1,720,967 research outputs found
Muhasabah sebagai Pengembangan Psikologi Islam
Muhasabah as a medium of self-improvement in all activities for future life. This research uses the Research and Development (R&D) Method starting with research and continuing with development. The first study aims to discover the concept of muhasabah by using a literature study that discusses Muhasabah and interviews with several figures who have mastered the field of religion. The second presents the dimensions of muhasabah. The results of the first study obtained an understanding that muhasabah is an individual's awareness to calculate and correct self-activities that have been and will be undertaken for better purposes. While the results of the second study indicate that muhasabah has three dimensions including: self-awareness, self-counting, and self-correction. The implications of this research are discussed in the context of the development of Islamic psychology.
Keywords: Self Awareness, Self Counting, and Self CorrectingMuhasabah sebagai media diri dalam perbaikan akan semua aktifitas untuk kehidupan masa depan. Penelitian ini menggunakan Metode Research and Development (R&D) dimulai dengan research dan diteruskan dengan development. Studi pertama bertujuan menemukan konsep muhasabah dengan menggunakan studi literature yang membahas mengenai Muhasabah dan wawancara terhadap sejumlah tokoh yang menguasai dibidang agama. Kedua menyajikan dimensi dari muhasabah. Hasil studi pertama diperoleh pengertian bahwa muhasabah merupakan kesadaran individu untuk menghitung dan mengkoreksi akan aktifitas diri yang telah dan akan dijalani untuk tujuan yang lebih baik. Sementara hasil studi kedua menunjukkan bahwa muhasabah memiliki tiga dimensi antara lain: Kesadaran diri, Menghitung Diri, dan Mengkoreksi Diri. Implikasi penelitian ini dibahas dalam konteks pengembangan psikologi Islam. 
Peran Koping Religius terhadap Stres Akademik Mahasiswa Tingkat Akhir
Stres akademik adalah keadaan tertekan yang didapat individu dari bidang akademik. Stres akademik bisa dialami oleh peserta didik termasuk mahasiswa tingkat akhir. Pada dasarnya ketika mahasiswa mengalami stres akademik maka mereka akan mencari cara untuk mengatasinya atau koping. Salah satu bentuk koping yang sering dilakukan mahasiswa dengan menggunakan koping religius. Dalam hal ini peneliti melakukan penelitian mengenai pengaruh koping religius terhadap stres akademik mahasiswa tingkat akhir. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan analisis model regresi. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa tingkat akhir Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Antasari Banjarmasin dengan sampel penelitian berjumlah 86 orang yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Terdapat pengaruh koping religius positif terhadap stres akademik mahasiswa tingkat akhir Fakultas Ushuluddin dan Humaniora dengan taraf signifikansi sebesar 0,011 (p < 0,05) dan sumbangan nilai sebesar 7,4%. 2) Terdapat pengaruh koping religius negatif terhadap stres akademik mahasiswa tingkat akhir Fakultas Ushuluddin dan Humaniora dengan taraf signifikansi sebesar 0,000 dimana (p < 0,05) dan sumbangan nilai sebesar 36,6%. 3) Terdapat pengaruh koping religius positif dan koping religius negatif secara simultan terhadap stres akademik mahasiswa tingkat akhir Fakultas Ushuluddin dan Humaniora dengan taraf signifikansi sebesar 0,000 dimana (p < 0,05) dan sumbangan nilai sebesar 36,9%
Penerapan Komunikasi Interpersonal dalam Kajian Islam pada Penyiar Ajang Duet Radio Dhirgantara Best Station 101,9FM Banjarmasin
This research has main objectives is to identification what broadcast programs apply interpersonal communication in Islamic studies by duet broadcasters, to description how the application of interpersonal communication in Islamic studies to duet broadcasters. Than, to find out what factors influence the application of interpersonal communication in Islamic studies to duet broadcasters at Radio Dhirgantara Best Station 101.9FM Banjarmasin. This study used descriptive qualitative research methods with interview, observation and documentation data collection techniques. The results show that there are 2 duet events that apply interpersonal communication in Islamic studies, namely dBs Most Popular & dBs Popcorn. In the use of interpersonal communication, it was found that the subject applied Qaulan Sadidan, Qaulan Maysura, Qaulan Layyinan, Qaulan Kariman, Qaulan Ma'rufan, and Qaulan Baligha with some notes. The most influencing factors for this use are factors that come from external subjects, namely the environment around the subject which is influenced by the subject, besides that the research subjects feel that when applying some aspects they can get or feel pleasure in themselves
Pengaruh Kepemimpinan Kenabian dan Iklim Organisasi terhadap Komitmen Organisasi pada Pengurus LDK Al-Ihsan UIN Antasari Banjarmasin
