1,720,985 research outputs found

    . Pengaruh Intervensi Edukasi Terhadap Perubahan Perilaku Remaja Tentang Kesehatan Reproduksi Remaja di SMAN 11 Sinjai Selatan

    No full text
    ABSTRAKZULKIFLI RAHMAN. Pengaruh Intervensi Edukasi Terhadap Perubahan Perilaku Remaja Tentang Kesehatan Reproduksi Remaja di SMAN 11 Sinjai Selatan (di bimbing oleh : Sitti Patimah dan Muhammad Ikhtiar).Permasalahan remaja yang sering berkaitan dengan kesehatan reproduksi adalah berakar dari kurangnya informasi, pemahaman dan kesadaran untuk mencapai keadaan sehat secara reproduksi. Hal-hal yang berkaitan dengan ini yaitu, dimulai dari pemahaman mengenai perlunya pemeliharaan kebersihan alat reproduksi, pemahaman mengenai proses-proses reproduksi, serta dampak dari perilaku yang tidak bertanggung jawab seperti kehamilantidak diinginkan, aborsi, penularan penyakit menular seksual termasuk HIV. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intervensi edukasi terhadap perubahan perilaku remaja tentang kesehatan reproduksi emaja di SMAN 11 Sinjai Selatan. Penelitian ini menggunakan quasi eksperimental designs dengan menggunakan rancangan one group pretest-posttest design yang dilakukan pada 60 siswa responden. Uji hipotesis menggunakan uji wilcoxon.Hasil penelitian ini ditemukan bahwa ada perbedaan intervensi edukasi kesehatan reproduksi remaja terhadap perubahan pengetahuan remaja p=0,000 (

    Hubungan Sistem pengelolaan sampah dengan tingkat kepadatan lalat di Pasar Terong Makassar Tahun 2018

    No full text
    ABSTRAKADHYATMA. A. Hubungan Sistem pengelolaan sampah dengan tingkat kepadatan lalat di Pasar Terong Makassar Tahun 2018 (dibimbing oleh : Muhammad Ikhtiar dan Haeruddin)Sampah telah menjadi permasalahan nasional sehingga pengelolaanya perlu dilakukan secara komprehensif dan terpadu dari hulu ke hilir agar memberikan manfaat secara ekonomi, sehat bagi masyarakat, dan aman bagi lingkungan, serta dapat mengubah perilaku masyarakat. Sesuai dengan standar kota sedang, yaitu tingkat timbulan sampah sebanyak 3 liter/orang/hari. Masih belum sesuainya pengelolaan sampah selama ini dengan metode dan teknik pengelolaaan sampah yang berwawasan lingkungan, sehingga menimbulkan dampak negative terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan hingga perlu menjadi perhatian khusus.Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan rancangan crossectional study yang bermaksud melihat hubungan sistem pengelolaan sampah dengan tingkat kepadatan lalat di Pasar Terong Makassar tahun 2018. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 164 kios yang akan dipilih dengan sistem penarikan sampel yaitu Simple Random Sampling.Hasil penelitian ini yang didapatkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara penyimpanan sampah dengan tingkat kepadatan lalat Di Pasar Terong Makassar, diperoleh nilai p-value= 0,010. Ada pengaruh yang signifikan antara pengumpulan sampah dengan tingkat kepadatan lalat Di Pasar Terong Makassar, diperoleh nilai p-value= 0,023. Ada pengaruh yang signifikan antara pembuangan sampah dengan tingkat kepadatan lalat Di Pasar Terong Makassar, diperoleh nilai p-value= 0,003 dan variabel yang paling berpengaruh adalah variabel penyimpanan dengan nilai p value 0,001

    Faktor yang Berhubungan Dengan Perilaku Seksual (Perilaku Pacaran Remaja) Pada Siswa Di SMPN 1 Labobo Kab.Banggai Laut Sulawesi Tengah.

