328 research outputs found

    Bibliographic dataset on safe routing

    No full text
    <p>Bibliographic dataset on safe routing collected from Web of Science and processed using VOSviewer.</p&gt

    Cultivating Character Education Values in The Book of al-Tabyin alRawi Sharh Arbaᶜīn Nawawī by Muhammad Kashful Anwar alBanjari (1887 - 1940 M./1304 -1359 H)

    No full text
    KH. Muhammad Kashful Anwar al-Banjari (1887 - 1940 M./1304 -1359 H) is one of the most influential Islamic scholars in Banjar land. He educated many influential students in the Islamic world, especially in Banjar land, and had one phenomenal work, the book of al-Tabyin al-Rawi Sharh Arbaᶜīn al-Nawawī, the sharh book of hadiths which was written by Imam al-Nawawi. This book is claimed to be the first Sharh book in Banjar. This paper was intended to discuss his explanation toward hadiths that discuss the values of character education. The contents of this book were very interesting because, before the provision of eighteen educational character values set by the Ministry of Education in Indonesia, it turned out that he had already provided an understanding of this character education. His understanding of the book was analyzed by content analysis. This study aimed to 1. Understand the concept of character education proposed by KH. Muhammad Kashful Anwar al-Banjari in the book of al-Tabyin al-Rawi Sharh Arbaᶜīn al-Nawawī; 2. Reveal his understanding in explaining the hadiths related to character education. The results of the study found that KH. Muhammad Kashful Anwar al-Banjari understood that the concept of character education had been regulated in Islam, and had stages in realizing it. According to him, there were two types of character, namely: the first must be done, the second must be abandoned, and his understanding was in line with the concept of character education expressed by scientists today

    al-Tabyīn al-Rawī Sharḥ Arbac īn al-Nawāwī Kitab Sharḥ Hadith Pertama di Banjar (Kalimantan Selatan)

    No full text
    Kitab al-Tabyīn al-Rawī Sharḥ Arbac īn al-Nawāwī adalah karya KH. Muhammad Kasyful Anwar al-Banjari yang merupakan seorang ulama Nusantara yang memiliki kepakaran dalam hadith. Beliau merupakan ulama yang memiliki nasab keturunan sampai kepada Syeikh Muhammad Arshad al-Banjari. Kajian ini diperlukan kerana sumbangan beliau dalam khazanah hadith Nusantara perlu di apresiasi kerana kitab ini di anggap sebagai kitab syarah hadith pertama ulama Banjar. Seterusnya kitab ini banyak digunakan di pengajian-pengajian agama, dan terutama di pondok-pondok pesantren terutama di pondok pesantren Darussalam Martapura Kalimantan Selatan Indonesia. Objektif artikel ini adalah untuk memperkenalkan karya KH. Muhammad Kasyful Anwar al-Banjari iaitu kitab al-Tabyīn al-Rawī Sharḥ Arbac īn al-Nawāwī. Metodologi kajian adalah berbentuk analisis kandungan sepenuhnya kerana segala maklumat dan data hanya diperolehi dari pengumpulan dokumen. Data diproses mengikut tema-tema khusus berdasarkan ilmu sharḥ hadith dan dikemukakan secara deskriptif. Hasil kajian mendapati kitab al-Tabyīn al-Rawī Sharḥ Arbac īn al-Nawāwī adalah kitab sharḥ pertama yang ditulis ulama Banjar. Metode sharḥ yang digunakan oleh KH. Muhammad Kasyful Anwar al-Banjari adalah ijmali, kemudian analisis yang digunakan KH. Muhammad Kasyful Anwar al-Banjari adalah analisis isi kemudian kitab ini memiliki karakter sharḥ hadith Arbac īn imam Nawawi

    Metode Syaykh Muhammad Yâsîn al-Fâdânî al-Makkî Dalam Penyusunan Kitab Hadis al-Arba’ûn al-Buldâniyyah

