, yang bertempat di kebun percobaan Program Studi Agroteknologi Kelurahan Ngkari-Ngkari Kecamatan Bungi Kota Baubau. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL dalam pola satu faktor yang terdiri dari lima  taraf  perlakuan yaitu: B0: kontrol, B1: 25 gram/polybag,  B2: 50 gram/polybag, B3:75 gram/polybag, dan  B4:100 gram/polybag. Parameter yang diamati meliputi; tinggi tunas, jumlah daun, diameter tunas dan panjang akar. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian dosis pupuk kandang babi berpengaruh terhadap parameter pertumbuhan tinggi tunas, jumlah daun, diameter tunas dan panjang akar. Perlakuan terbaik dalam penelitian ini adalah pemberian dosis pupuk kandang babi 75 gram/polybag

    Pengaruh Dosis Pupuk Kandang Kambing dan Pupuk NPK Terhadap Pertumbuhan Bibit Jambu Mete (Anacardium occidentale L.)

    No full text
    Tanaman jambu mete (Anarcadium occidentale L.) merupakan salah satu komoditas unggulan nasional dan menjadi sumber pendapatan penting petani terutama dikawasan timur indonesia (KTI). Penelitian ini dilaksanakan di Jalan Usaha Tani, Kelurahan Gonda Baru, Kecamatan Sorawolio, Kota Baubau, pada bulan Januari sampai Maret 2021. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk organik terhadap pertumbuhan tanamanan jambu, pengaruh pupuk anorganik terhadap pertumbuhan tanaman jambu metedan interaksi antara perlakuan pupuk organik dan anorganik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri atas dua faktor, yaitu faktor pertama pupuk organik, (A0) tanpa pupuk kandang kambing (AI) pupuk kandang kambing 80 gram/tanaman (A2) pupuk kandang kambing 100 gram/tanaman (A3) pupuk kandang kambing 120 gram/tanaman dan Faktor kedua pupuk anorganik yaitu, (B0) tanpa pupuk NPK (B1) pupuk NPK 2,25 gram/tanaman (B2) pupuk NPK 4,50 gram/tanaman (B3) pupuk NPK 6,25 gram/tanaman. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, dan diameter batang.Hasil penelitian mnunjukkan bahwa semua perlakuan berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, dan diameter batang. Perlakuan A2B2 merupakan perlakuan terbaik dilihat dari tinggi tanaman, jumlah daun, dan, diameter batang bibit jambu mete

    Pengaruh Pupuk Organik Cair Limbah Ikan Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Jagung Lokal Buton (Zea mays L.)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair Limbah Ikan Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Jagung Lokal Buton (Zea mays L.). Di Kecamatan Bungi Kota Baubau Provinsi Sulawesi Tenggara, bertempat di Lapangan Percobaan Balai Penyuluhan Pertanian, penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Mei 2023. Dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) sebagai strategi percobaan, penelitian ini meliputi lima taraf perlakuan termasuk P0: Kontrol, P1: 75 mL/plot Pupuk Organik Cair Limbah Ikan, P2: 100 mL/tanaman Pupuk Organik Cair Limbah Ikan, P3: 125 mL/tanaman Pupuk Organik Cair Limbah Ikan, P4: 150 mL/tanaman Pupuk Organik Cair Limbah Ikan. Parameter yang diamati meliputi; tinggi tanaman, umur bunga, produksi per hektar, panjang tongkol, diameter tongkol, dan produksi sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter pertumbuhan tinggi tanaman, umur bunga, produksi sampel, panjang tongkol, diameter tongkol, dan produktivitas per hektar tanaman jagung dipengaruhi secara nyata oleh Pupuk Organik Cair Limbah Ikan

    Pengaruh Penggunaan Pupuk Hayati dan NPK Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Bawang Merah (Allium Cepa L.)

    Get PDF
    The low productivity of shallots is caused by several constraints, namely cultivation techniques and high production costs. This study aims to determine the effect of the use of biological fertilizers, NPK and their interactions on the growth and production of shallot (Allium Cepa L.). This research was conducted from October 2019 to December 2019 in Tanganapada Village Jln. Sipanjonga, Betoambari District, Baubau City. The design used in this study was a factorial randomized block design (RAK) with two factors, namely Biological Fertilizer; H0: 0 mL/200 mL (biological; water), H1; 1 mL/200 mL (biological; water), H2; 2 mL/200 mL (biological; water), H3; 3 mL/200 mL (biological; water), H4; 4 mL/200 mL (biological; water) and NPK P0 fertilizer; 0 grams and P1; 1 gram which is grouped into 3 groups. The research response design included Plant Height, Number of Leaves, Number of Bulbs and Productivity. The results of this study showed that the H4P0 treatment had a significant effect on the parameters of the number of leaves and the use of NPK fertilizer with a level of 1 gram affecting the parameters of shallot plant height.Produktivitas bawang merah yang masih rendah disebabkan oleh beberapa kemdala yaitu teknik budidaya dan tingginya biaya produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan pupuk hayati, NPK dan interaksinya terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah (Allium Cepa L.). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2019 sampai Desember 2019 di Kelurahan Tanganapada Jln. Sipanjonga Kecamatan Betoambari Kota Baubau. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial dengan dua faktor yaitu Pupuk Hayati; H0: 0 mL/200 mL (hayati;air), H1; 1 mL/200 mL (hayati;air), H2; 2 mL/200 mL (hayati;air), H3; 3 mL/200 mL (hayati;air), H4; 4 mL/200 mL (hayati;air) dan pupuk NPK P0; 0 gram dan P1; 1 gram yang dikelompokan atas 3 kelompok. Rancanga respon penelitian meliputi Tinggi Tanaman, Jumlah Daun, Jumlah Umbi dan Produktivitas. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perlakuan H4P0 memiliki pengaruh nyata terhadap parameter jumlah daun dan penggunaan pupuk NPK dengan taraf 1 gram berpengaruh terhadap parameter tinggi tanaman bawang merah

