132 research outputs found

    Pengaruh Volume Dan Waktu Pemberian Air Dalam Teknologi Rigasi Tetes “Ro Drip” Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Sawi Pagoda (Brassica Narinosa L.)

    Get PDF
    Pengaturan pemberian udara dengan volume dan waktu, jumlah pemberian udara (volume) pada waktu yang tepat diaplikasikan menggunakan metode irigasi tetes “Ro Drip”. Irigasi tetes “Ro Drip” adalah metode pemberian udara pada sekitar perakaran tanaman dan permukaan tanah secara langsung secara kontinyu dan perlahan. Penelitan ini bertujuan untuk Mengetahui pengaruh volume udara dan waktu penyiraman sistem irigasi tetes “Ro Drip” terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pagoda. Penelitan ini di laksanakan pada bulan Juli hingga Oktober 2023 di kebun percobaan Salaran Fakultas Peretanian dan Bisnis. Terdapat 7 perlakuan yang diterapkan dalam penelitian ini, yaitu kontrol (P0), Penyiraman pagi waktu 1 menit (P1), Penyiraman siang waktu 1 menit (P2), Penyiraman sore waktu 1 menit (P3), Penyiraman pagi waktu 2 menit (P4 ). . , Penyiraman sore waktu 2 menit (P5), Penyiraman sore waktu 2 menit (P6). Setiap perlakuan akan diulang sebanyak 4 kali sehingga terdapat 28 unit percobaan. Penelitian ini menggunakan Rancangan acak kelompok (RAK), hasil dianalisis menggunakan sidik ragam (ANOVA) dan diuji lebih lanjut dengan uji DMRT dengan taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan waktu penyiraman dan lamanya penyiraman berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil sawi pagoda (Brassica narinosa L.) dan pertumbuhan terbaik yang diperoleh pada perlakuan (P2) atau waktu penyiraman siang hari dengan lamanya penyiraman 1 menitSetting the air supply according to volume and time, the amount of air supply (volume) at the right time is applied using the "Ro Drip" drip irrigation method. "Ro Drip" drip irrigation is a method of providing air around plant roots and the soil surface directly, continuously and slowly. This research aims to determine the effect of air volume and watering time of the "Ro Drip" drip irrigation system on the growth and yield of pagoda plants. This research was carried out from July to October 2023 at the Salaran experimental garden, Faculty of Agriculture and Business. There were 7 treatments applied in this research, namely control (P0), morning watering for 1 minute (P1), afternoon watering for 1 minute (P2), afternoon watering for 1 minute (P3), morning watering for 2 minutes (P4). , Afternoon watering takes 2 minutes (P5), Afternoon watering takes 2 minutes (P6). Each treatment will be repeated 4 times so that there are 28 experimental units. This research used a randomized block design (RAK), the results were analyzed using analysis of variance (ANOVA) and tested further with the DMRT test with a significance level of 5%. The results of the research showed that the treatment of watering time and length of watering had an effect on the growth and yield of pagoda mustard greens (Brassica narinosa L.) and the best growth was obtained in treatment (P2) or watering time during the day with a watering time of 1 minute

    Pengaruh Lama Aerasi Secara Diskontinu Dalam Hidroponik Sistem Rakit Apung Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Pakcoy (Brassica Rapa L.)

