42 research outputs found
Ritual Di Makam Ageng Besari Tegalsari Jetis Ponorogo
Fenomena ziarah makam merupakan tradisi turun-temurun dan sudah berakar kuat di kalangan umat Islam. Meskipun muncul kritik yang mencurigai praktek semacam itu dapat menodai tauhid, tetapi dalam faktanya kegiatan mengunjungi makammakam tidak pernah pudar sama sekali bahkan cenderung makin ramai terutama setelah terbukti makin ‘keramat’-nya makam yang diziarahi itu. Penelitian lapangan yang mengambil lokasi di makam Ki Ageng Besari Tegalsari Jetis di Ponorogo ini menyoroti bentuk-bentuk keyakinan dan ritual yang dipraktekkan para peziarah.Kenyataannya, kepercayaan peziarah memang sangatlah mengkeramatkan makam Ki Ageng Besari di Tegalsari. Meskipun demikian, kepercayaan tersebut tidaklah tunggal karena sangat tergantung pada pola pikir, pemahaman keagamaan dan tradisi yang melingkupinya. Ada tiga tipologi peziarah makam Ki Ageng Besari yaitu: kepercayaan yang berbasis pada pola tradisional Islam,
kepercayaan mistis yang berbasis pada tradisi, dan kepercayaan yang berdasar pada pemikiranrasional. Berbagai ragam kepercayaan ini menunjukkan bahwa kita tidak bisa membuat klaim-klaim sepihak kepada para peziarah makam
UPAYA MENUMBUHKAN JIWA INTRAPRENEUR SISWA MELALUI MATERI KEWIRAUSAHAAN DALAM PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL DI MTs SABILUL HUDA PONOROGO
This study aimed to determine the efforts to cultivate an intrapreneur spirit, the school's efforts to foster an intrapreneur spirit and the school's obstacles in cultivating an intrapreneur spirit. This type of research is a case study and the approach used by researchers is a qualitative approach. This research uses the research subjects of principals, teachers, students. Data collection techniques used in this study were: participatory observation, structured interviews and documentation. The analysis technique in this study uses data reduction, data presentation, drawing conclusions or verification. The results of this study there are still obstacles and obstacles in cultivating an intrapreneur spirit. Constraints that occur in the media and distribution of products that will be developed in entrepreneurial practice. so that it is still in the practice room and at the development stage. This discussion discusses the efforts of the teacher in processing the material, the efforts of the teacher. Student interest in class VII MTs Sabilul Huda, Karangjoho Village, Badegan District, Ponorogo Regency, there are learning problems with the enthusiasm of the students and the lack of enthusiasm for learning when implementing integrated social studies learning
MOTIVASI SOSIAL DALAM RITUS TAREKAT
The phenomenon of the tarekat in Javanese society, especially since the arrival of the spreaders of Islam until now, is firmly rooted among Muslims. Although there are criticisms that suspect that such practices can tarnish monotheism, in fact the activities of the tarekat never fade at all even more and more people tend to follow the tarekat activities where they live especially after there are many problems in people's lives. The field research, which took the object of special rituals in the qariahyah wa naqshabandiyah tarekat in the mojoroto Gelanglor sukorejo mosque, Ponorogo district, highlighted social motivations in the selasan rituals which were followed by selasan followers. In fact, many people who live around the mosque take part in the activities of the congregation qodiriyah wan naqshobandiyah. Nevertheless, their participation motivation is not singular because it is very dependent on the mindset, religious understanding and traditions that surround it. This study came to the conclusion that there was motivation [1] Improving the deeds of worship in the afterlife, [2] Looking for spiritual peace with the routine of worship activities held [3] Resolving the problems of their lives with the help of the spirit of the murshid. These various motivations show that we cannot make unilateral claims to the tarekat followers, especially the qodiriyah wa naqshabandiyah tarekat
Upaya Guru Mata Pelajaran IPS dalam Menanamkan Karakter Disiplin dan Tanggung Jawab Siswa
The background of this research begins with the finding of a lack of discipline and responsibility in class VIII C students of SMP Negeri 1 Jenangan. From the results of observations carried out by researchers on October 17 and October 24, 2020, it was found that 53% of students from class VIII C, namely 30 students did not do assignments in Integrated Social Studies subjects. This study aims to identify and analyze the efforts of social studies teachers in instilling the character of discipline and responsibility in students through integrated social studies learning in class VIII C of SMP Negeri 1 Jenangan. This study used qualitative research methods. The analytical technique used in this research is descriptive analysis technique. The results of the study found that the efforts of social studies teachers in instilling the character of discipline and responsibility were through the principle of Contextual Teaching and Learning (CTL) in which the teacher linked the material he studied with students' real world situations. Some of the obstacles in inculcating the character of discipline and responsibility, which include a) family factors, b) environmental factors, c) online learning, d) factors from students. While the solution to the obstacles in planting the character of discipline and responsibility is through, a) Control from the principal, b) Active role of teachers
(GUNAKAN TANDA TANGAN ASLI BUKAN SCAN PADA LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI) Penerapan Strategi Joyfull Learning dalam Penanaman Sikap Tanggung Jawab Siswa (Studi Kasus Pembelajaran IPS di SMP Negeri 1 Mlarak)
Sajjad, Arsyad Muhammad. 2020. Penerapan Strategi Joyfull Learning dalam Penanaman Sikap Tanggung Jawab Siswa (Studi Kasus Pembelajaran IPS di SMP Negeri 1 Mlarak). Skripsi Jurusan Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing Muhammad Widda Djuhan, M.Si.
