1,720,980 research outputs found
PENERAPAN STRATEGI PETA KONSEP BERBANTU MEDIA
Tujuan penelitian ini secara umum adalah untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa dalam pelajaran IPS.
Berdasarkan tujuan tersebut latar belakang penelitian ini adalah rendahnya motivasi dan hasil belajar pelajaran IPS siswa
kelas IV di SDN Tanggul Wetan 04 Jember. Salah satu upaya untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPS siswa
kelas IV SDN Tanggul Wetan 04 Jember adalah dengan menerapkan strategi peta konsep berbantu media audio visual.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah penerapan strategi peta konsep berbantu media audio visual
dapat meningkatkan motivasi siswa kelas IV pelajaran IPS pokok bahasan perkembangan teknologi di SDN Tanggul
Wetan 04 Jember Semester Genap Tahun Ajaran 2014/2015?, serta bagaimanakah penerapan strategi peta konsep
berbantu media audio visual dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV mata pelajaran IPS pokok bahasan
perkembangan teknologi di SDN Tanggul Wetan 04 Jember Semester Genap Tahun Ajaran 2014/2015?. Jenis penelitian
ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus dengan 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan,
pengamatan, dan refleksi. Berdasarkan hasil penelitian, penerapan strategi peta konsep berbantu audio visual dapat
meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Motivasi dan hasil belajar siswa kelas IV SDN Tanggul Wetan 04 Jember
mengalami peningkatan. Motivasi siswa pra siklus sebesar 47,62 meningkat pada siklus I sebesar 59,38% meningkat lagi
menjadi 70,21% pada siklus II. Rata-rata hasil belajar siswa sebesar 58,45 meningkat menjadi 71,35 pada siklus I. Ratarata
hasil belajar tersebut semakin meningkat lagi menjadi 80,28 pada siklus II
Penerapan Pendekatan Sains Teknologi Masyarakat (STM) untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Kelas III Mata Pelajaran IPA Materi Lingkungan Sehat dan Tidak Sehat MI Riyadlus Sholihien Jember Tahun Pelajaran 2015/2016
Penelitian ini dilatarbelakangi rendahnya motivasi dan hasil belajar pada mata pelajaran IPA siswa kelas III MI Riyadlus Sholihien Jember. Rendahnya motivasi dan hasil belajar dikarenakan siswa cenderung pasif, karena interaksi antara siswa dan guru kurang, guru terfokus pada ceramah, sehingga pembelajaran lebih menekankan pada konsep, belum mengaitkan dengan teknologi serta mengaplikasikan dalam kehidupan masyarakat. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana penerapan Pendekatan STM untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPA materi lingkungan sehat dan tidak sehat pada siswa kelas III MI Riyadlus Sholihien Jember tahun pelajaran 2015/2016. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPA melalui penerapan pendekatan sains teknologi masyarakat (STM). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas III MI Riyadlus Sholihien Jember. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas (PTK) ini dilaksanakan sebanyak dua siklus, tiap siklus terdiri dari empat tahapan, yaitu: perencanaan, pelaksanaan tindakan. observasi dan refleksi. Teknik pengumpulan data digunakan teknik observasi, tes, wawancara, angket, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi siswa mengalami peningkatan. Motivasi belajar meningkat dari siklus I 70,95% menjadi 81,75% pada siklus II. Meningkatnya motivasi belajar juga berdampak pada meningkatnya hasil belajar siswa. Hasil belajar siswa pada siklus I diperoleh skor rata-rata 82,6 dan meningkat pada siklus II sebesar 89,6. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan sains teknologi masyarakat dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPA
Penyebab Putus Sekolah Pada Siswa Sekolah Dasar Di Kecamatan Tapen Kabupaten Bondowoso Pada Kurun Waktu 2010-2015
Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mendeskripsikan faktor-faktor penyebab putus sekolah pada siswa Sekolah Dasar di Kecamatan Tapen Kabupaten Bondowoso pada kurun waktu 2010-2015. Putus sekolah adalah proses berhentinya siswa secara terpaksa dari suatu lembaga pendidikan sehingga siswa tersebut tidak dapat menyelesaikan program belajarnya sebelum waktunya selesai atau tidak tamat menyelesaikan program belajarnya. Penyebab putus sekolah merupakan faktor- faktor yang melatarbelakangi seseorang untuk tidak lagi menlanjutkan pendidikannya ke kelas yang lebih tinggi atau berhenti sekolah sebelum dinyatakan lulus Sekolah Dasar dan tidak pindah sekolah. Sekolah Dasar yang dimaksud dalam penelitian ini yaitu Sekolah Dasar Negeri (SDN) dan Madrasah Ibtida'iyah (MI) di Kecamatan Tapen Kabupaten Bondowoso. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif . Subyek penelitian ini adalah anak-anak yang mengalami putus Sekolah Dasar di Kecamatan Tapen Kabupaten Bondowoso pada kurun waktu 2010-2015 dengan jumlah 7 siswa, terdiri atas 6 siswa laki-laki dan 1 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi, wawancara dan angket. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu penyebab putus sekolah pada siswa Sekolah Dasar di Kecamatan Tapen Kabupaten Bondowoso pada kurun Waktu 2010-2015 disebabkan oleh dua faktor yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi yaitu 1.Faktor eksternal yang terdiri dari: faktor ekonomi dan faktor orang tua; 2.Faktor internal yang terdiri dari: faktor kesehatan anak dan motivasi belajar anak rendah.
Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Kelas IV Mata Pelajaran IPS Pokok Bahasan Masalah Sosial SDN 2 Bulurejo Banyuwangi
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas IV melalui penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah pada mata pelajaran IPS pokok bahasan masalah sosial SDN 2 Bulurejo Banyuwangi. Aktivitas belajar dan hasil belajar siswa yang tergolong rendah disebabkan kurangnya variasi model yang digunakan guru dalam pembelajaran. Model Pembelajaran Berbasis Masalah adalah pembelajaran yang menyajikan masalah nyata dalam kehidupan sehari-hari kemudian mencarikan solusi atas permasalahan tersebut. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Arikunto yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SDN 2 Bulurejo Banyuwangi tahun pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 24 terdiri atas 19 siswa laki-laki dan 5 siswi perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas IV SDN 2 Bulurejo Banyuwangi. Pada prasiklus rata-rata persentase aktivitas belajar siswa secara klasikal sebesar 53,65% yang dikriteriakan cukup aktif dan meningkat menjadi 70,21% yang dikriteriakn aktif pada siklus I dan 85,83% yang dikriteriakan sangat aktif pada siklus II. Peningkatan juga terlihat pada hasil belajar siswa. Pada prasiklus rata-rata hasil belajar siswa sebesar 65% yang dikriteriakan cukup baik dan meningkat menjadi 74,67% yang dikriteriakan baik pada siklus I dan 82,87% yang dikriteriakan sangat baik pada siklus II
PENERAPAN METODE DISKUSI DENGAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS III SDN AJUNG 01 KALISAT
Penelitian ini dilaksanakan di SDN Ajung 01 Kalisat Jember dengan tujuan untuk menerapkan metode diskusi kelompok dengan media audio visual untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas III dalam pembelajaran IPS pokok bahasan kenampakan alam dan kenampakan buatan. Permasalahan yang menjadi latar belakang diadakannya penelitian ini adalah masih banyak siswa yang kurang bersemangat dalam megikuti pelajaran karena kurangnya minat siswa dalam mengikuti pelajaran. Siswa cenderung bersikap pasif, enggan untuk bertanya apabila ada kesulitan dan hasil belajar siswa kelas III masih tergolong rendah. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian terdiri atas 34 siswa. Pengumpulan data penelitian menggunakan metode observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Pelaksanaan penelitian dengan menerapkan metode diskusi kelompok dengan media audio visual selama dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa kelas III di SDN Ajung 01 Kalisat Jember. Pada pra siklus motivasi belajar siswa secara klasikal mencapai 60 % dengan kategori cukup, dan pada siklus I mengalami peningkatan motivasi siswa secara klasikal sebesar 83 % dengan kategori sangat tinggi, dan pada siklus II motivasi siswa secara klasikal mengalami peningkatan kembali sebesar 92.8 % dengan kategori sangat tinggi. Persentase hasil belajar siswa secara klasikal pada pra siklus sebesar 35.3 % dengan kategori sangat kurang, pada siklus I mengalami peningkatan sebesar 79.4 % dengan kategori baik, dan pada siklus II mengalami peningkatan kembali sebesar 88.2 % dengan kategori sangat baik. Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa penerapan metode diskusi kelompok dengan media audio visual dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas III pada pembelajaran IPS pokok bahasan kenampakan alam dan kenampakan buatan di SDN Ajung 01 Kalisat Jember
Penerapan Strategi Pembelajaran Peta Konsep Berbantuan Media Gambar untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Kelas IV Mata Pelajaran IPS di SDN Jember Lor 05 Jember
