2 research outputs found
Perpaduan Kain Prada Bali dan Kain Lurik pada Pembuatan Busana Avantgarde
ABSTRAK Busana merupakan salah satu kebutuhan primer selain pangan dan papan. Awalnya bentuk dasar busana dibuat berdasarkan fungsinya yakni melindungi tubuh dari gangguan binatang dan sinar matahri. Bentuknyapun masih sederhana dan bahan yang digunakan terbuat dari kulit pohon dan kulit binatang. Dewasa ini selain fungsi utama melindungi tubuh, busana juga dibuat untuk menunjukkan identitas diri seseorang. Oleh karenanya banyak jenis-jenis busana yang ada saat ini, salah satunya avantgarde. Avantgarde ini merupakan style yang bentuknya ekstreme, istilah avantgarde sering dikaitkan dengan dunia seni, kebebasan berekspresi dalam sebuah karya sangat ditonjolkan.Bahan yang digunakan untuk pembuatan busana ini antara lain kain Santung, kain Moskrep (crepe), kain Prada Bali serta kain Lurik. Kain Prada Bali merupakan busanatra disional Bali yang dipakai oleh kaum wanita, kain ini biasa dipakai penari Bali pada saat melakukan pertunjukkan. Selain kain Prada Bali, busana ini juga memadukan kain Lurik dari Kota Solo Jawa Tengah, Lurik merupakan kain dengan motif bergaris-garis kecil yang secara tradisional merupakan pakaian khas pria warga pedesaan dikalangan suku Jawa. Sedangkan warna yang digunakan adalah warna hitam, abu-abu tua, coklat muda, coklat tua, kuning dan emas.Detail dari busana yang dibuat terdiri dari satu bagian atau one piece yakni berbentuk blus dengan bagian atas terdapat bustier atau kamisol, terdapat rok span dengan hiasan peplum 8 (delapan) lapis serta rok ½ (setengah) lingkaran pada bagian lutut. Pembuatan busana ini melalui langkah sebagai berikut; (1) Desain, (2) Pengukuran, (3) Pembuatanpola, (4) Cutting, (5) Sewing, (6) Fitting, (7) Finishing. Tingkat kesulitan pada pembuatan busana ini yaitu; (1) Desain yang dibuatkurang megah karena terlalu simple untuk busana avantgarde, (2) Pada saat pemasangan peplum kebagian bustier atau kemben, sebaiknya peplum dijahit terlebih dahulu, kemudian disambungkan pada rok span dan bustier atau kemben, (3) Pada rok bawah sebaiknya lebarlingkaran dibuat bertahap
Identification of Functional Elements and Regulatory Circuits by Drosophila modENCODE
Author manuscript; available in PMC 2011 October 13.To gain insight into how genomic information is translated into cellular and developmental programs, the Drosophila model organism Encyclopedia of DNA Elements (modENCODE) project is comprehensively mapping transcripts, histone modifications, chromosomal proteins, transcription factors, replication proteins and intermediates, and nucleosome properties across a developmental time course and in multiple cell lines. We have generated more than 700 data sets and discovered protein-coding, noncoding, RNA regulatory, replication, and chromatin elements, more than tripling the annotated portion of the Drosophila genome. Correlated activity patterns of these elements reveal a functional regulatory network, which predicts putative new functions for genes, reveals stage- and tissue-specific regulators, and enables gene-expression prediction. Our results provide a foundation for directed experimental and computational studies in Drosophila and related species and also a model for systematic data integration toward comprehensive genomic and functional annotation.National Science Foundation (U.S.) (Computing Research Association for the CIFellows Project Grant 0937060)National Science Foundation (U.S.) (Computing Research Association for the CIFellows Project Award 0905968)National Institutes of Health (U.S.). Ruth L. Kirschstein National Research Service Award (Postdoctoral Fellowship)Leukemia & Lymphoma Society of America (Fellowship)National Institutes of Health (U.S.) (Grant R01HG004037)National Science Foundation (U.S.) (CAREER Award 0644282)Alfred P. Sloan FoundationNational Institutes of Health (U.S.). National Human Genome Research Institute (modENCODE Project Grant RC2HG005639)American Society for Engineering Education. National Defense Science and Engineering Graduate Fellowshi
