22 research outputs found

    Analisis Pola Sirkulasi Arus di Perairan Pantai Sungai Duri Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat

    No full text
    Telah dilakukan penelitian untuk menganalisis pola sirkulasi arus di Perairan Pantai Sungai Duri Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat. Data pasang surut dan angin tahun 2014 digunakan sebagai input untuk menentukan pola sirkulasi arus.Metode numerikyang digunakan untuk menentukan pola sirkulasi arus adalah metode volume hingga. Sementara data angin dan pasut digunakan sebagai nilai input model. Analisis pola sirkulasi arus dilakukan pada empat kondisi musim yang ada di Indonesia, yaitu musim Barat, peralihan I, musim Timur dan peralihan II. Hasil simulasi model menunjukkan elevasi muka air laut pada musim Barat berkisar antara -0,30 s.d. 0,44 m. Kecepatan arus pada musim Barat berkisar antara 0,02 s.d. 0,65 m/s, dengan arah arus cenderung ke Utara hingga Barat Daya. Elevasi muka air laut pada kondisi peralihan I berkisar antara -0,19 s.d. 0,29 m. Kecepatan arus pada kondisi peralihan I berkisar antara 0,02 s.d. 0,30 m/s, dengan arah arus cenderung ke Timur Laut hingga Tenggara. Elevasi muka air laut pada musim Timur berkisar antara -0,23 s.d. 0,34 m. Kecepatan arus pada musim Timur berkisar antara 0,02 s.d. 0,44 m/s, dengan arah arus cenderung sama dengan musim Barat yakni ke Utara hingga Barat Daya. Elevasi muka air laut pada kondisi peralihan II berkisar antara -0,10 s.d. 0,09 m. Kecepatan arus pada kondisi peralihan II berkisar antara 0,02 s.d. 0,72 m/s, dengan arah arus cenderung ke Barat hingga Tenggara. Hasil kecepatan arus tertinggi berada pada kondisi peralihan II yaitu 0,72 m/s

    Studi Variabilitas Tinggi dan Periode Gelombang Laut Signifikan di Selat Karimata

    No full text
    Telah dilakukan penelitian untuk mengkaji varibilitas tinggi dan periode gelombang laut signifikan di Selat Karimata. Metode yang digunakan adalah Sverdrup Munck Bretschneider (SMB) dengan variasi empat musim, yaitu musim barat, musim peralihan I, musim timur, dan musim peralihan II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinggi dan periode gelombang laut signifikan berkisar 0,79 s.d 1,49 meter dan 4,43 s.d 6,25 sekon pada musim barat ; 0,34 s.d 0,73 meter dan 2,49 s.d 3,94 sekon pada musim peralihan I ; 0,50 s.d 1,42 meter dan 3,13 s.d 6,09 sekon untuk musim timur ; sedangkan musim peralihan II adalah 0,51 s.d 1,05 meter dan 3,16 s.d 5,17 sekon. Tinggi dan periode gelombang laut signifikan tertinggi saat musim barat

    Prediksi Tinggi Signifikan Gelombang Laut Di Sebagian Wilayah Perairan Indonesia Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan Metode Propagasi Balik

    No full text
    Telah dilakukan prediksi tinggi signifikan gelombang laut di perairan Indonesia menggunakan metode jaringan syaraf tiruan (JST) propagasi balik. Titik sampel data yang digunakan adalah data tinggi signifikan gelombang laut pada tahun 2001 hingga 2010 di 10 titik lokasi perairan Indonesia pada posisi 106,560 BT hingga 114,410 BT dan posisi 3,220 LS hingga 6,440 LS. JST yang digunakan adalah propagasi balik algoritma Quasi Newton one step secant dengan arsitektur [40 35 30 25 20 15 10 5 1]. Hasil pada saat pelatihan menunjukkan nilai koefisien korelasi antara output dan target adalah 1, sedangkan pada saat pengujian nilai koefisien korelasi antara output dan data observasi (targe) adalah 0,97. Hasil validasi pertama menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,78, hasil proses validasi untuk periode berikutnya menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,62 dan 0,55. Hasil validasi menunjukkan tren penurunan.  Hal ini diduga pada saat tersebut terjadi kondisi ekstrem di wilayah perairan lokasi penelitian. Hal ini berimplikasi pada tingkat kesulitan prediksi yang semakin meningkat terhadap data tinggi signifikan gelombang laut pada lokasi penelitian tersebut.   Kata kunci: tinggi signifikan, gelombang laut, JST propagasi balik, prediksi

    Rancang Bangun Sistem Monitoring Ketinggian Permukaan Air Menggunakan Mikrokontroler ATMEGA328P Berbasis Web Service

