1 research outputs found
Analisis Kebutuhan Kapasitas Produksi Mortar Instan Menggunakan Metode Perencanaan Kapasitas Rough Cut (Studi Kasus: PT. Bumi Sarana Beton)
The rapid development of the industrial world has increased competition among companies, especially in meeting production needs for large and timely demand. This research aims to understand the production process, predict and analyze capacity requirements, and determine the appropriate instant mortar production target for the companies. Forecasting methods are used to estimated incoming demand, and Rough Cut Capacity Planning (RCCP) is employed to determine the capacity a production facility can provide or need within a certain period. RCCP calculates the required capacity using three inputs: MPS, Production Time, and Historical Proportion. Forecasting results using the Single Exponential Smoothing method with a smoothing factor of 0.9 yield the smallest error indicators for four metrics: MAD, MSE, MFE, and MAPE. RCCP results, with a utility of 0.83 and efficiency of 0.93, indicate that the 2023 production capacity requirement is 239,066,667 minutes, while capacity availability is 184,535,560 minutes, meaning the production target cannot be met on time. To determine the appropriate production target, the company employs two strategies: increasing the production load by adjusting the MPS with a production capability of 276,803 and enhancing capacity by implementing a three-shift system, thereby boosting facility production.Perkembangan dunia industri yang semakin pesat telah meningkatkan persaingan antar perusahaan, terutama dalam memenuhi kebutuhan produksi untuk permintaan yang besar dan tepat waktu. Penelitian ini bertujuan untuk memahami proses produksi, memprediksi dan menganalisis kebutuhan kapasitas, serta menentukan target produksi mortar instan yang tepat bagi perusahaan. Metode peramalan digunakan untuk memperkirakan permintaan yang akan datang, dan Rough Cut Capacity Planning (RCCP) digunakan untuk menentukan kapasitas yang dapat disediakan atau dibutuhkan oleh fasilitas produksi dalam periode tertentu. RCCP menghitung kapasitas yang dibutuhkan dengan menggunakan tiga input: MPS, Waktu Produksi, dan Proporsi Historis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi mortar instan melibatkan dua proses: pemuatan & pencampuran dan pengemasan, dengan bahan baku termasuk kapur, pasir, semen, dan bahan tambahan untuk produk alas tipis dan plesteran, kecuali mortar yang tidak menggunakan pasir. Hasil peramalan dengan menggunakan metode Single Exponential Smoothing dengan faktor pemulusan sebesar 0,9 menghasilkan indikator kesalahan terkecil untuk empat metrik: MAD, MSE, MFE, dan MAPE. Hasil RCCP, dengan utilitas sebesar 0,83 dan efisiensi sebesar 0,93, menunjukkan bahwa kebutuhan kapasitas produksi tahun 2023 sebesar 239.066.667 menit, sedangkan ketersediaan kapasitas sebesar 184.535.560 menit, yang berarti target produksi tidak dapat dipenuhi tepat waktu. Untuk menentukan target produksi yang tepat, perusahaan menggunakan dua strategi: meningkatkan beban produksi dengan menyesuaikan MPS dengan kemampuan produksi 276.803 dan meningkatkan kapasitas dengan menerapkan sistem tiga shift, sehingga dapat meningkatkan produksi fasilitas
