1,720,969 research outputs found

    Nilai Filsafati Bushido: Implementasinya daalam realitas sosial Jepang masa kini

    No full text
    Kemajuan Jepang yang demikian pesat ternyata tidak meninggalkan tradisi yang telah dimilikinya. salah satu tradisi yang telah terpelihara adalah semangat samurai yang pada Jaman Tokugawa dilengkapi dengan moral filosofis. semangat bushido melatar belakangi kemajuan dalam bidang ilmu dan teknologi yang pada akhirnya terwujud dalam fenomena kehidupan berupa realitas sosial bagi manusia jepang. permasalahan yang dihadapi adalah apakah makna moral bushido, dan sejauhmana pengaruh bushido dalam realitas sosial. Tujuan penelitian adalah menemukan latar belakang filosofis moral bushido yang mampu mempengaruhi kehidupan manusia jepang hingga kini. Cara penelitian menggunakan metode Filosofis-Hermeneutik yang dilanjutkan dengan refleksi. langkah-langkah yang dilakukan adalah pengujian koherensi Internal makna moral bushido dan refleksi kritis dengan eksternalisasi, objektivitasi, dan Internalisasi sebagaimana digunakan oleh Berger. Hasil yang diperoleh adalah bahwa bushido yang sejak kelahirannya merupakan kekuatan moral yang telah dimiliki oleh manusia Jepang. Konsep moral dalam bushido secara filsafati dapat dikategorikan sebagai filsafat moral yang memlliki nilai universal. Kandungan nilai moral bushido adalah keberanian, kejujuran, kesetiaan, dan tanggung jawab. Nilai-nilai filosofis yang tersirat dalam filsafat moral bushido adalah epistemologi khas Jepang Metafisika, dan Estetika, serta filsafat sosial khas manusia Jepang yang merupakan reallsasi semangat bushido

    Sistim Ideologi Filsafat Pancasila

    No full text

    Pengaruh Filsafat Konfusianisme dan Buddhisme pada Perkembangan Filsafat Jepang: Studi tentang Makna Kesetiaan

    No full text
    Kemajuan Jepang diawali dengan kekuasaan sogun. Sogun yang memerintah dengan politik tertutup, sehingga bangsa Jepang ketinggalan oleh bangsa lain. Pada tahun 1868 dimulai era baru Restorasi Meiji. Jepang era baru melakukan politik pintu terbuka, terutama pada kemajuan ilmu, teknologi, dan industri. Kemajuan itu tidak diikuti oleh perombakan nilai yang telah dimiliki. Masalah yang dihadapi adalah pengaruh konfusianisme dan Buddhisme pada perkembangan pemikiran filsafat Jepang. Metoda yang digunakan adalah metoda Hermeneutika. Hasil yang dicapai adalah bahwa nilai kesetiaan adalah nilai yang telah dimiliki bangsa Jepang sejak sebelum kedatangan pemikiran Konfusianisme dan Buddhisme. Nilai kesetiaanbagi bangsa Jepang adalah ketaatan dan kepatuhan terhadap bangsa, tanah air dan Kaisar. (LIT. Fakultas Filsafat UGM, No. 446/JOl.P/PL.06/05/97, tanggal 1 July 1997

    Laporan penelitian konsep pendidikan menurut filsafat confucius dan manfaatnya bagi manusia

    No full text
    Dewasa ini di dalam sistem pendidikan dihadapkan dengan berbagai masalah baik yang kuantitatif, kualitatif, rele vansi, efisiensi maupun efektifitas. Di negara berkem -bang ada usaha untuk mendidik manusia selain agar menjadi cakap juga mempunyai mental yang tinggi. Confucius di dalam konsepsinya tentang pendidikan selain mendidik manusia agar menjadi cakap juga menjadi manusia yang susila. Penelitian ini dilakukan melalui penelitian kepustakaan untuk mencari bahan-bahan yang berhubungan dengan judul penelitian. Adapun kesimpulan hasil penelitian adalah : 1. Titik tolak ajaran pendidikan menurut filsafat Confucius adalah ajaran tentang &quo