    Get PDF
    Rakit apung merupakan suatu sistem hidroponik, dengan prinsip tanaman yang ditanam secara mengapung di atas larutan nutrisi. Akar tanaman pada sistem ini terendam secara terus menerus dalam larutan nutrisi, sehingga penyerapan air dan nutrisi akan terganggu. Oleh karena itu perlu ada aerasi pada sistem ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama aerasi secara diskontinu yang hemat listrik, serta memberikan pertumbuhan dan hasil yang relatif baik pada budidaya tanaman pakcoy. Penelitian dilaksanakan pada Agustus hingga Oktober 2020 di Kebun Percobaan Kartini dan Laboratorium Benih & Pasca Panen. Rancangan Acak Kelompok digunakan dengan 7 perlakuan yaitu 24 jam kontinu, 9 jam kontinu (14.00-23.00), 5 jam kontinu (14.00-19.00), 9 jam diskontinu A (14.00-16.00, 19.00-22.00, 01.00-05.00), 9 jam diskontinu B (14.00-15.00, 18.00-21.00, 00.00-05.00), 5 jam diskontinu A (14.00-17.00, 20.00-22.00), 5 jam diskontinu B (14.00-18.00, 21.00-22.00) dan setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali sehingga terdapat 28 unit percobaan. Analisis data menggunakan metode sidik ragam ANOVA, dengan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) 5%. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa lama aerasi secara diskontinu berpengaruh nyata terhadap diameter tajuk, luas daun, berat segar tajuk dan berat kering tajuk. Perlakuan lama aerasi 9 jam diskontinu A (14.00-16.00, 19.00-22.00, 01.00-05.00) merupakan perlakuan yang memberikan pertumbuhan dan hasil yang tidak berbeda nyata dengan lama aerasi 24 jam kontinu, sehingga perlakuan lama aerasi 9 jam diskontinu A tersebut lebih hemat listik daripada lama aerasi 24 jam

    CHARACTERIZATION AND RELATIONSHIP ANALYSIS CLONES OF PUSPITA NUSANTARA’S CHRYSANTHEMUM VARIETY WITH GAMMA RAY IRADIATION TREATMENTS

    Get PDF
    Krisan merupakan tanaman yang memiliki potensi besar di pasar karena memiliki permintaan yang tinggi. Akibat permintaan yang tinggi, para peneliti tanaman krisan terus melakukan pemuliaan tanaman dalam mengembangkan keragaman fenotip. Salah satu teknik pemulian tanaman yang dapat dilakukan yaitu induksi mutasi secara fisik dengan iradiasi sinar gamma. Karakterisasi dan analisis hubungan kekerabatan pada tanaman krisan hasil iradiasi sinar gamma perlu dilakukan untuk mengetahui keragaman dan tingkat hubungan kekerabatan tanaman agar mendapatkan informasi efek pemberian iradiasi sinar gamma pada tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi dan menganalisis hubungan kekerabatan 108 klon-klon hasil mutan berdasarkan morfologi dan agronomi serta membandingkannya dengan tanaman asalnya. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan metode penanaman single plant. Klon-klon hasil mutan diiradiasi sinar gamma dengan dosis 7,5 gray (Gy) yang diteliti di Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi). Pengamatan karakter kuantitatif dan kualitatif berdasarkan pedoman International Union for The Protection of New Varieties of Plants (UPOV). Data kuantitatif dianalisis menggunakan uji T pada taraf 5% untuk membandingkan tanaman klon-klon hasil mutan dengan tanaman kontrol. Sedangkan analisis hubungan kekerabatan menggunakan software XLSTAT version 2022.1.2. Hasil penelitian menunjukkan 11 karakter kuantitatif dari 17 karakter yang diamati berbeda nyata dengan kontrol, 8 karakter kualitatif dari 22 karakter yang diamati terjadi mutasi dengan munculnya tipe baru dibanding tanaman kontrol dan didapatkan analisis hubungan kekerabatan berkisar 69-98% kesamaan, dimana kode tanaman 28(6-2-4) masih digolongkan memiliki hubungan kekerabatan dekat dengan tanaman asalnya.Chrysanthemums are in high demand in the market. As a result, the researchers continue to carry out plant breeding to develop phenotypic diversity. One of the plant breeding techniques that can be used is physical mutation induction by gamma irradiation. Characterization and relationship analysis of irradiation results are required to determine the diversity and coefficient of similarity of plants in order to obtain information on the effects of gamma irradiation on plants. The purpose of this study was to characterization and relationship analysis 108 clones chrysanthemum resulting from gamma ray irradiation based on morphology and agronomy and to compare them with the original plant. The research design used is the single plant method. The clones of mutant plants were irradiated with gamma rays at a dose of 7.5 Gy which were studied at Indonesian Ornamental Crops Research Institute. Quantitative and qualitative observation were based on the Union for The Protection of New Varieties of Plants (UPOV). Quantitative analysis using T-test at the rate of 5% to compare clones of gamma irradiation treatment with native plants. While the analysis of relationships analysis used XLSTAT version 2022.1.2. The results showed that the 11 quantitative characters of the 17 observed plants were significantly different from the original plants, the 8 qualitative characters of the 22 observed characters underwent mutations with the emergence of new type compared to the original plants and relationship analysis obtained around 69–98% similarity, where code plants 28(6-2-4) have a close relationship with the original plant

