1,721,020 research outputs found
PEMBENTUKAN KARAKTER RELIGIUS PESERTA DIDIK MELALUI PROGRAM ISLAMIC BOARDING SCHOOL DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) GLOBAL KARANGAN TRENGGALEK
Skripsi dengan judul “Pembentukan Karakter Religius Peserta didik Melalui Program Islamic Boarding School di SMP Global Karangan Trenggalek” ini ditulis oleh Nurya Azka Duana Putri, NIM 126201213266, dengan pembimbing Dr. H. Muhammad Muntahibun Nafis, M. Ag.
Kata Kunci: Pembentukan, Karakter religius, Islamic Boarding School.
Permasalahan karakter di Indonesia, khususnya di kalangan remaja dan pelajar, semakin mengkhawatirkan. Banyak perilaku yang menyimpang dari norma seperti kurangnya rasa hormat, kekerasan, pergaulan bebas, dan penyalahgunaan teknologi, yang menunjukkan lemahnya pembentukan karakter. Hal ini menuntut perhatian serius dari berbagai pihak, terutama dunia pendidikan, untuk menanamkan nilai moral dan karakter yang kuat. Salah satu upaya untuk pembentukan karakter religius yaitu melalui program Islamic Boarding School, yang memberikan pembinaan terarah dan sistematis dengan memadukan pendidikan umum dan agama secara intensif. SMP Global Karangan menjadi contoh nyata lembaga pendidikan yang tidak hanya fokus pada pendidikan formal, tetapi juga membentuk karakter religius siswa secara utuh melalui berbagai kegiatan keislaman.
Fokus penelitian ini adalah: 1) Bagaimana bentuk kegiatan program Islamic Boarding School dalam pembentukan karakter religius peserta didik di SMP Global Karangan Trenggalek? 2) Bagaimana proses pembentukan karakter religius peserta didik melalui program Islamic Boarding School di SMP Global Karangan Trenggalek? 3) Bagaimana implikasi program Islamic Boarding School dalam pembentukan karakter religius peserta didik di SMP Global Karangan Trenggalek?
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, dokumentasi dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan yaitu kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik/metode.
Hasil dari penelitian ini adalah: 1) Kegiatan program Islamic Boarding School di SMP Global dalam membentuk karakter religius peserta didik yaitu, tahfidz dan tahsin Qur’an, kajian kitab kuning, istighotsah, dan kegiatan edukasi kreasi santri. 2) Proses pembentukan karakter religius peserta didik di SMP Global Karangan melalui pendekatan pemahaman, pembiasaan, dan keteladanan 3) Implikasi program Islamic Boarding School di SMP Global Karangan memberikan perubahan dalam peningkatan kualitas nilai ibadah, ruhul jihad, akhlak, kedisiplinan, keteladanan, amanah dan ikhlas peserta didik SMP Global Karangan baik di lingkungan sekolah maupun keluarga
Pesantren dan Pluralisme: Upaya Modernisasi Pendidikan Pesantren Menuju Masyarakat Madani
Pesantren is one of the indigenous institutions of religious education in Indonesia that still exists until recently. Therefore, its role in constructing and developing society as its essential duties is always questioned. However, at least, its sustainable indicates that it fits to fulfill and dialogue with the dynamics society. In other words, it can be regarded as an institution that does not only successfully anticipate, receipt and adopt social developments but also integrates them within its essential tradition and values. This paper just focuses on how pesantren develops its values and tradition to respect plurality. As a result, pesantren has some philosophies and practices supporting in realizing multicultural and plural societies. In this sense, we still have great hope to pesantren roles in developing civilized society</jats:p
Peer Review "Dialectical Issues On Character Education In Kitab Adab Al-’Alim Wa Almuta’allim As A Form Of Social Piety" (Episteme: Jurnal Pengembangan Ilmu Keislaman, Pascasarjana IAIN Tulungagung, ISSN: 1907-7491 e-ISSN: 2502-3705, Vol. 14 No. 1, 2019,
This paper discusses the character education in Kitab Adab al-‘Alimwa al-Muta’allim, written by one of the founders of largest Muslim organization in Indonesia, Nahdlatul Ulama (1926), Kyai Hasyim Asy’ari as a form of social piety. This book has provided a comprehensive and constructive way of character education which integrates Islamic values with various religious texts. Character education which includes and complements a broad range of educational approaches such as social-emotional learning and civic education shares a commitment to help people become responsible and contributive citizens. Meanwhile, pesantren have taught and built strong characters of the santri in the forms of rabbaniyah (godness), insaniyah (humanity), wasathiyyah (moderateness) and waqi’iyyah (reality) characters. Therefore, pesantren-based character education the book described is a key element to nurture Muslims’ good habits. This paper shows that the book can be an answer for Indonesia’s contemporary multi-dimensional crises, such as radicalism and terrorism
Pesantren dan Pluralisme: Upaya Modernisasi Pendidikan Pesantren Menuju Masyarakat Madani
