1 research outputs found

    PROTOTYPE PLT ANGIN MENGGUNAKAN KINCIR ANGIN VERTIKAL TIPE SAVONIUS

    No full text
    ABSTRAK   Sulistyono, Muhammad Hany. 2011. Prototype PLT Angin Menggunakan Kincir Angin Vertikal Tipe Savonious.Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro. Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) M Rodhi Faiz, S.T.,M.T., (2) Drs. Dwi Prihanto, S.S.T, M.Pd.   Kata kunci: PLT Angin, Kincir Angin Vertikal, Savonious, Generator Axial   Energi fosil yang ketersediaanya semakin lama semakin menipis menjadikan manusia harus berfikir keras untuk mencari alternatif sumber energi lain. Diantara sumber energi alternatif yang banyak tersedia di alam secara melimpah yaitu energi sinar matahari, panas bumi, aliran sungai, energi gerak angin dan lain sebagainya. Dalam Prototype PLT angin yang dibuat ini merupakan salah satu upaya untuk memanfaatkan energi yang tersedia melimpah di alam yaitu energi gerak angin. Tujuan dari pembuatan alat ini yaitu: (1). merencanakan prototype pembangkit listrik tenaga angin menggunakan kincir angin vertikal tipe Savonius. (2) membuat prototype pembangkit listrik tenaga angin menggunakan kincir angin vertikal tipe Savonius. (3) menguji konversi energi kinetik angin pada prototype pembangkit listrik tenaga angin menggunakan kincir angin vertikal tipe Savonius. Metode desain dan perencanaan meliputi: (1). desain perencanaan pembuatan kincir angin vertikal tipe Savonius, (2). desain perencanaan pembuatan generator axial 3 fasa, (2) desain perencanaan pembuatan rangkaian penyearah tegangan tiga fasa, (4). pemilihan media penyimpanan daya Berdasarkan pengujian dan analisis pada masing-masing komponen utama dapat ditarik kesimpulan (a). untuk mulai berputar kincir memerlukan terpaan angin dengan kecepatan 1,67 m/s pada kondisi tanpa beban generator dan kecepatan 2,23 m/s pada kondisi dibebani generator, semakin tinggi kecepatan angin maka rpm kincir dan generator juga semakin tinggi, (b). besar rpm generator kurang lebih sama dengan dua kali rpm kincir, (c). pada rpm 300 output tegangan generator besarnya 17,7 volt hal ini menunjukkan output tegangan kurang sesuai dengan rancangan, hal ini kemungkinan pertama karena penyebaran fluksi magnet yang kurang merata pada setiap kutubnya mengingat bentuk dari magnet yang kurang sempurna, kemungkinan kedua kurang telitinya pembuat dalam menghitung banyaknya lilitan pada setiap kumparan, kemungkinan ketiga kurang teliti dalam pengujian alat, (d). Kecepatan angin yang berubah-ubah menjadikan rpm kincir dan generator juga berubah-ubah, sehingga tegangan output generator juga berubah-ubah, (e). untuk rpm 300 generator menghasilkan output arus sebesar 65 mA hal ini menunjukkan output arus dari generator masih sangat kecil untuk dibebani. Dalam percobaan dihubungkan dengan beban, generator hanya mampu menyuplai beban 20 lampu led saja, dan untuk megisi baterai aki butuh waktu yang sangat lama.
    corecore