    ANALYSIS OF VARIABILITY AND HERITABILITY IN CLONES OF CHRYSANTHEMUM (Chrysanthemum x morifolium Ramat.) PUSPITA NUSANTARA VARIETY INDUCED BY GAMMA RAY IRRADIATION

    Get PDF
    Nilai keragaman fenotipe, keragaman genotipe, dan nilai duga heritabilitas arti luas merupakan informasi yang dasar untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi pelaksanaan seleksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi keragaman fenotipe, keragaman genotipe, dan nilai duga heritabilitas arti luas pada klon-klon krisan hasil iradiasi sinar gamma. Penelitian dilaksanakan mulai dari November 2020 hingga Maret 2021 berlokasi di Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi), Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Bibit yang digunakan berasal dari stek klon-klon krisan varietas Puspita Nusantara hasil iradiasi sinar gamma pada dosis 7,5 Gy secara in vitro. Rancangan yang digunakan adalah metode single plant. Analisis data menggunakan software Microsoft Excel. Hasil analisis menunjukkan bahwa keragaman fenotipe dan genotipe yang luas terdapat pada karakter tinggi tanaman, jumlah buku, dan umur tanaman. Nilai duga heritabilitas arti luas yang tinggi terdapat pada karakter tinggi tanaman, panjang buku, diameter bunga tabung, dan umur tanaman. Karakter yang memiliki ragam fenotipe, ragam genotipe dan nilai duga heritabilitas arti luas yang tinggi dapat dijadikan karakter untuk seleksi.The value of phenotypic variance, genotypic variance, and the estimated value of heritability is the basic information to improve the effectiveness and efficiency of selection. The purpose of this study was to obtain information on phenotypic variance, genotypic variance, and the estimated value of heritability in chrysanthemum clones resulting from gamma irradiation. The research was conducted from November 2020 to March 2021 at the Indonesian Ornamental Crops Research Institute (IOCRI)), Cianjur Regency, West Java. The seedlings used came from cuttings of chrysanthemum clones of Puspita Nusantara variety resulting from gamma irradiation at a dose of 7.5 Gy in vitro. The design used was the single plant method. Data analysis using Microsoft Excel software. The results of the analysis showed that extensive phenotypic and genotypic variance was found in the characters of plant height, number of nodes, and plant age. The estimated value of heritability is high in the characters of plant height, length of nodes, diameter of disc flower, and plant age. Characters that have high phenotypic variance, genotypic variance and heritability values can be used as characters for selectio

    Effect of Water Origins on the Growth and Yield of Green Lettuce (Lactuca sativa L. var. New Grand Rapids) in Floating Raft Hydroponic System

    Get PDF
    Selada mengandung vitamin C, E dan antioksidan yang dapat mencegah serangan kanker juga dapat membantu proses pembentukan sel darah merah dan sel darah putih. Seiring dengan prospek tanaman selada yang semakin meningkat namun lahan pertanian semakin menyempit maka perlu melakukan teknik budidaya yang dapat meminimalkan lahan seminim mungkin seperti hidroponik rakit apung. Bertanam secara hidroponik sangat bergantung pada air, maka dari itu Asal air perlu diperhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh asal air terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada hijau dalam sistem hidroponik rakit apung. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April – Mei 2022 di Kebun Percobaan Kartini. Metode ini menggunakan metode rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari 7 perlakuan dan 4 ulangan, yaitu (P1) Ac Split, (P2) air sumur kartini, (P3) air PDAM Salatiga, (P4) air sungai kali pangus, (P6) air sungai andong, (P7) air rawa pening. Hasil pengamatan dianalisis menggunakan sidik ragam (uji F 5%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa air sungai andong yang memiliki kandungan EC 0,65 mS/cm dan pH 7,1 merupakan air yang mampu menghasilkan pertumbuhan dan hasil terbaik tanaman selada