    Persepi Peran Spesialis dalam Industri terhadap Etika Bisnis dan Etika Lingkungan: Studi Kasus di Wilayah Industri BOTABEK

    No full text
    Latar belakang masalah Pengembangan sumber daya manusia, GBHN secara normatif menggariskan bahwa peningkatan sumber daya manusia yang diharapkan mendukung pembangunan adalah peningkatan sumber daya manusia berkesinambungan dan selaras dalam hubungan antara sesama manusia, manusia dengan alam lingkungan, dan manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa. Disebabkan oleh karena itu semua lapisan dan semua peran yang berkaitan dengan pemanfaatan sumber daya manusia secara normatif dituntut untuk mengenakan atribut-atribut moral khusus yang mendukung peningkatan sumber daya manusia yang selaras dalam tiga aras hubungan, yakni dengan manusia lain, lingkungan, dan Tuhan. Suatu kondisi yang mensyaratkan adanya pemahaman yang memadai tentang etika sosial, etika lingkungan, dan etika individual. Oleh karena itu perlu diteliti bagaimana persepsi pemegang peran spesialis terhadap berbagai nilai etis dari beberapa lingkaran moralitas yang berbeda, yakni etika lingkungan dan etika bisnis, dan sejauh mana oprasionalisasi norma-norma etis tersebut mampu mendukung tuntutan normatif dalam GBHN untuk membangun sumber daya manusia yang religius, humanis, dan sadar lingkungan. Tujuan Penelitian ini antara lain menjelaskan pola hubungan antara tujuan organisasi industri, kebijaksanaan pemerintah tentang lingkungan hidup, dan persepsi peran spesialis di bidang industri terhadap etika bisnis dan etika lingkungan. Cara Penelitian dan Analisis Hasil Penelitian ini ingin mengukur sejauh mana pengetahuan para spesialis tentang etika bisnis berkorelasi dengan sikap spesialis terhadap tanggung jawab sosial profesi mereka, dan hendak pula sejauh mana persepsi tersebut selaras dengan nilai-nilai Pancasila. Karena menyangkut objek material dan objek formal yang berbeda, maka penelitian ini akan dilaksanakan dalam dua tahap, yakni tahap empiris (dengan fokus penelitian pada persepsi para spesialis) dan tahap refleksif (dengan fokus penelitian pada kesesuaian antara persepsi spesialis dengan nilai-nilai Pancasila). Hasil Penelitian Hipotesis kerja yang diajukan pada penelitian ini bahwa tinggi rendahnya muatan moral pada pemahaman peran spesialis tentang perilaku bisnis memiliki korelasi positif dengan tinggi rendahnya muatan etis pada pemahaman peran spesialis tentang kelestarian 1ingkungan. Dari hasil temuan dilapangan serta refleksi hermeuneutik terhadap objek yang diteliti: 1. Terdapat korelasi positif antara tingkat pemahaman peran spesialis di bidang industri tentang etika bisnis dengan tingkat pemahaman peran spesialis tentang etika lingkungan. Harga koefisien korelasi (0,6541) menunjukkan bahwa perkembangan moralitas bisnis berjalan seiring dengan perkembangan kesadaran tentang perlunya pendekatan baru .pmterhadap pengelolaan sumberdaya manusia dan alam yang sesuai dengan prinsip-prinsip kelestarian lingkungan. 2. Sosialisasi antara beberapa aspek moralitas yang berkaitan dengan pokok soal yang secara konvensional dianggap berbeda, dalam hal ini ekonomi dan ekologi, cenderung dilakukan secara parsial atau kurang terintegrasi dalam satu sistem moral yang padu. Dengan demikian muncul tuntutan normatif untuk melakukan reorientasi mendasar terhadap sikap hidup yang cenderung mengarah pada pengeksploitasian secara ekonomis atas sumber-sumber daya yang ada tanpa memperhatikan azas keadilan dan kelestarian lingkungan hidup. Perlu juga dirumuskan kembali tingkat-tingkat kebutuhan yang wajar yang masih mampu ditopang oleh sumber daya yang ada

    Epistemologi Santai: Epistemologi Jepang Masa Tokugawa

    Get PDF
    Pengetahuan merupakan kebutuhan kodrati manusia
    corecore