    No full text
    Telah dilakukan pembuatan alat sistem monitoring ketinggian permukaan air dengan menggunakan mikrokontroler ATmega328P berbasis web service. Sistem perangkat secara garis besar terdiri atas mikrokontroler ATmega328P, sensor ultrasonik HC-SR04, sensor suhu dan kelembaban  DHT-11, modul bluetooth HC-05 dan modul ethernet ENC28J60. Sistem juga dilengkapi dengan panel surya dan baterai berkapasitas 35Ah sebagai sumber energi listrik.  Setelah dilakukan pengujian, alat ini memiliki keakuratan rata-rata sebesar 96,48% dalam menentukan ketinggian permukaan air. Hasil dari pengukuran dapat diakses secara online dan realtime pada sebuah halaman web yang ditampilkan dalam bentuk grafik dan tabel. Ketinggian maksimum yang dapat diukur alat ini sebesar 2,5 m dengan rentang waktu pengukuran setiap 10 menit. Alat ini bisa digunakan untuk mengukur ketinggian permukaan air

    Studi Potensi Energi Listrik Tenaga Gelombang Laut Sistem Oscillating Water Column (OWC) di Perairan Pesisir Kalimantan Barat

    No full text
    Telah dilakukan penelitian untuk menghitung potensi energi listrik tenaga gelombang laut sistem Oscillating Water Column (OWC) di perairan pesisir Kalimantan Barat. Penelitian dilakukan pada 15 titik lokasi di perairan pesisir Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan data kecepatan angin tahun 2006 s.d. 2014 untuk menentukan nilai tinggi signifikan dan periode gelombang menggunakan metode Wilson. Analisis daya listrik dilakukan pada empat kondisi musim yang ada di Indonesia, yaitu musim barat, peralihan I, musim timur dan peralihan II. Rata-rata daya listrik yang dihasilkan untuk musim barat berkisar 831,53 s.d. 229.404,42 Watt, untuk peralihan I berkisar 161,35 s.d. 22.585,14 Watt. Sedangkan untuk musim timur berkisar 301,35 s.d. 265.620,97 Watt dan untuk peralihan II berkisar 139,64 s.d. 164.495,99 Watt. Daya listrik tertinggi berada di Pantai Pulau Karimata, Kab. Kayong Utara pada musim barat dengan nilai sebesar 831.370,47 Watt. Sedangkan daya listrik terendah berada di Pantai Pulau Datok, Kab. Kayong Utara pada kondisi peralihan I dengan nilai sebesar 0,007 Watt. Berdasarkan daya listrik yang telah dikaji, lokasi yang berpotensi besar menghasilkan daya listrik adalah Pantai Temajuk Kab. Sambas, Pantai Pulau Karimata Kab. Kayong Utara dan Pantai Pulau Bawal Kab. Ketapang

    Analisis Kualitas Air Di Parit Besar Sungai Jawi Kota Pontianak

    No full text
    Penelitian kualitas air telah dilakukan di Parit Sungai Jawi Pontianak Kalimantan Barat yang bertujuan untuk mengetahui nilai pH, temperatur, warna, bau serta padatan terlarut dan kandungan logam di parit Sungai Jawi Pontianak. Lokasi Penelitian terdiri atas 4 titik pengamatan berdasarkan sumber pencemarannya yaitu lokasi rumah sakit, lokasi pasar, lokasi rumah tangga dan lokasi agen semen/bengkel. Pengujian dilakukan  pada setiap lokasi dilakukan pengukuran sampel berupa pH, warna, bau, TDS, TSS, temperatur, dan kandungan logam. Hasil pengamatan diidentifikasi berbau.  Nilai TDS tercatat  92 s.d. 146 mg/l, nilai suhu tercatat 28,2 °C s.d. 30 0C, nilai warna yang tercatat 136 s.d. 177 TCU, nilai pH yang tercatat 6,99 s.d. 7,20, nilai kandungan besi (Fe) yang tercatat 1,59 s.d. 3,46 mg/l, kandungan timbal (Pb) yang tercatat 0,003 s.d. 0,037 mg/l, kandungan logam seng (Zn) yang tercatat 0,009 s.d. 0,36 mg/l, dan kandungan tembaga (Cu) 0,002 mg/l. Berdasarkan peraturan Menteri Kesehatan Nomor 492/MENKES/PER/IV/2010, nilai parameter Fisika dan Kimia pada air parit besar Sungai Jawi Kota Pontianak tidak memenuhi syarat yang dianjurkan sebagai air minum maupun air bersih.   Kata kunci : Parameter Fisika, Parameter Kimia, Kulitas Air, Sungai Jaw

    Analisis Tingkat Kekeringan Menggunakan Parameter Cuaca di Kota Pontianak dan Sekitarnya