    The Effect Of Palnting Media On The Growth Of Alfalfa (Medicago Sativa L.)

    No full text
    Alfalfa adalah salah satu jenis tanaman dari family Leguminosa yang termasuk dalam suku polong-polongan. Munculya inovasi pengembangan budidaya alfalfa merupakan upaya diversifikasi bahan pakan bagi ternak ruminansia. Alfalfa kaya akan protein hingga 25% dari wilayah subtropik. Alfalfa merupakan tanaman yang dapat berpotensi untuk dikembangkan sebagai pakan ternak ruminansia karena Alfalfa merupakan pakan hijau ternak yang memiliki peran utama dalam menunjang kegiatan peternakan terutama ruminansia. Faktor utama dalam budidaya tanaman adalah media tanam. Keberhasilan pertumbuhan tanaman adalah dari media tanam yang digunakan. Media tanam yang baik adalah media tanam yang memiliki pori yang baik. Ruang pori yang ada dalam media tanam digunakan untuk menampung air dan udara yang berguna untuk pertumbuhan tanaman dan supaya akar dapat menyerap unsur hara dengan optimal. Setiap tumbuhan memiliki reaksi pertumbuhan yang berbeda terhadap media tanam yang digunakan karena media tanam satu dengan yang lainnya memiliki kandungan yang berbeda. Penelitian ini menggukan RAK dengan 5 perlakuan media tanam (tanah, arang sekam, pasir, serbuk gergaji, dan cocopeat) dengan 6 kali ulangan yang dianalisis menggunakan uji Anova dan Duncan. Variabel yang diamati adalah tinggi tanamn, jumlah daun, luas daun, bobot basah tajuk dan bobot basah akar. Perlakuan media tanam tanah menghasilkan tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot basah tajuk dan bobot basah akar terbaik.Alfalfa is a type of plant from the Leguminosa family which is included in the legume family. The emergence of innovations in the development of alfalfa cultivation is an effort to diversify feed ingredients for ruminant livestock. Alfalfa is rich in protein in up to 25% of subtropical regions. Alfalfa is a plant that has the potential to be developed as ruminant animal feed because Alfalfa is green animal feed which has a major role in supporting livestock activities, especially ruminants. The main factor in plant cultivation is the planting medium. The success of plant growth depends on the planting medium used. A good planting medium is a planting medium that has good pores. The pore space in the planting medium is used to accommodate water and air which are useful for plant growth and so that the roots can absorb nutrients optimally. Each plant has a different growth reaction to the planting medium used because each planting medium has different contents. This research used RAK with 5 planting media treatments (soil, husk charcoal, sand, sawdust and cocopeat) with 6 replications which were analyzed using the Anova and Duncan tests. The variables observed were plant height, number of leaves, leaf area, wet weight of the crown and wet weight of the roots. The soil growing media treatment produced the best plant height, number of leaves, leaf area, crown wet weight and root wet weight

    Pengaruh Konsentrasi Pemberian Zat Pengatur Tumbuh Giberelin terhadap Produksi Benih Padi ( Oryza sativa L. ) Hibrida Mapan P 05 di PT Primasid Andalan Utama, di Sawah Dusun Kaliglagah, Desa Kalibeji, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang = The Effect of Giberellin Concentration Growth Regulator For Seed Production on Rice (Oryza sativa L.) Mapan P 05 Hybrid Variety in The PT Primasid Andalan Utama, in Field Kaliglagah, Kalibeji Village, Tuntang District, Semarang Regency