    Pengaruh Teknik Pemberian Pupuk Bokashi Terhadap Pertumbuhan dan Produktivitas Tanaman Semangka (Citrullus vulgaris Schard)

    No full text
    Aplikasi pupuk bokashi di tingkat petani sampai saat ini masih beragam teknik pemberiannya dalam tanah. Hal ini akan berdampak pada respon tanaman terhadap pupuk akan berbeda pula. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik pemberian pemupukan bokashi terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman semangka. Penelitian ini dilaksanakan di kelurahan Lowu-Lowu, Kecamatan Lea-Lea Kota Baubau di lahan kelompok lapetngko. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak kelompok satu faktor yang terdiri atas empat taraf: taraf pertama T1 (bokashi kocor), taraf kedua T2 (bokashi tabur), taraf ketiga T3 (ditugal menggunakan bokashi kocor), dan taraf keempat T4 (ditugal menggunakan bokashi tabur). Sedangkan parameter yang di amati dalam penelitian: lingkar batang, jumlah daun (helai), jumlah cabang, jumlah buah, bobot buah rata-rata tanaman,dan produktivitas. Hasil penelitian menunjukan bawah pemberian pupuk bokashi dengan teknik dikocor atau dilarutkan merupakan teknik pemberian  pupuk bokashi terbaik bagi sejumlah komponen vegetatif dan generative dari aspek lingkar batang (cm) dan jumlah daun (helai), jumlah buah, bobot buah rata-rata dan produktivitas tanaman semangka

    Pengaruh Limbah Air Tahu dan Pupuk Kandang Ayam Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Bawang Daun (Allium fistolosum L.)

    Get PDF
    Limbah cair tahu dan pupuk kandang ayam memiliki potensi besar untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi bawang daun.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh limbah cair tahu, pupuk kandang ayam serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman bawang daun (Allium fistulosum L.). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2018 sampai Juni 2018 di Kelurahan Ngkari-Ngkari Kecamatan Bungi Kota Baubau Sulawesi Tenggara. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial dengan dua perlakuan yaitu limbah air tahu ( 0 mL/5 kg tanah, 750 mL/5 kg tanah, 1000 mL/5 kg tanah, dan 1250 mL/5 kg tanah) dan pupuk kandang ayam (0 g/tanaman, 30 g/tanaman, 60 g/tanaman) yang dikelompokkan atas tiga kelompok. Rancangan respon penelitian meliputi tinggi tanaman, jumlah helai daun, jumlah anakan perumpun, produksi t ha-1, laju tumbuh realtif, laju asimilasi bersih, dan nisbah pupus akar.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan dosis 1250 mL/5 kg tanah limbah air tahu dan dosis 30 g/tanaman pupuk kandang ayam merupakan dosis terbaik untuk semua variabel pengamatan

    Respon Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Batari (Sorghum Bicolor L. Moench) Terhadap Pemberian Pupuk Kandang Berbeda

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan produksi tanaman batari  terhadap pemberian pupuk kandang berbeda. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan April 2023, bertempat di Kelurahan Ngkaring-ngkaring, Kecamatan Bungi, Kota Baubau Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 7 taraf perlakuan yaitu P0 = Tanpa pupuk, PS1 = Pupuk kandang sapi 430 gram/tanaman, PS2 = Pupuk kandang sapi 480 gram/tanaman, PS2 = Pupuk kandang sapi 530 gram/tanaman, PK1 = Pupuk kandang kambing 590 gram/tanaman, PK2 = Pupuk kandang kambing 640 gram/tanaman, dan PK3 = Pupuk kandang kambing 690 gram/tanaman. Rancangan analisis yang digunakan adalah analisis of varians (ANOVA). Bila terdapat pengaruh perlakuan terhadap variabel penelitian maka akan dilanjutkan menggunakan uji beda nyata jujur BNJ (beda nyata jujur) pada taraf kepercayaan 5%. Parameter yang diamati yaitu tinggi (cm), jumlah daun (helai), diameter batang (cm), dan bobot basah biji (gram). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian pupuk kandang yang berbeda memberikan respon terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang dan bobot basah biji per tanaman. Perlakuan PK3 (Pupuk kandang kambing 690 gram/tanaman) merupakan perlakuan terbaik dengan rerata bobot basah biji yaitu 85.00 gram

    Pengaruh Komposisi Media Tanam Berbeda dan Pupuk Kandang Kambing Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Pakcoy (Brassica rapa L.)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian komposisi media tanam berbeda dan pupuk kandang kambing terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman pakcoy (Brassica rapa L.). Penelitian ini telah dilaksanakan bulan september sampai buln oktober 2024 yang berlokasi di Desa Banabungi, Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola faktorial yang terdiri dari dua faktor perlakuan. Faktor pertama adalah campuran tanah dan pasir yang terdiri atas 4 taraf sedangkan faktor kedua adalah pupuk kandang kambing yang terdiri atas 4 taraf. Jika hasil analisis menunjukkan pengaruh interaksi maka akan dilanjutkan dengan uji (BNJ). Tetapi apabila hasil analisis menunjukkan pengaruh mandiri maka dilanjutkan dengan uji (BNT). Parameter yang diamati yaitu tnggi tanaman, jumlah daun dan berat segar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian komposisi media tanam berbeda dan pupuk kandang kambing serta interaksi keduanya berpengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman pakcoy
    corecore