Hakikat pembelajaran IPS adalah untuk mengembangkan konsep pemikiran yang berdasarkan realita kondisi sosial yang ada di lingkungan. Strategi pembelajaran peta konsep berbantuan media gambar adalah suatu strategi pembelajaran untuk memperlihatkan konsep-konsep dan proposisi-proposisi suatu mata pelajaran sehingga dapat memudahkan siswa dalam mengingat konsep pembelajaran khususnya mata pelajaran IPS. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa melalui penerapan strategi pembelajaran Peta Konsep berbantuan media gambar pada siswa kelas IV mata pelajaran IPS di SDN Jember Lor 05 Semester Genap Tahun Pelajaran 2015/2016. Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas, yang dilaksanakan sebanyak 2 siklus, siklus I terdiri dari 2 pertemuan dan 1 kali tes di akhir silkus, pertemuan kedua terdiri dari 1 pertemuan dan satu kali tes di akhir siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SDN Jember Lor 05 Jember yang berjumlah 37 siswa, yang terdiri atas 19 siswa laki-laki dan 18 siswa perempuan. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, angket, dokumentasi, dan tes. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penerapan strategi pembelajaran peta konsep berbatuan media gambar, hasil penelitian menunjukkan bahwa skor rata-rata motivasi belajar siswa pra siklus sebesar 55,7 meningkat pada siklus I sebesar 69,0 meningkat lagi menjadi 79,2 pada siklus II. Skor hasil belajar siswa secara klasikal pada pra siklus sebesar 60,32 menjadi 66,83 pada siklus I, dan meningkat lagi menjadi 74,64 pada siklus II
Penerapan Metode Diskusi dengan Media Gambar untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa pada Pembelajaran IPS Pokok Bahasan Meneladani Kepahlawanan dan Patriotisme di Kelas IV SDN Gebang 01 Jember
Penelitian ini secara umum bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas IV dengan penerapan metode diskusi dengan media gambar dalam pembelajaran IPS pokok bahasan meneladani kepahlawanan dan patriotisme di SDN Gebang 01 Jember semester ganjil tahun pelajaran 2015/2016. Metode diskusi merupakan sebagai salah satu metode mengajar yang lebih cocok apabila guru hendak memberikan kesempatan peserta didik untuk mengekspresikan kemampuan berpikir kritis dan mengeluarkan pendapat dari pengalamannya sendiri. Menggunakan media gambar siswa dapat memahami konsep yang semula rumit menjadi lebih mudah karena telah dikonkritkan ke dalam bentuk visual. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Subyek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Gebang 01 Jember dengan jumlah 42 siswa, terdiri atas 19 siswa laki-laki dan 23 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian tindakan ini adalah teknik observasi, wawancara, dokumentasi dan tes. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan aktivitas belajar siswa yang semula pada pra siklus skor rata-rata sebesar 49,4% dengan kriteria cukup aktif, meningkat menjadi 73,6% pada siklus I dengan kriteria aktif, dan pada siklus II meningkat menjadi 92,8% dengan kriteria sangat aktif. Skor rata-rata hasil belajar siswa pada pra siklus sebesar 65 dengan kriteria cukup baik, sedangkan pada siklus I skor hasil belajar siswa meningkat menjadi 79 dengan kriteria baik, dan pada siklus II skor hasil belajar siswa meningkat menjadi 87 dengan kriteria sangat baik.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAME TOURNAMENT (TGT) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V MATA PELAJARAN IPS MATERI KERAJAAN HINDU BUDDHA DI INDONESIA DI SDIT NURUL ANSHAR SITUBONDO
Penelitian ini dilaksanakan di kelas V SDIT Nurul Anshar Situbondo dengan tujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe team game tournament Hal ini dikarenakan di SDIT Nurul Anshar terdapat permasalahan bahwa aktivitas dan dan hasil belajar siswa masih rendah, yang salah satunya diakibatkan karena kurang bervariasinya model pembelajaran dari guru. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian terdiri atas 32 siswa. Pengumpulan data penelitian menggunakan metode observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Pelaksanaan penelitian dengan menggunakan model kooperatif ini adalah sebanyak dua siklus. Siklus 1 dan siklus II terdiri atas satu pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas dan hasil belajar siswa di kelas V SDIT Nurul Anshar mengalami peningkatan. Peningkatan rata-rata persentase aktivitas belajar siswa dari tahap prasiklus ke siklus I sebesar 19%, sedangkan peningkatan rata-rata persentase aktivitas siswa dari tahap siklus I ke siklus II sebesar 4%. Peningkatan rata-rata hasil belajar siswa dari tahap prasiklus ke siklus I sebesar 15, sedangkan peningkatan rata-rata hasil belajar dari tahap siklus I ke siklus II sebesar 2. Ketuntasan belajar dari tahap prasiklus ke siklus I mengalami peningkatan sebesar 42%, sedangkan dari tahap siklus I ke siklus II mengalami peningkatan sebesar 8%. Berdasarkan data di atas, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model kooperatif tipe TGT dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa di kelas V SDIT Nurul Anshar