Kata Kunci : Joyfull Learning, Tanggung Jawab.
Rendahnya tanggung jawab siswa terdahap tugas yang telah diberikan oleh guru di SMP Negeri 1 Mlarak. Oleh karena itu perlu adanya penerapan strategi pembelajaran yang sederhana dilakukan oleh guru dan menyenangkan bagi para siswa sehingga dapat menanamkan sikap tanggung jawab siswa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan dari sikap tanggung jawab siswa melalui lima langkah dalam strategi Joyfull Learning. Penelitian kualitatif ini dilaksanakan tiga teknik dalam pengumpulan data dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Subyek penelitian ini adalah guru IPS dan siswa di SMP Negeri 1 Mlarak. Instrumen yang digunakan adalah lembar wawancara, observasi dan dokumentasi sikap tanggung jawab siswa. Hasil penelitian menunjukkan strategi Joyfull Learning dalam penanaman sikap tanggung jawab siswa terhadap tugas mengalami peningkatan yaitu pertama, menyelesaikan tugas dengan baik dan tepat waktu. Kedua, antusias dan bersemangat menerima tugas yang diberikan oleh guru
Penerapan Strategi Joyfull Learning dalam Penanaman Sikap Tanggung Jawab Siswa (Studi Kasus Pembelajaran IPS di SMP Negeri 1 Mlarak).
Sajjad, Arsyad Muhammad. 2020. Penerapan Strategi Joyfull Learning dalam Penanaman Sikap Tanggung Jawab Siswa (Studi Kasus Pembelajaran IPS di SMP Negeri 1 Mlarak). Skripsi Jurusan Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing Muhammad Widda Djuhan, M.Si.
Kata Kunci : Joyfull Learning, Tanggung Jawab.
Rendahnya tanggung jawab siswa terdahap tugas yang telah diberikan oleh guru di SMP Negeri 1 Mlarak. Oleh karena itu perlu adanya penerapan strategi pembelajaran yang sederhana dilakukan oleh guru dan menyenangkan bagi para siswa sehingga dapat menanamkan sikap tanggung jawab siswa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan dari sikap tanggung jawab siswa melalui lima langkah dalam strategi Joyfull Learning. Penelitian kualitatif ini dilaksanakan tiga teknik dalam pengumpulan data dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Subyek penelitian ini adalah guru IPS dan siswa di SMP Negeri 1 Mlarak. Instrumen yang digunakan adalah lembar wawancara, observasi dan dokumentasi sikap tanggung jawab siswa. Hasil penelitian menunjukkan strategi Joyfull Learning dalam penanaman sikap tanggung jawab siswa terhadap tugas mengalami peningkatan yaitu pertama, menyelesaikan tugas dengan baik dan tepat waktu. Kedua, antusias dan bersemangat menerima tugas yang diberikan oleh guru
Upaya Pembinaan Akhlak Santri Melalui Kegiatan Ziarah Kubur Studi Kasus Di Pondok Pesantren Asy-Syafi'iyah Durisawo Ponorogo
Zuhri, Muhammad Saifudin. Upaya Pembinaan Akhlak Santri Melalui Kegiatan Ziarah Kubur Studi Kasus Di Pondok Pesantren Asy-Syafi’iyah Durisawo Ponorogo. Skripsi, Jurusan Pendidkan Agama Islam. Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negri Ponorogo. Dosen Pembimbing: Muhammad Widda Djuhan, M.Ag., M.Si.