    No full text
    H. Faisal Muqrabi 1101421166, Metode Syaykh Muhammad Yâsîn al-Fâdânî al-Makkî Dalam Penyusunan Kitab Hadis al-Arba’ûn al-Buldâniyyah, di bawah bimbingan Dr. Akhmad Sagir, M.Ag. dan Dr. Dzikri Nirwana, M.Ag. Kata Kunci: Metode Syaykh Muhammad Yâsîn,Kitab al-Arba’ûn al-Buldâniyyah. Dalam sejarah, adanya dukungan dari Nabi saw, dan munculnya berbagai problem mendorong kuat agar dilakukan penghimpunan hadis menjadi sebuah kitab hadis. Dorongan tersebut membekas dalam Islam secara berkepanjangan meskipun problem yang dimaksud sudah tidak ada. Sehingga penghimpunan hadis dengan jenis dan cara yang beragam banyak dilakukan, salah satuya adalah Muhammad Yâsîn al-Fâdânî al-Makkî yang memiliki banyak karya di bidang hadis, di antaranya kitabal-Arba’ûn al-Buldâniyyah arba’ûn hadîstan ‘an arba’în syaykhan min arba’în baladan. Dalam kitab tersebut terhimpun sejumlah hadis Nabi saw yang bersumber dari sekian banyak kitab hadis. Tidak terbatas pada kitab-kitab yang terkenal saja, seperti Shahîhal-Bukhârî, Shahîh Muslim. Keunikan kitab tersebut menghimpun 40 hadis dari 40 orang guru beliau yang berasal dari 40 kota atau negara. Oleh sebab itu menarik dilakukan kajian terhadap jenis dan metode penyusunan kitab tersebut, karena beliau ulama yang gigih dalam melakukan rihlah untuk mendapatkan sanad hadis maupun sanad kitab sehingga beliau di beri gelar oleh ulama-ulama di abad 20 M sebagai musnid ad-Dunya (pemegang sanad dunia). Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah; (1) Apa metode kitabal-Arba’ûn al-Buldâniyyah arba’ûn hadîstan ‘an arba’în syaykhan min arba’în baladan. (2) Bagaimana sistematika uraian syaykh Muhammad Yasin dalam penyusunan kitab al-Arba’in. Dan (3) Bagaimana referensi yang dirujuk oleh syaykh Muhammad Yasin dalam penyusunan kitab al-Arba’in Kajian dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif dan pendekatan teori penyusunan kitab hadis.Dalam pengumpulan data digunakan teknik dokumenter dan deskriptif analisis Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kitab al-Arba’ûn al-Buldâniyyah Arba’ûn Hadîstan ‘an Arba’în Syaykhan min Arba’în Baladan masuk dalam kategori jami’, dan metode penyusunannya adalah al-arba’iniyyat’ yaitu menghimpun 40 buah hadis atau lebih dari sejumlah kitab hadis, dari sejumlah ulama hadis kemudian dijadikan dalam satu kitab, baik memakai satu topik tertentu ataupun tidak. Dalam penyusunan kitab al-Arba’ûn al-Buldâniyyah Arba’ûn Hadîstan ‘an Arba’în Syaykhan min Arba’în Baladan Syaykh Yâsîn mengutip dari berbagai sumber dengan topik berbagai macam permasalahan disertai sanad yang beliau dengar langsung dari ulama-ulama hadis yang sampai kepada mukharrij-nya (kitab pokok yang beliau rujuk)

    SYNTHESIS AND EVALUATION OF C02 PHILIC S URFACT ANTS FOR C02 MOBILITY CONTROL FOR EOR APPLICATIONS

    No full text
    The drop in IFT is associated with the triple tailed surfactant possessing short branches. carbonyl groups and methyl groups at the tail portion of the surfactant. It provides suitable sites for C02 to interact intermolecularly with the surfactant. The foam stability of the surfactants which lowered the IFT to less than 10 mN/m were evaluated. Triple tailed surfactant possess the most stable foam (20 mins) compared to the twin tailed surfactant (18 minutes) and single tailed surfactant at 13 mins. Commercial surfactants AOS and DuPont FS50 have foam stability at 5 and 10 minutes respectively at 90°C and in the presence of oil. The MRF values reflect the same trend as IFT lowering and foam stability. Three tailed surfactant has the largest MRF of 3.4, the twin tailed at 3.3 and the single tailed at 2.93. AOS and DuPont FS50 MRF was 1.3 and 2.5 respectively. It appears that the surfactant having structure which demonstrates favourable C02 affinity has the largest IFT reduction, highest foam stability and MRF values

    Dakwah Muhammad Arif Hakim di Perguruan Pencak Silat Laskar Ikhwan As-Shafa

    No full text
    Supriyadi: 1201311278. Dakwah Muhammad Arif Hakim di Perguruan Pencak Silat Laskar Ikhwan As-Shafa. Pembimbing: (1) Dr. H.Ahmad Sagir, M. Ag (2) Syaipul Hadi, S.IP., MA . Kata kunci: kegiatan dan Metode Dakwah Muhammad Arif Hakim di Perguruan Pencak Silat Laskar Ikhwan As-Shafa. Penelitian ini bertolak dari adanya perjuangan seorang da’i muda yang selama lebih dari 12 tahun menggeluti dakwah dikalangan anak muda. Banyaknya kegiatan-kegiatan yang menyimpang pada jaman dahulu dari 2003-2005, lalu adanya perubahan yang terjadi semenjak 2005 hingga ketahun 2018 Perubahan-perubahan ini tentu mempunyai alasan besar dibalik itu semua. Setelah perubahan yang begitu derastis tersebut maka penulis kemudian berasumsi bahwa ada kegiatan dakwah yang dilakukan di kalangan anak muda khususnya generasi muda di wilayah Tamban yang dilakukan oleh da’i muda M.Arif Hakim. Penelitian ini berusaha mengungkap apa saja kegiatan dakwah yang dilakukan oleh M.Arif Hakim melalui media Perguruan Pencak Silat Laskar Ikhwan As-Shafa dan metode dakwah apa aja yang digunakan M.Arif Hakim dalam melaksanakan dakwahnya tersebut. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan Kualitatif dalam menemukan dakwah dari seorang M.Arif Hakim di Kecamatan Tamban. Subjek penelitian ini meliputi orang-orang yang berhubungan serta mengetahui proses dakwah dari seorang M.Arif Hakim melalui media Pencaksilat di Perguruan Pencak Silat Laskar Ikhwan As-Shafa. teknik yang di gunakan dalam memperoleh data adalah observasi sistemik wawancara terstruktur dan dokumentasi Hasil penelitian ini dianalisis dengan metode Logika deduktif, dari analisis diperoleh bahwa ada beberapa kegiatan dakwah yang dilakukan oleh M.Arif Hakim melalui media Pencaksilat di Perguruan Pencak Silat LaskarIkhwan As-Shafa. Di antaranya, membentuk majelis ta’lim Ikhwan As-Shafa, yang kedua melaksanakan pelatihan pisik untuk tetap menjaga kesehatan sekaligus juga mengolah pisik dengan metode do’a dan yang ketiga membentuk pola pendidikan mandiri