    No full text
    ABSTRAKShyeila Sandewa. Faktor yang Berhubungan Dengan Perilaku Seksual (Perilaku Pacaran Remaja) Pada Siswa Di SMPN 1 Labobo Kab.Banggai Laut Sulawesi Tengah. (Dibimbing oleh Muhammad Ikhtiar dan H. Muh.Khidri Alwi).Perilaku seksual adalah segala tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual baik yang dilakukan sendiri, dengan lawan jenis maupun sesama jenis. Perilaku pacaran remaja adalah proses pengenalan antar lawan jenis pada dua insan muda yang menjalaninya dengan perasaan cinta dan saling mengakui pasangan sebagai pacar.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku seksual (perilaku pacaran remaja) pada siswa di SMPN 1 Labobo Kab.Banggai Laut Sulawesi Tengah.Penelitian ini merupakan penelitian metode kuantitatif dengan desain penelitian Cross Sectional Study.Populasi semua siswa kelas VII dan VIII dengan jumlah Sampel sebanyak 74 responden. Penelitian ini diolah menggunakan system komputerisasi dengan bantuan program SPSS. Dengan Analisis data yang digunakan adalah analisis, univariat, bivariat dan multivariat.Hasil penelitian yang diperoleh adalah ada hubungan penggunaan teknologi dalam menonton vidio porno dimana nilai p=0,003 (

    ANALISIS KINERJA KADER JURU PEMANTAU JENTIK DALAM PENGENDALIAN DBD DI KOTA KENDARI TAHUN 2017

    No full text
    ABSTRAKElis Sulasri Rudin. Analisis Kinerja Kader Juru Pemantau Jentik Dalam Pengendalian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Kendari Tahun 2017 (dibimbing oleh Muhammad Nadjib Bustan dan Muhammad Ikhtiar).Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) atau Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) merupakan salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue melalui gigitan nyamuk Aedes aegepti yang masih menyerang penduduk dunia saat ini. Di indonesia penyakit ini masih merupakan masalah kesehatan karena masih banyak daerah yang endemik. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menentukan variabel yang paling berhubungan terhadap kinerja kader jumantik dalam pengendalian DBD di Kota Kendari.Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi potong lintang dengan jumlah sampel 96 responden.Hasil: Hasil analisis ini menggunakan uji kai kuadrat yang menunjukkan bahwa yang memiliki hubungan dengan kinerja kader juru pemantau jentik yaitu keterampilan diperoleh nilai p=0.000 (

    ANALISIS RISIKO PAJANAN PARTICULATE MATTER 10(PM10) DI UDARA AMBIEN PADA PEKERJA DIPABRIK SEMEN BOSOWA

    No full text
    ABSTRAKSYAMSINAR KADIR. Analisis Risiko Pajanan Particulate Matter 10 (PM 10) di Udara Ambien pada Pekerja di Pabrik Semen Bosowa (dibimbing oleh Muhammad Ikhtiar dan Agus Bintara).Tujuan penelitian ini untuk (1) menganalisis asupan pajanan, (2) tingkat risiko, serta (3) menganalisis manajemen pengendalian untuk meminimalisir risiko pada pekerja di pabrik semen Bosowa akibat pajanan PM10 di udara ambien.Penelitian ini menggunakan desain Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL). Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 315 orang, kemudian diambil sampel menggunakan rumus lameshow menjadi 74 responden dengan menggunakan teknik accidental sampling.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) kadar PM10 di udara ambien, Bagian Pengemasan 2,27 mg/m3, Bagian Penggilingan semen Horizontal 2,51 mg/m3, dan bagian penggilingan semen Vertical 2,80 mg/m3. perhitungan besar risiko, (2) pekerja dengan RQ ? 1 sebanyak 28 orang (37,8%) dan dengan RQ > 1 sebanyak 46 orang (62,2%). (3) Manajemen risiko yang perlu dilakukan yaitu menghitung kadar batas aman untuk asupan konsentrasi (C), waktu pajanan (tE), frekuensi pajanan aman (fE), dan durasi pajanan aman (Dt), adapun cara pengelolaan risiko dengan pendekatan teknologi, social-ekonomi, institusional, dan komunikasi risiko.Sebaiknya Pemeriksaan berkala terhadap kadar Biomarker PM10, Penanaman tanaman atau pohon penyerap polutan, Pekerja dipabrik semen bosowa perlu memperhatikan gizi, Pekerja mematuhi aturan-aturan di pabrik semen dengan menggunakan APD lengkap dan sesuai syarat pada saat bekerja, serta pemberian sanksi bagi pekerja yang tidak menggunakan APD lengkap dan sesuai syarat pada saat bekerja.Daftar Pustaka : 34 (2000-2016)Kata Kunci : Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan(ARKL), Particulate Matter 10 (PM 10), Pekerja Pabrik Seme