Kata kunci: pembinaan, akhlak, ziarah kubur
Berakhlak baik merupakan bekal mendasar yang harus dimiliki oleh setiap individu terkait dengan relasi sosial yang dibangunya dalam sebuah masyarakat, akhlak merupakan hiasan dan kesempurnaan pribadi seseorang. Semakin luhur akhlak seseorang, maka semakin mantap kebahagiaanya, demikian juga dengan masyarakat, semakin kompak anggota-anggotanya secara bersama-sama melaksanakan nilai-nilai akhlak yang mereka sepakati, maka semakin bahagia masyarakat itu. Seandainya manusia hidup sendirian, maka ia tidak memerlukan akhlak, tidak juga hukum dan peraturan. Seiring perkembangan zaman yang sangat pesat Kemrosotan akhlak ini tidak terjadi hanya pada orang dewasa saja, akan tetapi juga terjadi pada usia anak lebih-lebih pada usia remaja, tidak sedikit meninggalkan kewajiban terhadap apa yang diperintahkan oleh Allah dan banyak pula yang malah melakukan apa yang telah Allah larang. Untuk membentengi santri-santrinya dari berbagai pengaruh yang kurang baik dari luar, maka Pondok Pesantren Asy-Syafi’iyyah Durisawo Ponorogo ini terus menerus membina akhlak mereka dengan berbagai cara, salah satunya dengan kegiatan ziarah kubur.
Penelitian ini bertujuan untuk meneliti: (1) Untuk mengetahui pelaksanaan pembinaan akhlak santri melalui kegiatan ziarah kubur Pondok Pesantren Asy-Syafi’iyah Durisawo Ponorogo, (2) Untuk mengetahui kontribusi kegiatan ziarah kubur terhadap ketakwaan santri kepada Allah SWT di Pondok Pesantren Asy-Syafi’iyah Durisawo Ponorogo.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasu. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, paparan data, dan penyajian data.
Adapun hasilnya adalah: (1) Kegiatan ziarah kubur merupakan kegiatan yang wajib diikuti oleh seluruh santri putra Pondok Pesantren Asy-Syafi’iyah Durisawo Ponorogo, dengan bentuk pembinaan akhlak santri terutama ketakwaannya kepada Allah, yang terdiri dari pemberian keteladaan pengurus Pondok terhadap santri-santri yang lain, bertawasul, tahlilan, do’a dan mau’idzah yang diberikan oleh pengasuh terhadap santri-santrinya serta pemberian sanksi terhadap santri-santri yang melanggar. (2) Kegiatan ziarah kubur cukup memberikah kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan akhlak santri terhadap Allah yang berupa takwa, yang di tandai dengan meningkatnya kesabaran para santri, bertambah semangatnya dalam menjalankan shalat wajib maupun sunah, meningkatnya kayakinan santri terhadap Allah, dan juga bertambahnya kesadaran untuk selalu berdo’a dan berharap kepada Allah. Yang mana hal-hal tersebut merupakan tanda-tanda orang yang bertakwa
..(GUNAKAN TANDA TANGAN ASLI BUKAN SCAN PADA LEMBAR PERSETUJUAN, UBAH FILE DALAM FORMAT PDF, UPLOAD ULANG)..UPAYA PEMBENTUKAN KECERDASAN SPIRITUAL SANTRI DI PONDOK PESANTREN TAHFIDZUL QUR’AN AL-HASAN PATIHAN WETAN BABADAN PONOROGO.
Abstrak
Nur Satria. 2021. Upaya Pembentukan Kecerdasan Spiritual Santri Di Pondok Pesantren Tahfidzul Al-Qur’an Al-Hasan Patihan Wetan Babadan Ponorogo.Skripsi. Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Instistut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing, Muhammad Widda Djuhan, S.Ag, M.Si.
Kata Kunci : kecerdasan spiritual, Lembaga Pesantren, santri
Penelitian ini dilakukan karena peneliti melihat kurangnya kecerdasan spiritual yang dimiliki oleh remaja di masa sekarang ini. Banyak dari mereka yang masih kurang dalam mengontrol diri mereka sendiri, masih sering mendahulukan ego dan mementingkan kemauan diri sendiri.
Adapun tujuan dari penelitian ini ialah (1) untuk mengetahui apa saja yang dilakukan Pondok pesantren Al-Hasan Patihan Wetan Ponorogo dalam membentuk kecerdasan spiritual santri (2) untuk mengetahui Kendala Dan Solusi Dalam Upaya Pembentukan Kecerdasan Spiritual Santri Di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al-Hasan Patihan Wetan Babadan Ponorogo (3) untuk mengetahui Dampak Positif dari Pembentukan Kecerdasan Spiritual Terhadap Akhlak Santri di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al-Hasan Patihan Wetan Babadan Ponorogo.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan jenis penelitiannya ialah studi kasus, dengan pengumpulan data melalui wawancara,observasi dan dokumentasi.
Dari hasil penelitian ditemukan bahwa upaya yang dilakukan oleh Kiyai dan pengurus santri dalam membentuk kecerdasan spiritual santri cukup baik. Hal ini terbukti berdasarkan pada hasil observasi yang dilakukan peneliti, para santri dengan tertib berangkat ke masjid ketika sudah tiba waktu sholat berjamaah, rajin dalam mengaji dan berprilaku baik, serta para ustadz pun juga melakukan hal serupa dan mengarahkan santri
upaya pembentukan kecerdasan spiritual santri di pondok pesantren tahfidzul qur’an al-hasan patihan wetan babadan ponorogo.