Pesantren is one of the indigenous institutions of religious education in Indonesia that still exists until recently. Therefore, its role in constructing and developing society as its essential duties is always questioned. However, at least, its sustainable indicates that it fits to fulfill and dialogue with the dynamics society. In other words, it can be regarded as an institution that does not only successfully anticipate, receipt and adopt social developments but also integrates them within its essential tradition and values. This paper just focuses on how pesantren develops its values and tradition to respect plurality. As a result, pesantren has some philosophies and practices supporting in realizing multicultural and plural societies. In this sense, we still have great hope to pesantren roles in developing civilized societ
KORESPONDENSI BETWEEN WORK AND SPIRITUALITY: Exploring Indonesian Female Migrant Workers’ Engagement with Islamic Study Sessions in Taiwan
This study delves into the spiritual lives of
Indonesian female migrant workers in Taiwan. It uncovers
how these workers actively engage in pengajian (Islamic
study sessions) to address spiritual needs. The research
question in this study is how do pengajian contribute to
fulfilling spiritual needs, strengthening communication
networks, and forming national identity for Indonesian
women migrant workers in Taiwan. This research uses a
qualitative approach with an online data collection method,
involving in-depth interviews with the management of the
pengajian and participatory observation of its activities of
Indonesian women migrant workers in Taiwan. The
research reveals that these gatherings facilitate everyday
Islamic jurisprudence studies, sufism moral introspection,
Quranic learning, and salawat recitations. Additionally,
these sessions foster robust communication networks
among workers, enhancing their information exchange,
relationships, and discussions. In uncertain conditions,
these gatherings provide ideological reinforcement, social
engagement, and a sense of national identity. The study
suggests potential future research avenues in education and
political ideology of these migrant workers
Peer Review Diskursus Keulamaan Perempuan Indonesia
Tulisan ini membahas tentang terjadinya gerakan oleh perempuan di Indonesia, khususnya bagi mereka yang konsern dalam bidang urusan perempuan. Tulisan ini menyoroti betapa saat ini peran perempuan belum banyak difahami oleh masyarakat luas sehingga masih termarjinalkan. Buktinya bahwa mereka belum sepenuhnya diberi kesempatan yang sama oleh masyarakat dibandingkan kaum laki-laki. Peran-peran sosial masyarakat ataupun beragama masih didominasi laki-laki. Hal ini terjadi bukan karena perempuan tidak mampu, namun karena belum diberi tempat dan kesempatan yang sama. Tulisan in hadir mengamati proses perubahan yng lambat laut mengalami peningkatan, terbukti di adakannya sebuah perhelatan akbar yang menghadirkan tokoh-tokoh perempuan baik skala nasional maupun internasional dan juga pemerhati tema perempuan. Proses konferensi tersebut dicoba dituangkan dalam tulisan sederhana dan singkat in
Peer Review Geliat Literasi: Semangat Membaca dan Menulis dari IAIN Tulungagung (Menulis Antara Kum, Kam, Kom, dan Qim)
Sebagai seorang pendidik, tepatnya dosen, menulis merupakan kewajiban dan perwujudan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi. Sebagai respon dari kebutuhan tersebut, maka dosen harus menulis apapun bentuknya sesuai keilmuan dan kompetensi masing-masing. Namun demikian, ternyata memang alasan menulis ini bermacam-macam. Tulisan ini mencoba memaparkan fenomena tersebut, yakni mengungkapkan seseorang menulis karena KUM atau kebutuhan naik pangkat yang membutuhkan nilai. Salah satu unsurnya yakni dari tulisan dan karya. Ada juga alasan Kama tau pendapatan. Dengan menulis mereka berharap bertambah pemasukan yang didapatkan. Alasan selanjutnya adalah Kom, kepanjangannya adalah kompetensi. Seseorang menulis karena mereka memiliki kompetensi yang ingin dikembangkan. Yang terakhir, seseorang menulis karena adanya Qim, yakni qimmah atau nilai diri seseoran
Peer Review "Integration Of Walisongo’s Da’wah Spirit With Science In Indonesian National Qualification Framework Based Curriculum"
This research aims to explain the views of policymakers, the concept of integration in scientific development, and the strategy of integrating da’wah spirit of Walisongo with science in the Indonesian National Qualification Frameworks (KKNI) based curriculum. The results of this study indicate that: (1) stakeholders states that spirit of Walisongo’s dakwah has been used as values in science development by some academics, although it has not been fully understood because some academics still see it as a myth. The spirit of institutional management should match with the institution name itself, otherwise, there will be management error; (2) the concept of integration in KKNI-based curriculum in three institutions has similarities in general. However, there are distinctive characteristics in developing scientific knowledge based on the vision and core values of each institution; (3) the strategy of integrating the spirit of Walisongo is reflected in evaluating aspects: (a) institutions, by building interconnections, tag line or owner’s quote, piety bureaucracy (clean and clear), (b) human resources development, and (c) academic integration through Islamic subject with science and technology, halal laboratories, and Islamic la
- …