    Get PDF
    Penelitian menganai pengaruh konsentrasi pemberian zat pengatur tumbuh giberelin terhadap produksi padi (Oryza sativa L.) Hibrida Mapan P 05 yang dilaksanakan pada bulan Agustus 2015 - Januari 2016 di Primasid Andalan Utama, yang terletak di Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Povinsi Jawa Tengah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi pemberian zat pengatur tumbuh giberelin terhadap produksi benih padi (Oryza sativa L.) Hibrida Mapan P 05 dan mendapatkan konsentrasi zat pengatur tumbuh giberelin yang mampu menghasilkan produksi benih terbaik pada padi (Oryza sativa L.) Hibrida Mapan P 05. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah RAK dengan delapan perlakuan dan empat ulangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis sidik ragam dan uji BNJ 5%. Perlakuan yang digugunakan adalah P0 (tanpa giberelin), P1 (50 ppm+100 ppm), P2 (100 ppm+50 ppm), P3 (100 ppm+100 ppm), P4 (50 ppm+150 ppm), P5 (150 ppm+50 ppm), P6 (150 ppm+100 ppm), P7 (100 ppm+150 ppm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1). Beberapa parameter yang diuji menunjukkan ada perbedaan yang nyata antar perlakuan penyemprotan zat pengatur tumbuh giberelin pada parameter hasil seperti panjang malai, bobot 500 butir gabah isi, dan bobot 1 liter gabah isi. P7 adalah perlakuan yang terbaik untuk menghasilkan hasil benih per petak tertinggi secara nyata dapat dilihat dari bobot 500 butir benih gabah isi dan bobot 1 liter benih gabah isi, 2). Konsentrasi zat pengatur tumbuh giberelin yang berpotensi dapat meningkatkan produksi benih padi hibrida Mapan P 05 adalah P7 dengan konsentrasi (100 ppm+150 ppm)

    Pengaruh Konsentrasi IBA dalam Formulasi Clonex pada Bahan Stek Satu Ruas terhadap Pertumbuhan Bibit Bahan Stek Tanaman Vanili (Vanilla Planifolia)

    Get PDF
    Penelitian yang berjudul Pengaruh Konsentrasi IBA Dalam Formulasi Clonex Pada Bahan Stek Satu Ruas Terhadap Pertumbuhan Bibit Bahan Stek Tanaman Vanili (Vanilla Planifolia), yang bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi yang paling optimal terhadap pertumbuhan stek satu ruas tanaman vanili. Penelitian dilaksanakan pada bulan mei 2022 sampai bulan Agustus 2022 di Desa Gedanganak, Kab. Semarang, Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan 4 ulangan, dengan total 24 satuan percobaan, setiap satuan percobaan menggunakan 10 stek tanaman, maka keseluruhannya yaitu 240 tanaman. Data dianalisis menggunakan sidik ragam ANNOVA dengan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT). Perlakuan konsentrasi yang digunakan antara lain: 0 ml.L-1, 25 ml.L-1, 50 ml.L-1, 75 ml.L-1, 100 ml.L-1 dan 125 ml.L-1. Hasil percobaan menunjukkan pemberian konsentrasi dengan 100 ml.L-1 menunjukkan berbeda nyata terhadap panjang tunas, diameter tunas, dan panjang akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian konsentrasi 100 ml.L-1 merupakan hasil yang terbaik untuk pembibitan vanili stek satu ruas.A study titled The Effect of Clonex Formulation on One Internode Cutting Material on the Growth of Vanilla Planifolia Plant aims to obtain the optimal concentration for growing single vanilla plant cuttings. The survey was conducted from May 2022 to August 2022 in Gedanganak Village, Semarang District, Central Java. This study used a randomized block (RBD) design with 6 treatments and 4 replicates for a total of 24 experimental units, with 10 plant cuttings in each experimental unit for a total of 240 plants. Data were analyzed using his Analysis of Variance with Duncan's multiple range test (DMRT). Concentration processes used include: 0 ml.L-1, 25 ml.L-1, 50 ml.L-1, 75 ml.L-1, 100 ml.L-1, 125 ml. L-1. Experimental results showed that a concentration of 100 ml.L-1 showed significant differences in shoot length, shoot diameter and root length. Results showed that a concentration of 100 ml.L-1 was the best result for vanilla nursery from single internode cutting