PENGARUH PENERAPAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV PADA MATA PELAJARAN IPS POKOK BAHASAN PERMASALAHAN SOSIAL DI SDN KEBONSARI 04 JEMBER
Contextual teaching and learning merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapan dalam kehidupan nyata. Tujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan pendekatan contextual teaching and learning terhadap hasil belajar IPS pokok bahasan permasalahan sosial pada siswa kelas IV SDN Kebonsari 04 Jember semester genap tahun pelajaran 2015/2016. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental dengan pola pre- test post-test control group design. Pengumpulan data menggunakan metode tes yang berupa tes obyektif pada pre-test dan post-test. Subyek penelitian yaitu siswa kelas IV yang terdiri dari kelas IVB dan kelas IVC SDN Kebonsari 04 Jember. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes. Skor tes siswa berupa nilai hasil pre-test dan post-test yang dianalisis dengan uji-t menggunakan program SPSS versi 14.00 Hasil analisis dengan rumus uji-t diperoleh t-hitung = 3,413 dengan keefektifan relative sebesar 54,71%. Hasil perhitungan uji-t di konsultasikan dengan t-tabel pada db = 68, taraf signifikansi 5%, sehingga diperoleh nilai t-tabel = 1,997; dapat diketahui bahwa t-hitung > t-tabel (3,413 > 1,997), sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh penerapan pendekatan contextual teaching and learning terhadap hasil belajar siswa kelas IV pokok bahasan masalah sosial di SDN Kebonsari 04 Jember tahun pembelajaran 2015/2016
PENGARUH TEKNIK SNOWBALL THROWING TERHADAP HASIL BELAJAR IPS POKOK BAHASAN PERMASALAHAN SOSIAL PADA SISWA KELAS IV SDN SUMBERSARI 03 JEMBER TAHUN PELAJARAN 2015/2016
Snowball throwing merupakan salah satu pembelajaran aktif (active learning) yang dalam pelaksanaannya banyak melibatkan siswa. Teknik snowball throwing, secara harfiah dalam kamus bahasa Indonesia snowball berarti bola salju sedangkan throwing berati melempar. Dalam artian yang sesungguhnya gumpalan kertas yg seperti bola dan di dalam nya berisi pertanyaan yang dibuat oleh orang lain teman ataupun guru. Bisa dikatakan bahwa snowball throwing merupakan modifikasi teknik bertanya menitik beratkan pada kemampuan membuat pertanyaan yang dikemas dalam sebuah permainan menarik yaitu saling melemparkan bola salju yang berisi pertanyaan kepada sesama teman. Tujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan teknik snowball throwing terhadap hasil belajar IPS pokok bahasan permasalahan sosial pada siswa kelas IV SDN Sumbersari 03 Jember semester genap tahun pelajaran 2015-2016. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental dengan pola pre- test post-test control group design. Pengumpulan data menggunakan metode tes yang berupa tes obyektif pada pre-test dan post-test. Subyek penelitian yaitu siswa kelas IV yang terdiri dari kelas IVA dan kelas IVB SDN Sumbersari 03 Jember. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes. Skor tes siswa berupa nilai hasil pre-test dan post-test yang dianalisis dengan uji-t menggunakan program SPSS versi 14.00 . Hasil analisis dengan rumus uji-t diperoleh thitung= 6,484 dengan keefektifan relative sebesar 88,34%. Hasil perhitungan uji-t di konsultasikan dengan t-tabel pada db = 64, taraf signifikansi 5%, sehingga diperoleh nilai t-tabel = 1,998; dapat diketahui bahwa t-hitung > t-tabel ( 6,484 > 1,998), sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh teknik snowball throwing terhadap hasil belajar siswa kelas IV pokok bahasan masalah sosial di SDN Sumbersari 03 Jember tahun pembelajaran 2015/2016
- …