    PEMAHAMAN HADIS TENTANG KEHIDUPAN ALAM BARZAKH

    No full text
    Muhammad Suhardi: 2014. Pemahaman Hadis Tentang Kehidupan Alam Barzakh, Skripsi, Jurusan Tafsir Hadis Fakultas Ushuluddin dan Humaniora IAIN Antasari Banjarmasin, 2014. Pembimbing I: Dr. Akhmad Sagir, M.Ag, dan Pembimbing II: Dra. Hj. Noor’ainah, M.Fil.l. Alam barzakh merupakan bagian dari alam ghaib yang tidak diketahui oleh manusia, kecuali atas informasi dari Allah swt. melalui Nabi-Nya. Alam ini termasuk sesuatu yang wajib diimani adanya, dan mempersiapkan bekal untuk menghadapinya. Dalam masalah ini sudah disebut dalam bentuk Alquran dan alhadis, motivasi dan peringatan (basyiran wa nadzira) agar manusia selalu mengingat mati dan berbuat baik selama hidup di dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman hadis tentang kehidupan alam barzakh dari sisi tekstual dan kontekstual. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan sumber-sumber data dari literatur yang terkait. Metode yang digunakan ialah metode deskriptif yaitu menggambarkan topik yang membahas kehidupan alam barzakh dalam hadis-hadis Nabi Muhammad saw. secara mendalam dan menyeluruh. Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan pendekatan fiqh al-hadîts yang menyangkut kajian pemahaman hadis, untuk menjelaskan dan mengungkap hadis-hadis Nabi Muhammad saw. Adapun yang berkaitan dengan kehidupan alam barzakh, langkah-langkahnya, (a) menentukan tema penelitian, (b) menghimpun hadis-hadis yang terkait dengan penelitian, (c) mengumpulkan bahan-bahan dan rujukan yang terkait dengan yang diteliti sebagai bahan pengayaan dan pijakan (d) menganalisa hadis-hadis secara tekstual dan kontekstual dengan merujuk kepada referensi yang relevan, (e) menyimpulkan hasil penelitian. Setelah dilakukan penelitian dengan langkah-langkah yang telah ditetapkan tersebut maka diperoleh hasil penelitian sebagai berikut: Secara tekstual, hadis-hadis tentang kehidupan alam barzakh ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari, dijelaskan beberapa keadaan orang mati di alam barzakh. Antara lain adalah: a); bahwa orang mati mendengar suara langkah kaki orang yang hidup. b); bahwa orang mati berteriak saat ditandu menuju kuburnya. c); bahwa orang mati mendengar pembicaraan orang yang hidup. Secara kontekstual, dilihat dari konteks historis hadis tentang kehidupan alam barzakh ialah hadis tentang mendengarnya orang mati terhadap langkah kaki orang yang hidup, ia merupakan hadis motivasi dan peringatan kepada manusia tentang beberapa hal, yaitu: pertama, bahwa setiap orang yang mati pasti akan dikubur, siapapun dia. Kedua, setiap orang yang mati pasti ditinggalkan oleh keluarga dan teman-temannya, sehingga hanya sendirian didalam kubur, bahkan diperdengarkan suara langkah kaki mereka. Seakan-akan langkah kaki mereka ingin mengatakan, bahwa mereka telah pergi meniggalkannya sendirian. Ketiga, setiap orang yang mati pasti ditemui oleh dua Malaikat yang akan mengajukan pertanyaan-pertanyaan. Apabila pertanyaan-pertanyaan itu mampu dijawab, maka ia akan selamat. Sebaliknya, apabila tidak mampu dijawab dengan baik, maka siksa kubur akan menimpanya sampai hari kebangkitan
    corecore