    The Effect Of Two Kinds Of Buffer Ph 6.5 On Three Nutritions On The Growth And Results Of Strawberry (Fragaria Sp.) Hydroponic With Floating Rift System

    Get PDF
    Stroberi merupakan salah satu tanaman hortikultura yang dibudidayakan dengan skala besar di berbagai negara yang banyak peminat dari berbagai kalangan. Hidroponik rakit apung merupakan sistem berbudidaya yang sederhana dengan media tanpa tanah. Budidaya secara hidroponik dikatakan berhasil jika EC dan pH dalam nutrisi dapat terkontrol. Penelitian ini bertujuan : 1. Mengetahui pengaruh berbagai buffer pH pada beberapa nutrisi hidroponik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman Stroberi yang dibudidayakan dengan cara hidroponik sistem rakit apung. 2. Menentukan kombinasi buffer pH dan nutrisi hidroponik (Hoagland, dan Supermes) yang mampu menyamai AB mix dalam menghasilkan pertumbuhan dan hasil dalam budidaya Stroberi secara hidroponik sistem rakit apung. Penelitian menggunakan Rancangan Acak kelompok (RAK) yang terdiri dari 9 perlakuan yaitu AB mix tanpa buffer pH, AB mix buffer pH X, AB mix buffer pH Y, hoagland tanpa buffer pH, hoagland buffer pH X, hoagland buffer pH Y, supermess tanpa buffer pH, supermess buffer pH X, dan supermess buffer pH Y. Buffer pH X berdasarkan (Dahliaty, 2009), sedangkan buffer Y berdasarkan (Sudarmadji, 1997). Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nutrisi hoagland, hoagland pH X, hoagland pH Y, supermess pH X, dan supermess pH Y mampu menyamai AB mix, AB mix pH X dan AB mix pH Y.Strawberry is one of the horticultural crops that is cultivated on a large scale in various countries with many enthusiasts from various circles. Floating raft hydroponics is a simple cultivation system with soilless media. Hydroponic cultivation is said to be successful if EC and pH in nutrients can be controlled. This study aims to: 1. Determine the effect of various pH buffers on several hydroponic nutrients on the growth and yield of strawberry plants cultivated by hydroponic floating raft systems. 2. Determine a combination of pH buffers and hydroponic nutrients (Hoagland, and Supermes) that are able to match AB mix in producing growth and yield in hydroponic cultivation of strawberries using a floating raft system. The study used a randomized block design (RAK) consisting of 9 treatments namely AB mix without pH buffer, AB mix pH buffer A, AB mix pH buffer B, Hoagland without pH buffer, Hoagland pH buffer A, Hoagland pH buffer B, supermess without buffer pH, supermess buffer pH X, supermess buffer pH Y and each treatment was repeated 3 times. The results showed that Hoagland's nutrition, Hoagland's pH X, Hoagland's pH Y, supermess pH X, and supermess pH Y were able to match AB mix, AB mix pH X and AB mix pH Y