Organizational commitment is a desire that a person has to stay afloat and involve himself in every organized activity. Organizational commitment appears in a person due to emotional ties and moral support both to fellow members of the organization and to leaders and members. Basically, people who have good organizational commitment will have these aspects in themselves, namely identification, loyalty, and involvement. So in this case, the researcher wants to do research on the Influence of Prophetic Leadership and Organizational Climate on Organizational Commitment in Al Ihsan LDK Management UIN Antasari Banjarmasin. This research is a quantitative research with associative research type. The population in this study were 51 administrators of LDK Al Ihsan UIN Antasari Banjarmasin. The results of this study are: 1) There is a significant influence between prophetic leadership on organizational commitment to the board of SDK Al Ihsan UIN Antasari Banjarmasin with a significance level of 0.018 (p <0.05) with an effective contribution of 10.9%. 2) There is a significant influence between organizational climate on organizational commitment to the management of SDK Al Ihsan UIN Antasari Banjarmasin with a significance level of 0.000 (p <0.05) with an effective contribution of 48.0%. 3) There is a significant influence between prophetic leadership and organizational climate on organizational commitment to the management of LDK Al Ihsan UIN Antasari Banjarmasin with a significance level of 0.000 (p <0.05) and together provide an effective contribution of 53.7%
Kebiasaan Job Hopping Pada Pekerja Generasi Milenial
Job hopping is defined as someone who wants or tends to change jobs voluntarily in a span of less than two years. One of the dominant groups currently occupying employment is the millennial generation, this generation has a low commitment, which makes them just because they are under a little pressure, they can easily make decisions to change jobs, one of the phenomena that occurs among millennials in this era. now are workers who have the behavior of moving from one place of work to another after being accepted from where he works this generation has a habit that is different from the previous generation. This study aims to identify the factors that influence job hopping habits in millennial generation workers and seek an understanding of job hopping habits in millennial generation workers. The type of research that the researcher did was qualitative with the type of grounded theory. The subjects used were three people with the criteria of being born in 1981-2000, changing jobs based on their personal decisions and desires not due to various reasons of compulsion such as termination of employment (PHK). Methods of data collection using semi-structured interviews, observation and documentation. The results of this study were job hopping habits in millennial generation workers, MA subjects changed jobs five times, MT subjects changed jobs four times and SN subjects four times, all subjects stayed in one job for less than two years. Factors that influence job hopping habits in millennial generation workers are income, workplace location, work environment, boss at work, seeking experience and pressure at work.
Keywords: Job Hopping; Millennial Generation; Worke
Pengaruh Attachment terhadap Daya Juang Mahasiswa yang Sedang Menyusun Skripsi di Fakultas Ushuluddin Dan Humaniora Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin
Sebagian besar mahasiswa mengalami kesulitan ketika menyusun skripsi. Diantaranya adalah kesulitan mengatur waktu, mencari sumber referensi, perasaan malas dan kurang bersemangat karena tidak mendapat bantuan dan dukungan. Dengan adanya kesulitan-kesulitan tersebut diperlukan dukungan dari orang terdekat agar bisa menyelesaikan skripsi.. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pengaruh attachment terhadap daya juang pada mahasiswa yang sedang menyusun skripsi di Fakultas Ushuluddin dan Humaniora, Universitas Islam Antasari Banjarmasin dengan jumlah populasi sebanyak 337 mahasiswa dan sampel sebanyak 77 orang. Hasil penelitian menemukan bahwa hasil uji korelasi sebesar 0,680 dan termasuk dalam kategori kuat dan hubungan antar variabel adalah positif
Tingkat Kesabaran pada Guru Pendamping Anak Berkebutuhan Khusus di SDN-SN Pasar Lama 3 Banjarmasin
The accompanying teacher plays a very important role. The difficulties experienced by accompanying teachers are many and serious. The accompanying teacher will face challenges and will be asked to put more effort and patience in helping children with special needs. This study refers to the patient aspect based on Subandi's theory, namely self-control, steadfastness, persistence, accepting the harsh reality with sincerity and gratitude, and a calm attitude. This research approach is quantitative with descriptive research type. This study examined 38 subjects of teachers accompanying children with special needs at SDN-SN Pasar Lama 3 Banjarmasin. The method used in this study is a Likert scale. The results of this study indicate that the level of patience of teachers accompanying children with special needs is generally in the moderate category with a percentage of 42% and is quite good or moderate with a value (mean) of 121.87 at intervals of 119<X≤125. The highest aspect is the aspect of self-control with a value (mean) of 57.32. and the lowest aspect is the aspect of calm attitude with a value (mean) of 13.5. So they can be patient with what they are going through. This is due to the belief that he values his life.