    Analisis Pengaruh Mutu Pelayanan Terhadap Kepuasan Pasien Rawat Inap Di RSUD Haji Makassar Tahun 2016,

    No full text
    ABSTRAKFischa Rahmatullaily, Analisis Pengaruh Mutu Pelayanan Terhadap Kepuasan Pasien Rawat Inap Di RSUD Haji Makassar Tahun 2016, (dibimbing oleh Arman dan Muhammad Ikhtiar)Mutu pelayanan yang rendah akan mengakibatkan ketidakpuasan pelanggan dengan munculnya berbagai keluhan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mutu pelayanan rawat inap terhadap kepuasan pasien di RSUD Haji Makassar.Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional, yakni suatu penelitian yang bertujuan untuk melihat suatu hubungan pada waktu yang sama antara variabel-variabel independen dan variabel dependen, studi dilakukan untuk menganalisis pengaruh variabel indenpenden,Adapun jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 73 pasien..Uji statisitik yang digunakan adalah chi square dan regresi logistik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh mutu pelayanan terhadap kepuasan pasien rawat inap yaitu Persyaratan .(?=0,001), Prosedur (?=0.001), Waktu pelayanan (?=0,000). Biaya/tariff (?=0,000), Produk spesifikasi jenis pelayanan (?=0,001), Kompetensi pelaksana (?=0,001), perilaku pelaksana (?=0,000), Maklumat pelayanan (?=0,003), penanganan pengaduan, masukan dan saran (?=0,007).Hasil analisa regresi logistik dengan metode backward stepwise (conditional), didapatkan kesimpulan bahwa variabel biaya/tarif merupakan variabel yang sangat berpengaruh terhadap kepuasan pasien rawat inap di RSUD Haji Makassar.Kata kunci : Mutu pelayanan, kepuasan, pasie

    Analisis Hubungan Riwayat Keluarga Dan Stres Dengan Kejadian Diabetes Melitus Pasien Rawat Inap Di RS Bhayangkara Makassar Tahun 2017 (

    No full text
    ABSTRAKSudirman. Analisis Hubungan Riwayat Keluarga Dan Stres Dengan Kejadian Diabetes Melitus Pasien Rawat Inap Di RS Bhayangkara Makassar Tahun 2017 (Dibimbing oleh H.Muh Khidri Alwi dan Muhammad Ikhtiar)Prevalensi diabetes melitus meningkat secara global teristimewa menjadi perhatian di negara Asia. Perkiraan secara global 366 juta individu yang diabetes melitus.. Perkiraan di tahun 2020 penyakit ini merujuk kepada kematian dari 7 orang dari setiap 10 orang di negara berkembang (Betteng, 2014). Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui hubungan riwayat keluarga dan stress dengan kejadian diabetes melitus pasien rawat inap di RS Bhayangkara Makassar.Jenis penelitian adalah penelitian Kuantitatif dengan Pendekatan Cross Sectional Study dengan total sampel 58 di RS Bayangkara yang memenuhi kriteria inklusi. Penelitian dilakukan mulai 13 agustus sampai dengan 13 september.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan riwayat keluarga dengan kejadian diabetes mellitus dengan nilai p = 0,031 dan ada hubungan antara stress dengan kejadian diabetes mellitus dengan nilai p = 0,025 di RS Bayangkara Kota Makassar. Hasil uji regresi logistik diperoleh hasil nilai 0,170 dengan p (sig) = 0,006 artinya kedua variabel tersebut secara signifikan dapat untuk memprediksi atau berhubungan dengan penyakit diabetes melitus. Sebaiknya sebagai seorang tenaga kesehatan mampu melakukan promotif dan preventif sehingga dapat mengurangi risiko peningkatan penyebaran penyakit dikalangan masyarakat secara merata khususnya bagi penderita diabates mellitus.Kata Kunci : Riwayat Keluarga, Stres, Diabates Mellitu