Nur Satria. 2021. Upaya Pembentukan Kecerdasan Spiritual Santri Di Pondok Pesantren Tahfidzul Al-Qur’an Al-Hasan Patihan Wetan Babadan Ponorogo.Skripsi. Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Instistut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing, Muhammad Widda Djuhan, S.Ag, M.Si.
Kata Kunci : kecerdasan spiritual, Lembaga Pesantren, santri
Penelitian ini dilakukan karena peneliti melihat kurangnya kecerdasan spiritual yang dimiliki oleh remaja di masa sekarang ini. Banyak dari mereka yang masih kurang dalam mengontrol diri mereka sendiri, masih sering mendahulukan ego dan mementingkan kemauan diri sendiri.
Adapun tujuan dari penelitian ini ialah (1) untuk mengetahui apa saja yang dilakukan Pondok pesantren Al-Hasan Patihan Wetan Ponorogo dalam membentuk kecerdasan spiritual santri (2) untuk mengetahui Kendala Dan Solusi Dalam Upaya Pembentukan Kecerdasan Spiritual Santri Di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al-Hasan Patihan Wetan Babadan Ponorogo (3) untuk mengetahui Dampak Positif dari Pembentukan Kecerdasan Spiritual Terhadap Akhlak Santri di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al-Hasan Patihan Wetan Babadan Ponorogo.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan jenis penelitiannya ialah studi kasus, dengan pengumpulan data melalui wawancara,observasi dan dokumentasi.
Dari hasil penelitian ditemukan bahwa upaya yang dilakukan oleh Kiyai dan pengurus santri dalam membentuk kecerdasan spiritual santri cukup baik. Hal ini terbukti berdasarkan pada hasil observasi yang dilakukan peneliti, para santri dengan tertib berangkat ke masjid ketika sudah tiba waktu sholat berjamaah, rajin dalam mengaji dan berprilaku baik, serta para ustadz pun juga melakukan hal serupa dan mengarahkan santri
Upaya Menumbuhkan Jiwa Intrapreneur Siswa Melalui Materi Kewirausahaan Dalam Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Di MTs Sabilul Huda(Desa Karangjoho Kecamatan Badegan Kabupaten Ponorogo)
Triyanto, Agus. 2020. Upaya Menumbuhkan Jiwa Intrapreneur Siswa Melalui Materi Kewirausahaan Dalam Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Di MTs Sabilul Huda (Desa Karangjoho Kecamatan Badegan Kabupaten Ponorogo). Skripsi. Jurusan Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing Muhammad Widda Djuhan, M.Si
Kata Kunci :. Jiwa Intrapreneur, Kewirausahaan, Pembelajaran IPS
Penelitian ini bertujan untuk mengetahui upaya menumbuhkan jiwa intrapreneur, upaya sekolah menumbuhkanjiwa intrapreneur dan kendala sekolah dalam menumbuhkan jiwa intrapreneur. Penelitian menggunakan subjek penelitian kepala sekolah, guru, siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: observasi partisipatif, wawancara terstruktur dan dokumentasi. Teknik analisis dalam penelitian ini menggunakan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan atau verifikasi.
Berdasarkan pada latar belakang diatas maka permasalahan yang timbul adalah: 1) Bagaimana perencanaan pembelajaran kewirausahaan khususnya dalam meningkatkan kemauan bibit pengusaha muda baru? 2) Bagaimana pelaksanaan kegiatan kewirausahaan di dalam pembelajaran? 3) Bagaimana faktor apa sajayang menjadi hambatan dalam pembelajaran kewirausahaan tidak terlalu digemari bahkan tidak disukai kalayak umum?. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui perencanaan pembelajaran kewirausahaan khususnya dalam meningkatkan kemauan bibit pengusaha muda baru. 2) Untuk mengetahui Bagaimana Bagaimana pelaksanaan kegiatan kewirausahaan di dalam pembelajaran. 3) Untuk mengetahui Bagaimana faktor apa sajayang menjadi hambatan dalam pembelajaran kewirausahaan tidak terlalu digemari bahkan tidak disukai kalayak umum.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan masih ada kendala dan hambatan dalam menumbuhkan jiwa intrapreneur. Kendala yang terjadi media dan penyaluran prodak yang akan di kembangkan dalam praktik lewirausahaan. sehingga masih di ruang praktek dan di tahap pengembangan. Penilaian setiap siswa meliputi sikap dan karakter disiplin dan bertanggungjawab, ekstrakulikuler, dan budaya sekolah. Walapun begitu guru tidak bosan dan tidak berhenti mengingatkan dan menasehati agar semua berjalan selaras menuju tujuan yang telah di impika