    Rekayasa Implement Garu Untuk Traktor Krt 140

    Get PDF
    Traktor KRT 140 merupakan salah satu alat dan mesin budidaya pertanian yang didesain untuk keperluan traksi tinggi pada kecepatan rendah atau untuk mengoperasikan implement yang digunakan dalam bidang pertanian. Traktor KRT 140 milik fakultas pertanian UKSW hanya memiliki 3 implement yaitu disk plow, slasher, dan rotari. Setiap implement yang dicipatakan memiliki fungsi yang berbeda. Dalam dunia pertanian diperlukan alat yang digunakan dalam proses pengolahan tanah. Pengolahan tanah mulai dari pembersihan lahan, pengolahan tanah primer dan pengolahan tanah sekunder. Ketiga implement diatas mampu melakukan proses pengolahan tanah primer dan proses pembersihan lahan. Namun diperlukan implement sebagai pengolahan tanah sekunder yaitu implement garu dengan tujuan untuk : 1. Mendapatkan hasil rekayasa implement garu yang kompatibel untuk traktor KRT 140 maupun traktor tangan. 2. Menguji hasil rekayasa implement garu dalam hal efektivitas, efisiensi, keawetan, kemudahan, kelancaran, dan kebersihan. Implement garu hasil rekayasa didapatkan dari implement garu traktor tangan yang dapat di aplikasikan pada traktor KRT 140. Hasil dari rekayasa ini tercipta implement garu yang kompatibel digunakan pada traktor tangan maupun traktor KRT 140 dengan hasil percobaan dilakukan di Salaran Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang dengan jumlah 30 responden mahasiswa pertanian UKSW. Dengan Spesifikasi implement garu hasil rekayasa adalah : a. jumlah sisir garu sebanyak 20, b. panjang sisir garu 300mm, c. panjang kerangka sisir garu 1.900mm, dan d. terdapat penghubung (three point ditch) antara traktor KRT 140 dengan implement garu. e. Rekayasa ini menggunakan penyambung baut dan mur (knock down system), sehingga hasil rekayasa dapat di pulihkan kembali sesuai dengan bentuk awal implement garu pada traktor tangan. Pengujian hasil rekayasa implement garu dengan 6 aspek penilaian efektivitas, efisiensi, keawetan, kemudahan, kelancaran dan kebersihan. Didapatkan hasil penilaian yaitu sangat lancar, sangat efektif, sangat efisien, sangat mudah dan sangat awet. Dengan nilai rataan skor lebih dari 3,5 kecuali pada aspek kebersihan dengan nilai bersih. Dari hasil tersebut maka dapat disimpulkan jika rekayasa yang dilakukan mencapai target dan sesuai dengan fungsinya.The KRT 140 tractor is one of the agricultural cultivation tools and machines designed for high traction purposes at low speeds or to operate implements used in agriculture. The KRT 140 tractor belonging to the SWCU agriculture faculty only has 3 implements, namely disk plow, slasher, and rotary. Each implement created has a different function. In the world of agriculture required tools used in the process of tillage. Soil processing starts from land clearing, primary tillage and secondary tillage. The three implements above are capable of carrying out primary soil processing and land clearing processes. However, it is necessary to implement as secondary tillage, namely implement harrows with the aim of: • Obtain a compatible harrow implement engineer for the KRT 140 tractor and hand tractor. • Testing the results of the harrow implement engineering in terms of effectiveness, efficiency, durability, convenience, smoothness, and cleanliness. The engineered harrow implement was obtained from the hand tractor harrow implement that could be applied to the KRT 140 tractor. The results of this engineering created a harrow implement that was compatible with both the hand tractor and the KRT 140 tractor with the experimental results carried out in Salaran, Getasan District, Semarang Regency with a total of 30 respondents. SWCU agriculture students. With the specifications of the engineered harrow implement are: • the number of combs rake as much as 20, • harrow comb length 300mm, • rake comb frame length 1.900mm, and • there is a link (three point ditch) between the KRT 140 tractor and the rake implement. • This engineering uses a bolt and nut connection (knock down system), so that the engineering results can be restored according to the initial shape of the harrow implement on the hand tractor. Testing the results of the harrow implement engineering with 6 aspects of assessing effectiveness, efficiency, durability, convenience, smoothness and cleanliness. The results of the assessment are very smooth, very effective, very efficient, very easy and very durable. With an average score of more than 3.5 except in the aspect of cleanliness with a clean score. From these results, it can be concluded if the engineering carried out reaches the target and is in accordance with its function
    corecore