Keywords: children with special needs; special assistant teacher; patience; SDN-SN Pasar Lama 3 Banjarmasin
“Proses Penerimaan Diri Istri Pertama Yang dipoligami” (Studi Kasus di Desa Martadah Kabupaten Tanah Laut)
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses penerimaan diri istri pertama yang dipoligami. Penelitian ini juga berusaha mengungkap faktor-faktor apa saja yang berperan penting dalam penerimaan diri istri pertama yang dipoligami yang terdapat di desa martadah kabupaten tanah laut Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek berjumlah empat orang dengan karakteristik istri yang berusia 40-50 tahun. Metode pengumpulan data yang di gunakan adalah wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses penerimaan diri istri pertama pada subjek didasari oleh pemahaman agamanya, di sisi lain suami memiliki kemampuan dari sisi materi dan suami mampu bersikap adil serta untuk melatih kesabaran. Terdapat beberapa Faktor -faktor baik internal maupun eksternal yang berperan penting antara lain yaitu pemahaman diri, pengharapan yang realistik, tidak adanya hambatan didalam lingkungan, sikap anggota masyarakat yang menyenangkan, tidak adanya gangguan emosional, kenangan akan keberhasilan, identifikasi dengan orang yang memiliki penyesuaian diri yang baik, adanya perspektif diri yang luas, pola asuh dimasa kecil yang baik, konsep diri yang stabil
Intensitas Penggunaan Media Sosial Instagram Dengan Motivasi BerprestasiIntensitas Penggunaan Media Sosial Instagram Dengan Motivasi Berprestasi
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan intensitas penggunaan media sosial instagram dengan motivasi berprestasi pada mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan sample 373 Mahasiswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan metode korelasi. Hasil dari analisis data intensitas penggunaan media sosial instagram frekuensi subjek terbanyak berada pada kategori sedang yaitu 283 subjek dengan presentase 75,9%, kemudian pada kategori tinggi yaitu 47 subjek dengan presentase 12,6%, dan kategori rendah sebanyak 43 subjek dengan presentase 11,5%. Sedangkan hasil analisis dari motivasi berprestasi frekuensi subjek terbanyak berada pada kategori sedang yaitu sebanyak 228 subjek dengan presentase 61,1%, kemudian kategori tinggi sebanyak 78 subjek dengan presentase 20,9%, kategori rendah sebanyak 67 subjek dengan persentase 18%. Nilai r adalah 0,292 (positif) maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara variabel X dan variabel Y, dengan tingkat hubungan antar variabel tergolong rendah. Uji korelasi ini menggunkan teknik Pearson Product Moment diketahui bahwa nilai r hitung sebesar 0,292 dan p value 0,000 sementara nilai r tabel pada taraf signifikansi 5% dengan N 373 ialah 0,101. Karena nilai r hitung yang didapat (0,292) > r tabel (sig % = 0,101) (p value < 0,05), maka hipotesis alternatif yang menyatakan ada hubungan antara intensitas penggunaan media sosial instagram dengan motivasi berprestasi dapat diterima.
- …