    ANALISIS RISIKO TERHADAP KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) DI PUSKESMAS JUMPANDANG BARU 2015-2017

    No full text
    ABSTRAKULVY PRATIWY D. Analisis Risiko Terhadap Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) Di Puskesmas Jumpandang Baru Makassar 2015-2017 (dibimbing oleh Muhammad Ikhtiar dan Suharni)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui risiko kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) di Puskesmas Jumpandang Baru 2015-2017. Penelitian ini menggunakan desain case control, sampel penelitiana adalah ibu yang melakukan kunjungan ANC (Ante Natal Care) dan melahirkan pada tahun 2015-2017 ditolong oleh tenaga kesehatan.Sampel dalam penelitian ini berjumlah 186 dengan perbandingan kasus kontrol 1:1. Cara pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Analisis menggunakan uji OR. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya kejadian BBLR (46 kasus) sebagian besar adalah pada ibu yang berumur antara 35 tahun (73.0%) berisiko 4.375 kali, ukuran LILA (89.9%) berisiko 184.675 kali, paritas >3 kali (89.5%) berisiko 17.607 kali, pendidikan (49.3%) dan pekerjaan (61.5%). Umur, ukuran LILA dan paritas berisiko terhadap kejadian BBLR namun yang paling berhubungan terhadap risiko kejadian BBLR adalah ukuran LILA (OR=184.675)Sebaiknya ibu yang mengetahui dirinya sedang hamil segera ke tempat pelayanan kesehatan untuk memeriksakan diri dan sebaiknya tenaga kesehatan gencar dalam melakukan promotif kepada PUS (Pasangan Usia Subur) tentang hal-hal yang harus dipersiapkan pada masa sebelum memasuki masa kehamilan, pada masa kehamilan dan pasca melahirkan sehingga dapat mengurangi risiko terjadinya kelahiran bayi dengan bayi berat lahir rendah (BBLR).Kata Kunci : BBLR, Umur ibu, Ukuran Lila, Paritas, Pendidikan dan Pekerjaa