    No full text
    Telah dilakukan penelitian tentang analisis tingkat kekeringan di Kota Pontianak dan sekitarnya menggunakan parameter cuaca yaitu curah hujan dan suhu udara maksimum harian selama 3 tahun (2006, 2007, dan 2008). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Keetch-Byram Dryness Index (KBDI). Berdasarkan perhitungan, tingkat KBDI dipengaruhi oleh peningkatan dan penurunan jumlah curah hujan. Penurunan jumlah curah hujan dapat memicu terjadinya hotspot. Dari 3 tahun pengamatan koefisien korelasi antara KBDI dengan hotspot yang tertinggi terdapat pada tahun 2006 yakni sebesar 0,87. Besarnya koefisien korelasi ini karena pada tahun 2006 terjadi fenomena El-Nino. Sebagian besar hotspot yang terjadi pada tahun 2006 disebabkan karena pengaruh alam. Korelasi KBDI terhadap hotspot pada tahun 2007 dan 2008 sangat rendah (0,31 dan 0,35). Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh alam pada pembentukan hotspot sangat kecil. Kata kunci : KBDI, curah hujan, suhu udara, hotspo

    PERBANDINGAN KECEPATAN ARUS PASANG SURUT DIBEBERAPA LOKASI DI PANTAI BARAT KALIMANTAN BARAT

    No full text
    Telah dilakukan penelitian untuk membandingkan kecepatan arus pasang surut (pasut) pada beberapa lokasi di Perairan Pantai Barat Kalimantan Barat (Kalbar). Data yang digunakan adalah nilai elevasi pasut dan kecepatan arus  diperoleh dari  software Tidal Model Driver (TMD) selama 15 hari dengan interval waktu 1 jam.  Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa tipe pasut di Perairan Pulau Lemukutan adalah campuran condong ke harian ganda, sementara di Perairan Sungai Duri memiliki tipe campuran condong ke harian tunggal, sedangkan di Perairan Jungkat, Kubu Raya, dan Selat Karimata bertipe harian  tunggal. Dari kelima lokasi penelitian didapatkan bahwa kecepatan arus pasut maksimum terjadi di Perairan Pulau Lemukutan sebesar 0,84 m/s yang terjadi pada kondisi surut terendah menuju pasang.Kata Kunci: Pasang surut, arus pasut, Pulau Lemukutan, Sungai Duri, Selat Karimata

    Pengaruh Dipole Mode dan El Nino Southern Oscillation Terhadap Awal Tanam dan Masa Tanam di Kabupaten Mempawah

    No full text
    Dampak dari fenomena Dipole Mode(DM) danEl Nino Southern Oscillation(ENSO) mempengaruhi tingkat curah hujan sehingga dapat mempengaruhiawal tanam dan masa tanam. Penelitian ini mengkaji dampak DM dan ENSO terhadap awal tanam dan masa tanam berdasarkan variabilitas curah hujan Kabupaten Mempawah. Analisis data curah hujan dilakukan berdasarkan tahun-tahun kejadian DM(+), DM(-), El Nino dan La Nina,dari tahun 1983 s.d. 1999 menggunakan metode Ranking. Hasil analisis menunjukkan bahwa awal tanam dan masa tanam pertama (Gardu) cenderung mengalami pergeseran lebih awal satu bulan atau tiga bulan dari patokan masa tanam Gardu.Sedangkan awal tanam dan masa tanam kedua (Bendengan) tidak mengalami pergeseran.   Kata Kunci: Awal Tanam, Masa Tanam, Curah Hujan, Dipole Mode, ENS

    Analisis Karakteristik Fisik Sedimen Pesisir Pantai Sebala Kabupaten Natuna

    No full text
    Telah dilakukan penelitian tentang karakteristik fisik sedimen pesisir pantai Sebala yang dihubungkan dengan parameter oseanografi dan hutan mangrove di Pantai Sebala. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan ukuran butir sedimen pada pantai  bermangrove dengan sedimen pada pantai yang tidak bermangrove. Parameter oseanografi yang dikaji berupa arus laut dan gelombang laut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecepatan arus laut maksimum pada 0,81 m/s  dan kecepatan arus laut minimum pada 0,02 m/s. Tinggi gelombang laut maksimum pada 8,35 cm dan minimum pada         1,59 cm. Material sedimen daerah pantai Sebala terdiri dari beberapa ukuran yaitu: ukuran >1,70 mm (krikil); ukuran 0,09 mm s.d 1,70 mm (pasir); dan ukuran 1,70 mm memiliki persentase volume 4% s.d 10% dan ukuran 1,70 mm memiliki persentase volume          11% s.d 16% dan ukuran 1,70 mm memiliki persentase volume 6% s.d 10% dan ukuran 1,70 mm memiliki persentase volume 4% s.d 6% dan ukuran <0,09 mm memiliki ukuran persentase volume 28% s.d 31%. Kata kunci : sedimen, ukuran butir, Pantai Sebala
    corecore