2 research outputs found

    Kemampuan Unit Koagulasi-Flokulasi untuk Menurunkan Total Fosfat dan COD dalam Pengolahan Air Sungai Menggunakan Koagulan Fe₂(SO₄)₃ dan Al₂(SO₄)₃

    No full text
    Sungai berperan sebagai sumber daya air yang esensial dalam mendukung kebutuhan domestik, pertanian, dan industri. Akan tetapi, peningkatan beban pencemar yang berasal dari limbah domestik, industri, serta aktivitas pertanian telah menurunkan kualitas air sungai secara signifikan. Sungai Jagir, yang termasuk dalam Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas di Surabaya, menerima beban pencemar domestik mencapai 75,48 ton per hari. Kondisi ini menyebabkan tingginya konsentrasi Chemical Oxygen Demand (COD) dan total fosfat yang memicu terjadinya eutrofikasi serta penurunan kadar oksigen terlarut dalam badan air. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas proses koagulasi-flokulasi menggunakan koagulan aluminium sulfat (Al₂(SO₄)₃) dan feri sulfat (Fe₂(SO₄)₃) pada variasi gradien kecepatan (701,48 detik⁻¹ dan 802,2 detik⁻¹) serta kondisi air baku musiman (musim hujan dan musim kemarau). Peneliti melaksanakan pengolahan air melalui uji jar test yang diikuti proses sedimentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fe₂(SO₄)₃ pada gradien kecepatan 802,2 detik⁻¹ memberikan efisiensi penyisihan tertinggi, dengan penurunan COD sebesar 68,4% pada musim hujan dan 88,1% pada musim kemarau, serta penyisihan total fosfat hingga 96,77%. Analisis FTIR terhadap flok memperlihatkan bahwa Fe₂(SO₄)₃ lebih efektif dalam membentuk gugus fungsi yang mengikat fosfat dan senyawa organik dibanding Al₂(SO₄)₃, sehingga menunjukkan keunggulan teknis dalam membentuk flok yang lebih besar, padat, dan stabil. Tetapi dari aspek non-teknis terutama biaya, penggunaan Al₂(SO₄)₃ dinilai lebih efisien dibandingkan Fe₂(SO₄)₃. Perhitungan pengeluaran biaya dibandingkan dengan PDAM Ngagel, yang saat ini menggunakan koagulan PAC dosis rata-rata 70 mg/L, menunjukkan bahwa Al₂(SO₄)₃ memiliki potensi menurunkan biaya operasional koagulan secara signifikan. ===================================================================================================================================== Rivers serve as essential water resources in supporting domestic, agricultural and industrial needs. However, increasing pollutant loads from domestic waste, industry, and agricultural activities have significantly degraded river water quality. Jagir River, which is included in the Brantas Watershed in Surabaya, receives a domestic pollutant load of 75.48 tons per day. This condition causes high concentrations of Chemical Oxygen Demand (COD) and total phosphate that trigger eutrophication and a decrease in dissolved oxygen levels in water bodies. This study aims to evaluate the effectiveness of the coagulation-flocculation process using aluminum sulfate (Al₂(SO₄)₃) and ferric sulfate (Fe₂(SO₄)₃) coagulants at various speed gradients (701,48 seconds-¹ and 802,2 seconds-¹) and seasonal raw water conditions (rainy season and dry season). Researchers carried out water treatment through a jar test followed by a sedimentation process. The results showed that Fe₂(SO₄)₃ at a velocity gradient of 802,2 s-¹ provided the highest removal efficiency, with a COD reduction of 68.4% in the rainy season and 88.1% in the dry season, and a total phosphate removal of up to 96.77%. FTIR analysis of the flocs showed that Fe₂(SO₄)₃ was more effective in forming functional groups that bind phosphate and organic compounds than Al₂(SO₄)₃, thus showing a technical advantage in forming larger, denser and more stable flocs. But from a non-technical aspect, especially cost, the use of Al₂(SO₄)₃ is considered more efficient than Fe₂(SO₄)₃. Calculation of cost expenditure compared to PDAM Ngagel, which currently uses an average PAC coagulant dose of 70 mg/L, shows that Al₂(SO₄)₃ has the potential to significantly reduce coagulant operational costs

    Kemampuan Unit Koagulasi-Flokulasi untuk Menurunkan Total Fosfat dan COD dalam Pengolahan Air Sungai Menggunakan Koagulan Fe2(SO4)3 dan Al2(SO4)3

    No full text
    Sungai merupakan salah satu sumber daya air yang memiliki peran penting dalam kehidupan manusia. Namun, meningkatnya pencemaran akibat limbah domestik, industri, dan pertanian telah menyebabkan penurunan kualitas air sungai, termasuk Sungai Jagir yang merupakan bagian dari Sungai Brantas di Kota Surabaya. Sungai Jagir yang termasuk dalam bagian DAS Kali Surabaya menampung beban pencemaran domestik di sepanjang kali sebesar 75.48 ton per hari. Salah satu parameter utama pencemaran adalah tingginya kadar Chemical Oxygen Demand (COD) dan total fosfat, yang berkontribusi terhadap fenomena eutrofikasi dan peningkatan beban pencemar organik disebabkan oleh dekomposisi alga yang menurunkan kadar oksigen dalam perairan. .Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas proses koagulasi-flokulasi dalam menurunkan kadar Chemical Oxygen Demand (COD) dan total fosfat dengan koagulan ferri sulfat Fe2(SO4)3 dan aluminium sulfat Al2(SO4)3. Proses pengolahan dilakukan dengan susunan reaktor koagulasi-flokulasi, lalu ke bak sedimentasi untuk diendapkan. Data yang diuji dan dianalisis meliputi sumber air baku meliputi air baku musim panas dan air baku musim hujan, jenis koagulan meliputi koagulan ferri sulfat Fe2(SO4)3  dan aluminium sulfat Al2(SO4)3, dan gradien kecepatan pada unit koagulasi meliputi 802,2  dan 701,48  . Analisis sampel parameter COD menggunakan metode spektrofotometer uv-vis dan parameter total fosfat menggunakan pada EPHA Method 365.3. Hasil yang didapatkan pada persentase efisiensi penyisihan rata-rata pada parameter COD menggunakan air baku musim hujan, terdapat koagulan Al2(SO4)3 dengan gradien kecepatan 701,48 , Al2(SO4)3 dengan gradien kecepatan 802,2 , koagulan Fe2(SO4)3  dengan gradien kecepatan 701,48 , Fe2(SO4)3  dengan gradien kecepatan 802,2 , secara berturut-turut 22.03%, 30.51%, 60.7%, dan 68.4%. Kemudian pada air baku musim panas secara berturut-turut 65.40%, 70.48%, 83.3%, 88.1%. Hasil yang didapatkan pada persentase efisiensi penyisihan rata-rata pada parameter total fosfat menggunakan air baku musim hujan, terdapat koagulan Al2(SO4)3 dengan gradien kecepatan 701,48 , Al2(SO4)3 dengan gradien kecepatan 802,2 , koagulan Fe2(SO4)3  dengan gradien kecepatan 701,48 , Fe2(SO4)3  dengan gradien kecepatan 802,2 , secara berturut-turut 73.18%, 80.16%, 54.36%, dan 59.22%. Kemudian pada air baku musim panas secara berturut-turut 94.87%, 97.58%, 96.15%, 96.77%. Kata Kunci: Koagulasi-Flokulasi, Chemical Oxygen Demand, Total Fosfat, Koagulan Fe2(SO4)3, Koagulan Al2(SO4)
    corecore