    FAKTOR RISIKO KEJADIAN KANKER PAYUDARA PADA WANITA DI RUMAH SAKIT IBNU SINA YW UMI TAHUN 2016

    No full text
    ABSTRAKHasanuddin. Faktor risiko kejadian kanker payudara pada wanita di Rumah Sakit Ibnu Sina YW-UMI Makassar 2016 (dibimbing oleh Fatma Afrianty Gobel dan Muhammad Ikhtiar). Kanker payudara adalah suatu penyakit neoplasma yang ganas yang berasal dari jaringan parenchyma. Penyakit ini merupakan jenis kanker paling umum yang diderita kaum wanita. Kaum pria juga dapat terserang kanker payudara, walaupun kemungkinannya lebih kecil dari 1 di antara 1000. Data WHO tahun 2013, memperkirakan lebih dari 7 juta orang terdiagnosa menderita kanker payudara setiap tahun dan 5 juta meninggal karena kanker payudara. Survey terakhir di dunia menunjukkan bahwa setiap 3 menit ditemukan penderita kanker payudara dan setiap 11 menit ditemukan seorang wanita meninggal akibat kanker payudara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko kejadian kanker payudara pada wanita di Rumah Sakit Ibnu Sina YW-UMI Makassar 2016. Penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan desain case control study dengan besar sampel sebanyak 170 orang terdiri dari 85 kelompok kontrol dan 85 kelompok kasus dengan perbandingan 1:1. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat, bivariat dan multivariat. Hasil analisis bivariat yang merupakan faktor risiko kejadian kanker payudara adalah Umur menarche (OR = 3,361), lama menyusui (OR = 2,268), jenis kontrasepsi (OR = 2,889), lama penggunaan kontrasepsi (OR = 2,015), lama menggunakan bra (OR = 6,579), ukuran bra (OR = 1,536), riwayat obesitas (OR = 2,606). Dengan hasil analisis multivariat dengan uji regresi logistic ganda menunjukkan bahwa Wanita yang menggunaan bra ? 12 jam/hari berisiko 4.943 kali dibandingkan dengan wanita yang menggunakan bra < 12 jam/hari setelah dikontrol oleh variable ukuran cup bra, lama menyusui, jenis kontrasepsi dan umur menarche. Penelitian menyarangkan kepada wanita untuk memberikan ASI eksklusif serta menggunakan bra yang sesuai dengan ukuranya dan tidak lebih dari 12 jam/hari dan tidak menggunakan kontrasepsi hormonal lebih dari 12 tahun serta berolaraga yang rutin dan menjaga pola makan.Daftar Pustaka : 49 (1995-2015)Kata Kunci : Kanker payudara, wanita, faktor risik

    Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan pada Anak Balita di Pulau Kodingareng Kecamatan Sangkarrang Kota Makassar Tahun 2017

    No full text
    ABSTRAKTri Hardiyanti Rahmawan. Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan pada Anak Balita di Pulau Kodingareng Kecamatan Sangkarrang Kota Makassar Tahun 2017 (dibimbing oleh Hasanuddin Ishak dan Muhammad Ikhtiar). Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui faktor yang berhubungan kejadian kecacingan pada anak balita tahun di Pulau Kodingareng Kecamatan Sangkarrang Kota Makassar. Adapun variabel yang diteliti yakni pengetahuan ibu, minum obat cacing, kebiasaan mencuci tangan, kebiasaan memakai alas kaki, dan kebersihan kuku.Penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan rancangan penelitian cross secsional. Penelitian ini dilakukan pada anak balita di Pulau Kodingareng dengan total sampel 121 namun yang berpartisipasi dalam penelitian ini hanya 76 orang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April tahun 2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: dari 76 orang 62 orang yang positif kecacingan dan 14 orang yang tidak berisiko setelah dilakukan pemeriksaan fases di laboratorium. Jenis gabungan kedua cacing ascaris lumbricoides dan trichuris trichiura yang ditemukan dalam fases yang paling banyak namun masih dalam kategori ringan dalam intensitas kecacingan. Adapun hasil uji Chi Square menunjukkan bahwa variabel yang hubungan dengan kejadian kecacingan adalah pengetahuan ibu (p=0.000), kebiasaan cuci tangan (p=0.000), kebiasaan memakai alas kaki (p=0.001), dan kebersihan kuku (p=0.000) sedangkan variabel yang tidak berhubungan adalah minum obat cacing (p=0.623). Kesimpulan faktor yang mempengaruhi kejadian kecacingan pada anak balita di Pulau kodingareng adalah pengetahuan ibu, serta kebersihan personal anak yakni mencuci tangan, sering menggunakan alas kaki serta rutin memotong kuku. Peneliti menyarankan upaya pencegahan kejadian kecacingan kepada anak anak untuk memperhatikan sanitasi lingkungan dan higiene perorangan serta mencari faktor risiko kecacingan.Kata Kunci: Kecacingan, hygiene perorangan, Balita, Pulau Kodingareng
    corecore